Tag Archives: Whitby

Di Dalam Rumah Kaca

… be strong in sorrow and humble in happiness – AHY

rumah_di_pinggir_pantai_whitby_uk_old

Ilustrasi: rumah-rumah di Pinggir Pantai, Whitby, UK

Di dalam rumah kaca, orang-orang ingin terlihat paling sempurna. Yang rupawan memamerkan kecantikan dan ketampananya. Yang menawan memamerkan kemolekan dan kegagahan tubuhnya. Pun tak ketinggalan yang kaya dengan kekayaanya, yang berprestasi dengan segala capaianya, yang berpendidikan dengan deretan gelar akademiknya. Dan seterusnya dan seterusnya.

Di dalam rumah kaca, orang-orang terlihat semua bahagia. Ada yang tampak bahagia karena pasanganya, anak-anaknya, cucu-cucunya atau keluarga lainya. Ada pula yang bahagia karena tempat-tempat dan momentum yang indah di melingkupi nya.

Di dalam rumah kaca, orang-orang juga terlihat begitu dekat dengan Tuhanya. Sungguh, di dalam rumah kaca, semua orang-orang terlihat begitu istimewa.

Di dalam rumah kaca tidak terlihat proses. Semuanya adalah pementasan yang menyembunyikan hal ihwal di belakang layar. Di dalam rumah kaca adalah dunia kesan. Bukan dunia kenyataan.

Padahal, di luar rumah kaca, ada pejuang yang sedang menahan perih. Ada yang sendirian melawan pedih kesepian. Ada yang merindukan kehadiran tawa ceria anak-anak di sekeliling mereka. Ada yang sedang dirundung malang tak kunjung berkesudahan.

Argh, begitulah di dalam rumah kaca. Padahal, bukankah senang dan sedih itu mampir silih berganti di rumah kita. Padahal, bukankah ketika rahasia bumi dan langit terungkap, semua rasa itu tak ada bedanya. Karena hakikatnya hanyalah ujian semata. Siapa diantara kita yang terbaik amalnya. Hanya saja kita sering terbujuk oleh keinginan untuk berlomba menjadi unggul sendiri. Dan dilupakan berlomba dalam kearifan untuk berbagi.

Kawan ! apapun yang terjadi nanti, dalam setiap rasa yang selalu bermetamorfosa, be strong in sorrow and humble in happiness !


Hari ini, setahun yang lalu

refleksi

Hari ini, setahun yang lalu.
Aku membuat langkah kecil pertama ku.
Di kota mu, Nottingham.
Dengan sebongkah harapan,
dan baris-baris do’a.
untuk sebuah level pendidikan bernama PhD.

Ada ketakutan dan keraguan,
Tapi keyakinanku membuat ku terus melangkah.
Hingga waktu pun berlalu,
Dan aku baru tersadar ini sudah setahun yang lalu.

Aku pernah hampir putus asa,
Aku pernah luruh dalam titik kepercayaan diri terendah,
Tapi rapalan doa-doa ku mampu menepis semuanya.
Hingga aku harus bersyukur aku lulus ujian tahun pertama ku.

Romantisnya daun-daun yang berguguran musim gugur,
Dinginya butiran salju di musim dingin,
Indahnya rupa warna bunga-bunga di musim semi,
Dan hangat nya mentari di musim panas,
Semua mengajarkan bahwa hidup akan terus berubah,
dan bahwa tidak ada keabadian.
Tak ada tawa yang abadi, pun tak ada tangis selamanya.

Aku pernah merasa kehilangan kehangatan keluarga ku,
dan juga keakraban teman dan sahabat-sahabat ku.
Namun, waktu mempertemukan ku dengan sahabat dan keluarga baru ku disini.

Terima kasih Tuhan, atas pengalaman berharga ini.
Yang telah kau langkahkan kaki ini, menyusuri kota-kota indah di bumi Mu ini.
Leicaster, Lincoln, Edensor, London, Liverpool, Birmingham, Whitby, Manchester,
Lancaster, Conventry, Oxford, Aberdeen, Edinburgh, Loughborough, Cambridge, Hull,
Ghent, Brussel, Leuven,Eindhoven, Enschede, Derby, Southampton

semua menorehkan pengalaman dan pelajaran hidup yang sangat berarti.

Maafkan untuk setiap detik waktu yang terbuang percuma,
Untuk segal hal perbuatan dan pikiran yang sia-sia.

Dua Pertiga perjalanan panjang masih terbentang di hadapan.
Keraguan itu pun muncul kembali,
Hanya keyakinan dan rapalan do’a-do’a ku kepada Mu Tuhan,
yang mampu menepis nya.

Ya Rabbi bil Mustofa, Baligh Maqasidana, Waghfirlana Ma Madzo
Ya Wasingal Karomi.

Duh Gusti, yang maha luas kemulian Mu.
Mugi Panjenengan ngijabahi cita-cita kami,
dan mengampuni dosa-dosa kami yang lalu.

Mudahkanlah segala urusan-urusan kami,
Bimbinglah selalu kemana langkah kaki ini melangkah,
Aku tunduk dan pasrah terhadap ketetapan takdir Mu.

Allahumma Ammiin.

Nottingham, 18 September 2012-18 September 2013