Advertisements

Tag Archives: utp

saat harus mengucap: Selamat Tinggal

…… jejak kakimu terbaca… ini lah waktu yang tepat untuk berpisah. ”

yach.. begitulah akhirnya, kisah perjalanan  saya belajar di kampus UTP Malaysia harus diakhiri sampai disini. Masih teringat jelas diingatan saya ketika teman-teman menyambut ramah kedatangan saya. Dan kini ternyata kejadian itu telah berlalu dua tahun sudah…
Sedih meninggalkan teman-teman, tetapi sekaligus bahagia karena apa yang saya kejar selama ini tercapai sudah.

Hari ini teman-teman mengantar saya pulang ke Indonesia sampai di Hentian Bus Seri Iskandar, Taman Maju . Sebuah tempat yang menyimpan banyak kenangan untuk kami bersama.

Sekedar mo ngucapin Terima Kasih [yang dalem….banget] buat teman-teman semuanya,
kehadiran teman-teman di UTP ini, sungguh sangat berarti bagi saya.
bahkan, diamnya teman-teman pun memberikan arti tersendiri bagi saya.
memberikan kekuatan yang tak dapat terbaca oleh mata, sehingga akhirnya
saya pun mampu mengakhiri belajar saya di UTP ini. Dengan akhir yang begitu indah,
tentunya. Alhamdulilah….

Kemudian, dengan segala kerendahan hati saya, saya mengaturkan mohon maaf [yang dalem….banget juga].
atas segala apapun pada diri saya yang kurang apalagi tidak berkenan di hati teman-teman. Saya sangat sadar,
saya hanyalah pribadi yang jauh dari sempurna, yang bisa diterima, apalagi dicintai oleh teman-teman semua. Oleh karena itu, please.. please…. Mohon dimaafkan dan diikhlaskan.

Akhirnya, tibalah kini saatnya untuk melanjutkan perjalanan panjang yang terkadang terasa begitu melelahkan ini [di tempat lain tentunya]. yach… begitulah hidup, mengalir dan terus mengalir, berjalan dari satu titik ke titik lain, membentuk garis-garis takdir, yang sebenarnya sudah dilukis oleh Yang Maha Merencanakan Hidup. Sehingga, bahkan saya merasa tak mampu mengendalikan hidup saya sendiri.

Saya yakin, semua teman-teman, tempat, peristiwa, dan semua kenangan di kampus ini, suatu saat akan sangat saya rindukan di kemudian hari. Oleh sebab itu, please.. please keep in touch yak ! jangan putus silaturrahim ini hanya sampai disini, tetap saling mendoakan yang terbaik buat kita semuanya [khususon. buat yang sedang berjuang untuk lulus, LANJUTKAN perjuangan ! semoga dimudahkan semuanya], Insya Allah !

Selamat Tinggal Kawan, Selamat Tinggal UTP, Selamat Tinggal Malaysia, dan….
Selamat Jalan Kenangan………….:)
Saya akan merindukan mu…..

Advertisements

thank you Allah: Finally I won the “battle” of my M.Sc. Thesis Viva

Thanks you Allah…. Alhamdulilah.
I’m very happy, finally I won the “battle” to defense my M.Sc thesis In the oral presentation examination yesterday [170309]. Thus, unofficially I have graduated from my M.Sc. in Information Technology studies in 2 years from Computer and Information Sciences Department, University Technology of PETRONAS.

Although I have no well preparation, even I was feeling so nervous and not confident in the last minutes. But, suddenly I can do well on the spot. I was feeling lucky, I can deliver the presentation and answer all question well, and finally the examiners did not hesitate to grant me MSc degree. That’s what I mean with sometime I can not control myself. There is huge and great power over there control me. That’s the power of praying to Him, Allah. I prepared less, but prayed more for my thesis viva.

I would like to thank very much to everyone contributed to my thesis. Especially to my supervisor Dr Ass. Professor Ahmad Kamil bin Mahmood, Miss Noreen Izza Arshad [now, pursuing Phd in Melbourne University Ausy], and Mr Ahmad Izuddin Zainal Abidin [Now, pursuing Phd in Oxford University UK] for their nice fully-dedicated guidance during my Master studies.

I am deeply grateful to my Mom and Dad for praying me all days and nights. My brothers, sisters, mates, and friends for supporting and encouraging when I was down and burdened during my studies. I really appreciate it. On every grudge and every fight I miss you guys and girls.

In hours after finishing my thesis Viva, I expressed my happiness by sending email to my supervisor, and co-supervisors. I was very happy they all congratulated me. I got very touchy email from Ms Noreen Izza Arshad from Melbourne University Ausy. May I can share her email here:


Dear Mukhlason,

I believe that 80% of the work is purely done by u and only u. 10% comes from the skills, other researchers, peers and supervisors. and 10% comes from luck, confidence, panels, love ones. And on top of all is the help from ALLAH – alhamdullilah.

I would like to congratulate u on your well done job, your persistence in doing work, your courage, your hard wok and your determination. You are my first MSc student and will always be remembered. Please…please do keep in touch.

Keep the high motivation in continuing research in any field, and hope our path can cross again, we can collaborate professionally in the future. All the best for your n future undertakings, and do not forget to send me your convocation pictures!!!!!!

wassalam.

~Noreen

Alhamdulilah, thank you Allah for everything ! and now I have to move forward.
“Faidza Faraghta Fanshab Wailaa Rabbika Farghab [QURAN]”
When one thing was well done already, Then I should to be well prepared and do my very best for thing else, and Only to Him [Allah] we address all the hopes.

May Allah always gives all the very best for Us. Ammiin..
cakshon [@UTP 190309: 12:46 AM]


Alhamdulilah, akhirnya… M.Sc. juga :p

“ketika setiap detik waktu terasa sangatlah berarti; Oh Tuhan andai saja aku bisa memohon perpanjangan waktu Mu hari ini”.

Jikalau anda ingin tahu arti 1 detik waktu, bertanyalah pada Mahasiswa tingkat akhir yang dikejar deadline skripsi; begitulah kurang lebih “Orang Bijak” berkata.
Dua hari kemaren, saya benar-benar kembali merasakan dimana waktu dari detik ke detik yang berjalan terasa sangatlah berarti.
Tahu kenapa?
Dua hari menjelang sidang tesis, huehe…

Yup, persis hanya dua hari saya persiapan sebelum sidang Tesis. Selama 1.5 bulan sebelumnya saya Liburan ceria di endonesah, uups….eh gimana yah. Dibilang liburan sih ya liburan seh tapi… yaada kesibukan lain di Indonesia [ya ngajar, ya belajar, ya jalan2, dan sebagainya dan sebagainya]. Dimana kesibukan itu membuat saya ndak dapet “feel” untuk buka-buka tesis. so nyaris selama 1.5 bulan saya benar-benar melupakan tesis saya.

Jauh-jau hari sebelum hari H, co-supervisor riset saya yang saat ini berada di Melbourne University dan satunya lagi di Oxford University dengan sangat baik hatinya menanyakan gimana persiapan sidang tesis saya. Beliau-beliau menasehati saya untuk mempersiapkan sebaik-baiknya, beliau bilang sidang tesis bukanlah seperti presentasi-presentasi biasa, kamu harus bisa menunjukkan kalau dirimu qualified untuk mendapat gelar MSc. Beliau-beliau juga sangat menyarankan sebelum sidang saya perlu mengadakan simulasi presentasi di depan teman-teman saya.

Dan tahukah anda apa yang saya lakukan terhadap nasehat-nasehat cosupervisor saya ? cuman bilang : “Yes Thank You”.

Prek, saya sama sekali ndak menjalankan Titah sang Guru. Simulasi presentasi apalagi, wah benar-benar bukan taipikal saya, saya adalah orang yang sangat tidak perfeksionist hue he.. he…..
Waktu dua hari yang tersisa, satu hari saya pergunakan untuk ‘mempermak’ slide prsentasi yang sebelumnya sudah saya buat, yang ternyata jumahlah total slide nya adalah 67 slides.
[weks banyak bener….]

H-1 saya ketemu dengan supervisor saya di ruang kerja nya, gila ndak seh 2 bulan menghilang, tiba-tiba muncul H-1. Tapi tau ndak justru dia yang ‘surprise’ menyapa dan meminta maaf saya duluan. Ceritanya, waktu saya datang ke ruang kerjanya [ruang head department aka dekan] beliaunyabelum datang. Jadi saya bersama 4 orang bimbingan beliau lainya menunggu di sofa ruang tamu dekat ruangan beliaunya.

Dan.. setelah nunggu sekitar 30 menitan beliaunya datang, masuk ke ruang tamu dekat ruangan beliau. Tau ndak dia begitu surprise melihat diriku, begitu membuka pintu, beliau langsung shouted :

” Hai… how are you, when you came to UTP back, have you get ready for your Viva, Tomorrow?”

Sambil menyalami saya sendiri yang sedang duduk di sofa, dan mengabaikan 4 orang anak bimbingan yang lain [hue he…, hanya saya yang di ‘salamin’] “. Kemudian dia mengajak saya masuk ke ruangan beliau.

“Lets get in to my room”.

[padahal tahukah anda saya adalah orang terakhir yang mengantri ketemu beliau, dibanding 4 anak bimbingan beliau yang lain yang ngantri disitu]

Di ruangan beliau, saya pikir beliau pertama kali akan marah ke saya [karena beliau sangat pantas untuk marah ke saya], karena saya 2 bulan sebelumnya setelah submit draft tesis, menghilang [baca: pulang ke Indonesia] tanpa minta ijin atau bahkan sekedar memberi tahu beliau. Ternyata ndak justru dia yang meminta maaf ke saya:

” I am sorry I just get your presentation file this morning, so I have not finished already reviewing your presentation slides ” [padahal yang kurang ajar aku, aku baru ngirim ke beliau hari jumat sore, dan ketemu beliau hari senin. ya eyalah beliaunya belum sempet buka email akhir pekan :p ].

Secara konten, beliau tidak masalah. Beliau cuman meminta gambar kartun celengan babi warna ping diganti dengan gambar yang lain [hua ha….saya lagi-lagi kurang ajar, naruh gambar babi di presentation slide. uups…. sebenarnya saya cuman pengen ngerubah pola berfikir saja lowh, babi memang haram untuk dimakan dan dipegang. Tetapi, kalau gambar kartun celengan babi warna ping yang lucu? ndak dosa kan? hue he….]. Kemudian juga mengingatkan waktu presentasi hanya 20-30 menit, padahal jumlah slide saya 67 halaman. Beliaunya minta dikompres maksium 20 slides, dan font nya dibikin lebih besar minimum 22 point [punya saya 18-20 point].  That’s all pertemuan H-1 hari itu. Beliau meminta kalau bisa besoknya pagi-pagi sebelum Viva untuk datang lagi.

Nyaris tinggal 24 jam menuju “The Battle”. Biuh…. setiap detik waktu terasa sangat berarti. Dag Dig Dug, Nervous, merasa belum siap, merasa tidak percaya diri, dan beribu perasaan ketakutan lainya menghantui diriku. Benar-benar “Demam Viva” ndak enak makan, ndak enak tidur, ndak enak macem-macem. Untung nya saya punya kata-kata ampuh yang saya curi dari Rizal Malarangeng : ” It is serious business, but I take it for easy”  dan juga kata-kata nya Mbak Yenny Wahid : ” Nothing to fear, but the fear its self” yang bisa meredamkan perasaan “Nervous” saya.

Di detik-detik terakhir menuju “the Battle” saya juga baru nyadar kalau english saya belepotan banget. Secara selama 1.5 bulan di Indonesia saya nyaris ndak pernah pakek “english” sama sekali, saban hari pakek bahasa Jawa Indonesia. Lidah ini rasanya kelu banget pronounce in english. Biuh…..

Dalam kondisi terjepit seperti itu, saya selalu lebih percaya dengan my “own way”. Saya nyaris mengabaikan petuah dari Sang Guru. Slide yang jumlahnya 67 tidak aku compressed jadi 20 dan fontnya juga tidak saya rubah jadi min 20 point. Hanya gambar babi nya saja yang aku ganti dengan gambar kartun orang bersalaman :p.  Dan ini adalah my own way:

1. Menambah Slides yang 67 jadi 82 , ukuran font tetap [Gila ……:p ]
2. Minimalis kata-kata, saya ikut kata orang bijak 1 gambar itu mewakili 1000 kata2. Jadi ppt saya yang berupa kata-kata saya permak  jadi gambar ilustrasi.
3. Bikin “Presentation Script” yang bentuknya persis kayak naskah scenario film, jadi apa yang akan saya ucapakan/lakukan semua saya tulis disitu.
4. Baca Istigotsah [menjelang sebelum matahari tenggelam dan menjelang sebelum matahari terbit]

Menjelang tidur pukul 12 tengah malam, saya baru sempat baca print out, ‘skenario’ presentasi saya. Mulai dari …
“Assalamualaikum wbt. and very good morning…ladies and gentlement….”
.. dan ntah sampek mana saya membaca, yang jelas tiba-tiba tidak sadarkan diri, kelelahan banget mungkin hari itu. Baru nyadar ketika Adzan Subuh berkumandang dari Mushola di bawah hostel kami. Saya bangun, ambil air wudlu, saya sempatkan sholat sunat dua rakaat sebelum sholat subuh, saya selalu teringat hadis bahwa: 2 rekaat sebelum Subuh itu lebih berharga dari dunia seisinya.

Setelah jamaah Subuh di Mushola, saya sempatkan baca Istigotsah di kamar, [Istigotsah adalah amalan rutin saya setiap abis sholat ashar dan abis Subuh waktu nyantri di Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, dan sudah lama…. banget tidak saya amalkan hue he..], setelah istigotsah .. saya latihan presentasi based on ‘skenario’ yang sudah saya bikin sebelumnya.

Jam 8 pagi [2 jam sebelum Jam- J] saya sempatkan sarapan pagi, pakek Nasi Lemak. Tapi wedew…. 4 suap nasi dah mual. Sambil melanjutkan latihan presentasi di depan laptop saya. Jam 9 baru diteriaki sama housemate saya.

“Cak Shon lo kan Viva hari ini, jam 10 kan? belum mandi lagi ! lo kudu persiapan dulu disana !!, gimana c !”

“Hehe..iyaya…” Saya pun dengan cengengesan beranjak ke kamar mandi. 15 menit kemudian selesai. Pakek Baju paling rapi yang pernah aku pakek seumur hidupku. hue he… Baju lengan panjang warna item, dasi, dan jas / bletzer semuanya dipinjemin sama roomate saya yang baik hati [beneran saya ndak minjem, tapi si roomate saya yang menawarkan meminjamkan semuanya semalam sebelum Hari -H, sudah rapi dan siap pakai lagi hue he…, Thanks Bro.]

Setalah rapi, sholat duha 4 rakaat, dan ngemasin laptop sekitar jam 9.40 saya berangkat ke Viva Room 1 [tempat saya akan ‘dibantai’] di Postgraduate Studies Office. Jalan kaki sendirian dengan langkah gontai dan lemes menyusuri jalan setapak dari hostel ke PG Office, sambil baca skenario presentasi layaknya seorang artis sinetron yang menjalani sesi reading sebelum shooting, huaha…… waduh rasanya Jiwa ini mo melayang dari raga ini.

Jam 9.55 saya nyampek Viva Room 1, oh Mai God … ternyata masih dikunci. Terus saya ke PG Office ketemu officernya, baru saya dikasih kunci ruang Viva Room 1. Saya masuk ke Viva Room 1, wew… ngeri…..

Saya siapin laptop saya diatas podium yang ada mik nya itu. Saya nyalaian LCD Projector. Alhamdulilah semua “working properly” . Di depan podium ada kamera guede euy… yang akan men shoot saya. Sambil nunggu ada yang datang saya sendirian di ruangan itu kembali menjalani sessi reading dan latihan presentasi di podium. Benar-benar berasa kayak artis sinetron yang mau shooting huehe…..

Beberapa menit kemudian, beberapa supporter saya dari Indonesia [Mahasiswa Indonesia] satu persatu pada berdatangan, kawan-kawan saya dari Malaysia juga banyak yang datang, demikian juga beberapa lecturer, dan Supervisor saya juga datang sebagai audience memenuhi hampir setiap kursi di Viva Room 1. Dan akhirnya para examiner saya pun datang.

“Tet…teretet………………………”
Tiga Orang Doktor, Associate Professor, 1 cowok, 2 cewek. Beliau2 adalah Dr Baharum, Dr Wan Fatimah Ahmad [kedunya dari Internal UTP], dan Dr Abrizah Abdullah [Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Maklumat Universiti of Malaya, yang semula aku pikir Co. eh ternyata Ce].

Dag dig Dug Dor………… [saia bersholawat dalam hati dan dalam hati kecil saya berbisik: It is serious business, but take it easy Man !! Nothing to fear but the fear its self]

3 2 1……………………….

Sesaat setelah kamera di depan saya ON, saya pun dipersilahkan memulai presentasi saya:
[Bismillah………Senyum]
Assalamualaikum wbt……

I am here to present ….

Dan………[Cut]

ndak tau kenapa ya, tiba-tiba ada semacam ruh baik yang merasuki tubuhku hue he… yang membuat saia tiba-tiba sangat bersemangat, powerfull, dan saya merasa lidah saia sangat fasih-lancar dan hati ini merasa enjoy banget mempresentasikan slide demi slide thesis saya, dalam waktu kurang dari 30 menit slide saya yang berjumlah lebih dari 60 slides itu akhirnya berhasil saya presentasikan dengan sangat baik [menurut my feeling].

kemudian sesi tanya Jawab pun dilempar ke audiense. [dalam hati berbisik, mudah2an ndak ada yang bertanya]. Ternyata ada pertanyaan dari seorang lecturer, ketika dia bertanya otak saya benar-benar blank mau aku jawab apa yak…. oh mai god. Tapi ketika dia mengakhiri pertanyaan nya yang panjang itu. Tiba-tiba terlintas di otak saya, dan keluar jawaban dari mulut saya [yang menurut feeling saya itu adalah jawaban yang sangat cerdas ] dan si penanya sangat puas dengan jawaban saya. Puas dengan pertanyaan yang pertama, si Lecturer tadi mengajukan pertanyaan yang kedua. Dan lagi-lagi saya merasa tiba-tiba terlintas di otak saya dan keluar dari mulut saya Jawaban yang menurut feeling saya sangat cerdas dan membuat si penanya kembali terpuaskan, manggut manggut. [ To Tell you the Truth: Ini benar-benar out of my control] .

Selesai sidang terbuka, seluruh audience disuruh keluar ruangan, termasuk Supervisor saya.
Tinggallah saia bersama ketiga Penguji di ruangan tadi.
[Dalam hati saia… Oh Mai God, aku pasti dibantai ini]

Dan ternyata : ” No Worries are always Be True ”

Saya disuruh beranjak dari podium, disuruh duduk di kursi di depan mereka bertiga. Seperti posisi orang mau wawancara.
Apa yang pertama kali diucapkan oleh sang examiner ke saya?
“Congratulation!”
[alamak…. senang sekali….]
Dia bilang saya sudah mempresentasikan kontribusi Tesis saya dengan baik. Dan Tesis master saya sangat qualified untuk mendapatkan gelar M.Sc.
[dalam hati saya berdesis: alhamdulilah ya Allah]
Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan  kecil dan saran-saran membangun dari kedua examiner. Saran2 agar Tulisan Tesis saya lebih bagus lagi seperti kayak gimana. Dan Kedua examiner sama sekali tidak mempermasalah Technical Content dari Tesis saya, everything is Good and Fine.

Ya Allah…. suasananya gayeng banget.
Tidak seperti berada dalam sidang yang serius. Tidak ada ‘defense’ sama sekali, dimana saya harus ‘otot-ototan’ sama examiner u/ mempertahankan tesis saya. Ketiganya sangat ramah kepada saya, dan berusaha mencairkan suasana dengan pertanyaan-pertanyaan “ndak penting”. Seperti sudah nikah belum? Kalau balik ke Indonesia Ngapain? Dulu S1 nya kuliah dimana? Minat melanjutkan Phd Malaysia lagi ndak?

Dan akhirnya sidang Tesis pun selesai, ditutup dengan ucapan “Congratulation” dan jabat tangan erat dari ketiga examiner. Saya pun berjanji akan segera merevisi tesis saya paling lama dalam waktu dua minggu ke depan.

[ohh… senangnya hatiku…..]

Catatan:
– Dengan persiapan yang “asal-asalan” akhirnya saya pun bisa melaluinya juga dengan baik. Mungkin inilah yang disebut dengan kekuatan Doa. “Addu’au Shilahul Muslim” Do’a itu senjata nya orang Islam.
– Saya berterima kasih kepada teman-teman saya dan semuanya yang buanyak sekali telah mendoakan dan mendukung saya secara langsung maupun tidak langsung lewat sms, telpon, FB.

Alhamdulillahirabbil’alamin. Satu anak tangga berhasil saya naiki……
Saya bersyukur, saya dulu sempat nyaris berputus asa setelah tamat STM, terancam tidak bisa kuliah. Tapi Alhamdulillah Allah selalu memberikan yang terbaik buat hambanya yang tunduk dan menyerahkan seluruh hidup dan matinya hanya untuk Allah.
Semoga ini bukanlah jenjang pendidikan formal Terakhir saya. Saya sedang bermimpi dalam waktu dekat ini mendapatkan beasiswa Ph.D di salah satu kampus terkenal di eropah.
Insya Allah, Jika Allah sang Dalang kehidupan ini mengijinkan.
Ammin………………….


10 Facts of My Roomates :D

Meski belum genap 2 Tahun di kampus ini, saya sudah 3 kali ganti roomate dan 2 kali Hidup Sebagai Single Fighter. Hwe2……Antara hidup berdua dengan roomate dan hidup single semua ada plus (+) plus (+) dan minus (-) minus (-) nya. So principally, buat saya ndak ngefek ada roomate aka tidak sebab kalo ditotal plus dan minus nya = 0. Hwe2…

(+) (+) ada Roomate :
Enaknya ada roomate c, yang pasti kita ndak merasa lonely, ada teman ngGosip (wew… lanang kok hoby ngerasani), ada teman tertawa bareng (kalo tertawa sendiri kan = 1/2 OrGil hwe2….), dan ada teman tidur bareng (hi hi…..).

(-) (-) ada Roomate:
Mau ndak mau mau kita kudu tenggang rasa, tepo seliro, sama roomate kita. ya karena ndak mungkin kan di dunia ini ada orang yang bener2 foto kopian diri kita. yang punya hasrat, hobi, dan kemauan yang sama persis dengan kita. kadang roomate kita suka nyalain kipas kenceng2, sementara kita alergi dengan angin. kadang roomate kita hoby nyanyi sambil teriak2, sementara kita hoby ngaji (ciye….). Ndak enaknya lagi adanya roomate membatasi ruang gerak kita, karena ada beberapa space dimana itu ruang confidentialnya dia.

Berkali-kali ganti roomate, bukan karena apa2 yak. ndak cocok, konflik ? wew tidak sama sekali…. Tapi memang saya nya yang hobi gonta ganti Pasangan. Hwe2…
Berikut adalah 10 Facts of My Roomate yang saya tau dari Roomate saya

A. Roomate Pertama :
1. Punya nama lengkap Faisal Haris.
2. Biasa dipanggil dengan “Isal” , “Cali”, ato “Fai”.
3. Anak Teknik Kimia ITB Angkatan 2000. Alumni SMA 13 Jakarta.
4. Anak nya cerdas, lulus dari ITB dengan predikat cumlaud.
5. Ceweknya namanya Dias Indrasti, dosen Food Technology IPB, teman SMA nya dia,
Akhwat cuantik berjilbab gondrong, anak Purwokerto, yang bikin aku ngiri sama Isal.
6. Bokapnya kerja di Pelayaran yang sering berbulan2 pergi berlayar.
7. Tinggal di sekitar Priok Jakarta Barat.
8. Hobinya ngegame, tiada hari tanpa ngegame di laptopnya, Masak dan tidak suka Olah raga. (sama kayak saya hwe2…..).
9. Risetnya bikin Solvent untuk CO2 Removal dengan Spv. Dr Miam.
10.Baik hati: kalo saya mintai sumbangan buat Program Anak Asuh Hati tersentuh selalu ngasih RM 50.

B. Roomate Kedua :
1. Aku ndak hapal nama lengkapnya, yang aku tau cuman: Jodi Arya bla bla…..
2. Biasa dipanggil dengan “Pak Jodi”.
3. Udah bapak2 dengan 1 Istri 2 Anak : 1 Co 1 Ce.
4. Karyawan LIPI Serpong.
5. Alumni Teknik Kimia UNDIP dan nikah dengan Ad kelas nya beda 1 angkatan.
6. Dia itu “Soulmate” nya Bastian, atau Bastian yang “soulmate” nya Pak Jodi kagak jelas.
7. Agak weird, karena dia satu2nya Bapak2 di UTP yang ndak suka gaul dengan Bapak2 dan lebih suka gaul dengan Brondong2 hwe2.
8. Supervisornya sama dengan Isal : Dr Miam.
9. Sering bolak-balik INDONESIA-MALAYSIA.
10.Sampek skr ndak Jelas statusnya antara RESIGN apa KAGAK, karena dari Lebaran sampek sekrang belum balik ke kampus.

C. Roomate Ketiga :
1. Nama lengkapnya Fikri Irawan.
2. Biasa dipanggil dengan “Pikri” , “Kipli”.
3. Baru 3 hari menjadi roomate saya, setelah berbulan-bulan lamanya mimpi menjadi
roomate saya (hwe2…..).
4. Ex Anak Teknik Perminyakan ITB Angkatan 2003.
5. Punya darah minang yang tinggal di Duri Riau.
6. Anaknya keliatanya Tajir banget, secara bokapnya jadi kuli Minyak (kerja di Perusahaan minyak hwe2…).
7. Super Duper Rapi: pakaian, meja, semua2 barang nya tertata sangat ruapi banget.
8. Hobi olahraga dan terkenal Jago Badminton.
9. Dah punya Cew. satu, Mojang Bandung.
10.Hobi nya ambil SKS : Nonton Pilem. Tiada hari tanpa Nonton Pilem di Laptopnya hwe2.

Anyway ada yang tertarik dengan Roomate Saya?
Hwe2…..


ISLOMOFOBIA” dari forum Heart 4 Islam

Akhirnya Rangkaian acara bertajuk ‘Heart 4 Islam’ yang diadakan Olek Rakan Masjid Universiti Teknologi Petronas (kalo di ITS mungkin JMMI gitulah..) ditutup hari ini. Sederetan acara yang dimulai sejak pertengahan bulan Februari 2007 kemaren ditutup dengan Ceramah Interaktif mengangkat tema ‘ISLAMOFOBIA’ sekaligus untuk memperingati hari Maulidurrosul Muhammad SAW.
Acara ini diadakan di Cancelor Hall UTP (baca:bangunan paling megah di UTP) dengan mendatangkan 2 penceramah terkenal di negara Malaysia ini.
Itung2 buat nambah2 ilmu Aq sempetin dateng di acara ini. Undangan (kalo di Malay: Jemputan) nya seh acara dimulai pukul 08.30 dan sengaja aq dateng telat jam 09.30. Walah ternyata dak di Malay ndak di Indo sama aja…. Jamnya Karet. Acara ternyata baru dimulai Jam 10.05. Dasar…
Acara ini diawali dengan pembacaan doa oleh pejabat agama di UTP , Oh ya di Malaysia khususnya di UTP ini genre islamnya kalau dibandingkan dengan Indonesia itu kayak masyarakat nahdliyin (NU). jadi kalo doa selalu diawali dengan membaca alfatihah dulu. [begitu juga sholatnya: pakek wiridan dibaca keras, dan qunut, taraweh 21 rakaat. Dan kayaknya ada juga TAHLILAN].
Kemudian dilanjutin dengan pemutaran Video Palestine.. ‘Seorang bocah perempuan yang meraung2… histeris  meratapi ayah dan ibu nya yang dibantai oleh Israel’ sebuah kisah yang sangat memilukan. Video ini berbahasa Arab dengan subtitle bahasa Indonesia {diambil dari orang Indonesia kalee ^ _ ^].
Diacara inti, 2 pembicara  yaitu : Dr. Jamnur Azhar (Pendakwah bebas) dan Ann Wang Seng membawakan dengan nada sangat lantang, bersemangat dan berapi-api. Sayangnya ceramahnya pakek bahasa Melayu so sesekali ndak nyambung deh he he[terkadang mending denger bhs Inggris ketimbang Melayu]. Dan seperti biasanya kebiasaanq tidur kalo diceramahin belum sembuh2 juga… ha ha [aq tuh bener2 dak bisa kalo diceramahin dan tidak tertidur]. Tapi aq akhirnya ndak ngantuk ketika 2 penceramah ini nyebut-nyebut nama Indonesia.
Inti cermahnya standar lah gitu2…. ‘ISLAMOFOBIA’ intinya mengingatkan kondisi Umat Islam saat ini. budaya Hedonis yg melanda pemuda/i islam. Hujatan kepada Amerika Cs. kedua penceramah menyebut Josh Bush dengan JOSH BUSUK dan JOSH BULSIT, tragedi sept 11 sbg pemicu ISLAMOFOBIA. dan pada intinya kita harus menambah taqwa gitu dech… wezz pokoe ngunu…
Yang menarik dari  Encik Ann Wang Seng ini adalah beliau adalah seorang chinese muslim. Beliau seorang akademisi yang udah menulis buku2 ber genre ISLAM. diantaranya yang Best Seller di Indonesia adalah buku berjudul ‘ Rahasia Bisnis Orang Cina’. Kelihatanya beliau ini dah sering ke Indonesia. Dia Menyebutkan: ‘Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia tetapi rakyatnya paling miskin’. ‘Padahal tanahnya jauh lebih kaya dan Subur dari Malaysia’. ‘Dia Juga menyebut hal itu disebabkan karena indonesia negara plg corrupt no 1 di Asia’. Beliau juga mengatakan ketertarikanya dengan Cewek Bandung yang katanya emang bener2 cantik. Menyinggung Aa Gym dan Poligaminya. “perkara sunah kok jadi kontroversi, aneh” kata beliau. Juga nyinggung JIL di Indonesia. Tapi beliau juga kagum dengan PITI(Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) di Indonesia yang bisa mendirikan masjid ‘Muhammad Cheng Ho’ di Surabaya  dan sebentar lagi  di Palembang. Kebetulan Encik ini  adalah ketua semacam perkumpulan  Islam  China di Malaysia. Makanya encik ini belajar banyak dari PITI di Indonesia…