Advertisements

Tag Archives: universitas darul ulum

Informasi Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang

Berotak London, Berhati Masjidil Haram – KH. Musta’in Romly (Pengasuh PP Darul Ulum , 1985)

darul_ulum_07

Salah Satu Gedung di Kompleks PP Darul Ulum Jombang

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang keberadaanya tak lekang dimakan jaman. Namun, dalam perkembanganya pesantren juga mengalami dinamika mengikuti perkembangan jaman yang memiliki tantangan sendiri. Dari lembaga pendidikan tradisional yang tersentral pada sosok kyai dan kajian kitab kuning, saat ini banyak pesantren yang mengadopsi sistem pendidikan formal  berupa sekolah-sekolah, universitas umum di luar pesantren. Salah satu pesantren yang bisa dikatakan sangat sukses mengelola sekolah/universitas umum ke dalam manajemen pesantren adalah Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Lulusan pesantren ini, tidak kalah bahkan lebih unggul dengan siswa lulusan sekolah umum di luar pesantren. Tidak sulit bagi santri lulusan pesantren ini untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit baik di dalam maupun di luar negeri. Berikut sekilas tentang Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang.

Siapa Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang?

Saat ini ketua umum pengasuh pondok pesantren Darul Ulum adalah KH A. Dimyathi Romly menggantikan KH As’ad Umar yang meninggal pada tahun 2010.

Dimana tepatnya letak Pondok Pesantren Darul Ulum?

Pondok pesantren Darul Ulum (dahulu lebih dikenal sebagai pondok Njoso), terletak di desa Rejoso, kecamatan Peterongan, kabupaten Jombang, Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau menggunakan transportasi umum. Berada di jalan propinsi Surabaya-Madiun/Solo, yang dilalui bus umum (Turun di pasar Peterongan Jombang). Pondok pesantren Darul Ulum juga dilalui jalur rel kereta api nasional. Untuk kereta api ekonomi jarak dekat bisa turun di stasiun Peterongan (berada di antara stasiun Jombang dan stasiun Mojokerto) yang berada di dalam komplek pondok pesantren, atau di stasiun Jombang untuk kereta eksekutif/bisnis/ekonomi jarak jauh, yang tidak jauh lokasinya dari pondok pesantren (bisa ditempuh dengan becak).

Apa Mahdzab Pondok Pesantren Darul Ulum?

Pondok pesantren Darul Ulum (PPDU) adalah salah satu pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU), yang tentu saja ber –Ahli Sunnah Wal Jama’ah. PPDU adalah salah satu pusat Thoriqah Qodiriyah Wannaqsabandiyah di Indonesia. Mursyid-mursyid  Thoriqah yang terkenal di antaranya adalah KH. Romly Tamim dan KH. Musta’in Romly, yang saat ini diteruskan oleh KH. Dimyati Romly (Ketua Umum Majelis Pimpindan Pondok Pesantren Darul Ulum).

darul_ulum_06

Salah Satu Gedung di PPDU

Bagaimana Sistem Pendidikan Di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Filosofi pendidikan di PPDU adalah tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Semuanya penting untuk di pelajari. Sistem pendidikan 24 jam di Asrama dan Sekolah. Mata pelajaran agama dan mata pelajaran umum dipelajari secara proporsional di sekolah full day (7.00 – 13.00, dan 14.00- 17.00) dibawah bimbingan guru dan ustadz. Di Asrama, pengajian intensif keagamaan khas pesantren di bawah bimbingan para kyai/bu nyai dan ustad/ustadzah.

Kitab Kuning Apa saja yang dipelajari di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Sebagaimana umumnya di pondok pesantren NU, di Darul Ulum tradisi mengkaji kitab kuning ini masih dilestarikan. Jenis kitab yang dipelajari berbeda di masing-masing asrama. Salah satu kitab yang dikaji di masjid induk Pondok Pesantren Darul Ulum adalah kitab tafsir Jalalain, bersama KH Cholil Dahlan.

Berikut salah satu rekaman pengajian kitab tafsir jalalain di Pondok Induk:

Apa Keunggulan Pondok Pesantren Darul Ulum dibanding Pondok Pesantren yang Lain?

Keunggulan Pondok pesantren Darul Ulum (PPDU) adalah di sekolah umum nya yang unggul. Selain memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap, sekolah-sekolah di bawah manajemen PPDU ini memiliki kualitas unggul. Bahkan lebih unggul dari sekolah negeri di luar pesantren. Beberapa sekolah sudah memenuhi standard internasional, dan menjadi percontohan sekolah swasta yang sukses memperoleh sertifikat berstandard internasional. Prestasi santri yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.

darul_ulum_03

Masjid Pondok Induk Darul Ulum Jombang

Jika kamu ingin mondok tetapi juga ingin  di terima di Perguruan Tinggi Negeri /Kedinasan favorit setelah lulus untuk mengejar cita-cita profesi yang anda inginkan, Darul Ulum adalah pilihan yang tepat. Terbukti, alumninya dengan mudah bisa menembus PTN favourite seperti ITB, UI, UGM, ITS, Unair, IPB, dll. Bahkan beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Hal ini tentu tidak mudah diraih oleh alumni pondok pesantren yang lain.

Siswa/siswi sekolah di PPDU juga langganan juara untuk berbagai kompetisi/olimpiade tingkat nasional maupun internasional.

00_ghent_09

Ilustrasi: Dua Alumni Santri PP Darul Ulum di Katholic Universitat Leuven, Belgia

Apa Beda Sekolah di Pondok Pesantren Darul Ulum dibanding Sekolah di Luar Pondok?

Jelas bedanya. Di darul ulum, anda akan belajar agama cukup intensif yang tidak mungkin anda dapatkan di sekolah luar pesantren. Tidak hanya belajar agama Islam 2 jam selama seminggu, di pesantren anda belajar bahasa arab (nahwu dan shorof), belajar membaca literatur kitab kuning, hadist, tajwid Alquran, tafsir Alquran, aqidah, fiqih, dsb. Semua adalah bekal penting untuk memahami what life is?

Di asrama pesantren, karakter anda akan tertema dibawah bimbingan figur para kyai dan bu nyai, ustad dan ustadah. Pesantren tidak sekedar sekolah tempat transfer of knowledge tapi juga sekolah kehidupan. Belajar arti kehidupan, kesederhanaan, kebersamaan, kemandirian, tenggang rasa, dan keikhlasan. Hidup bersama di asrama dan di kelas dengan teman dari berbagai daerah, berbagai budaya, dan karakter yang berbeda walaupun awalnya tidak mudah adalah pengalaman hidup berharga yang akan membekas selamanya. Di Darul Ulum, terdapat lebih dari 7000 santri dari berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua semua ada.

SMADU2

Ilustrasi: Gedung SMA DU 2 BBPT (Courtesy: http://tasaffimaa.blogspot.co.uk/ )

Unit Pendidikan Apa saja yang ada Di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Pondok pesantren Darul Ulum (PPDU) adalah sekolah yang memiliki unit pendidikan terlengkap di Indonesia. Dari Jenjang Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Berikut daftar unit pendidikan yang ada di PPDU:

  1. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Rejoso
  2. Madrasah Tsanawiyah (M.Ts) Plus Darul Ulum
  3. Madrasah Tsanawiyah Negeri (M.Ts. N) Rejoso di PP. Darul Ulum
  4. SMP Darul Ulum 1 Unggulan
  5. SMP Negeri 3 Peterongan di di PP. Darul Ulum
  6. SMA Darul Ulum 1 Unggulan BPPT,  Link: Website , Brosur
  7. SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT ( Berstandar Internasional ), Link: Website, Brosur BROSUR SMA DU 2 PDF V1, BROSUR SMA DU 2 PDF V2 , Update: Brosur SMA DU 2 2015/2016
  8. SMA Darul Ulum 3 Bilingual, Update: Website SMA DU 3
  9. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejoso di PP. Darul Ulum
  10. Madrasah Aliyah Unggulan Darul Ulum
  11. SMK Darul Ulum 1
  12. SMK Telkom Darul Ulum, (Jurusan: Teknik Komputer dan Jaringan, Multimedia, Rekayasa Perangkat lunak) Link: Website
  13. Universitas Darul Ulum (UNDAR) di Kota Jombang, Link: Website
  14. Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) di dalam pondok pesantren Darul Ulum Jombang, Link: Website
darul_ulum_11

Islamic Centre di PP Darul Ulum Jombang

Bisakah mondok sambil kuliah di Darul Ulum?

Ya, bisa sekali. Sampean bisa ngaji belajar kitab kuning dan tinggal di asrama pondok pesantren, sambil kuliah. Pondok Pesantren Darul Ulum, memiliki dua Universitas, yaitu: Universitas Darul Ulum (UNDAR), yang berdiri sejak tahun 1965 dan terletak di kota Jombang; Serta Universitas Pesantren Darul Ulum (UNIPDU), yang berada di dalam kompleks pondok pesantren Darul Ulum, di desa Rejoso, Peterongan Jombang. Meskipun secara historis keduanya lahir dan menjadi bagian tak terpisahkan dari rahim pondok pesantren Darul Ulum, kedua universitas tersebut memiliki manajemen yang terpisah, yang independent satu sama lain.

Fakultas/Jurusan apa saja yang ada di Universitas Darul Ulum Jombang?

Fakultas dan Jurusan di UNDAR meliputi: Fakultas Hukum (FH):; Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol): Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Pemerintahan, Sosiologi; Fakultas Agama Islam (FAI): Al-Ahwal Al- Syakhshiyyah, Pendidikan Agama Islam, Perbandingan Agama, Tafsir Hadits; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP):Bimbingan & Konseling; Fakultas Teknik (FT): Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Informatika; Fakultas Ekonomi (FE): Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi; Fakultas Psikologi: Ilmu Psikologi; Fakultas Pertanian: Agroteknologi, Agribisnis; Pasca Sarjana: S2, Magister Ekonomi Pembangunan, S2 Hukum Islam, S2 Pendidikan Islam.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di webiste UNDAR: http://www.undar.ac.id. Akreditasi institusi maupun masing-masing jurusan yang ada di Universitas Darul Ulum bisa dilihat di website Badan Akreditasi Nasional (BAN PT): Disini.

Berapa biaya kuliah di UNDAR?

Informasi pendaftaran, dan biaya kuliah di UNDAR bisa dilihat di website UNDAR: http://www.undar.ac.id 

Fakultas/Jurusan Apa saja yang ada Di UNIPDU Pondok Pesantren Darul Ulum?

Di UNIPDU terdapat 6 fakultas, yaitu Fakultas Agama Islam (Jurusan: S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah, dan S1 Ahwalus Syahsiah), Fakultas Ilmu Kesehatan (Jurusan: S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, dan Profesi Ners./Perawat), Fakultas Bahasa dan Sastra (Jurusan: S1 Bahasa dan Sastra Inggris, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, D3 Bahasa Jepang), Fakultas Teknik (Jurusan: S1 Sistem Informasi), Fakultas Ilmu Administrasi (Jurusan: S1 Ilmu Administrasi Niaga), Fakultas MIPA (Jurusan: S1 Matematika Sains, S1 Pendidikan Matematika). Fakultas favorit di UNIPDU adalah Fakultas Ilmu Kesehatan.

Apa Akreditasi Universitas  Pesantren Darul Ulum Jombang?

Alhamdulilah, saat ini UNIPDU memperoleh akreditasi B dari BAN-PT. Untuk akreditasi masing-masing Jurusan bisa dilihat di website BAN PT: Disini.

Apa Persyratan Masuk Di Pondok Pesantren Darul Ulum?

 

peryaratan_umum_darul_ulum_2016

Persyaratan Umum

 

 

peryaratan_khusus_darul_ulum_2016

Persyaratan Khusus

 

Berapa Biaya Pendidikan Di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Biaya pendidikan di PPDU relatif terjangkau. Biaya pendidikan di PPDU berubah setiap tahunya dan tergantung pada Unit Pendidikan dan Asrama tempat tinggal yang dipilih. Biaya masuk pertama minimal berkisar antara Rp. 1.500.000 s.d Rp. 5.000.000, Biaya SPP perbulan minimal : Rp. 150.000 – 400.000, Biaya Hidup minimal perbulan: Rp. 500.000 – Rp. 700.000. Untuk tahun 2014/2015 bisa dilihat pada tabel berikut (Klik Untuk Memperbesar):

biaya_ppdu

Biaya Pendidikan di Darul Ulum, 2014/2015

biaya

Biaya Pendidikan Di PP Darul Ulum Jombang 2015/2016

 

biaya_darul_ulum_2016

Biaya Masuk PP Darul Ulum 2016/2017

 

Catatan: Biaya tersebut belum termasuk biaya tinggal di Asrama.

ponti

Ilustrasi: Asrama Pondok Tinggi Darul Ulum

Asrama apa saja yang ada di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Satiap santri yang mendaftar di pondok pesantren Darul Ulum, bisa memilih salah satu asrama yang ada di pondok pesantren Darul Ulum. Biaya tinggal di asrama berbeda antara asrama satu dengan yang lainya.

Total, ada 36 asrama yang berada di komplek pondok pesantren Darul Ulum. Berikut adalah daftar asrama yang ada di Pondok Pesantren Darul Ulum (Tahun 2015): (Ringkasan Tabel Biaya tinggal di Asrama Darul Ulum, bisa diunduh : disini)

  1. Asrama Putra, Pondok Induk Darul Ulum ( Meliputi asrama: Ibnu Sina, Alfaraby, Cordova, Al-Azhar, Al-Qahiroh, Raden Rachmat, Raden Fatah, Bani Tamim, Alghazali, Falestine). Biaya Masuk Awal: Rp. 875. 000, Biaya Perbulan: Rp. 75.000 (Belum termasuk biaya makan/catering). Informasi detail bisa dilihat: disini.
  2. Asrama I : ‘Almasyhari’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.260.000, Biaya Perbulan: Rp. 520.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  3. Asrama II: ‘Alkhodijah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.530.000, Biaya Perbulan: Rp. 520.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  4. Asrama III : ‘Nusantara’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.790.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  5. Asrama IV : ‘H: Al-karimah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.700.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  6. Asrama IV : ‘I: Ainussyam’ Putri . Biaya Masuk Awal: Rp. 1.600.000, Biaya Perbulan: Rp. 375.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  7. Asrama IV : ‘K: Al-Maimunah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.925.000, Biaya Perbulan: Rp. 475.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  8. Asrama IV : ‘L: Al-Mubarok’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.500.000, Biaya Perbulan: Rp. 375.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  9. Asrama IV : ‘M: Ainul Yaqin’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.350.000, Biaya Perbulan: Rp. 350.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  10. Asrama IV : ‘Y: Al-Choliliyah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.980.000, Biaya Perbulan: Rp. 275.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  11. Asrama V : ‘Haflatul Mubarok’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 900.000, Biaya Perbulan: Rp. 125.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  12. Asrama VI : ‘Assyafiiyah’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.725.000, Biaya Perbulan: Rp. 475.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  13. Asrama VII : ‘Al-Husna’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.800.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  14. Asrama VIII : ‘Robiatul Adawiyah’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.590.000, Biaya Perbulan: Rp. 390.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  15. Asrama IX : ‘Al-Kautsar’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.480.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  16. Asrama X : ‘Hurun Inn’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.800.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  17. Asrama XI : ‘Muzamzamah -Chosiyah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.452.000, Biaya Perbulan: Rp. 475.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  18. Asrama XII: ‘Bani Umar’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.625.000, Biaya Perbulan: Rp. 375.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  19. Asrama XIII : ‘Al-Bilqis-Sulaiman’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.680.000, Biaya Perbulan: Rp. 430.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  20. Asrama XIV : ‘Hidayatul Quran’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.800.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  21. Asrama XV : ‘Al-Falah’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.825.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  22. Asrama XVI : ‘Asyafaruma’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 500.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  23. Asrama XVII : ‘ARROMEL’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.630.000, Biaya Perbulan: Rp. 80.000.(Belum termasuk biaya makan/catering) Informasi detail bisa dilihat: disini.
  24. Asrama XVIII : ‘AL-HUNNAIN’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 550.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  25. Asrama XIX : ‘WISMA KA’BAH’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.070.000, Biaya Perbulan: Rp. 120.000.(Belum termasuk biaya makan/catering)Informasi detail bisa dilihat: disini.
  26. Asrama XX : ‘Al-HAMBRA’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.450.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000.(Belum termasuk biaya makan/catering)Informasi detail bisa dilihat: disini.
  27. Asrama XXI : ‘ARDALES’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.600.000, Biaya Perbulan: Rp. 390.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  28. Asrama XXII: ‘PONDOK TINGGI’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 3.250.000, Biaya Perbulan: Rp. 500.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  29. Asrama XXIII: ‘BAITUL MAQDIS’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.200.000, Biaya Perbulan: Rp. 365.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  30. Asrama XXIV: ‘AL-MADINAH’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.500.000, Biaya Perbulan: Rp. 370.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  31. Asrama XXV: ‘AL-ASSADIYAH’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 4.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 650.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  32. Asrama XXVI: ‘AL-HASYIMI’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 400.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  33. Asrama XXVII: ‘AL-FURQON’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.350.000, Biaya Perbulan: Rp. 380.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  34. Asrama XXVIII: ‘AR-RIFAI’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 300.000, Biaya Perbulan: Rp. 90.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  35. Asrama XXIX: ‘QUEEN AL-AZHAR’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 8.000.000, Biaya Perbulan: Rp. 800.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  36. Asrama XXX: ‘ARRISALAH’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 430.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.

 

darul_ulum_02

Salah satu Asrama di Pondok Induk Darul Ulum

Adakah Tips Memilih Asrama?

Pada dasarnya standard pendidikan di masing-masing asrama kurang lebih sama. Yang perlu diperhatikan adalah biaya tinggal di asrama. Fasilitas masing-masing asrama beragam sesuai dengan biaya yang ditetapkan. Semakin mahal, logikanya fasilitas yang disediakan semakin bagus.

Bagi calon santri yang ingin lebih intensif belajar agama, khususnya bagi yang sudah mondok sebelumnya, misal SMP nya sebelumnya di Pondok Pesantren, untuk santri putra, Asrama XXI: ARDALES dan Asrama Pondok Induk mungkin bisa jadi pilihan yang tepat, karena disini dikaji kitab-kitab kuning secara lebih Intensif, seperti kitab Tafsir Jalalain, Al-Hikam, Bukhori Muslim, dll yang dikaji bersama KH. Cholil Dahlan. Bagi santri yang berniat menghafal Alquran, Asrama XIV : ‘Hidayatul Quran’ bisa menjadi pilihan yang paling tepat. Selanjutnya buat santri putri yang menginginkan fasilitas pondok pesantren di atas rata-rata, mungkin  Asrama XXIX: ‘QUEEN AL-AZHAR’ atau ‘Attin’ bisa menjadi pilihan yang tepat.

Berapa biaya kuliah di Universitas Pesantren Darul Ulum?

Biaya kuliah di UNIPDU relatif terjangkau, bisa dilihat di Tabel di bawah. Informasi terbaru tentang pendaftaran dan biaya pendaftaran bisa dilihat di website UNIPDU: http://www.unipdu.ac.id

biaya_kuliah_unipdu

Biaya Kuliah di UNIPDU

Kapan Pendaftran Pondok Pesantren Darul Ulum?

Setiap tahunya, pendaftaran santri baru dibuka sekitar bulan Mei-Juli. Untuk informasi terbaru bisa ditanyakan melalui Telp. (0321) 866686. Update: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pembelajaran 2015-2016 : 2 Mei s.d 7 Juni 2015, Pada setiap hari Sabtu – Kamis (Hari Jumat Libur, hari Ahad buka), pukul 08.00 – 16.00 WIB. Tes Masuk: 08 Juni 2015 s/d 09 Juni 2015. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di: http://psb.ponpesdarululum.id/info-ppdb.html

Update Pendaftaran Santri Baru 2016/2017

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pembelajaran 2016/2016 : 30 April 2016 – 19 Juni 2016. Pelaksanaan Tes : 20-21 Juni 2016. Pengumuman Hasil Tes: 24 Juni 2016. Daftar Ulang : 24-25 Juni 2016.  Pendaftaran online : http://psb.ponpesdarululum.id

 

PPDB_PPDU_2016

PPDB Santri Baru 2016/2017

 

Waktu Pendaftaran : Sabtu – Kamis pukul 08.00 – 16.00 WIB (Jumat Tutup, Sabtu-Minggu Buka)

Informasi Lebih lanjut :SMA DArul Ulum 1,  SMA Darul Ulum 2

Dimana Tempat Pendaftaran Pondok Pesantren Darul Ulum?

Pendaftaran bisa dilakukan langsung di Kantor Pusat Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso Peterongan Jombang atau secara online di http://psb.ponpesdarululum.id

Apakah Persyaratan Masuk Darul Ulum Jombang? 

Semua yang mondok di Darul Ulum wajib sekolah, baik di Sekolah Madrasah maupun Sekolah umum. Oleh karenanya, persyaratan utama adalah memiliki ijasah/raport terakhir dari jenjang sekolah sebelumnya. Selain itu, hampir semua sekolah/unit pendidikan di PPDU melalui tahap tes (meliputi tes tulis dan tes wawancara), untuk lebih detail lihat di Brosur.

Apakah ada Tes Masuk Pondok Pesantren Darul Ulum?

Untuk dapat diterima di sekolah-sekolah di PP Darul Ulum, diadakan tes masuk. Tes Hari Pertama meliputi: Ujian Psikotes dan Tes Potensi Akademik oleh tim BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Jakarta, Meliputi : Pemahaman, Penalaran, Numerik dan Bidang Studi (Matematika, IPA, IPS). Tes Hari Kedua : Wawancara Kemampuan Dasar Keagamaan dan Test Bahasa Inggris.

Dimana santri tinggal selama di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Semua santri harus tinggal di asrama baik di Pondok Induk, Pondok Tinggi, maupun di Asrama ndalem, yang bisa dipilih oleh santri / Wali Santri. Lihat daftar asrama: Disini atau Disini.

Apakah ada Thoriqah di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Ya Thoriqoh menjadi bagian tak terpisahkan dari Pondok Pesantren Darul Ulum. Thoriqoh yang ada di Pondok Pesantren Darul Ulum adalah Thoriqah Qodiriyah Wannaqsabandiyah. Mursyid thoriqoh di darul ulum saat ini adalah KH Dimyati Romly, yang juga ketua umum pengasuh pondok pesantren Darul Ulum, menggantikan para mursyid sebelumnya, seperti: KH Romly Tamim, KH Musta’in Romly, dan KH Rifai Romly.

Kegiatan rutin thoriqoh ini diantarnya adalah kemisan, yang diselenggarakan di masjid pondok induk Darul Ulum. Dan suwelasan yang diadakan setahun tiga kali. Kegiatan Thoriqah ini diikuti warga masyarakat umum (biasanya sudah senior) di kabupaten Jombang dan sekitarnya.

Fasilitas Apa Saja yang Ada di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang?

  1. Setiap unit pendidikan memiliki gedung sendiri dengan fasilitas yang lengkap
  2. Asrama Santri
  3. Kantin
  4. Jasa loundry
  5. Lapangan sepak bola
  6. Gedung olah raga (GOR)
  7. Rumah sakit UNIPDU Medica
  8. ATM (BCA, BRI Syariah) di dalam pondok
  9. Language acces centre.
  10. Perpustakaan Pondok

 

Bagaimana gambaran kehidupan di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Sekilas tentang potret kehidupan di pesantren Darul Ulum, bisa dilihat dalam dokumentasi video berikut ini:

Bagaimana gambaran suasana sekolah di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Potret suasana sekolah di Darul Ulum bisa dilihat disini:

Dan juga disini:

Dimana Informasi Lebih lanjut tentang Pondok Pesantren Darul Ulum?

Bisa dilihat di website, brosur (terlampir), maupun Telp. (0321) 866686

Bagaimana Prosedur Pendaftaran, dan Persyaratan Mendaftar di Darul Ulum?

Penjelasan lebih detail bisa dilihat pada brosur informasi pendaftaran berikut ini:

DOWNLOAD

  1. Brosur Pendaftaran Pondok Pesantren Darul Ulum 2014/2015 (PDF/E-Brosur).
  2. Brosur SMA DU 2 BBPT 2014/2015 (PDF/E-Brosur 1 /E-Brosur 2)
  3. Brosur SMA DU 2 BBPT 2015/2016: DISINI

Masih Ragu menyekolahkan anak di Pondok?

Bagi kebanyakan orang, terutama golongan menengah ke atas,  pondok pesantren mungkin hanya dipandang sebelah mata.  Kumuh, terbelakang sering dikonotasikan pada sistem pendidikan tertua di Indonesia ini. Bahkan, banyak yang berfikir: ” Mau jadi apa sekolah di pondok? Mau jadi teroris? “. Melepaskan anak di pondok pesantren sendiri, jauh dari orang tua bisa menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak orang tua.

Tapi percayalah, saya sebagai salah satu alumni Darul Ulum, berani mengatakan bahwa darul ulum adalah tempat yang tepat. Tidak saja belajar materi pelajaran seperti di sekolah umum di luar. Disini, saya merasa belajar tentang kehidupan. Hidup bersama dengan banyak orang di asrama, sekilas terlihat menderita. Tetapi justeru disinilah, saya menemukan kebahagian hidup dan belajar banyak tentang hidup. Belajar kemandirian, kestiakawanan, tepo seliro. Dan juga belajar tentang kesederhanaan dan kebersahajaan hidup.  Peran kyai dan Ibu nyai di Pesantren juga besar dalam membimbing kita menemukan arti hidup sebenarnya.

Buat orang tua yang masih ragu, mungkin tulisan blog salah satu wali santri dari kota Denpasar ini bisa menjadi salah satu inspirasi, monggo silahkan dibaca disini. Dan juga buat orang tua dari golongan berada, yang anaknya terbiasa hidup bergelimang harta, sekarang di Darul Ulum sudah ada asrama kelas eksekutif (kayak naik kereta api saja hehehe…), silahkan cek informasinya disini : Asrama Attin.  Asrama ini dibangun khusus untuk membidik calon orang tua santri dari golongan berada, dan dibangun dengan sponsor pribadi dari Ibu Titik Suharto. Untuk asrama kelas bisnis/eksekutif (tidur pakek dipan, mandi pakek shower, satu kamar 4 orang) lainya bisa tinggal di asrama hurun iin, muzamzamah, chosiyah (untuk putri), dan asrama Pondok Tinggi (untuk putra). Sedangkan untuk asram kelas ekonomi (tidur tidak pakai dipan, bisa beli kasur lipat, satu kamar lebih dari sepuluh orang) : bisa tinggal di asrama putri 1 – 8 , dan asrama di pondok induk untuk putra.

Setiap asrama, memiliki program dan biaya sendiri. Yah, kalau ingin mengajari  putra-putri anda tentang kesederhanaan dan kebersahajaan hidup yang menjadi ciri khas pesantren, tinggal  lah di asrama kelas ekonomi. Saya dulu, tinggal di asrama, satu kamar 20 orang dari berbagai daerah. Tidur tanpa kasur tanpa bantal, hanya ada beberapa bantal di asrama yang jadi rebutan. Kadang juga pakai bantal sajadah dilipat-lipat. Lebih seringnya, tidak pakai bantal. Tapi justru dalam hidup penuh keprihatinan itulah, saya belajar banyak tentang hidup ini. Membuat saya menjadi peka terhadap orang lain, mudah empati terhadap orang lain. Serta yang lebih penting, membuat saya menjadi pribadi yang tidak cengeng, tahan menderita, tabah, dan lebih tough menajalani hidup. Sekarang, sepuluh tahun lebih berlalu, saya melihat justru teman-teman yang waktu di pesantren penuh keprihatinan inilah yang saat ini terlihat sangat sukses dalam hidupnya.

Berapa Nomor Kontak Pondok Pesantren Darul Ulum?

Informasi profil PP Darul Ulum bisa dilihat di website : http://ponpesdarululum.id . Pertanyaan lewat telepon bisa ditanyakan di Kantor Pusat Pondok Pesantren Darul Ulum: No. Telp. (0321) 866686. 

Untuk menghubungi masing-masing asrama di PP Darul Ulum bisa dilihat di Tabel Asrama PP Darul Ulum (Termasuk No. Telp. masing-masing asrama di PP Darul Ulum): Disini

Related Post:

***
Thanks for Reading 🙂
Matur Nuwun!
Jangan lupa, Untuk Cerita Lebih Seru, Please subscribe, My Youtube Channel ya! Klik: youtube

Advertisements

London: satu diantara dua kota dalam sebuah mantra pesantren yang bertuah

….berotak London, berhati masjidil haram (mekah)

Dulu waktu saya nyantri di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan Jombang, ada salah satu moto, jargon, atau apalah yang saya lebih suka menyebutnya mantra ,yang sangat terkenal, yaitu : berotak london, berhati masjidil haram (Mekah). Mantra ini konon mulai populer di kalangan santri secara turun temurun dari generasi ke generasi , sejak salah satu pesantren besar dan termashur di Kabupaten Jombang ini diasuh oleh (alm) Kyai Haji Musta’in Romly (lebih merakyat dipanggil  kyai Ta’in). Kyai Tain adalah kyai karismatik yang sangat tersohor sebagai mursyid (baca: guru) thariqah (gerakan sufisme islam) dengan puluhan ribu jamaahnya pada jaman nya saat itu. Sang kyai adalah juga pendiri Universitas Darul Ulum (UNDAR) Jombang, salah satu universitas swasta Islam terbaik yang alumninya sangat disegani pada masa nya i.e.  sekitar  tahun 80-90 an.

Waktu saya di pondok Njoso (panggilan rakyat untuk pesantren ini), tahun 1999-2002, mantra ini begitu melekat di hati saya. Bagaimana tidak, mantra itu tertulis di back cover buku saku amalan harian santri i.e. istigotsah, tahlil, sholawatan, dll. yang kemana-kemana selalu saya bawa. Di pondok njoso, secara rutin setiap hari selalu diamalkan bacaan istigotsah  setiap ba’da sholat ashar dan ba’da sholat subuh. Buat saya pribadi, mantra itu melahirkan sebuah mimpi.  Diam-diam dari sekedar tulisan tanpa nyawa di back cover buku ini, mantra itu  merasuk dan terhujam kuat dalam hati saya, yang menginspirasi bagaikan ruh yang tak bertuan. Berawal dari menghayalkan indahnya kota London, salah satu simbol kejayaan peradaban manusia saat itu dan mungkin hingga kini, dan juga membayangkan betapa nikmat dan khusuknya berdoa , membasahi keringnya jiwa di tempat suci masjidil haram di kota Mekah itu. Sampai kemudian melahirkan mimpi  dan janji diri bahwa suatu saat saya harus melihat dengan mata dan kepala saya sendiri dua kota Impian tersebut. Walaupun pada saat itu, itu hanyalah sebuah hayalan kosong seorang santri miskin  kampungan belaka.

Sebenarnya, mantra itu adalah sebuah pesan dari Sang kyai untuk para santri untuk tidak mendikotomi ilmu. Kalau bicara pesantren, orang pasti berfikir bahwa pesantren itu adalah tempat belajar ilmu agama, ilmu akhirat saja. Memang ada benarnya, dulu pesantren memang identik dengan tempat orang ngaji (menkaji, red) kitab-kitab klasik (biasa disebut dengan kitab kuning) rujukan ilmu-ilmu agama Islam e.g.  fiqih, hadis, tafsir, bahasa Arab, tasawuf, dll. Pesantren yang seperti ini disebut pesantren Salaf ( jangan salah arti dengan aliran syalafi wahabi yang berbaya itu ya !! ). Pesantren seperti ini, meskipun masih ada, sudah mulai tergilas oleh angkuhnya perubahan jaman yang semakin materialistis.

Pesantren Darul Ulum, sejak dahulu sangat konsisten untuk tidak mendikotomi ilmu menjadi  Ilmu agama dan Ilmu Umum. Ilmu adalah ilmu, semuanya bersumber dari Allah. Para pendiri Darul Ulum berkeyakinan bahwa, dikotomi ilmu itu adalah taktik orang Belanda untuk membodohi umat Islam. Oleh karena itu,di pesantren ini  santri wajib belajar ilmu kedua-keduanya. Tidak boleh belajar ilmu agama atau ilmu umum saja. Pesantren Darul Ulum adalah simbol pesantren yang menggabungkan antara ilmu agama dan ilmu umum, atau dikenal dengan pesantren Khalaf (Modern, red). Tidak mengherankan jika pada akhirnya di pesantren ini berdiri sekolah-sekolah umum dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK, hingga Perguruan Tinggi. Yang kualitasnya tidak kalah, bahkan lebih unggul dengan sekolah-sekolah umum di luar pesantren. Diantara sekolah-seklah itu, saya dulu memilih sekolah di STM Telkom Darul Ulum yang saat itu memiliki satu, yaitu Jurusan elektronika komunikasi /Informatika. Dengan alasan pada saat itu Tahun 1999, hal-hal yang berbau teknologi informasi/informatika, terdengar sangat keren sekali di telinga saya.

Mungkin bisa jadi STM Telkom Darul Ulum saat itu  adalah salah satu sekolah dengan jumlah mata pelajaran terbanyak di dunia. Bayangkan, Saat itu, saya sekolah mulai jam 07.00-16.00 setiap hari kecuali hari Jumat. Sistem pembelajaranya, diawali dari membaca Alquran selama 15 menit pertama kemudian diikuti mata pelajaran-mata pelajaran lainya. Mata pelajaran yang harus saya pelajari saat itu sangat banyak sekali, mungkin ada sekitar 35 mata pelajaran. Kenapa demikian? karena sekolah ini menggabungkan 4 kurikulum sekaligus. Pertama adalah kurikulum pesantren, dimana saya harus belajar ilmu bahasa arab modern, nahwu, sharaf, ilmu alquran, tafsir, hadist, fiqih, aqidah, baca kitab kuning, dll.

Kedua kurikulum Nasional STM Jurusan Elektronika komunikasi, ini lebih gila lagi jumlah mata pelajaranya, semua mata pelajaran SMA IPA (minus biologi) ditambah mata pelajaran kejuruan elektonika komunikasi (sama kayak Mata Kuliah Jurusan Elektronika) dimana saya harus belajar sistem digital, rangkaian elektronika, gambar teknik, teknik instalasi listrik, teknik audio video, dll. Saya sampai heran elektronika komunikasi kok ya ada mata pelajaran teknik instalasi listrik (itu kan elektro arus kuat).

Ketiga Kurikulum Informatika. Ceritanya pada tahun 1999 pemerintah belum ada SMK jurusan Teknologi Informasi seperti sekarang. Sehingga tidak ada kurikulum nasional. Tapi rupanya, kyai saya (alm) KH As’ad Umar lebih cerdas duluan menangkap perkembangan jaman, sehingga tahun 1996 memaksa mendirikan STM Telkom dengan jurusan Informatika. Dengan kurikulum lokal ini saya harus belajar bahasa pemrograman, sistem basis data, sistem informasi manajemen, teknik dan sistem komputer, sistem jaringan komputer, dll. Saya masih ingat, betapa senangnya saya saat itu bisa bikin game sederhana pakek bahasa pemorgraman Basic pada saat masih duduk di kelas 1 STM.

Kurukulum yang keempat, yang terakhir adalah Kurikulum Telekomunikasi, ini lebih sadis lagi, tidak ada kurikulum nasionalnya. Guru kami yang ngajar mata pelajaran pada kurikulum ini cuman ada dua orang. Keduanya adalah praktisi di Industri telekomunikasi. Yang pertama, adalah seorang karyawan PT Telkom, alumni STT Telkom Bandung, maaf sekali saya lupa namanya 😀 * murid kurang ajar*. Yang kedua adalah Pak Djungkung Prabowo, seorang karyawan pakarnya jaringan telekomunikasi di PT XL , alumni ITB Bandung. Dari kedua guru hebat ini saya belajar banyak tentang sistem telekomunikasi, teknik jaringan kabel, teknik switching, dll.

Keempat kurikulum ini dicampur aduk  jadi satu di sekolah kami. Jadi abis baca kitab kuning, kita belajar nyolder bikin perangkat elektronika. Habis hafalan hadist kita belajar bikin program. Semua campur aduk jadi satu. Tidak ada ilmu yang dianaktirikan. Semua ilmu sama-sama penting untuk dipelajari. Walaupun ndak kebayang juga waktu itu, betapa banyak ilmu-ilmu yang bersaing untuk  masuk dan mengendap di otak saya. Dan saya tidak pernah tahu mana dari ilmu-ilmu itu yang akan bermanfaat buat kehidupan saya selanjutnya. Selepas sekolah, jam 16.00 sore, saya harus mengejar pengajian kitab hadist jawahirul bukhori yang diselenggarakan sampai menjelang sholat maghrib. Setelah  jamaah sholat maghrib di Masjid utama pondok.

“Penderitaan” kami tidak berhenti disitu. Habis maghrib, kita wajib ngaji satu kitab kuning. Ada banyak pengajian kitab kuning, kita para santri dibebaskan memilih sesuai selera masing-masing. Saya lebih memilih ngaji kitab tafsir jalalain dan kitab minhajul abidin (kitab berat karya Imam Alghazali) dengan (alm) KH. Hannan Maksum. Kegiatan ini berlangsung hingga waktu menjelang sholat isyak.

Habis sholat isyak, masih ada lagi sekolah di Madrasah Diniah yang khusus mendalami ilmu-ilmu agama seperti fiqih, taklim mutaalim, aqidah, nahwu shorof, dll. Luar biasa berat bebanya memang, sebagai santri biasa, saya sering tertidur tanpa sadar pas ngaji habis maghrib dan sekolah di madrasah diniah malam hari .  Sehingga kitab saya banyak yang bolong-bolong belum dimaknai (biasanya sambil membaca kitab klasik berbahasa arab tanpa harokat, kita menulis artinya dalam bahasa jawa dalam tulisan pegon/arab jawi) . Tapi itulah seninya menuntut ilmu. Biar ngantuk dan tertidur, satu jam di majelis ilmu lebih utama daripada sholat sunat 1000 rakaat. Dan meskipun kita tidak pernah tau, kapan dan ilmu yang mana yang akan bermanfaat suatu saat nanti. Pokoknya yang pentinig kita pelajari semua.

Itu hanya sekelumit cerita dari cerita panjang di kehidupan pesantren yang penuh makna, yang mungkin jika dituliskan akan menjadi trilogi Novel pendingin jiwa, *hayah…*. Tetapi pada intinya, misi dari Darul Ulum adalah mencetak generasi muda yang cerdas otaknya, secerdas otak orang-orang yang membangun peradaban di kota London, Inggris. Tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga bersih, bening dan suci hatinya seperti hati orang-orang yang sedang bersujud di masjidil haram di kota Mekah, Saudi Arabia.

**

Setelah 10 tahun meninggalkan bumi perjuangan Darul Ulum. Rupanya rapalan mantra yang berubah jadi mimpi itu. Hari ini, Allah berkenan merubahnya menjadi sebuah kenyataan yang sangat indah. Ya hari ini saya melihat kota London dengan mata dan kepala saya sendiri. Seakan sukma ku berteriak kencang-kencang  “LONDON, i am coming,  ini to….. yang namanya kota London itu”. *ternyata biasa saja *

di kota itu, Kusaksikan betapa megahnya Istana Buckingham, …..

indahnya tata kota London yang dikelilingi taman-taman kota yang Cantik dan menyejukan pandangan,

gagahnya Bigbang Tower, landmark kota London itu. Serta Romantisnya suasana di sekitar sungai Thames dan menakjubkanya London eye…

. Dan lebih indah lagi tentunya , ternyata Allah memberi kesempatan saya untuk menuntut ilmu di negeri nya ratu elisabeth ini selama tiga tahun kedepan. Alhamdulilahirabbilalamin… *maka nikmat Tuhan mana yang engkau dustakan?*

Jika Allah sudah memperlihatkan saya pada kota pertama dalam rapalan mantra bertuah itu. Mudah-mudahan Allah, berkenan juga memperlihatkan saya pada kota kedua dalam mantra bertuah itu. Masjidil haram di Mekah.  Entah kapan, Insya Allah. Toh, Jika Allah berkehendak, apa yang dikehendakinya terjadi maka terjadilah.

* Doa itu senjatanya orang  yang beriman, jika percaya, berdoalah, dan Tuhan pasti akan mengabulkan *