Tag Archives: tips belajar IELTS otodidak

Tips Trik Dapat Score IELTS Memuaskan ala Saya.

Find a strategy that works for you and stick with it! Everyone is different. –Emily B.

bandulan_masadepan

ILustrasi: The Little Oxford

Alhamdulilah, sungguh diluar dugaan, postingan asal saya tentang IELTS , mendapat respon luar biasa dari Netizen. Entah sudah berapa ribu orang yang membacanya dalam waktu yang relatif sangat singkat. Padahal saya tidak mempromosikan sama sekali tulisan saya, karena saya sama sekali tidak ada niatan untuk mendapatkan profit dari banyaknya trafik di blog ini.

Hanya saja, dari sini saya semakin sadar, betapa hal-hal yang sederhana, yang sering kali tidak kita sadari, bisa berdampak luar biasa, seperti dengan menulis di blog ini. Saya senang sekali mendapat ratusan email dari teman-teman berbagai pelosok tanah air dari ujung Aceh hingga pucuk gunung di Papua. Sebagian besar mengaku kesasar di blog saya, kemudian merasa terinspirasi dengan tulisan ala kadarnya tersebut.

Selanjutnya, saya mohon maaf sekali, karena hampir semua email tidak bisa saya balas satu persatu. Tapi insya Allah semua permintaanya saya penuhi. Dan terima kasih atas shodaqoh do’a untuk saya yang selalu diselipkan di setiap email-email teman-teman sekalian. Because of what, I am feeling so blessed. Semoga do’a-do’a tulus tersebut, walaupun dari orang yang kita tidak saling mengenal dikabulkan, diijabahi oleh Allah SWT. Dan do’a-do’a kebaikan tersebut juga terpantul untuk teman-teman yang telah mendoakan saya.

Sesuai dengan janji saya di tulisan saya sebelumnya, kali ini saya akan berbagi tips dan trik yang saya temukan dari latihan-latihan IELTS secara otodidak. Saya percaya bahwa setiap orang memiliki gaya belajar yang efektif sendiri-sendiri. Demikian juga tips dan trik IELTS ini, belum tentu best fit for all. Buat saya pribadi,  tips dan trik ini sangat manjur, setidaknya dari pengamatan pada performa saya sendiri. Seiring semakin sampean sering latihan ngerjakan latihan IELTS anda pasti menemukan tips dan trik atau strategi yang manjur buat sampean sendiri.

Langsung saja, berikut adalah tips dan trik dapat score IELTS yang memuaskan versi saya.

Listening

Untuk membiasakan telinga anda dengan pronounciation IELTS tidak ada cara lain kecuali dengan sesering mungkin latihan. Secara pribadi, saya senang sekali dengan tes listening model IELTS karena lebih kontekstual. Tipsnya adalah sebelum mendengarkan, bacalah sekilas soalnya terlebih dahulu, sehingga anda bisa memprediksi apa kira-kira konteks dari rekaman suara yang akan anda dengarkan. Dan denganya, membuat sampean menjadi listening for purpose.

Reading

Musuh utama dari reading adalah tekanan waktu yang sangat terbatas. Tiap satu bacaan biasanya ada 13 pertanyaan yang terbagi menjadi 3 section. Sebelumnya, saya akan membaca pertanyaan nomer satu, kemudian mencari jawabanya di teks, lanjut ke pertanyaan nomer dua, kemudian mencari jawabanya di teks kembali, dan seterusnya. Saya menemukan ini tidak efektif jika menjawab soal secara sequential begitu, karena sering kali pertanyaan nomer 1 jawabanya ditemukan di paragraph 1, dan pertanyaan nomor 13 juga ada di paragraph 1 juga. Alhasil saya harus membaca paragraph 1 setidaknya dua kali.

Nah, agar hemat waktu. Tipsnya adalah pertama, baca judul teks dan kalimat pertama pada setiap paragraph untuk mengetahui secara general apa isi dari bacaan tersebut (teknik skimming). Kedua, baca semua pertanyaan terlebih dahulu, dan temukan bahwa beberapa pertanyaan saling berkaitan. Sering kali, pertanyaan pertama pada section pertama, pertanyaan pertama pada section kedua, dan pertanyaan pertama pada section ketiga saling berkaitan.

Ketiga, baca setiap paragraph dengan seksama, word by word, sentence by setence sambil mengingat pertanyaan-pertanyaan yang sudah anda baca sebelumnya (teknik scanning). Nah, dari beberapa kalimat yang sudah anda baca, anda akan bisa menjawab beberapa pertanyaan yang tidak berurutan sekaligus (Misal: dari paragraph pertama anda bisa menjawab soal nomer 1,2, 6, dan 10 ). Dan seterusnya samapai paragraph terakhir. Saya menemukan metode ini jauh lebih hemat waktu dari metode menjawab pertanyaan secara urut sesuai nomer pertanyaan.

Writing

Mayoritas peserta tes IELTS, teman-teman Indonesia pada umumnya,  menemukan bahwa writing adalah bagian tersulit dan butuh waktu lama untuk memperbaikinya (untuk menaikkan score 0.5 saja perlu perjuangan berdarah-darah). Hal ini  sangat wajar, karena sistem pendidikan kita yang tidak mendorong budaya menulis. Hal ini sangat berbeda dengan sistem pendidikan di Inggris (dari mana tes IELTS ini berasal) yang sangat mengedepankan budaya menulis.

Di hampir semua perguruan tinggi di Inggris, essay adalah hal yang sangat umum digunakan untuk menilai presatasi belajar seseorang. Pemahaman anda terhadap sebuah mata kuliah bisa diukur dari kualitas tulisan essay anda. Bahkan, banyak sekali program Master yang semua penilainya 100% dinilai dari menulis essay dan disertasi saja, tidak ada ujian baik ujian tulis maupun lisan sama sekali. Untuk level PhD sudah barang tentu semuanya dilihat dari karya tulisanya: report, paper, dan thesis.

Pengalaman saya, bisa menulis essay dengan grammar yang 100% benar, yang anda tulis benar sesuai dengan data yang disajikan, dan jumlah kata sesuai dengan yang diminta saja tidak cukup. Paling banter hanya akan dapat nilai 6.0. Untuk dapat score lebih 6.0 anda harus di ekspektasi lebih. Lebihnya menurut saya adalah, bisa mengungkapkan ide dengan struktur kalimat yang beragam, dengan pilihan vocabulary yang beragam tidak monoton, syukur-syukur kalau bisa menggunakan sophisticated words secara tepat. Maksud saya dari shopisticated word ini adalah kata-kata yang menjadi jargon pada tema/topik tertentu.

Terakhir untuk task writing yang kedua, yang panjang, anda akan dapat score yang tinggi jika mempu menuangkan critical thingking anda. Lagi-lagi critical thinking ini juga sangat luput dari perhatian sistem pendidikan kita, yang mana di Inggris critical thinking ini adalah inti dari sistem pendidikan di Inggris. Pendidikan kita lebih banyak menjadikan peserta didik menjadi penyimpan kumpulan fakta-fakta.

Untuk bisa bagaimana mengungkapkan ide dengan cara yang berbeda, saya menemukan link Phrase Bank dari Univ of Manchester ini sangat membantu. Untuk sophisticated words anda bisa menemukan di ebook yang saya share di tulisan saya sebelumnya, atau tulisan dari seorang kawan ini sepertinya cukup membantu. Sedangkan untuk develop critical thinking mungkin kuliah online gratis dari University of Edinburgh ini bisa membantu.

Speaking

Untuk speaking, kebanyakan dari kita adalah sering melakukan kesalahan yang tidak kita sadari. Ini karena adanya perbedaan struktur bahasa ibu kita dan bahasa inggris. Perlu diingat dalam bahasa Inggris ada bentuk lampau, present, dan future yang bentuk bahasanya berbeda. Sementara bahasa ibu kita menggunakan bahasa yang sama, tidak mengenal bentuk v1, v2, v3. Juga, bahasa ibu kita tidak mengenal article the, a, an,  bentuk single dan plural. Hal inilah yang membuat kita tidak sadar membuat kesalahan, padahal dalam bahasa inggris itu kesalahan yang fatal. Kalau tidak percaya, coba minta teman anda mengenterview anda dan rekam, kemudian dengarkan kembali.

Seringkali, bentuk v1 (s,es), v2 (ed) nya tidak terdengar. Article the, a, an nya kelupaan. Juga bentuk single dan pluralnya tidak terdengar juga. Serta kita sering kali masih belepotan berpindah-pindah dari bentuk present, past, dan futur. Intinya, sering-sering mendengarkan kembali rekaman speaking anda.

Trik yang kurang terjamin kesahihanya.

Pengalaman dari teman-teman yang sudah tes IELTS beberapa kali, lokasi tes juga mempengaruhi. Konon katanya, tes di Jakarta paling susah dapat nilai Bagus, sementara di Bandung katanya paling gampang dapat nilai bagus. Ini masuk asal juga menurut saya, karena berbeda sama TOEFL, IELTS ini akan dinilai oleh manusia bukan mesin. Karena dinilai oleh manusia, pastinya sangat sulit untuk obyektif. Sangat mungkin, satu orang baik hatinya sangat murah dalam ngasih nilai, satunya lagi pelitnya amit-amit ndak ketulungan.

Pernah, teman pelatihan satu kelas dulu ada beberapa dosen bahasa Inggris yang sudah cukup senior di perguruan tinggi negeri. Karena sudah srawungan selama hampir 4 bulan, saya tahu sendiri, bahasa inggris mereka bagus sekali. Writing, Speaking, Reading, Listening semuanya sudah sangat top banget menurut saya. Lahwong, beliau-beliau itu dosen-dosen bahasa Inggris. Tapi, mengejutkan sekali, waktu kita tes bareng di Jakarta, hanya dapat score overall 6.0.

Sebaliknya, saya juga punya teman yang lain yang menurut saya biasa-biasa saja, pronounciationya masih medok banget kayak saya, apalagi kalau dibandingkan dengan dosen-dosen tadi. Tapi, suprisingly, tes di Bali bisa dapat nilai overall 7.5.  Karenanya, saya berani mengatakan bahwa memang sering kali Score Nilai tidak merefleksikan kemampuan seseorang sebenarnya. Masak iya,  sebuah score yang diperoleh dari tes hanya beberapa jam saja, bisa merefleksikan kemampuan seseorang yang merupakan akumulasi belajar bertahun-tahun?

Penting Untuk Diingat

Overall, saran saya nikmatilah semua proses belajar IELTS ini. Berbeda dengan TOEFL paper base, belajar IELTS ini benar-benar terpakai ketika anda sekolah di luar negeri nanti. Kegiatan akademik tidak jauh-jauh dari listening lecture, speaking dengan diskusi sesama teman sekelas, atau presentasi. Writing untuk bikin assignment. Dan tentu saja reading jurnal dan text book yang tidak sedikit jumlahnya. Tidak hanya waktu kuliah, tetapi juga hidup setelah kuliah di luar negeri.

Indeed, kedepan dunia kita akan semakin mengglobal, dan hanya mereka yang memiliki international communication skill yang bagus yang akan keluar jadi pemenang. Percayalah, belajar IELTS dan Bahasa Inggris pada umumnya, akan membuka pintu-pintu peluang di masa yang akan datang yang semakin mengglobal.

Demikian, Semoga tidak tambah bingung dan Semoga Bermanfaat !

Related Post


Tips Belajar IELTS dan TOEFL iBT Otodidak

… kawan, kebanyakan persiapan terbarat untuk sekolah ke luar negeri adalah persiapan Bahasa Inggris. Tidak semua ditakdirkan memiliki kecerdasan verbal-linguistic yang bagus, sehingga perlu waktu yang cukup lama untuk mendapatkan score IELTS / TOEFL iBT yang biasa menjadi persyaratan kampus-kampus di luar negeri maupun sponsor beasiswa.

dengan_school_work

Ilyas and his school works

Jika sampean punya uang lebih, sampean bisa ikut kursus di IALF yang biayanya sangat Mahal. Sama seperti test IELTS yang juga sangat mahal. Tapi, jika tidak, tidak perlu khawatir sampean bisa belajar dari mana saja kok. Salah satunya adalah dengan electronic dan online resources yang bertebaran di internet. Pengalaman saya pribadi, bahan belajar ini sangat efektif membantu saya mendapatkan score yang cukup lumayan bagus. Saya, dan beberapa teman yang hanya belajar dari kumpulan  ebook, audio, video persiapan IELTS ini saja sudah bisa mendapatkan score IELTS 7.0. Ikut kursus mahal pun, tidak ada jaminan mendapatkan score IELTS yang bagus. Saya pernah ikut pelatihan IELTS di pusat bahasa UI selama 4 bulan, full konsentrasi, mentok dapat score 6.0 :D. Beberapa bulan kemudian, hanya belajar otodidak, di sela-sela kesibukan mengajar kembali, alhamdulilah tes lagi finally, dapat score 7.0. Eh, Tapi tergantung juga dengan backgraound sampean masing-masing dan tergantung gaya belajar sampean masing-masing. Tidak semua orang bisa belajar otodidak. Tapi yang jelas, semuanya butuh usaha dan kemauan yang keras.

Sedikit Tips Untuk Belajar  IELTS secara Otodidak

Test IELTS terbagi menjadi 4 bagian, reading, listening, academic writing, dan speaking. Untuk listening dan Reading relatif lebih mudah dan bisa latihan sendiri. Silahkan baca ebook -ebook yang tersedia untuk memahami strategi nya, dan yang paling terpenting adalah latihan sebanyak-banyak nya. Ebook-ebook ini juga dilengkapi file Audio nya, dan sekaligus kunci jawabanya, sehingga anda bisa latihan sebanyak-sebanyak nya.  Semakin banyak latihan semakin sampean akan semakin terbiasa dengan soal-soal reading dan listening.

Yang agak susah adalah bagian academic writing dan speaking. Karena sampean tidak bisa menilai hasil tulisan dan speaking sampean sendiri. Sebagai latihan, untuk writing yang paling penting adalah latihan writing under time pressure. Pada tes IELTS sesungguhnya, sampean hanya diberikan waktu sangat terbatas untuk menulis. Jadi, latihan yang bisa sampean lakukan adalah latihan menulis sejumlah kata yang diminta dalam rentang waktu yang diberikan. Untuk menilai tulisan sampean, yang bisa dilakukan adalah dengan membandingkan contoh-contoh jawaban writing yang tersebar banyak sekali di internet. Sampean sebanrnya juga bisa menilai tulisan sampean sendiri, dengan mengoreksi grammatical error, kohesi dan koherensi. Semakin banyak berlatih, sampean akan semakin mahir.

Untuk, latihan speaking, sampean bisa meminta tolong teman sampean untuk menginterview sesuai dengan daftar pertanyaan yang ada di buku IELTS. Dan jangan lupa rekamlah jawaban speaking sampean. Selain latihan under time pressure, sampean juga bisa menilai sendiri rekaman speaking sampean. Biasanya, sering kali dalam speaking kita tidak sadar telah melakukan banyak sekali grammatical error, seperti penggunaan article a, an,  the, dan akhiran -s, -es, -ed yang seringkali tidak terdengar. Sehingga tidak bisa dibedakan bentuk present atau past tense nya. Ini sangat wajar, karena bahasa ibu kita tidak lazim menggunakan article maupun bentuk lampau. Lakukan rekaman sebanyak-banyaknya (tidak perlu beli recorder, sampean bisa pakek smartphone ataupun handphone China juga bisa buat rekaman kok :D), sampai sampean terbiasa.

Darimana sampean harus memulai ?

Jika sampean baru pertama kali mengenal IELTS, karena biasanya hanya tahu test TOEFL paper base yang sudah tidak bisa dipakai lagi di Eropa, US, dan Australia, tes IELTS sangat berbeda dengan TOEFL paper base. Saya juga, baru tahu test IELTS ketika persiapan berangkat ke Inggris. Format dan Bentuk soanya totally different. Tapi menurut saya, test IELTS ini lebih humanis dan lebih mencerminkan kemampuan bahasa Inggris kita sebenarnya. Lebih humanis, karena akan dinilai oleh manusia beneran, tidak dinilai oleh mesin atau komputer. Tes listeningnya pun lebih menyenangkan, karena context base. Lebih mencerminkan kenyataan, karena apa yang diujikan dalam tes IELTS ini benar-benar dibutuhkan ketika sampean belajar di kampus yang sampean tuju. So, belajar persiapan tes IELTS ini sebenarnya bukan sekedar mendapatkan selembar score IELTS, tapi lebih mempersiapkan bagaimana sampean akan hidup di kampus luar negeri sampean kelak.

  • Jadi, dari mana sampean harus memulai? Agar belajar terasa menyenangkan, untuk pemula, mulailah belajar dari video series IELTS Preparation Oleh Magot Politis. Selain mbaknya cantik dan sedap dipandang, cara penyampaianya pun sangat enak dan menyenangkan untuk diikuti. Ada sekitar 82 video series yang akan membuat sampean terbiasa dengan apa dan seperti apa tes IELTS itu.
  • Setelah, memiliki gambaran umum apa itu tes IELTS. Selanjutnya adalah mulai dengan memahami teori dari ebook yang ada. Teori meliputi grammar, teknik membaca, dan academic writing. Pahami konsep-konsep penting, yang di expect dari test IELTS ini. Belajarlah teori sampai sampean merasa eneg.
  • Belajar teori sering kali terasa, membosankan, karenanya setelah merasa eneg, berpindahlah ke LATIHAN sebanyak-banyak nya. Di masing-masing ebook dilengkapi dengan file audio untuk listening dan kunci jawaban.
  • Jika sudah memahami teori, dan terbiasa dengan format test IELTS, selanjutnya adalah belajar Tips dan Trik mendapatkan score yang bagus. Waktu tes yang sangat terbatas, menuntut kita untuk bisa memanfaatkan waktu sepintar mungkin, karenanya diperlukan tips dan triks. Sampean bisa belajar tips dan trik dari orang lain di internet(googling saja, salah satu rekomendasi: www.ielts-blog.com) IELTS Blog), tapi harus ingat ini belum tentu efektif buat sampean. Karena setiap orang punya teknik sendiri-sendiri yang menurut mereka lebih efektif. Tips dan trik terbaik adalah tips dan trik yang sampean temukan sendiri dari seringnya latihan. Setelah sering latihan, saya sendiri pun akhirnya menemukan tips trik saya sendiri, yang insha Allah dilain waktu akan saya share (Update: Berikut Tips dari Saya).
  • Mulai sekarang dan Istikomah lah. Kebanyakan dari kita, termasuk saya  itu ‘hot-hot chicken shit’ (baca: hangat-hangat tahi ayam)semangat diawal-awal habis itu mlempem kayak kerupuk dalam kaleng yang lupa ditutup. Percayalah itu tidak baik. Yang terbaik adalah ajeg dan jejeg atau istikomah. Disiplinkan diri sendiri, dengan mengalokasikan waktu 1 jam per hari, atau 5 jam tiap sabtu dan minggu. Ingat, tidak ada proses instant dalam belajar, semua butuh proses yang panjang. Mungkin, beberapa orang terlihat cepat sekali belajarnya, tetapi kita tidak tahu sebelumnya mereka sudah pernah belajar banyak sebelumnya.

 

london_06

Salam Semangat !  Saya Tunggu di negara impian studi mu !

Tambahan: ada juga kuliah online gratis IELTS Preparation di EDX, silahkan join: disini

Sampean harus baca juga: