Advertisements

Tag Archives: Surabaya

Rembang – Surabaya

On the way Rembang-Surabaya. :d. Dalam rombongan orang-orang penting NU.Ada Gus Rizal Wijaya, menantunya Gus Mus, pak Toni, pak Agus, dan Pak Amir. Smuanya ahli hisab(ngerokok) kecuali saya dan pak Agus. Hmm banyak hikmah hari ini, msalah kurikulum pesantren yg perlu dipikirkan ulang dari diskusi dgn Gus Yahya, mantan jubir presiden Gus Dur. Produktivitas Gus Mus dengan laptop bututnya, serta kegigihan pak Agus berjuang u/ memikirkan dan memajukan pendidikan NU.

Advertisements

Surabaya : It not only tell u about Shark and Crocodile.

Surabaya

Surabaya Icon

“Surabaya … Oh Surabaya.. kota kenangan” it is Indonesian slang meant “Surabaya .. Oh Surabaya, the memorable city”.

Surabaya,it is a nice city located in east Java Indonesia. It is capital city of East Java province, the second largest metropolitan city in Indonesia. Surabaya is derived from two words “Suro” (meant Shark) and “Boyo” (meant Crocodile). That’s why the icon of Surabaya is a sculpture as above-mentioned.

Surabaya is a paradise for shopping holic. The most well known shopping center in Surabaya is Tunjungan Plaza (TP). You have not visited Surabaya until you visit Tunjungan Plaza. The popularity of this shopping center is endured in folksong :

Rek ayo rek mlaku-mlaku nang Tunjungan
Rek ayo rek rame-rame bebarengan
Cak ayo cak sopo gelem melu aku
Cak ayo cak golek kenalan cah ayu

above-mentioned lyric, each line accordingly meant: Guys ! let’s go to Tunjungan. Guys Let go together. Bro! anyone want to join me? Bro ! let us introduce to beautiful girl.

This warm city not only offer you shopping tourism. For those who love nature, in this city you can find the largest zoo in Indonesia called Surabaya Zoo. Thousands of any unique animal can be found here. For those who love History, anyone can not deny that Surabaya is one of important historical situs. Dutch old building architecture, can be found in this hero city. To endured the heroic moment, when Indonesian people struggling to defend Indonesian independent, on November 10 1945, in the center of this city is build a monument called “Hero Monument”.  For Religious tourism, you can go to Ampel Mosque. In this arabian urban surrounded place, located Sunan Ampel grave. Sunan Ampel is one of  early 9 Islam evangelists in  Java Island of Indonesia. Surabaya is also famous for its culinary tourism. Many kinds of delicious and affordable foods, can be found here. For dinner, there is a very interesting and joyful place called Citaraya. Citaraya is located in west part of Surabaya, it is developed real estate area . It is the Singapore of Surabaya. It is really comparable place to Singapore, but, it is in much more affordable cost.

For those who enjoyable in education traveling, any famous reputable Universities are also can be found here. For Engineering and technology you can visit Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). For medicine and economics studies you can visit Universitas Airlangga (Unair).

Want to visit Surabaya? Please contact me, I will be your nice guide tracing this metropolitan city. CU Then!


Nasi liwet Pincuk samsat, Kertajaya Surabaya

“…mas ngapunten teng mriki mie pangsite, wonten daging babine”.


“Jazz..Jazzz” Mobil ‘mewah’ honda jazz warna item bernopol B XXXX itu berhenti
di kawasan pusat makanan di bilangan kertajaya Surabaya. Sekitar 3 km dari
kampus ITS Sukolilo. Anda pasti mengira mobil tadi sedang berhenti di depan
salah satu restoran elit di kota pahlawan ini. Tetapi, ternyata anda salah
kawan, Mobil tadi hanya berhenti di depan sebuah warung sederhana kelas ‘pedagang kaki lima’ .

Sejenak kemudian, dua biji manusia keluar dari jok depan mobil itu. Ssst… Anda
mengira pasangan sejoli? eit… jangan salah. ternyata hanya 2 orang manusia
dari kaum adam. Dan salah satu dari dua manusia itu adalah saiaa. Anda pasti
sudah sangat mafhum jikalau pemilik mobil tadi bukanlah saiaa. [Ya eyalah…
masak dirimu secepat itu mendadak jadi OKB (Orang Kaya Baru) Cak Shon… plis
dech agh…:p ]

iyuuk..! ceritanya kami sedang kelaparan, dan mencari mangsa untuk dijadikan santapan lezat kami malam itu. Dan…diantara ribuan tempat penjaja makanan di kota ‘bajol’, malam itu yang sangat beruntung, laksana dapat ‘durian ranum runtuh’ adalah warung sego liwet dan gudeg di bilangan kertajaya Surabaya. Yah begitulah, rejeki itu memang benar-benar rahasia Tuhan dan Tuhan malam itu menakdirkan rejeki untuk si penjual sego liwet dan gudeg dari dompet kami berdua.

tempat nya sangat sederhana, hanya ada satu meja dimana si penjual (rupanya, pasangan suami istri) meletakkan semua daganganya, di meja itu pula pembeli makan, dan beberapa kursi plastik berwarna merah yang tidak lebih dari 10 biji. sederhana, tapi bersih itu kesan pertama yang saia tangkap. Ibu penjualnya sangat ramah, sopan dan halus sekali tutur katanya, senyum manis selalu tersungging indah di wajahnya yang lumayan ayu itu.

Anda dan saia tentu sudah  ‘haqul yakin’ pasti Ibu itu bukan asli orang Surabaya. Tentunya ini adalah pemandangan yang langka di kota Surabaya ini, yang terkenal dengan logat jawanya yang kuasar poll, dan sangat popular dengan pisuhanya “Jiancuk”. Sabar kawan,
meski begitu orang surabaya hatinya baik2 lowh.

Sementara Si Ibu menyiapkan sego liwet yang kami pesan, Si Bapak nyiapin teh manis hangat. Sesaat kemudian, sego liwet itu sudah siap kami santap. Khas banget kesan nya. Pertama, makanya tidak pakek piring. Tapi sego liwetnya ‘dipincuk’ [apa ya Bahasa Indonesia? dibungkus terbuka kali yak?] pakek daun pisang. Kedua sederhana sekali, sayurnya lodeh ato ‘jangan’ kates alias pepaya, ikanya hanya telor rebus separo, dan suwar suwir daging ayam. Ada satu lagi yang ketinggalan dua biji cabe awit warna merah. That’s All. Plus kerupuk puli [kerupuk dari hahan nasi] yang harus dibeli secara terpisah.

Mmm… mantapz! meskipun sederhana tapi rasanya daahsyat bro. Nasi nya punel banget, sayur nya manis dan lezzat sekali, khas masakan yogyakarta, telor rebus dan suwar-suwir daging ayamnya juga tak kalah nikmat nya. Ditambah kerupuk puli yang renyah membuat lidah ini bergoyang terus, sampai titik nasi penghabisan.

Teh manis hangat nya juga bener-bener manis, wangi, dan hangat. Sempurna sudah nikmat Tuhan malam itu. Berkali-kali saya ‘glegeken’ dan dari mulut saya terucap syukur : “Alhamdulillahirabbil ‘alamin” [baca: Segala Puji bagi Tuhan].

Selain nikmat, harganya juga murah bener. Sego liwet 1 harganya cuman Rp. 5000 ;dan Teh manis nya cuman Rp. 1000 ; Mungkin karena keenakan jadi rasanya perut kami masih laper. Kebetulan tepat di sebelah kiri Warung sego liwet dan Gudeg tadi ada Mie Pangsit Makassar. Keluar dari sarang liwet kami masuk ke mulut pangsit Makassar. Berbeda dengan di sarang liwet, di sarang pangsit makasar ini ada banyak meja dan kursi. Kami dengan PD nya memilih meja dan kursi yang paling tengah. Ketika kami sudah siap-siap mau order, elahdalah Si penjual nya Bilang:

“…mas ngapunten teng mriki mie pangsite, wonten daging babine”
[baca: Maaf mas disini mi pangsitnya ada daging babi nya]

Glodak, kami pun langsung terperanjat dan pergi. Ya Allah.. Untung sekali Si Penjualnya Jujur. Coba kalau tidak, daging haram dan najis itu masuk ke dalam tubuh kami, Bukanya sok suci, tetapi begitulah Ajaran Agama kami, The Way Of My Life. Mendengar kata-kata babi, mendadak perut kami jadi kekenyangan. Dan wurung mau makan lagi.Terima kasih Mas Penjual Mie Pangsit Makasar Daging Babi yang jujur kepada kami.


Remarks On : 4 sahabat ‘dekat’ yang tersisa di Surabaya

“…You just call out my name, and you know whereever I am
Ill come running, oh yeah friend, to see you again.Winter, spring, summer, or fall,All you have to do is call.And Ill be there.You’ve got a friend”.

Kembali, setelah 2.5 Tahun meninggalkan kota ‘bajul’, kota ‘pahlawan’ Surabaya. Ternyata telah banyak perubahan, yah.. perubahan yang kata adagium:

“Di dunia ini tidak ada yang abadi, semuanya past berubah, kecuali perubahan itu sendiri”

Dan diantara perubahan-perubahan itu adalah perubahan pada teman-teman,kawan-kawan, dan sahabat-sahabat dengan siapa saya bergaul 2.5-6.5 tahun silam di kota, yang kata orang adalah kota terhangat di negeri endonesiah tercintah [ndak pakek mendesah, :p] ini.

Tidak banyak teman-teman yang masih tinggal di kota ini, 90 persen diantara teman-teman saya, setelah lulus kuliah di kampus perjuangan dari kota ini, pada berhijrah ke berbagai belahan dunia yang lain. “Jakarta”, tetep saja belum kehilangan pamornya sebagai kota simbol kesuksesan, kejayaan, dan impian semua orang. Di ibukota itulah sebagian besar teman saya mencoba menggapai mimpi-mimpi karir nya. Bahkan, saya sendiri pernah terjebak di kota itu, sebagai ‘buruh’ orang korea di sebuah perusahaan elektronik besar yang menguasai sebagian besar pasar di dunia. Namanya sih keren sebagai ‘R and D Engineer’ tapi rasanya itu hanya kamuflase jabatan sebenarnya bernama ‘buruh’ hue he…

Dan diantara sedikit teman-teman yang masih tinggal, atau terpaksa tertinggal di kota ini, tidak semuanya ‘sama’ seperti dahulu. tidak semuanya bersedia, tidak semuanya berani meluangkan waktu,  untuk sekedar diajak ngobrol ngalur ngidul berjam-jam tidak jelas  seperti dahulu. Sebagian besar dari mereka merasa terjepit oleh kesibukan masing-masing. Sedikit teman yang bersedia dan berani itulah yang saya sebut sebagai ‘sahabat dekat’.

Mungkin quote lirik sebuah lagu, di awal tulisan ini, tepat sekali melukiskan apa yang saya maksud dengan “sahabat dekat”. Sahabat yang membuat saya merasa ‘plong’ berada di dekatnya, sahabat yang mungkin kata psikolog, wilayah hitam dan abu2 diantara kami nyaris tidak ada. Dan jumlahnya hanya ada 4. Dan tak satu pun diantara mereka yang pernah kuliah satu jurusan dengan saya. Saya jadi bertanya-tanya kepada keempat sahabat dekat saya, yang sangat luar biasa di mata saya ini, tidak banyak yang seperti mereka. Tiga minggu di kota ini, serasa banyak waktu telah saya habiskan bersama mereka.

Setelah kuamat-amati dan renungkan, ternyata ada beberapa kesamaan diantara 4 sahabat dekat saya yang tersisa itu:

1. NU banget.
Tau NU kan? Merk minuman kemasan berwarna hijau itu to? Iya benar, tetapi bukan itu yang sedang saya maksudkan, hue he… yang saya maksudkan adalah ‘Nahdlatul Ulama’ ormas Islam terbesar di dunia yang didirikan oleh KH. Hasyim As’ary itu lowh. Seakan tidak ada habisnya kami ngomongin masalah NU, ya tentang komoderatanya, suka ziarah kubur-tahlil-yasin-istigotsahnya, thariqah nya, ulama-ulama dan kyai-kyai nya, pesantren-pesantren nya, pemikiran-pemikiran nya, keterbelakanga konstituen nya, dan sebagainya dan sebagainya. Pokoknya sumber obrolan yang tidak pernah kering buat kita.

2. Mengaku punya nasab yang nyambung dengan kanjeng nabi Muhammad S.A.W.
Entah kenapa, tidak pernah saya sengaja, tapi keempat sahabat dekat saya itu pernah keceplosan ngomong kalau mereka punya nasab orang-orang shaleh,  yang nyambung sampek Nabi Muhammad SAW. [punya darah biru negh ceritanya, kalo saya mungkin nyambung sampek Abu Jahal kalee ye…hua ha…Upss].

3. Aneh bin ‘nyentrik’ banget.
Pokoknya mereka itu ndak seperti orang kebanyakan dech, mereka bukanlah ‘mass production’ ciptaan Tuhan pada umumnya. Tapi mereka adalah produk ‘limited edition’ dari Tuhan [hue he… ayak2 wae].  Pola fikir dan “way of life” mereka tidaklah seperti orang2 kebanyakan. Punya hobi yang aneh dan nyentrik. Adayang hobinya kemana-mana pakek sepeda ontel. Tiga diantaranya 14 semester belum lulus kuliah S1, bukan karena mereka bodoh lowh, IP nya saja diatas 3. Tapi ya karena orang nya aneh jadi ya… karena “ada dech”…alasan yang tidak bisa diterima oleh orang kebanyakan. Terus, 3 diantara mereka mengaku sampek usia hampir 1/4 abad ini belum pernah ‘in relationship’ dengan lawan jenis. Mereka bukanlah homo/lesbi, tapi ya karena alasan yang ‘ada dech….’ namanya juga makhluk ‘limited edition’ susah kali yak, nyarik pasangan yang cocok untuk mereka. Ha ha ha…

To All My Friend, many thanks you very much ! You Make My Life More Life 🙂
I Learn Much Manything from you, Fren! May Allah keep our brotherhood now, and for ever, Insya Allah.


Olahraga Rutin Saya Setiap Minggu: U Know Whaz

“…ayo yang dibelakang Semangat…!! suaranya mana? yeach.. pinggangnya diputer !! [backsound: lagu kucing garong]”

Ooooopps! ini bukan live konser dangdutan lowh. Hue he…
Tapi ini adalah suara yang terdengar setiap Jumat pagi di Pelataran Parkir kampus JSi (Jurusan Sistem Informasi) FTIf (Fakultas Teknologi Informasi) ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Surabaya [puanjang bener.. :p]

Dulu saya orang yang paling “wegah” dengan yang namanya Olah Raga, Pelajaran paling aku “buenci” sejak SD sampek SMA. Selalu menempati daftar nilai peringkat tiga besar dari bawah, wueks ! Saya baru “aware” pentingnya berolahraga sejak kuliah di UTP Malaysia. Secara di UTP fasilitas olahraga luengkap je! mo renang tinggal nyemplung, mo fitness tinggal angkat, mo tennis aka badminton aka volley tinggal smash, mo Jogging ada joging track yang hijau nan indah di seputar danau-danau kampus yang damai. Akhirnya saya tersadar bahwa ternyata Olah raga meningkatkan ‘gairah’ hidup, mengajarkan saya untuk bisa melebihi batas kemampuan yang sering kita bikin sendiri dan kita terjebak berada di dalamnya, “beyond the Limit”.

Ketika kembali ke Surabaya, saya sempet berfikir “Wach.. alamat ndak pernah Olah Raga lagi negh”. Ternyata tidak bener. Sejak bergabung dengan JSi ada kebijakan manajemen SDM yang mewajibkan Olah Raga setiap hari jumat. nama program nya SIAP !( Sistem Informasi Olahraga Pagi).

Taukah anda apa jenis Olah Raga nya?
U know Whaz? : “Aerobic”

Ho ho….,ndak banget kan? Identik dengan tante-tante [ndak pakek ‘girang’ :p]. hue he…
tetapi ternyata asyik juga lowh. Lebih seru lagi instrukturnya muda, cantik, dan energik. Hebatnya lagi tiap minggu instrukturnya ganti. wah ndak nyangka di kota pahlawan ini banyak juga yang berprofesi sebagai instruktur senam aerobic, huehe… Satu jam bersama sang Instruktur diiringi musik gado-gado dangdut+rege+pop+religi jadi berasa cuman 5 menit. Apalagi sering kali sang instruktur nya nakal, dalam beberapa detik sang instruktur senam mendadak berubah bak penyanyi dangdut ala dewi persik dan inul daratista. Astaghfirullah…..

Tidak hanya asyik dan menarik, ikut SIAP ini juga menguntungkan. Dapet kacang hijau gratis dan dapet duit 15.000 rupiah tiap kali join SIAP ini hue he… Semoga SIAP ini bisa meningkatkan ‘gairah’ kerja, produktifitas, dan kerjasama ‘Gengsiesta’ (sebutan sivitas akademik JSi ITS].