Untuk Anak Muda Generasiku dan Setelah Ku

Aku tinggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya. Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia.. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin – Soekarno

budi_utomo_2

Pemuda Indonesia, Sumber: okezone.com

Demi bangsa dan negeri ini, ada orang-orang yang ditakdirkan hidup dalam suasana keprihatinan teramat dalam yang berkepanjangan, penderitaan berdarah-darah seumur hidup, berperih-perih dalam perjuangan yang teramat berat, hingga darah-darah itu tumpah. Tak sedikit pun, mereka sempat mengecap hasil perjuangan mereka itu.

Mereka adalah para pahlawan pejuang kemerdekaan, baik yang tertulis dalam tinta sejarah, maupun yang terlupakan sama sekali oleh catatan sejarah. Berbahagialah wahai engkau para leluhurku, karena balasan Tuhan di alam sana pasti jauh lebih indah.

Di atas negeri ini, tanah tumpah darah para leluhurku ini, ada orang-orang yang ditakdirkan hidup dalam suasana pesta. Berlimpah kemewahan sandang, pangan, papan, dan juga kendaraan. Mereka hidup hanya untuk memikirkan kesenangan diri mereka sendiri, berfoya-foya dalam merayakan kehidupan, seolah hidup seribu tahun lamanya.

Mereka tak pernah peduli, di pelosok-pelosok negeri sana saudara mereka sendiri larut dalam perih pedih terkaman kemiskinan. Mereka adalah generasi ku, generasi penikmat kemerdekaan. Mereka yang tak pernah mau tahu, atau pura-pura tidak tahu bahwa di atas tanah yang mereka injak ini dulu mengalir darah-darah parah leluhur mereka.

Tanggal 20 Mei 2016, di negeriku diperingati 108 tahun kebangkitan nasional, walaupun seperti biasanya, hanyalah kegiatan seremonial belaka. 108 tahun yang lalu, anak-anak muda tergugah hatinya, resah jiwanya, berfikir keras otaknya, memikirkan bangsanya, agar bangkit dari kangkangan penjajahan yang begitu menghinakan itu. Dari keresahan jiwa anak-anak muda itu, berlanjut dengan perjuangan berdarah-darah, dan atas rahmat Allah yang maha kuasa, kemerdekaan mengakhiri penjajahan yang begitu menistakan itu.

Hari ini, setelah 108 tahun lamanya, aku bertanya-tanya pada diriku sendiri masih adakah lagi anak-anak muda yang resah jiwanya memikirkan permasalahan nasib bangsa nya ini? Jangan-jangan mereka tak pernah sadar, bahwa bangsanya sedang dirundung masalah besar. Jangan-jangan, hanya ada jiwa-jiwa yang galau memikirkan kekasih pemuas nafsu selangkangan mereka sendiri?

Aku hanya bisa menatap bangsa ku dengan keprihatinan yang teramat dalam. Kulihat, generasi tua bangsa ku, pemimpin nya sibuk pergi kesana-kemari untuk mengundang datang menjamah negeri ku. Seolah mereka berkata: ” Monggo, tuan-tuan, puan-puan!  perkosalah ibu pertiwi ku yang cantik jelita, tapi sedang tak berdaya ini”.

Alasanya untuk investasi, atau transfer teknologi , tapi tak pernah dipikir mendalam siapa sebenarnya yang untung siapa yang rugi? Padahal, itu semata karena ketidakpercayaan diri atas kemampuan bangsa sendiri yang terlalu berlebihan. Padahal, itu semata karena pemimpinya tak lebih dari pemimpin jongos-jongos dari para juragan-juragan kelas global.

Padahal, itu semata karena pemimpin-pemimpinya tak lebih abdi dalem Dajjal, bernama kapitalisme global. Katanya dulu kita kaan swasembada ini kita swasembada itu, nyatanya hanya omong kosong belaka. Rupanya, hanya retorika politik belaka. Rupanya, hanya pembodohan semata.

Anak-anak mudanya tak kalah memprihatinkan. Darurat kemrosotan akhlak, darurat narkoba, sekarang darurat perkosaan. Belum lagi mereka mengenal budaya membaca buku, mereka sudah terjebak dalam budaya menonton TV yang tidak mutu, terperangkap budaya mengelus-ngelus layar gadget yang katanya pertanda kemajuan jaman, padahal sebenarnya mereka tidak perlu itu, kecuali sebijaknya saja. Terjebak budaya hedonisme yang tak berkesudahan.

Di negeri ku, katanya bangsa nya sangat beragama. Masjid, gereja megah bertebaran dari pelosok desa sampai diantara keanggkuhan gedung-gedung di kota. Lautan jilbab pun ada dimana-mana. Tetapi, aku jadi bertanya-tanya, sebenarnya mereka menyembah Tuhan atau menyembah Uang?

Buktinya, mereka bisa melakukan apa saja demi Uang. Mereka, diam-diam, melakukan korupsi berjamaah merampok uang rakyat mereka sendiri. Buktinya, para penegak hukum keadilan itu, bisa memutar balik kebenaran, jika Uang sudah bersabda.

Apakah mereka pura-pura lupa, bahwa Tuhan maha melihat. Apakah mereka sebenarnya tidak yakin, bahwa akan ada kehidupan berikutnya. Atau jangan-jangan mereka meremehkan Tuhan? Argh, Tuhan kan maha pengampun dan penyayang.

Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali . Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak. -Soekarno

Tetapi, aku yakin Tuhan masih menyisakan pemimpin-pemimpin yang baik, pemuda-pemuda yang resah jiwanya, memikirkan nasib bangsanya, memikirkan sesama bangsanya yang masih terpuruk dalam kemelaratan dan keterbelakangan. Pemuda-pemuda yang tidak sibuk dengan dirinya sendiri saja.

Wahai pemuda generasi ku, dan generasi setelah ku. Ingatlah betapa banyak darah yang  telah tumpah dari leluhur mu. Ingatlah, masih banyak cita-cita kemerdekaan bangsa mu yang belum tergapai. Bangkitlah dari keterpurukan mu! Perjuangan kita belum usai.

budi_utomo

Pemuda Indonesia, Sumber: http://www.tugassekolah.com/

Semoga hari segera senja, senja segera berlalu berganti malam. Bang -bang wetan, semburat merah segera muncul di ufuk langit sebelah timur, sang fajar datang, memangil matahari pagi yang baru muncul menyunggi wakul berisi penuh segenap harapan bayi-bayi yang lahir dalam gubuk-gubuk derita di pelosok-pelosok dusun negeri ini. Menyunggi kendi penuh air mata para kaum miskin papa.

Harapan sederhana akan kehidupan yang lebih baik, cukup sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan kesempatan yang sama untuk mengubah nasib mereka sendiri.

Matahari pagi yang baru itu adalah engkau wahai pemuda. Mereka akan segera menjadi masa lalu yang terlupakan, kamulah masa depan harapan itu.

Pengagum Soekarno di Kota Hull, Inggris

…. ternyata di kota kecil ini ada seorang penggemar berat Soekarno. yang begitu paham betul terhadap sejarah Indonesia. Soekarno memang luar biasa. Dia yang sangat disegani dan dikagumi tidak hanya oleh negaranya sendiri, tetapi juga oleh dunia. Entah berapa tahun lagi kami harus menunggu seorang pemimpin seperti ini lagi dilahirkan kembali dari rahim Ibu pertiwi, Indonesia.

hull_soe_01

Pagi itu, kami sedang berjalan menyusuri kawasan yang cukup melegenda di kota kecil Hull, Inggris. Kawasan itu bernama Newland Avenue. Kami sedang berjalan menuju kampus Universitas Hull yang terletak tidak jauh dari kawasan ini. Seperti kota-kota lain di Inggris, tempat ini sangat nyaman untuk pejalan kaki. Suasana kota yang tenang nan damai, pedestrian (jalur pejalan kaki)  yang lebar,  udara yang segar, dan cuaca yang cerah adalah tempat dan waktu yang sangat sempurna untuk jalan-jalan dengan berjalan kaki. Saya selalu sangat menikmati saat-saat membaur dengan masyarakat seperti ini, sekedar untuk merasakan romantika budaya  kehidupan orang British. Selalu ada kebahagian tersendiri setiap berkomunikasi, saling menyapa, atau sekedar bertemu muka dengan mereka.

hull_01

Sekilas kawasan ini mengingatkan saya pada kota Cambridge. Hanya saja, jumlah sepeda pancal di sini tak sebanyak di kota Cambrige yang mendominasi jalanan. Di Newland Avenue ini terdapat banyak toko-toko yang menjual semua “tetek bengek” kebutuhan hidup manusia. Dibanding dengan harga barang kebutuhan di Nottingham, di kota ini harga barang relatif lebih murah. Saya membeli 3 pasang kaos kaki dengan kualitas bagus, hanya dengan harga £ 1 (Rp. 16.000). Mungkin karena Hull ini adalah kota kecil (town) tak sebesar kota Nottingham (City).

hull_soe_02

Diantara toko-toko itu, yang paling menarik hati saya adalah charity shop, yang jumlah sangat banyak di kawasan  ini. Charity shop adalah toko yang menjual barang-barang bekas hasil sumbangan sukarela dari masyarakat yang hasil penjualanya dipergunakan untuk kepentingan sosial. Misalnya untuk kepentingan manula, anak-anak cacat, untuk yayasan kanker, dan kepentingan sosial lainya. Hampir semua barang ada disini, mulai dari pakaian sampai boneka teddy ada di sini. Meskipun barang bekas, tetapi kondisi barang nya masih sangat layak pakai dan yang jelas harganya sangat murah.

Diantara barang-barang bekas tersebut, yang paling saya suka adalah buku bekas. Tidak ada bedanya bukan, antara buku baru dan buku bekas? Toh yang penting isinya. Buku-buku seperti foto di bawah ini, hanya dijual dengan harga rata-rata £1.  Sangat murah untuk ukuran harga disini. Bayangkan, harga sepiring nasi sama dengan harga 5 buah buku. Pastinya, bukunya asli, bukan buku bajakan.  Apalagi buku-buku traveling biasanya dilengkapi dengan foto-foto berwarna dengan kualitas yang sangat bagus. Tetapi sayangnya, ndak ada buku yang berbahasa Indonesia ya?

Bertemu dengan Pengagum Soekarno

Ditengah perjalanan kami menyusuri kawasan Newland Avenue menuju kampus Universitas Hull itu, tiba-tiba dari jarak agak jauh di depan kami terdengar suara lantang:

Soekarno ! Soekarno ! Soekarno !

rupanya, panggilan itu ditujukan untuk teman saya, Uda Isa Gautama. Teman saya dari kota Padang ,  dosen di Universitas Negeri Padang yang sedang mengambil PhD dalam bidang komunikasi politik di Universitas Hull. Begitu kami menghampirinya, Lelaki jangkung itu menyalami dan dengan fasih berbahasa Indonesia berkata:

Selamat Hari Raya Idul Fitri ! Mohon Maaf Lahir dan Batin !

Hull_02

 

Lelaki itu bernama Nabil, seorang pemilik toko Asia di kawasan Newland Avenue. Dia itu pria berkebangsaan Mesir kelahiran Palestina yang saat ini sudah menjada warga negara Inggris. Menurut Uda Isa, dia itu pecinta sejarah yang sangat mengagumi sosok Soekarno. Dia sangat paham sejarah Indonesia, bahkan mungkin melebihi pemahaman anak-anak Indonesia pada umumnya. Apalagi tentang Soekarno yang sangat dia Idolakan. Tentang kepemimpinan dan keberanian Soekarno yang sangat disegani dunia. termasuk tentang istri-istri Soekarno yang sangat banyak itu. Sangking cintanya sama Soekarno, teman saya dipanggil Soekarno oleh Si Nabil.

**

Semoga segera lahir kembali, Soekarno-Soekarno muda,  pemimpin-pemimpin baru yang disegani oleh dunia dari rahim ibu pertiwi ini. Sehingga negara besar bernama Indonesia ini lebih terdengar lagi di dunia ini. Terkadang sakit rasanya, ketika dunia jauh lebih mengenal Singapore dan Malaysia ketimbang Indonesia. Semoga percakapan perkenalan: “… are you from Malaysia? “ satu saat nanti berubah. ” .. are you from Indonesia?”. Atau mungkin sudah takdir ya, Indonesia tidak terkenal di dunia? Mudah-mudahan, meskipun tidak terkenal di dunia, tetapi nanti terkenal di Akhirat. Allahumma Ammiin.