suasana kota trieste

Satu Hari di Kota Trieste, Italia

… Trieste adalah kota bahari yang cantik dan menyimpan sejarah kejayaan yang sangat panjang – catatan perjalanan

trieste_1

Bersepeda di Pantai Trieste, Italia

Kota ini adalah kota terakhir yang aku kunjungi selama lawatan ku di Italia pada musim panas kemaren. Aku datang ke kota ini, ikut rombongan gratis, yang difasilitasi panitia konferensi internasional, di kota udine (lihat catatan perjalanan saya sebelumnya disini). Dari kota Udine, kami berangkat dengan satu bus besar dan satu bus kecil, tepat setelah makan siang.

trieste_2

Numpang Pamer Batik

Selama perjalanan dalam bus, kurang lebih satu setengah jam, dari Udine ke Trieste, aku menikmati suasana alam pedesaan negara Italia ini. Tidak ada yang istimewa sebenarnya, tidak jauh beda dengan Indonesia. Jalan-jalan raya pun sempit, tidak selapang di Inggris. Sepertinya, dalam hal infrastruktur, Italia ini jauh dibawah Inggris.

trieste_3

Pusat Kota Trieste

Dari balik jendela kaca bus, aku bisa menyaksikan sebagian besar sawah di negara ini ditanami jagung dan anggur. Tentu tak semenakjubkan hamparan padi di tanah jawa. Hanya saja penggunaan teknologi pertanian terlihat lebih maju disini. Tak terlihat irigasi memang, tetapi tananman disirami air yang bisa dikendalikan secara otomatis dengan teknologi.

trieste_4

Sebuah Gereja di Trieste

Pemandangan pertama dari kota ini adalah pantai yang dikelilingi bukit-bukit. Air lautnya biru kehijau-hijauan. Tidak terlihat pasir pantai disana-sini. Tetapi banyak sekali terlihat pengunjung yang berjemur di bibir pantai, mereka terlihat nyaris telanjang memamerkan auratnya yang subhanallah, indah sekali. Padahal, cuacanya sangat puanas sekali.

trieste_5

Brondong Itali, Cakep ndak mbak? :p

Kami berkeliling kota Trieste dengan bus. Sang tour guide, menjelaskan secara detail setiap sudut dari kota ini. Dan aku malas sekali mendengarkanya. Karena apa yang diucapkanya pasti akan menguap begitu saja dari memori ingatanku. Intinya, kota Trieste ini adalah kota bahari, kampung nelayan, yang dulu sumber ekonomi utama dari kota ini adalah sumber daya laut.

trieste_7

Kanal di Kota Trieste

Banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah, castle, gereja-gereja yang menyimpan kenangan kejayaan kota ini di masa lalu yang sangat panjang. Setelah tour kliling kota dalam bus. Tour guide mengajak kami menyusuri pantai dan kota Trieste dengan berjalan kaki.

trieste_6

Gereja Ortodox Serbia yang Mirip Masjid

Sebenarnya aku kurang menikmati perjalanan seperti ini. Sudah rombongan dalam jumlah besar, pakai tour guide lagi. Kesanya seperti dikejar-kejar waktu, agar sampai pada tempat-tempat sebanyak mungkin. Tetapi lupa menikmati perjalanan itu sendiri. Aku lebih menikmati perjalanan casual sendiri atau berdua saja.

trieste_8

Jalanan di kota Trieste, Italia

Kami diajak keliling menyusuri sudut-sudut kota Trieste. Yang didominasi bangunan-bangunan kuno yang megah serta gereja-gereja megah yang banyak sekali jumlahnya di kota ini. Konon banyak aliran gereja di kota ini. Ada sebuah gereja yang sekilas bentuknya seperti masjid. Katanya, ini adalah gereja ortodox Serbia. Saat masuk kedalamnya, terdengar nyanyian puji-pujian berbahasa Arab, yang mirip sholawatan di kampung-kampung di Jawa Timur.

trieste_9

Bangunan di Kota Trieste

Bangunan yang padat, nyaris tanpa ada tumbuhan, dan suasana pantai yang sangat panas, membuat jalan-jalan di kota ini pada siang hari terasa kurang nyaman. Sepertinya, waktu ideal jalan-jalan di kota ini adalah saat senja di musim panas yang panjang. Selain tidak panas, nuansanya pun pastinya menjadi lebih romantis. Dan pemandangan dan nuansa yang akan menjadi paling istimewa di kota ini adalah duduk-duduk di kanal, melihat perahu-perahu bersandar sambil menunggu senja ditelan malam.

trieste_10

Para perahu wisata memenuhi pantai Trieste

Begitulah sedikit cerita perjalanan ku di Kota Trieste. Kota ini mengajarkan kepada ku bahwa kota yang pernah berjaya dengan sumber daya baharinya itu pernah ada dan itu nyata. Ada sebuah negeri di timur sana, yang dianugerahi sumber daya bahari yang sangat luar biasa melimpahnya, tetapi tempat terdekat dengan lautnya menjadi kantung-kantung kemiskinan yang terpampang begitu nyata. Tempat para nelayan, menyambung hidup dibawah bayang-bayang kemiskinan. Padahal kekayaan laut yang begitu melimpah, tetapi sayang kemakmuran dari hasil laut itu bukan mereka yang punya.

Di kota Trieste ini kulihat, wilayah terdekat dengan laut, menjadi pusat peradaban yang menakjubkan. Tidak hanya bangunan megah, istana pun dibangun di wilayah terdekat dengan laut. Mungkin kita perlu belajar dari kota ini, untuk mengobati kepekoan berjamaah cara berfikir kita.

 

Advertisements