Advertisements

Tag Archives: senja di alas purwo

Menunggu Matahari Tenggelam di Alas Purwo

.. tak terasa gelap pun jatuh Di ujung malam menuju pagi yang dingin Hanya ada sedikit bintang malam ini. – Payung Teduh

Senja di Pantai Pancur, Alas Purwo

Banyak cerita yang belum sempat dituliskan. Semua menumpuk di sudut fikiran. Sayang semakin sedikit waktu dan momentum yang tepat untuk menuliskanya. Buat ku, tulisan hanya akan lahir dari momentum: perpaduan hati, fikir, dan suasana yang tepat. Baiklah, akan kutuliskan cerita teratas dari tumpukan cerita itu pada mu hari ini.

Akhir pekan lalu aku akhirnya sampai juga aku menginjakkan kaki di ujung selatan paling timur Pulau Jawa. Kalau lihat di peta, tempat itu adalah Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi. Salah satu hutan dari sangat sedikit hutan yang masih tersisa di Pulau Jawa, yang masih aman dari keserakahan manusia.  Meski dari lahir hingga remaja hidup di Banyuwangi, baru kali ini aku ke tempat ini. Sebelumnya, aku hanya tahu nama, alas purwo yang terkenal wingit itu.

The Team

Kami datang bersama rombongan 16 orang. Delapan orang dari ITS dan sisanya dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Berasan, Muncar, Banyuwangi. Berangkat dari desa wringin putih, kami menyusuri jalur darat terus ke arah selatan. Pemandangan sepanjang perjalanan, sungguh menyenangkan. Hiburan yang menarik hati orang-orang yang jenuh dengan keruwetan dan kebisingan kota.

Persawahan yang menghijau royo-royo. Didominasi tanaman jeruk, buah naga, jagung, dan padi. Lewat areal persawahan, pemandangan berubah jadi pemandangan hutan pohon jati yang rimbun, sebelum akhirnya pemandangan hutan belantara. Suasana tenang, udara segar, dan jalanan mulus. Saking rimbunya, suasana seperti temaram menjelang waktu maghrib, padahal masih belum genap pukul empat sore. Terbayang betapa asyinya sepedahan menyusuri hutan ini.

Suasana tenang berubah jadi riuh saat sampai pos penjagaan Taman Nasional Alas Purwo. Rupanya, di pos penjagaan ini titik temu semua pengunjung. Melewati Pos Penjagaan ada beberapa spot yang bisa dikunjungi. Diantaranya yang paling terkenal adalah savana dengan bantengnya, Pantai Plengkung dan Pantai Pancur.

Kami memilih yang terdekat saja yaitu Pantai Pancur. Tidak ada yang istimewa dari pantai ini sebenarnya, selain lokasinya yang di ujung selatan Alas Purwo. Mungkin karena akhir pekan, banyak pengunjung di pantai ini. Sedikitnya terlihat tiga pasang calon pengantin yang sedang melakukan pemotretan pre-wedding di pantai ini. Menyaksikan perahu nelayan terombang ambing bersama matahari yang perlahan-lahan tenggelam di balik laut lepas, di penghujung senja adalah momentum paling menakjubkan di pantai ini. Ada keindahan perasaan yang sulit untuk dilukiskan.

Setelah matahari tenggelam, hari pun telah surup. Gelap perlahan datang menyergap. Banyak orang masih bertahan di bibir pantai. Kabarnya, banyak yang menginap, menyepi di pinggir pantai alas purwo ini. Atau barangkali mencari wangsit, atau sekedar menenangkan fikiran. Entahlah. Kami beranjak pergi meninggalkan pantai. Ada Mushola berbentuk rumah panggung di dekat pantai. Kami sholat maghrib untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang.

Advertisements