Tag Archives: semangat hidup

Perasaan Sentimentil di Setiap Pergantian Tahun

… apalah artinya pergantian tahun kecuali bertambahnya hitungan kita akan kesadaran dimensi waktu. Bukankah dalam hidup hanyalah ruang dan waktu yang berubah, sementara watak kehidupan selalu sama – a random thought

akhir_tahun_2016

Winter Wonderland 2016, Old Market Square, Nottingham

Yah, sudah akhir tahun lagi, Argh sudah tahun baru lagi. Liburan musim dingin akhir tahun 2016 ini, aku benar-benar merasakan liburan yang sebenarnya. Benar-benar melepas bebas sejenak segala beban fikiran, kerepotan hidup, yang biasanya terasa terus memburu. Menghabiskan hari-hari dan malam musim dingin yang panjang, untuk sekedar kruntelan dengan segenap anggota keluarga, di atas ranjang dan di balik selimut yang sama.

Hanya saja, di setiap pergantian tahun, selalu saja ada perasaan sentimentil yang melintas di hati. Rasanya tak ingin waktu berlalu begitu saja. Rasanya ingin gandoli waktu yang terus melesat bak anak panah yang telah terlepas dari busurnya. Tetapi, siapakah yang bisa melawan keperkasaan sang waktu?

Merambatnya waktu, berarti bertambahnya umur. Umur psikologis rasanya masih seperti anak-anak remaja, tetapi umur biologis rupanya sudah bapak-bapak yang semakin menua.Hahaha.

Merambatnya waktu, berarti pula bergantinya lakon dan peristiwa-peristiwa kehidupan. Aku kadang tak mudah lepas dari jebakan masa lalu dan kadang takut akan ketidakpastian masa depan.

Bersyukur, mungkin satu kata inilah yang paling pas melukiskan suasana hati ku sebagai catatan akhir tahun 2016 ini. Tugas belajar ku akhirnya selesai, Allah ngasih bonus dengan kelahiran anak kedua kami. Sungguh nikmat yang layak untuk disebutkan dan disyukuri.

Tetapi bukan itu sebenarnya yang membuatku begitu sentimentil. Kebaikan-kebaikan orang-orang di sekitar kamilah yang sungguh membuat ku terharu. Hidup di perantauan, juah dari keluarga, tentu bukanlah sesuatu yang membahagiakan. Tetapi, di kelilingi orang-orang yang baik, rasanya aku sedang berada di tengah keluarga besar ku.

Haru rasanya, melihat teman-teman dengan suka hati, silih berganti berdatangan ke rumah. Bahkan jauh-jauh dari luar kota, dari ujung negeri ini. Membawa kehangatan, kedekatan, dan ketentraman. Memberikan ucapan selamat dan baris-baris doa. Membawa makanan, uang, hadiah. Sungguh membuat ku sangat terharu. Aku hanya bisa berterima kasih, dan untuk selamanya akan berhutang budi. Lemah teles, hanya Gusti Allah yang bisa mbales.

Masih berat rasanya, jika bulan depan kami harus beranjak meninggalkan tempat ini, (most probably) untuk selamanya. Berat rasanya untuk berucap: ” Selamat tinggal kenangan !”. Tetapi, hidup harus terus berjalan. Sudah saatnya, hidup harus berganti cerita.

Meski ada ketakutan akan ketidakpastian di masa depan, aku selalu menasehati diriku sendiri. Bukankah hidup hanyalah perubahan dimensi ruang dan waktu, sementara watak kehidupan ya begitu-begitu saja. Akan selalu ada naik-turun, pasang-surut, senang-susah dalam hidup. Tak ada kesenangan yang terus-menerus. Senang sebentar, habis itu susah lagi. Pun tak ada kesusahan yang terus-menerus. Habis susah-susah, pasti ada kesenangan yang menunggu. Argh, begitulah sifat kenikmatan dunia yang sesaat saja. Amatlah rugi, jika kita selalu mengejar dan memujanya.

Teori kehidupan pun tetaplah gampang dan sederhana. Tak perlu belajar bertahun-tahun seperti halnya studi doktoral untuk menemukan teori baru. Yang penting, gampang syukur, gampang sabar, dan gampang ikhlas. Dan selalu eleng lan waspada akan asal muasal kehidupan kita. Insya Allah, kehidupan akan baik-baik saja, bukan?

Selamat tahun baru kawan! Semoga semua dalam kehidupan kita menjadi lebih baik, dan kita ditakdirkan termasuk orang-orang yang beruntung, ammiin.


Kembang Kempis

Ya rabba bil musthofa, balligh maqasidana, waghfirlana ma madzo ya wasingal karomi/Duh Gusti, dengan adanya yang terpilih (kanjeng nabi Muhammad), sampaikanlah kami pada apa yang kami cita-citakan, dan ampunilah dosa yang telah kami perbuat, duhai Engkau Tuhan yang maha luas karunianya – Syair Burdah

naik_sepeda_edited

Ilustasi: Mengayuh Sepeda, Leuven Belgium

Kata seorang sahabat saya, menjalani perjuangan panjang dalam hidup itu seperti mengayuh sepeda dalam rentang jarak yang jauh sekali. Harus terus dikayuh, biar tidak terjatuh. Sesulit apa pun, perjuangan harus terus dijalani, tidak boleh berhenti, agar semangatnya tidak mati.

Tapi sayang, seperti udara yang bersembunyi di dalam ban sepeda itu, semangat berjuang pun sering mengembang dan mengempis. Kayuhan sepeda terasa lebih ringan, kala udara itu mengembang, sebaliknya akan terasa semakin berat kala mengempis. Begitu pun ceritanya, berjuang dengan kembang kempis semangat yang mengiringinya.

Tapi sayang, membuat semangat yang kempes itu mengembang kembali, tak semudah meminjam atau membeli pompa angin untuk memompa ban sepeda kita yang kempes itu. Tapi, mengganti semangat yang bocor, tak semudah mengganti ban bocor dengan membeli ban yang baru.

Manusia memang tak pernah sesederhana ban sepeda. Terlalu rumit untuk diperbandingkan dengan benda-benda mekanis di sekitar kita. Terlalu banyak misteri diri, yang belum dapat kita selami sendiri.

Teramat beruntung, dan bersyukurlah kawan, jika semangat berjuang itu sedang bersemayam di dalam tubuh mu. Jagalah dia, sesulit apapun, pada akhirnya dialah yang akan mengantarkan mu merengkuh dan memeluk asa mu.

Semangat itu, tidak bisa dibeli. Seberapa banyak pun uang di dalam genggaman mu. Buat kamu yang sedang berjuang, teruskanlah dengan sepenuh kembang kempis semangat juang mu!  Angap saja, kembang kempis itu bagian dari dinamika perjuangan yang akan membuatnya lebih indah untuk diceritakan kembali, sauatu saat nanti.

Ya Rabba bilmusthofa, balligh maqasidana …


Kejarlah!

playin_the_ground

Ilustrasi: My son and his friends

Dulu kau pernah bilang pada ku, bahwa hidup itu harus punya mimpi. Bergegas bangun untuk mengejar mimpi-mimpi itu, dan pada akhirnya menghidupi mimpi. Bukanya tidur kembali untuk memimpikan yang lain.

Dulu kau pernah bilang pada ku, bahwa hidup ini harus diperjuangkan, dihayati dan dijalani sepenuh hati. Jer basuki mawa beyo. Tidak ada yang gratis, setiap sejumput capaian harus dibayar dengan kesakitan dan kesulitan.

Sekarang kau bilang bahwa hidup tak semudah kata mu dulu. Kata mu, semangat hidup sering kembang kempis. Kenyatakan hidup sering tak pernah memberi kita pilihan.

Sayang, perjalanan kita masih jauh. Terlalu dini untuk menyerah pada permainan hidup. Kejarlah! Percayalah, seperti yang pernah kau katakan pada ku, saat kau yakin kau telah memberikan yang terbaik dari mu, paling keras dari ikhtiar mu, paling tulus dari hati mu, apapun yang terjadi nanti tak akan pernah ada yang layak untuk disesali.

Sayang, bukankah seberat-beratnya lakon hidup, jika dijalani dengan sepenuh ketulusan hati, kelak hanyalah lelucon yang akan kita tertawakan bersama di kemudian hari.

Sayang, hari belum senja, kita masih ada waktu, kejarlah! Berikan yang terbaik dari mu untuk mu, untuk ku, untuk orang-orang yang selalu mendoakan mu sepenuh hati demi kebaikan mu. Dan demi Dia yang memberikan hidup mu.


Cuaca yang Menyebal

snow_nott

Otw to Campus: Salju di Nottingham, 2013

Katanya, cuaca di Inggris itu seperti perempuan. Tidak bisa diprediksi. Katanya,  ada dua hal di Inggris yang tidak boleh terlalu dipercaya: perkataan perempuan dan perakiraan cuaca. Cuaca di Inggris memang susah diprediksi, dan bisa berubah secara tiba-tiba. Pagi hari cerah tanpa awan, menjelang siang bisa tiba-tiba hujan, cerah kembali sore hari, dan semalaman turun salju. Hari ini sangat dingin, esok tiba-tiba menghangat kembali.

Cuaca di Inggris memang susah untuk dipahami, bahkan model matematis yang telah diteliti lebih satu abad pun, sering gagal digunakan untuk memprediksi. Sama halnya dengan perempuan, yang sangat susah untuk dipahami, bahkan mungkin untuk dipahami perempuan itu sendiri. Tapi, mungkin itulah yang menjadikan hidup dengan perempuan selalu menarik. Jika semuanya bisa dipahami, dimodelkan, dan dikendalikan, apa bedanya hidup dengan robot humanoid.

Sebagai mana kehidupan kita pada umumnya, misteri, teka-teki dan ketidakpastianyalah yang menjadikan hidup ini menjadi menarik bukan? betapa membosankanya hidup, jika semua yang ada bisa sepenuhnya kita kendalikan.

Kadang cuaca di Inggris terasa menyebal.  Saat musim dingin menusuk tulang, di hari menjelang fajar, hujan mengguyur, angin berhembus kencang, dan aku harus mengayuh sepeda ontel bututku melawan arah angin. Lalu, sebuah mobil berlari kencang, dengan jumawah memepetku, menamparkan air bekas hujan di jalanan yang kotor itu, tepat di mukaku. Jian…….*u*!  Diam……*u*!

Semuanya menghadirkan suasana hati yang kaya rasa. Rasa amarah yang berontak beradu dengan rasa sabar yang kembang kempis. Rasa nelangsa yang menjerit bergumul dengan keteguhan hati yang menentramkan. Rasa kesombongan yang tergerus perlahan dengan rasa ketulusan, kerendahan hati, dan kebesaran jiwa. Rasa ingin bermanja-manja tertelan oleh rasa getih berususah payah yang mengebu. Argh, menggembalakan rasa memang tidak pernah mudah.

Hanya semangat hidup dan keikhlasan menjalaninya, yang menjadikan cuaca yang menyebal tak jadi soal.