Advertisements

Tag Archives: sekolah di pesantren

Informasi Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang

Berotak London, Berhati Masjidil Haram – KH. Musta’in Romly (Pengasuh PP Darul Ulum , 1985)

darul_ulum_07

Salah Satu Gedung di Kompleks PP Darul Ulum Jombang

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang keberadaanya tak lekang dimakan jaman. Namun, dalam perkembanganya pesantren juga mengalami dinamika mengikuti perkembangan jaman yang memiliki tantangan sendiri. Dari lembaga pendidikan tradisional yang tersentral pada sosok kyai dan kajian kitab kuning, saat ini banyak pesantren yang mengadopsi sistem pendidikan formal  berupa sekolah-sekolah, universitas umum di luar pesantren. Salah satu pesantren yang bisa dikatakan sangat sukses mengelola sekolah/universitas umum ke dalam manajemen pesantren adalah Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Lulusan pesantren ini, tidak kalah bahkan lebih unggul dengan siswa lulusan sekolah umum di luar pesantren. Tidak sulit bagi santri lulusan pesantren ini untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit baik di dalam maupun di luar negeri. Berikut sekilas tentang Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang.

Siapa Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang?

Saat ini ketua umum pengasuh pondok pesantren Darul Ulum adalah KH A. Dimyathi Romly menggantikan KH As’ad Umar yang meninggal pada tahun 2010.

Dimana tepatnya letak Pondok Pesantren Darul Ulum?

Pondok pesantren Darul Ulum (dahulu lebih dikenal sebagai pondok Njoso), terletak di desa Rejoso, kecamatan Peterongan, kabupaten Jombang, Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau menggunakan transportasi umum. Berada di jalan propinsi Surabaya-Madiun/Solo, yang dilalui bus umum (Turun di pasar Peterongan Jombang). Pondok pesantren Darul Ulum juga dilalui jalur rel kereta api nasional. Untuk kereta api ekonomi jarak dekat bisa turun di stasiun Peterongan (berada di antara stasiun Jombang dan stasiun Mojokerto) yang berada di dalam komplek pondok pesantren, atau di stasiun Jombang untuk kereta eksekutif/bisnis/ekonomi jarak jauh, yang tidak jauh lokasinya dari pondok pesantren (bisa ditempuh dengan becak).

Apa Mahdzab Pondok Pesantren Darul Ulum?

Pondok pesantren Darul Ulum (PPDU) adalah salah satu pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU), yang tentu saja ber –Ahli Sunnah Wal Jama’ah. PPDU adalah salah satu pusat Thoriqah Qodiriyah Wannaqsabandiyah di Indonesia. Mursyid-mursyid  Thoriqah yang terkenal di antaranya adalah KH. Romly Tamim dan KH. Musta’in Romly, yang saat ini diteruskan oleh KH. Dimyati Romly (Ketua Umum Majelis Pimpindan Pondok Pesantren Darul Ulum).

darul_ulum_06

Salah Satu Gedung di PPDU

Bagaimana Sistem Pendidikan Di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Filosofi pendidikan di PPDU adalah tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Semuanya penting untuk di pelajari. Sistem pendidikan 24 jam di Asrama dan Sekolah. Mata pelajaran agama dan mata pelajaran umum dipelajari secara proporsional di sekolah full day (7.00 – 13.00, dan 14.00- 17.00) dibawah bimbingan guru dan ustadz. Di Asrama, pengajian intensif keagamaan khas pesantren di bawah bimbingan para kyai/bu nyai dan ustad/ustadzah.

Kitab Kuning Apa saja yang dipelajari di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Sebagaimana umumnya di pondok pesantren NU, di Darul Ulum tradisi mengkaji kitab kuning ini masih dilestarikan. Jenis kitab yang dipelajari berbeda di masing-masing asrama. Salah satu kitab yang dikaji di masjid induk Pondok Pesantren Darul Ulum adalah kitab tafsir Jalalain, bersama KH Cholil Dahlan.

Berikut salah satu rekaman pengajian kitab tafsir jalalain di Pondok Induk:

Apa Keunggulan Pondok Pesantren Darul Ulum dibanding Pondok Pesantren yang Lain?

Keunggulan Pondok pesantren Darul Ulum (PPDU) adalah di sekolah umum nya yang unggul. Selain memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap, sekolah-sekolah di bawah manajemen PPDU ini memiliki kualitas unggul. Bahkan lebih unggul dari sekolah negeri di luar pesantren. Beberapa sekolah sudah memenuhi standard internasional, dan menjadi percontohan sekolah swasta yang sukses memperoleh sertifikat berstandard internasional. Prestasi santri yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.

darul_ulum_03

Masjid Pondok Induk Darul Ulum Jombang

Jika kamu ingin mondok tetapi juga ingin  di terima di Perguruan Tinggi Negeri /Kedinasan favorit setelah lulus untuk mengejar cita-cita profesi yang anda inginkan, Darul Ulum adalah pilihan yang tepat. Terbukti, alumninya dengan mudah bisa menembus PTN favourite seperti ITB, UI, UGM, ITS, Unair, IPB, dll. Bahkan beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Hal ini tentu tidak mudah diraih oleh alumni pondok pesantren yang lain.

Siswa/siswi sekolah di PPDU juga langganan juara untuk berbagai kompetisi/olimpiade tingkat nasional maupun internasional.

00_ghent_09

Ilustrasi: Dua Alumni Santri PP Darul Ulum di Katholic Universitat Leuven, Belgia

Apa Beda Sekolah di Pondok Pesantren Darul Ulum dibanding Sekolah di Luar Pondok?

Jelas bedanya. Di darul ulum, anda akan belajar agama cukup intensif yang tidak mungkin anda dapatkan di sekolah luar pesantren. Tidak hanya belajar agama Islam 2 jam selama seminggu, di pesantren anda belajar bahasa arab (nahwu dan shorof), belajar membaca literatur kitab kuning, hadist, tajwid Alquran, tafsir Alquran, aqidah, fiqih, dsb. Semua adalah bekal penting untuk memahami what life is?

Di asrama pesantren, karakter anda akan tertema dibawah bimbingan figur para kyai dan bu nyai, ustad dan ustadah. Pesantren tidak sekedar sekolah tempat transfer of knowledge tapi juga sekolah kehidupan. Belajar arti kehidupan, kesederhanaan, kebersamaan, kemandirian, tenggang rasa, dan keikhlasan. Hidup bersama di asrama dan di kelas dengan teman dari berbagai daerah, berbagai budaya, dan karakter yang berbeda walaupun awalnya tidak mudah adalah pengalaman hidup berharga yang akan membekas selamanya. Di Darul Ulum, terdapat lebih dari 7000 santri dari berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua semua ada.

SMADU2

Ilustrasi: Gedung SMA DU 2 BBPT (Courtesy: http://tasaffimaa.blogspot.co.uk/ )

Unit Pendidikan Apa saja yang ada Di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Pondok pesantren Darul Ulum (PPDU) adalah sekolah yang memiliki unit pendidikan terlengkap di Indonesia. Dari Jenjang Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Berikut daftar unit pendidikan yang ada di PPDU:

  1. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Rejoso
  2. Madrasah Tsanawiyah (M.Ts) Plus Darul Ulum
  3. Madrasah Tsanawiyah Negeri (M.Ts. N) Rejoso di PP. Darul Ulum
  4. SMP Darul Ulum 1 Unggulan
  5. SMP Negeri 3 Peterongan di di PP. Darul Ulum
  6. SMA Darul Ulum 1 Unggulan BPPT,  Link: Website , Brosur
  7. SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT ( Berstandar Internasional ), Link: Website, Brosur BROSUR SMA DU 2 PDF V1, BROSUR SMA DU 2 PDF V2 , Update: Brosur SMA DU 2 2015/2016
  8. SMA Darul Ulum 3 Bilingual, Update: Website SMA DU 3
  9. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejoso di PP. Darul Ulum
  10. Madrasah Aliyah Unggulan Darul Ulum
  11. SMK Darul Ulum 1
  12. SMK Telkom Darul Ulum, (Jurusan: Teknik Komputer dan Jaringan, Multimedia, Rekayasa Perangkat lunak) Link: Website
  13. Universitas Darul Ulum (UNDAR) di Kota Jombang, Link: Website
  14. Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) di dalam pondok pesantren Darul Ulum Jombang, Link: Website
darul_ulum_11

Islamic Centre di PP Darul Ulum Jombang

Bisakah mondok sambil kuliah di Darul Ulum?

Ya, bisa sekali. Sampean bisa ngaji belajar kitab kuning dan tinggal di asrama pondok pesantren, sambil kuliah. Pondok Pesantren Darul Ulum, memiliki dua Universitas, yaitu: Universitas Darul Ulum (UNDAR), yang berdiri sejak tahun 1965 dan terletak di kota Jombang; Serta Universitas Pesantren Darul Ulum (UNIPDU), yang berada di dalam kompleks pondok pesantren Darul Ulum, di desa Rejoso, Peterongan Jombang. Meskipun secara historis keduanya lahir dan menjadi bagian tak terpisahkan dari rahim pondok pesantren Darul Ulum, kedua universitas tersebut memiliki manajemen yang terpisah, yang independent satu sama lain.

Fakultas/Jurusan apa saja yang ada di Universitas Darul Ulum Jombang?

Fakultas dan Jurusan di UNDAR meliputi: Fakultas Hukum (FH):; Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol): Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Pemerintahan, Sosiologi; Fakultas Agama Islam (FAI): Al-Ahwal Al- Syakhshiyyah, Pendidikan Agama Islam, Perbandingan Agama, Tafsir Hadits; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP):Bimbingan & Konseling; Fakultas Teknik (FT): Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Informatika; Fakultas Ekonomi (FE): Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi; Fakultas Psikologi: Ilmu Psikologi; Fakultas Pertanian: Agroteknologi, Agribisnis; Pasca Sarjana: S2, Magister Ekonomi Pembangunan, S2 Hukum Islam, S2 Pendidikan Islam.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di webiste UNDAR: http://www.undar.ac.id. Akreditasi institusi maupun masing-masing jurusan yang ada di Universitas Darul Ulum bisa dilihat di website Badan Akreditasi Nasional (BAN PT): Disini.

Berapa biaya kuliah di UNDAR?

Informasi pendaftaran, dan biaya kuliah di UNDAR bisa dilihat di website UNDAR: http://www.undar.ac.id 

Fakultas/Jurusan Apa saja yang ada Di UNIPDU Pondok Pesantren Darul Ulum?

Di UNIPDU terdapat 6 fakultas, yaitu Fakultas Agama Islam (Jurusan: S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah, dan S1 Ahwalus Syahsiah), Fakultas Ilmu Kesehatan (Jurusan: S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, dan Profesi Ners./Perawat), Fakultas Bahasa dan Sastra (Jurusan: S1 Bahasa dan Sastra Inggris, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, D3 Bahasa Jepang), Fakultas Teknik (Jurusan: S1 Sistem Informasi), Fakultas Ilmu Administrasi (Jurusan: S1 Ilmu Administrasi Niaga), Fakultas MIPA (Jurusan: S1 Matematika Sains, S1 Pendidikan Matematika). Fakultas favorit di UNIPDU adalah Fakultas Ilmu Kesehatan.

Apa Akreditasi Universitas  Pesantren Darul Ulum Jombang?

Alhamdulilah, saat ini UNIPDU memperoleh akreditasi B dari BAN-PT. Untuk akreditasi masing-masing Jurusan bisa dilihat di website BAN PT: Disini.

Apa Persyratan Masuk Di Pondok Pesantren Darul Ulum?

 

peryaratan_umum_darul_ulum_2016

Persyaratan Umum

 

 

peryaratan_khusus_darul_ulum_2016

Persyaratan Khusus

 

Berapa Biaya Pendidikan Di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Biaya pendidikan di PPDU relatif terjangkau. Biaya pendidikan di PPDU berubah setiap tahunya dan tergantung pada Unit Pendidikan dan Asrama tempat tinggal yang dipilih. Biaya masuk pertama minimal berkisar antara Rp. 1.500.000 s.d Rp. 5.000.000, Biaya SPP perbulan minimal : Rp. 150.000 – 400.000, Biaya Hidup minimal perbulan: Rp. 500.000 – Rp. 700.000. Untuk tahun 2014/2015 bisa dilihat pada tabel berikut (Klik Untuk Memperbesar):

biaya_ppdu

Biaya Pendidikan di Darul Ulum, 2014/2015

biaya

Biaya Pendidikan Di PP Darul Ulum Jombang 2015/2016

 

biaya_darul_ulum_2016

Biaya Masuk PP Darul Ulum 2016/2017

 

Catatan: Biaya tersebut belum termasuk biaya tinggal di Asrama.

ponti

Ilustrasi: Asrama Pondok Tinggi Darul Ulum

Asrama apa saja yang ada di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Satiap santri yang mendaftar di pondok pesantren Darul Ulum, bisa memilih salah satu asrama yang ada di pondok pesantren Darul Ulum. Biaya tinggal di asrama berbeda antara asrama satu dengan yang lainya.

Total, ada 36 asrama yang berada di komplek pondok pesantren Darul Ulum. Berikut adalah daftar asrama yang ada di Pondok Pesantren Darul Ulum (Tahun 2015): (Ringkasan Tabel Biaya tinggal di Asrama Darul Ulum, bisa diunduh : disini)

  1. Asrama Putra, Pondok Induk Darul Ulum ( Meliputi asrama: Ibnu Sina, Alfaraby, Cordova, Al-Azhar, Al-Qahiroh, Raden Rachmat, Raden Fatah, Bani Tamim, Alghazali, Falestine). Biaya Masuk Awal: Rp. 875. 000, Biaya Perbulan: Rp. 75.000 (Belum termasuk biaya makan/catering). Informasi detail bisa dilihat: disini.
  2. Asrama I : ‘Almasyhari’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.260.000, Biaya Perbulan: Rp. 520.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  3. Asrama II: ‘Alkhodijah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.530.000, Biaya Perbulan: Rp. 520.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  4. Asrama III : ‘Nusantara’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.790.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  5. Asrama IV : ‘H: Al-karimah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.700.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  6. Asrama IV : ‘I: Ainussyam’ Putri . Biaya Masuk Awal: Rp. 1.600.000, Biaya Perbulan: Rp. 375.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  7. Asrama IV : ‘K: Al-Maimunah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.925.000, Biaya Perbulan: Rp. 475.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  8. Asrama IV : ‘L: Al-Mubarok’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.500.000, Biaya Perbulan: Rp. 375.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  9. Asrama IV : ‘M: Ainul Yaqin’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.350.000, Biaya Perbulan: Rp. 350.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  10. Asrama IV : ‘Y: Al-Choliliyah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.980.000, Biaya Perbulan: Rp. 275.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  11. Asrama V : ‘Haflatul Mubarok’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 900.000, Biaya Perbulan: Rp. 125.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  12. Asrama VI : ‘Assyafiiyah’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.725.000, Biaya Perbulan: Rp. 475.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  13. Asrama VII : ‘Al-Husna’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.800.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  14. Asrama VIII : ‘Robiatul Adawiyah’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.590.000, Biaya Perbulan: Rp. 390.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  15. Asrama IX : ‘Al-Kautsar’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.480.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  16. Asrama X : ‘Hurun Inn’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.800.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  17. Asrama XI : ‘Muzamzamah -Chosiyah’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.452.000, Biaya Perbulan: Rp. 475.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  18. Asrama XII: ‘Bani Umar’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.625.000, Biaya Perbulan: Rp. 375.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  19. Asrama XIII : ‘Al-Bilqis-Sulaiman’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.680.000, Biaya Perbulan: Rp. 430.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  20. Asrama XIV : ‘Hidayatul Quran’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.800.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  21. Asrama XV : ‘Al-Falah’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.825.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  22. Asrama XVI : ‘Asyafaruma’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 500.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  23. Asrama XVII : ‘ARROMEL’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.630.000, Biaya Perbulan: Rp. 80.000.(Belum termasuk biaya makan/catering) Informasi detail bisa dilihat: disini.
  24. Asrama XVIII : ‘AL-HUNNAIN’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 550.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  25. Asrama XIX : ‘WISMA KA’BAH’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.070.000, Biaya Perbulan: Rp. 120.000.(Belum termasuk biaya makan/catering)Informasi detail bisa dilihat: disini.
  26. Asrama XX : ‘Al-HAMBRA’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.450.000, Biaya Perbulan: Rp. 450.000.(Belum termasuk biaya makan/catering)Informasi detail bisa dilihat: disini.
  27. Asrama XXI : ‘ARDALES’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.600.000, Biaya Perbulan: Rp. 390.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  28. Asrama XXII: ‘PONDOK TINGGI’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 3.250.000, Biaya Perbulan: Rp. 500.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  29. Asrama XXIII: ‘BAITUL MAQDIS’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 2.200.000, Biaya Perbulan: Rp. 365.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  30. Asrama XXIV: ‘AL-MADINAH’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.500.000, Biaya Perbulan: Rp. 370.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  31. Asrama XXV: ‘AL-ASSADIYAH’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 4.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 650.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  32. Asrama XXVI: ‘AL-HASYIMI’ Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 400.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  33. Asrama XXVII: ‘AL-FURQON’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.350.000, Biaya Perbulan: Rp. 380.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  34. Asrama XXVIII: ‘AR-RIFAI’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 300.000, Biaya Perbulan: Rp. 90.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  35. Asrama XXIX: ‘QUEEN AL-AZHAR’ Putri. Biaya Masuk Awal: Rp. 8.000.000, Biaya Perbulan: Rp. 800.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.
  36. Asrama XXX: ‘ARRISALAH’ Putri dan Putra. Biaya Masuk Awal: Rp. 1.750.000, Biaya Perbulan: Rp. 430.000. Informasi detail bisa dilihat: disini.

 

darul_ulum_02

Salah satu Asrama di Pondok Induk Darul Ulum

Adakah Tips Memilih Asrama?

Pada dasarnya standard pendidikan di masing-masing asrama kurang lebih sama. Yang perlu diperhatikan adalah biaya tinggal di asrama. Fasilitas masing-masing asrama beragam sesuai dengan biaya yang ditetapkan. Semakin mahal, logikanya fasilitas yang disediakan semakin bagus.

Bagi calon santri yang ingin lebih intensif belajar agama, khususnya bagi yang sudah mondok sebelumnya, misal SMP nya sebelumnya di Pondok Pesantren, untuk santri putra, Asrama XXI: ARDALES dan Asrama Pondok Induk mungkin bisa jadi pilihan yang tepat, karena disini dikaji kitab-kitab kuning secara lebih Intensif, seperti kitab Tafsir Jalalain, Al-Hikam, Bukhori Muslim, dll yang dikaji bersama KH. Cholil Dahlan. Bagi santri yang berniat menghafal Alquran, Asrama XIV : ‘Hidayatul Quran’ bisa menjadi pilihan yang paling tepat. Selanjutnya buat santri putri yang menginginkan fasilitas pondok pesantren di atas rata-rata, mungkin  Asrama XXIX: ‘QUEEN AL-AZHAR’ atau ‘Attin’ bisa menjadi pilihan yang tepat.

Berapa biaya kuliah di Universitas Pesantren Darul Ulum?

Biaya kuliah di UNIPDU relatif terjangkau, bisa dilihat di Tabel di bawah. Informasi terbaru tentang pendaftaran dan biaya pendaftaran bisa dilihat di website UNIPDU: http://www.unipdu.ac.id

biaya_kuliah_unipdu

Biaya Kuliah di UNIPDU

Kapan Pendaftran Pondok Pesantren Darul Ulum?

Setiap tahunya, pendaftaran santri baru dibuka sekitar bulan Mei-Juli. Untuk informasi terbaru bisa ditanyakan melalui Telp. (0321) 866686. Update: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pembelajaran 2015-2016 : 2 Mei s.d 7 Juni 2015, Pada setiap hari Sabtu – Kamis (Hari Jumat Libur, hari Ahad buka), pukul 08.00 – 16.00 WIB. Tes Masuk: 08 Juni 2015 s/d 09 Juni 2015. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di: http://psb.ponpesdarululum.id/info-ppdb.html

Update Pendaftaran Santri Baru 2016/2017

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pembelajaran 2016/2016 : 30 April 2016 – 19 Juni 2016. Pelaksanaan Tes : 20-21 Juni 2016. Pengumuman Hasil Tes: 24 Juni 2016. Daftar Ulang : 24-25 Juni 2016.  Pendaftaran online : http://psb.ponpesdarululum.id

 

PPDB_PPDU_2016

PPDB Santri Baru 2016/2017

 

Waktu Pendaftaran : Sabtu – Kamis pukul 08.00 – 16.00 WIB (Jumat Tutup, Sabtu-Minggu Buka)

Informasi Lebih lanjut :SMA DArul Ulum 1,  SMA Darul Ulum 2

Dimana Tempat Pendaftaran Pondok Pesantren Darul Ulum?

Pendaftaran bisa dilakukan langsung di Kantor Pusat Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso Peterongan Jombang atau secara online di http://psb.ponpesdarululum.id

Apakah Persyaratan Masuk Darul Ulum Jombang? 

Semua yang mondok di Darul Ulum wajib sekolah, baik di Sekolah Madrasah maupun Sekolah umum. Oleh karenanya, persyaratan utama adalah memiliki ijasah/raport terakhir dari jenjang sekolah sebelumnya. Selain itu, hampir semua sekolah/unit pendidikan di PPDU melalui tahap tes (meliputi tes tulis dan tes wawancara), untuk lebih detail lihat di Brosur.

Apakah ada Tes Masuk Pondok Pesantren Darul Ulum?

Untuk dapat diterima di sekolah-sekolah di PP Darul Ulum, diadakan tes masuk. Tes Hari Pertama meliputi: Ujian Psikotes dan Tes Potensi Akademik oleh tim BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Jakarta, Meliputi : Pemahaman, Penalaran, Numerik dan Bidang Studi (Matematika, IPA, IPS). Tes Hari Kedua : Wawancara Kemampuan Dasar Keagamaan dan Test Bahasa Inggris.

Dimana santri tinggal selama di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Semua santri harus tinggal di asrama baik di Pondok Induk, Pondok Tinggi, maupun di Asrama ndalem, yang bisa dipilih oleh santri / Wali Santri. Lihat daftar asrama: Disini atau Disini.

Apakah ada Thoriqah di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Ya Thoriqoh menjadi bagian tak terpisahkan dari Pondok Pesantren Darul Ulum. Thoriqoh yang ada di Pondok Pesantren Darul Ulum adalah Thoriqah Qodiriyah Wannaqsabandiyah. Mursyid thoriqoh di darul ulum saat ini adalah KH Dimyati Romly, yang juga ketua umum pengasuh pondok pesantren Darul Ulum, menggantikan para mursyid sebelumnya, seperti: KH Romly Tamim, KH Musta’in Romly, dan KH Rifai Romly.

Kegiatan rutin thoriqoh ini diantarnya adalah kemisan, yang diselenggarakan di masjid pondok induk Darul Ulum. Dan suwelasan yang diadakan setahun tiga kali. Kegiatan Thoriqah ini diikuti warga masyarakat umum (biasanya sudah senior) di kabupaten Jombang dan sekitarnya.

Fasilitas Apa Saja yang Ada di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang?

  1. Setiap unit pendidikan memiliki gedung sendiri dengan fasilitas yang lengkap
  2. Asrama Santri
  3. Kantin
  4. Jasa loundry
  5. Lapangan sepak bola
  6. Gedung olah raga (GOR)
  7. Rumah sakit UNIPDU Medica
  8. ATM (BCA, BRI Syariah) di dalam pondok
  9. Language acces centre.
  10. Perpustakaan Pondok

 

Bagaimana gambaran kehidupan di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Sekilas tentang potret kehidupan di pesantren Darul Ulum, bisa dilihat dalam dokumentasi video berikut ini:

Bagaimana gambaran suasana sekolah di Pondok Pesantren Darul Ulum?

Potret suasana sekolah di Darul Ulum bisa dilihat disini:

Dan juga disini:

Dimana Informasi Lebih lanjut tentang Pondok Pesantren Darul Ulum?

Bisa dilihat di website, brosur (terlampir), maupun Telp. (0321) 866686

Bagaimana Prosedur Pendaftaran, dan Persyaratan Mendaftar di Darul Ulum?

Penjelasan lebih detail bisa dilihat pada brosur informasi pendaftaran berikut ini:

DOWNLOAD

  1. Brosur Pendaftaran Pondok Pesantren Darul Ulum 2014/2015 (PDF/E-Brosur).
  2. Brosur SMA DU 2 BBPT 2014/2015 (PDF/E-Brosur 1 /E-Brosur 2)
  3. Brosur SMA DU 2 BBPT 2015/2016: DISINI

Masih Ragu menyekolahkan anak di Pondok?

Bagi kebanyakan orang, terutama golongan menengah ke atas,  pondok pesantren mungkin hanya dipandang sebelah mata.  Kumuh, terbelakang sering dikonotasikan pada sistem pendidikan tertua di Indonesia ini. Bahkan, banyak yang berfikir: ” Mau jadi apa sekolah di pondok? Mau jadi teroris? “. Melepaskan anak di pondok pesantren sendiri, jauh dari orang tua bisa menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak orang tua.

Tapi percayalah, saya sebagai salah satu alumni Darul Ulum, berani mengatakan bahwa darul ulum adalah tempat yang tepat. Tidak saja belajar materi pelajaran seperti di sekolah umum di luar. Disini, saya merasa belajar tentang kehidupan. Hidup bersama dengan banyak orang di asrama, sekilas terlihat menderita. Tetapi justeru disinilah, saya menemukan kebahagian hidup dan belajar banyak tentang hidup. Belajar kemandirian, kestiakawanan, tepo seliro. Dan juga belajar tentang kesederhanaan dan kebersahajaan hidup.  Peran kyai dan Ibu nyai di Pesantren juga besar dalam membimbing kita menemukan arti hidup sebenarnya.

Buat orang tua yang masih ragu, mungkin tulisan blog salah satu wali santri dari kota Denpasar ini bisa menjadi salah satu inspirasi, monggo silahkan dibaca disini. Dan juga buat orang tua dari golongan berada, yang anaknya terbiasa hidup bergelimang harta, sekarang di Darul Ulum sudah ada asrama kelas eksekutif (kayak naik kereta api saja hehehe…), silahkan cek informasinya disini : Asrama Attin.  Asrama ini dibangun khusus untuk membidik calon orang tua santri dari golongan berada, dan dibangun dengan sponsor pribadi dari Ibu Titik Suharto. Untuk asrama kelas bisnis/eksekutif (tidur pakek dipan, mandi pakek shower, satu kamar 4 orang) lainya bisa tinggal di asrama hurun iin, muzamzamah, chosiyah (untuk putri), dan asrama Pondok Tinggi (untuk putra). Sedangkan untuk asram kelas ekonomi (tidur tidak pakai dipan, bisa beli kasur lipat, satu kamar lebih dari sepuluh orang) : bisa tinggal di asrama putri 1 – 8 , dan asrama di pondok induk untuk putra.

Setiap asrama, memiliki program dan biaya sendiri. Yah, kalau ingin mengajari  putra-putri anda tentang kesederhanaan dan kebersahajaan hidup yang menjadi ciri khas pesantren, tinggal  lah di asrama kelas ekonomi. Saya dulu, tinggal di asrama, satu kamar 20 orang dari berbagai daerah. Tidur tanpa kasur tanpa bantal, hanya ada beberapa bantal di asrama yang jadi rebutan. Kadang juga pakai bantal sajadah dilipat-lipat. Lebih seringnya, tidak pakai bantal. Tapi justru dalam hidup penuh keprihatinan itulah, saya belajar banyak tentang hidup ini. Membuat saya menjadi peka terhadap orang lain, mudah empati terhadap orang lain. Serta yang lebih penting, membuat saya menjadi pribadi yang tidak cengeng, tahan menderita, tabah, dan lebih tough menajalani hidup. Sekarang, sepuluh tahun lebih berlalu, saya melihat justru teman-teman yang waktu di pesantren penuh keprihatinan inilah yang saat ini terlihat sangat sukses dalam hidupnya.

Berapa Nomor Kontak Pondok Pesantren Darul Ulum?

Informasi profil PP Darul Ulum bisa dilihat di website : http://ponpesdarululum.id . Pertanyaan lewat telepon bisa ditanyakan di Kantor Pusat Pondok Pesantren Darul Ulum: No. Telp. (0321) 866686. 

Untuk menghubungi masing-masing asrama di PP Darul Ulum bisa dilihat di Tabel Asrama PP Darul Ulum (Termasuk No. Telp. masing-masing asrama di PP Darul Ulum): Disini

Related Post:

***
Thanks for Reading 🙂
Matur Nuwun!
Jangan lupa, Untuk Cerita Lebih Seru, Please subscribe, My Youtube Channel ya! Klik: youtube

Advertisements

Tentang Pesantren-Pesantren NU

Miris rasanya, melihat pergaulan bebas anak remaja jaman sekarang. Masih SMP sudah banyak yang sudah bunting, Mudah diperdaya oleh laki-laki hidung belang hanya lewat Facebook, begitu mudahnya terbawa budaya ikut2an mode/ gaya hidup yang mendera di tengah-tengah era keterbukaan informasi. Seolah mereka tak memiliki jati diri, tak memiliki pegangan hidup yang pasti.

ppdu_jombang

Ilustrasi: Kantor Pusat PP Darul Ulum Jombang

Pesantren? Apa yang terlintas di pikiran  sampean ketika mendengar kata Pesantren? Mungkin terlintas di kepala sampean sarung dan kopiah, atau udik, terbelakang, tradisional, sarang teroris. Tempat orang-orang nakal, atau justru  sebaliknya tempat orang-orang alim? Tapi buat saya pribadi, pesantren begitu berarti dalam hidup saya. Saya paling bangga jika menyebut diri saya alumni pesantren. Tempat yang membentuk saya personally, tempat yang menempa saya bagaimana memandang, memaknai, dan menjalani kehidupan ini.

Sayang nya, banyak orang yang salah memandang institusi pendidikan tertua ini. Dahulu, oleh orang barat pesantren pernah di pandang sebagai sarang teroris. Dipandang sebagai tempat  untuk pengkaderan orang-orang militan, yang menghalalkan kekerasan atas nama Tuhan. Adalah Gus Dur orang yang berhasil menunjukkan kepada dunia, tentang Islam Indonesia, yang damai, moderat, santun, dan tidak berbenturan dengan dunia barat. Gus Dur lah yang getol, mengajak para akademisi barat blusukan ke pesantren-pesantren NU, untuk melihat langsung bagaimana pesantren-pesantren NU ini. Untuk menunjukkan secara langsung pandangan bahwa pesantren adalah sarang teroris dan akar militansi islam adalah pandangan yang benar-benar salah. Sehingga sekarang, kalau kita mau menulis artikel ilmiah tentang NU, tentang pesantren, justru profesor rujukanya bisa jadi orang Belanda, orang Australia, atau orang Amerika.

Gus Dur jugalah yang mengangkat pesantren ke pentas dunia. Pesantren yang identik dengan nilai tradisional dan keterbelakangan ini justru mampu, memunculkan anak-anak pesantren NU keluar dengan pemikiran-pemikiran Islam yang tidak berbenturan bahkan menawarkan ide-ide segar melengkapi kemajuan jaman. Sehingga muncullah, istilah masyarakat Madani, Islam yang pro demokrasi, Islam yang pro kesetaraan gender, dan sebagainya.

Baiklah, kali ini saya mau sharing tentang  Pesantren-Pesantren NU. Secara garis besar semua pesantren NU memiliki kesamaan, sebagaimana pada tulisan saya sebelumnya disini. Akan tetapi, pada perkembanganya, seiring dengan kemajuan jaman, pesantren-pesantren NU ini pun berubah beradaptasi dengan kebutuhan dan tuntutan jamanya masing-masing. Tetapi ada juga yang mencoba bertahan, mempertahankan  tradisi lama, mempertahankan ciri khas pesantren dan mencoba tak lekang di makan jaman. Menurut pengamatan, asal-asalan saya, pesantren-pesantren NU ini bisa dikategorikan menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Pesantren Syalafiah

Ini yang sebenarnya aslinya pesantren, sejak berabad-abad yang lalu, yang sampai sekarang masih bertahan. Model pendidikan asli Indonesia. Di Pesantren ini, kurikulumnya 100% kurikulum pesantren, yang boleh dibilang 100% pendidikan agama. Pendidikan berpusat pada Madrasah Diniyah dan Kajian Kitab Kuning. Ilmu yang dipelajari meliputi kajian ilmu alat (Nahwu dan Sharaf) atau grammar bahasa Arab, sampai dengan sastra Arab (seperti mantiq dan balagah), Ilmu Fikih, Hadis, Tafsir Alquran, Tasawuf, dsb. Ilmu agama benar-benar dipelajari secara intensive dan mendalam. Saya berani bertaruh, kalau lulusan pesantren ini pengetahuan agama nya lebih mumpuni daripada lulusan perguruan tinggi islam umum seperti UIN atau IAIN. Di pesantren jenis ini tidak ada sama sekali sekolah atau Madrasah umum seperti di luar pesantren.

Ilustrasi: Santri Pesantren Sidogiri, (Courtesy: http://ghozalios.blogspot.co.uk/ )

Seiring dengan kecenderungan manusia Indonesia yang semakin materialistis, pesantren ini mulai banyak ditinggalkan. Biasanya pesantren ini sekarang hanyalah pesantren kecil di desa-desa yang jumlah santrinya tinggal ratusan atau bahkan tinggal puluhan. Pesantren-pesantren kecil ini biasanya, hampir sama sekali tidak mengenakan biaya pendidikan kepada santri-santrinya. Tetapi ada juga pesantren syalafiah yang hingga saat ini bisa tetap eksis dengan jumlah santri di atas 10.000, contohnya adalah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Langitan Tuban, dan Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.

Menurut hemat saya, Pesantren Sidogiri bisa dijadikan contoh model pesantren syalaf yang paling sukses yang tak lekang di makan jaman. Meskipun tidak mengadopsi sekolah umum formal, pesantren ini bisa mandiri dalam arti sesungguhnya. Bagaimana tidak, pada saat banyak pesantren lainya, banyak yang mengharap bantuan dari pemerintah, dari politisi, maupun sumber-sumber dana lain. Pesantren ini bisa mandiri dengan usaha perekonomian nya sendiri yang berbasis pesantren. Sebut saja pesantren ini memiliki usaha air dalam kemasan, usaha koperasi, usaha perbankan dalam bentuk Baitul Maal wat Tamwil, usaha travel umroh dan haji, usaha percetakan dan sebagainya. Disebut, omset usaha koperasinya saja sudah bisa tembus Rp. 1 triliun [ 1 ].

Jadi, jika sampean berkeinginan untuk benar-benar paham terhadap ilmu agama Islam, tafaquh fiddin, pesantren jenis ini menurut hemat saya, sangat pas buat anda, ketimbang sekolah di madrasah atau perguruan tinggi milik pemerintah ( e.g. Madrasah Ibtidiyah/Tsanawiyah/Aliyah, IAIN/STAIN/UIN).

 2. Pesantren Hybrid (Syalaf + Kholaf)

Sesuai dengan jargon pesantren, “al muhaafazhatu ‘alal qadiemis shalih wal akhdzu bil jadidiel ashlah”, yaitu melestarikan nilai-nilai tradisional yang positif, serta saat bersamaan mengapresiasi inovasi-inovasi baru yang lebih membawa maslahat besar bagi kehidupan masyarakat. Sebagian besar pesantren, mulai terbuka atau responsif terhadap perubahan jaman. Pesantren-pesantren dalam perkembanganya mulai membuka Madrasah dan Sekolah Umum. Tidak hanya Madrasah Ibtidiyah/Tsanawiyah/Aliyah/ Sekolah Tinggi Agama Islam tetapi juga sekolah-sekolah umum e.g. SD, SMP, SMA, SMK, Universitas.

ILustrasi: PP Bahrul Ulum Tambak Beras (Source: http://siakero.blogspot.co.uk)

Menurut hemat saya, jenis pesantren ini adalah mayoritas pesantren-pesantren NU saat ini. Selain tetap menjalankan core tradisi pendidikan kepesantrenanya, pesantren ini juga membuka sekolah-sekolah atau madrasah. Mereka berprinsip tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, semuanya penting dan semua harus dipelajari. Akan tetapi dalam penyelenggaraanya, bukan pekerjaan mudah memang menyeimbangkan apalagi berharap sama-sama mendapatkan ilmu dengan kualitas maksimal antara ilmu agama dan ilmu umum. Apalagi kalau berharap dapat ilmu agama yang mendalam sebagaimana di pesantren salaf, sekaligus mendapatkan ilmu umum yang bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum favorit di luar pesantren. Tidak jarang, pada akhirnya pesantren jadi berat sebelah.

Sehingga menurut saya, lebih spesifik lagi ada tiga jenis pesantren ini. Yang pertama, pesantren yang lebih berat ilmu agamanya. Sebagai contoh adalah Pondok Pesantren Darussalam, Blok Agung, Tegalsari, Banyuwangi. Termasuk pesantren Manbaul Ulum, dan Minhajut Thulab, di Kabupaten yang sama. Di Pesantren ini, sampean bisa belajar agama yang cukup sebanding dengan di pesantren syalaf. Kitab-kitab kuning besar seperti Ihya Ulumiddin, juga masih dikaji di pesantren ini. Sampean juga tidak perlu khawatir tidak memiliki ijasah sekolah umum, karena di pesantren ini juga ada Madrasah Ibtidiyah/Tsanawiyah/Aliyah/ Sekolah Tinggi Agama Islam maupun SD, SMP, SMA, SMK. Tetapi, untuk kualitas sepertinya saya harus jujur, sebagaimana kebanyakan sekolah di pesantren NU kebanyakan, masih ala kadar nya. Rasanya, sulit lulusan SMA/MA dari pesantren jenis ini yang bisa bersaing dengan SMA Negeri di luar pesantren untuk bisa diterima di perguruan tinggi negeri umum favorit. Untuk menjembatani kesenjangan itu, Depag memiliki program khusus program beasiswa santri berprestasi  yang merupakan jalur khusus alumni pesantren untuk diterima di PTN favourite tanpa melalui jalur umum.

Yang kedua adalah pesantren yang relatif seimbang antara Ilmu agama dan Ilmu umum nya. Contoh dari tipe pesantren ini adalah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, dan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denayar Jombang. Dibanding dengan sebelumnya, kualitas sekolah umum di pesantren ini cukup bagus. Di Bahrul Ulum misalnya, di pesantren ini terdapat Madrasah Aliyah Negeri Tambak Beras, yang cukup terkenal.

Yang ketiga adalah pesantren yang kualitas sekolah umumnya sangat bagus, bisa bersaing bahkan bisa dibilang lebih bagus dari sekolah umum di luar pesantren. Akan tetapi, anda jangan berharap bisa mendalami ilmu agama sedalam di pesantren syalaf. Sebuah majalah NU pernah menyindir, Kitab Kuning merana di pesantren ini. Walaupun minim jika dibandingkan dengan pesantren syalaf, teapi tentunya pendidikan ilmu agama di pesantren ini jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan di sekolah umum. Pondok pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan Jombang dan PP Amanatul Ummah adalah contoh sempurna dari jenis pesantren ini. Di pesantren ini, terdapat sekolah-sekolah unggulan seperti SMP Negeri Unggulan 3 Peterongan, SMA Unggulan Darul Ulum 1 BPPT, SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT RSBI  (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional Sebelum dihapus).

smu_du_2

Ilustrasi: Santri Darul Ulum di SMA Unggulan DU 2 BPPT

Alumni sekolah di pesantren ini banyak sekali yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri favorit seperti ITS, Unair, UGM, UNDIP, ITB, IPB, UI. Sehingga tidak sedikit yang pada akhirnya banyak alumni pesantren ini yang jadi dokter, insinyur, ahli hukum tata negara, dan berbagai profesi lainya. Pesantren ini seolah ingin membuktikan bahwa alumni pesantren tidak hanya bisa jadi ahli agama, tetapi juga bisa sukses di berbagai bidang profesi kehidupan.

Jadi kalau sampean pingin sekolah di sekolah yang tidak kalah bagus di SMP atau SMA Negeri favorit di kota kamu, semisal sampean pengen jadi Ahli hukum, Dokter, Insinyur sekaligus  ingin memiliki fondasi dasar keagamaan yang kuat (ingat level dasar, bukan advanced lowh), pesantren jenis ini adalah pesantren pilihan terbaik buat sampean.

3. Pesantren Modern (Kholaf)

Yang jelas di pesantren ini tidak ada kitab kuning. Walaupun saya yakin awal mulanya NU, tetapi pesantren jenis ini mengklaim berdiri di atas semua golongan. Berbeda dengan pesantren NU yang bermadzaf Imam Syafii (Syalafiyah, As’ariyah) pesantren ini biasanya tidak mengklaim bermahdzab pada mahdzab tertentu. Saya lebih senang menyebutnya boarding school untuk jenis pesantren ini. Biasnya di pesantren modern ini digunakan bahasa internasional, yaitu bahasa Arab dan Inggris. Contoh dari pesantren jenis ini adalah: Pondok Modern Gontor, Pondok Modern Assalam Solo,  dan Pesantren Darunnajah.

Ilustrasi: Santri Pondok Pesantren Gontor Ponorogo

Pembentukan karakter yang mengkolaborasikan sistem pendidikan modern dan islam sangat kental di pesantren ini. Kedisiplinan dan penguasaan bahasa asing juga menjadi penekanan dari pondok pesantren modern ini. Pondok pesantren modern ini seolah ingin menepis anggapan pesantren yang identik dengan keterbelakangan, kumuh, dan anti kemajuan.

Jika sampean  berniat melanjutkan sekolah di Pondok Pesantren, atau sampean orang tua yang ingin menyekolahkan putra/putrinya ke pesantren semoga tulisan ini sedikit bisa memberi gambaran. Saya pribadi, sebagai alumni salah satu pesantren, sangat menyarankan untuk memilih pesantren sebagai jalur pendidikan yang tepat. Apalagi jika melihat mentalitas anak sekolah jaman sekarang yang begitu rapuh, yang begitu mudah terpengaruh oleh budaya luar dan mudah terberdaya dengan teknologi. Miris rasanya, melihat pergaulan bebas anak remaja jaman sekarang.  Masih SMP sudah banyak yang sudah bunting, Mudah diperdaya oleh laki-laki hidung belang hanya lewat Facebook, begitu mudahnya terbawa budaya ikut2an mode/ gaya hidup yang mendera di tengah-tengah era keterbukaan informasi. Seolah mereka tak memiliki jati diri, tak memiliki pegangan hidup yang pasti.

Dengan di pesantren, saya sangat yakin mereka setidaknya akan memiliki pegangan, dasar agama yang kuat yang membuat mereka tidak rapuh ketika terpaan ideologi, gaya hidup luar yang datang bertubi-tubi.  Mereka bisa memaknai  setiap episode kehidupan dengan bijak, karena memiliki kecerdasan spiritual yang diasah di pesantren. Bahwa keterbukaan informasi sebagai akibat dari kemajuan jaman tidak dapat dielakkan, karenanya kita perlu membekali anak-anak kita tidak hanya dengan ilmu tapi juga dengan Iman dan Taqwa. Kuat Ilmu, Kuat Iman, Kuat Takwa, agar anak-anak kita tidak sekedar sukses mengejar kesuksesan semu di dunia saja, tetapi juga sukses, selamat, bahagia di dunia dan di akhirat.