Ruang Tamu

Di dalam ruang tamu,
yang penuh kepatutan, kesantunan, etika, dan estetika.
Tak pernah boleh ada cela.
Mulutmu, kaki mu, muka mu, tangan mu
harus berwibawa.

Tetapi,
Ada senyum yang dipaksakan.
Ada kegusaran yang tertahan.
Ada ketulusan yang dipamerkan.
Ada bahasa hati yang disembunyikan.
Ada sandiwara yang sedang dimainkan.
Ada tawa tanpa kelucuan.

Tetapi,
di belakang ruang tamu, ada kamar belakang
saat setiap diri bisa menelanjangi diri apa adanya.

Jadi, kita bertemu di ruang tamu atau kamar belakang?

Dalam pertemenan dan pergaulan,
kadang kita lebih baik, hanya perlu bertemu di ruang tamu,
tidak lebih dari itu.
Biar semuanya selalu baik-baik saja.