Merindu mu

…. sekedar puisi-puisian – a random thought Andai tinta untuk menulis takdir belum mengering, Akan kuminta Tuhan merubah cerita ini. Agar dapat kuterus mendekap mu, sayang. Menciumi ubun-ubun mu, Menggenggam erat jemari kecil mu, Membiarkan mu, menggigit jari ku. Tapi, tinta telah mengering. dan meyakini bahwa cerita inilah yang terbaik adalah keniscayaan. Biarlah, aku belajar Continue reading Merindu mu

Pulang … untuk kembali lagi.

… tak apalah, biar aku mundur beberapa langkah ke belakang, untuk kemudian lari kencang-kencang ke depan. Seperti anak ketapel dan anak panah, yang harus ditarik diulur ke belakang agar melesat jauh ke depan menggapai sasaran . Arggh…. akhirnya aku menyerah pada rasa kerinduan yang semakin membuncah menyesakkan dada ini. Romantisnya musim gugur setahun lalu ketika Continue reading Pulang … untuk kembali lagi.