Tag Archives: puisi musim dingin

Penggembala Rasa

… sekedar puisi-puisian di musim dingin – a random feeling

penikmat_sastra_edit

Ilustrasi: Gembala Kambing

Tuhan,
Kau telah uji aku dengan segenap rasa,
Rasa-rasa kehidupan milik Mu.

Dari yang menyesakkan rongga dada,
Hingga yang melegakanya.
Atau di antara keduanya.

Dari yang membuat jiwa melayang,
dan seluruh urat senyum terkembang,
Hingga yang menundukkan muka,
dan mengalirkan air mata.
Atau di antara keduanya.

Dari yang begitu menggairahkan hidup,
Hingga kekosongan yang mendera jiwa.
Atau di antara keduanya.

Kadang kau uji aku dengan ketakutan,
dan bayang-bayang keputus-asaan.
Kadang kau sisipkan rasa penuh harap,
dan keberanian menjalani tantangan hidup.

Kadang ku dalam kobar api dendam dan kebencian,
Kadang ku dalam dendang cinta dan kerinduan.

Kadang aku pun terjebak dalam rasa,
Yang tak bisa kuucap maupun kutuliskan

Dan,
Aku hanyalah sang penggembala rasa,
Cah angon yang menggiring setiap rasa,
Tetap menuju Mu.

Kadang aku baik-baik saja,
Kadang aku lupa dan terlena,

Kadang aku di jalan yang benar,
Kadang aku tersesat,
Kadang aku kembali.

Tuhan, maafkan segala ketidaksempurnaan ini,
Apa pun rasa kehidupan ini,
manis, pahit, getar, asam, asin, hambar,
Dan rasa yang hanya dapat dirasa saja
dengan segenap misterinya

Bimbinglah aku agar dapat menggiringnya,
Menggembalakan semua hanya menuju Mu.
Kembali ke rumah Mu, sepenuh kerinduan
saat perjumpaan dengan Mu, nanti.

Nottingham, 07/11/2016


Pemilik Rasa Ini

…. sekedar puisi-puisian menjelang musim dingin – a random feeling

snow_nott

Ilustrasi: Musim Dingin

Ada berbagai warna di dunia,
Karenanya, jadilah indah alam jagat raya,
Dan,
Tentulah Dia pemiliknya.

Ada ribuan rupa di dunia,
Karenanya, jadilah menarik panggung kehidupan semesta,
Dan,
Tentulah Dia juga pemiliknya.

Ada milyaran peristiwa di dunia,
Karenanya, jadilah bermakna cerita perjalanan manusia,
Dan,
Tentulah Dia jua pemiliknya.

Kemaren, angin musim gugur berhembus sangat kencang,
Menghempaskan nyaris seluruh daun pepohonan
Di taman bermain samping rumah ku,
Meninggalkan jutaan rasa merubung di dalam jiwa.

Saat malam-malam telah memanjang,
Dengan segenap nyanyian sunyi dan hawa dingin yang mengiringinya,
Rasa ini tumpah ruah menghajar hati,

Ku tahu, tentang rasa ini,
Untuk siapa, dan siapakah pemiliknya.
Tetapi,
Aku tak pernah tahu, untuk apakah gerangan Dia menciptakanya?

Nottingham, 05/11/2016