pjka

Ritual PJKA

… hanya menulis pikiran yang sepintas lalu hadir di fikiran – a random thought

snow_nott

a random illustration

Sepasang lelaki dan perempuan memutuskan untuk menikah tanpa proses pacaran. Lewat ta’aruf saja, alias persengkokolan perjodohan, lebih syar’i katanya. Lagian, usia sudah tak lagi muda. Toh, ikhtiar penjajakan bernama ‘pacaran’ tak menjamin langgengnya usia pernikahan. Pun sebaliknya, banyak cinta tumbuh mewujud dalam pernikahan yang langgeng, meski lewat perjodohan semata.

Tetapi pernikahan memang tak melulu tentang cinta-cinta. Nyatanya tak pernah mudah menyatukan isi dua kepala yang berbeda, meski rambut boleh sama hitamnya. Imajinasi suami akan istri solehah yang selalu menurut apa kata suami, mengabdi sepenuh hati dengan merawat suami dan buah hati di rumah rasanya hanyalah ilusi. Suami dan istri pun kekeuh meniti karir sendiri-sendiri. Meski, berpisah kota adalah konsekuensinya.

Sang suamipun mengalah, ritual PJKA: Pulang Jumat Kembali Ahad, pun ditempuhinya. Sepanjang hari kerja hidup sendiri di ibu kota. Jumat malam pulang untuk kembali lagi hari minggu petang. Hidup bersama pun nyaris hanya sabtu-minggu saja.

Rupanya, berjauhan tidak selalu mudah. Terlebih, ketika Tuhan karuniakan malaikat kecil untuk keduanya. Rasanya cinta pada si kecil melebihi cinta pada ibunya. Jadilah hari-hari merajut rindu. Jadilah sabtu-minggu hari yang selalu ditunggu-tunggu. Hari pelampiasan rindu yang mengharu biru.

Apakah kamu sepasang lelaki dan perempuan itu? Argh, manusia modern apa yang engkau cari?

***
Thanks for Reading 🙂
Matur Nuwun!
Jangan lupa, Untuk Cerita Lebih Seru, Please subscribe, My Youtube Channel ya! Klik: youtube