perjalanan kereta

Di Area Tunggu Keberangkatan Kereta Api

… tulisan untuk membunuh waktu menunggu – a random thought

blog_st_gubeng

Area Tunggu : St. Gubeng

Aku menulis cerita ini sambil duduk di salah satu kursi deret pojok paling belakang, di area tunggu keberangkatan kereta api, Stasiun Gubeng Surabaya. Dengan Di pagi hari yang cerah dan sudah menghangat ini, kereta ku dijadwalkan baru akan datang dan berangkat 1 jam lagi.

Seorang perempuan berjilbab kain bermotif kotak-kotak hitam-putih, seperti papan catur atau motif kain yang biasa dijumpai di Pulau Bali untuk membungkus pohon atau pura tempat persembahyangan, sedang menggelar konser organ tunggal. Aduhai suaranya amat merdu sekali. Menembangkan lagu-lagu kenangan tempo dulu, lagu religi, lagu jawa, pun lagu kekinian.

“ …. ternyata aku makin cinta, cinta sama kamu, hanya kamu seorang” suara si mbak itu begitu menyentuh hati dan menggetarkan relung-relung jiwa. Aku yakin banyak orang yang terhanyut terbawa nostalgia cerita masa lalu yang mengiringi lagu-lagu yang dibawakan si mbak. Apalagi kulihat banyak calon penumpang senior alias sepuh di area tunggu ini.

Yang kutahu, di stasiun gubeng baru ini memang tempat mangkalnya pengamen-pengamen berkelas. Salah satunya si mbak ini. Tidak hanya menghibur para calon penumpang, si mbak yang manis dan murah senyum ini tak pernah absen menginformasikan nama kereta yang datang dan berangkat dari stasiun, menggantikan tugas petugas stasiun.

Hari ini di stasiun masih terasa suasana riuh euforia lebaran. Area tunggu penuh sesak dengan calon penumpang dengan koper-koper besar. Bahkan banyak calon penumpang yang tidak kebagian tempat duduk di area tunggu, duduk ndlosor di lantai. Calon penumpang didominasi rombongan keluarga. Maklum, masa libuan sekolah baru akan berakhir satu minggu lagi.

Disamping kiri ku duduk seorang bapak-bapak yang sudah lumayan sepuh, sedang khusuk merapal bacaan ayat-ayat suci dan doa dari buku saku kecil berjudul “Majmuk Syarif”. Aku langsung teringat nostalgia di pesantren dulu, buku saku kecil ini setia menemani ku sepanjang hari. Setidaknya setiap pagi dan petang ku rapal bahkan kuhapal ayat-ayat suci dan doa-doa dari buku saku ini. Di depanku seorang perempuan dengan pakain sosialita syar’i yang terlihat berkelas terlihat sibuk dengan handphonenya. Seorang porter membawakan dan menjaga koper si ibu ini.

Stasiun Gubeng Surabaya
Sabtu 09:00, 08-Juli-2017 / 14 Syawal 1438 H

Advertisements