Advertisements

Tag Archives: pengajian PeDLN

Merayakan Kemerdekan di Desa Kelahiran Shakespeare

… merdeka berarti harus membangun, bukan untuk pribadi atau golongan, makmur untuk semua, adil untuk semua,hukum pun berlaku untuk semua. – Nasida Ria

Keceraan Anak2

Kecerian Anak-Anak Indonesia (Startford-Upon-Avon, UK)

Beberapa hari yang lalu, ketika ‘on the phone’ sama Emak, Si Emak bertanya kepada saya: ” nang kono yo opo ono Karnapal, le?“. Dalam hati saya membatin: “emange, iki negorone sopo emak mak, kok ono karnaval 17an”. Yah, ceritanya si Emak lagi menceritakan kegiranganya karena Karnaval tingkat kecamatan ini sangat meriah. Ada tiga kecamatan terdekat dari desa kami, kecamatan tegal dlimo, purwoharjo, dan Cluring. Dan karnaval di ketiga kecamatan di Banyuwangi itu, tahun ini jauh lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

startford_14

Ibu-ibu dengan Tongkat Narsis nya

Bulan Agustus memang selalu membawa keceriaan sendiri. Di bulan ulang tahun kemerdekaan Indonesia ini, banyak festival yang banyak mengundang kebahagiaan. Ada karnaval, gerak jalan, dan lomba-lomba tujuh belasan lainya. Dan buat rakyat akar rumput semacam kami ini, itulah arti kemerdekaan itu dari tahun-tahun. Ada festival, yang bisa melupakan sejenak beratnya beban hidup. Beban hidup, yang semakin berat dari tahun ketahun. Selain, ajakan Pak Modin untuk mensyukuri kemerdekaan dengan membuat ‘ambengan’ selepas maghrib di masjid dan langgar di malam tanggal 17 Agustus.
***

startford_07

Sekilas tentang kota Stratford-Upon-Avon

Rasanya sudah lama sekali saya tidak menyaksikan kegembiraan, euforia tujuhbelasan itu. Bahkan, saya sudah lupa kapan terakhir mengikuti upacara bendera. Singat saya ya waktu masih di pesantren dulu, yang artinya sudah lebih sepuluh tahun yang lalu. Apalagi, dalam posisi berada di negara orang seperti saat ini, jelas tidak bisa sembarangan mengibarkan bendera merah putih.

startford_09

Rumah Kelahiran William Shakespeare

Walapun demikian, setiap orang berhak mengekspresikan euforia dan memaknai hari kemerdekaan itu dengan cara mereka sendiri. Seperti yang kami lakukan, sebagian warga Indonesia yang berada di Nottingham.

startford_12

Permainan Bola Voli Tim Bapak-Bapak

Untuk membunuh kejenuhan karena liburan sekolah musim panas yang terlalu panjang, saya bersama ‘geng’ pengajian mengadakan piknik bersama keluar kota yang biasa kami adakan setahun sekali. Kami, yang sebagian besar, sudah berkeluarga dan beranak itu, dengan menyewa 1 bus besar, mengadakan piknik ke Stratford-Upon-Avon (wuih, belibet banget yak namanya). Kota kecil ini dipercaya sebagai kota tempat kelahiran William Shakespeare. Siapa sih yang tidak kenal penulis, pujangga, penulis drama Inggris yang paling tersohor dan legendaris di dunia ini?

startford_03

Tarik Tambak : Tim Boys

Sampai di kota kelahiran Shakespeare yang nyaman ini kami mengadakan family day, di sebuah lapangan rumput yang sangat luas di pinggiran sungai yang airnya sangat jernih. Acara family day kali ini, kami isi dengan permainan-permainan, termasuk permainan tradisional Indonesia.

startford_02

Tarik Tambang : Tim Girls

Ada permainan bola voli, tarik tambang, balap kelereng, dan balap karung. Pertama, bapak-bapak nya main voli, sementara ibu-ibu asyik dengan permainan mereka sendiri. Dan anak-anak asyik bermain balon, layang-layang, atau sekedar kejar-kejaran di lapangan rumput yang hijau itu.

startford_13

Tarik Tambang : Tim Men

Untuk tarik tambang, semuanya terlibat. Bapak-bapak,ibu-ibu,dan anak-anak semua ikut ambil bagian. Tim boys melawan tim girls. Dan Tim Men melawan Tim Women.  Sementara untuk permainan balap karung, dan balap kelereng, khususon, untuk anak-anak. Yang tua, sebagai penggembira dan bagian yang tertawa hahaha, hihihi.

startford_05

Tarik Tambang: Tim Women

Menjalang duhur, permaianan kami sudahi. Berlanjut dengan menggelar tikar, untuk makan bersama. Yang kemudian dilanjut dengan sholat duhur berjamaah di atas rumput. Hehe, namanya geng pengajian, jadi pikniknya pun harus piknik syariah. Hehehehehe. Alias, tidak boleh meninggalkan sholat berjamaah.

startford_04

Lomba Balap Kelereng

Di lapangan rumput itu kami tidak sendiri (ya, eyalah). Kebetulan hari itu sangat cerah, sehingga ada ratusan atau mungkin ribuan orang juga berlalu lalang di sekitar kami. Namanya juga salah satu kota wisata, banyak rombongan orang berdatangan di tempat ini. Tetapi, tidak ada yang mampu menandingi kehebohan kami tentunya.

startford_06

Menu Piknik Kami

Saking hebohnya, ada wartawan BBC yang terkesima dan mewawancarai ketua rombongan kami. Sekedar bertanya dan penasaran, sedang ngapain sih kami ini. Kok, heboh banget. Yah, maklum di negara yang memiliki musim dingin konon membuat orangnya juga dingin-dingin, alias cuek. Sehingga, kehangatan, kebersamaan, orang-orang yang terlahir di daerah tropis ini, buat mereka menjadi sebuah kenggumunan.

***

startford_08

Ini rumah Pendiri Universitas Harvard, US

Setelah acara family day, selanjutnya adalah jalan-jalan menyusuri jalanan yang hanya boleh dilalui pejalan kaki menuju sudut-sudut kota kecil ini. Apa saja sih yang menarik dari kota kecil ini?

startford_10

Hotel dalam Arsitektur Rumah Tua

Overall, branding dari jualan kota wisata ini ya tidak lain dan tidak bukan Si Mbah William Shakespeare tadi. Tempat, yang dipercaya sebagai tempat kelahiran si penulis paling terkenal di dunia itu. Dalam hati kecil saya bertanya, lah emang apa istimewa nya dengan tempat kelahiran penulis itu?

startford_15

Salah Satu Sudut Kota Stratford-Upon-Avon

Toh dia hanya manusia biasa. Bukan nabi, atau wali. Ya kalau nabi atau wali, masih masuk akal lah kalau banyak orang yang tabarrukan, ngalap berkah di tempat kelahiran orang yang dianggap suci itu. Apalagi setelah sampai di depan rumah tua yang dipercaya sebagi tempat kelahiran nya itu, hanyalah rumah tua sederhaana. Yang untuk masuk harus bayar cukup mahal. Parahnya lagi, tidak boleh foto-foto.

startford_16

Sungai, Jembatan, dan Perahu

Buat orang Indonesia yang ketika jalan-jalan yang terpenting adalah foto-foto, tentu saja rumah itu sangat tidak menarik sekali. Hehehe. Alhasil, kami hanya jalan-jalan sebenar-benarnya jalan. Menikmati susana setting kota kuno. Rumah-rumah tua sengaja dibiarkan dengan ketuanya. Bahkan rumah doyong yang mau roboh pun sengaja dibiarkan kedoyonganya. Mungkin, orang-orang yang berduyun-duyun pergi ke kota ini sekedar mencari inspirasi, bagaimana menjadi seorang penulis besar selevel Shakespeare itu.

startford_18

Sungai dan Kapal Bersandar

Sepertinya, kota ini cocok buat orang-orang pecinta masa lalu. Atau buat orang-orang tua yang ingin bernostalgia dengan suasana jaman dahulu. Ada barang-barang antik, seperti perangko jadul yang dijual dengan harga sangat-sangat mahal.

startford_17

Pengamen Jalanan Yang Bikin Melting Suasana Hati

Selaian suasana kota tua, yang menarik dari kota ini adalah suasana alamnya. Ada sungai yang cantik dengan airnya yang jernih. Sekilas, seperti suasana di kota-kota di Belanda atau Italia. Kanal dengan kapal dan perahu-perahunya yang bersandar.

startford_11

Pesan Sponsor 😀

Setelah kaki kemeng jalan-jalan, kami duduk-duku di bangku panjang di pinggir jalan. Mengamati orang-orang yang berlalu lalang. Ada seorang pengamen yang suaranya aduhai indah sekali. Lagu-lagunya yang slow, bisa membikin suasana hati jadi melting. Dan hari pun beranjak senja, saatny kami segera bergegas untuk pulang.

Begitulah mungkin kehidupan ini, tidak sebentar, mung mampir ngombe, mung mampir ngguyu. Dan jika senja datang, kita harus pulang. Karena itu, tak baik jika terlena dengan jebakan-jebakan kehidupan ini. Karena itu, Keep Dzikrullah, sing eleng tur waspodo, eleng marang sangkan paraning dumadi. Ingat selalu dari mana kita berasal, dan akan kembali. Tidak lain dan tidak bukan, ya kita akan kembali kepada Tuhan.

***
Kembali ke memaknai kemerdekaan, di ulang tahun yang ke 70 ini, dimana pemerintah punya tagline yang paling sederhana sepanjang sejarah: Ayo Kerja ! yang mengisyaratkan ajakan untuk bekerja keras. Bagi saya pribadi, kemerdekaan yang sesungguhnya itu ketika: everyone has equal opportunity to work hard to secure a better future. Senada dengan penggalan lagu qasidah yang saya kutip di atas. Kita benar-benar merdeka,ketika anak-anak di desa memiliki fasilitas sekolah sama bagusnya dengan sekolah-sekolah di Jakarta. Memiliki guru-guru yang sama hebatnya dengan guru-guru di Yogyakarta. Memiliki Akses informasi yang sama mudahnya dengan anak-anak di Surabaya. Semua diberi kesempatan yang sama, untuk merubah nasibnya, apapun latar belakang ekonomi keluarganya.

Selamat Dirgahayu ke 70 negeri ku. Benar, segera, kami akan kembali, mengabdi ke pangkuan ibu pertiwi ku!

Advertisements

Mengeja Ayat-Ayat Cinta di Nottingham

Inspirasi itu seperti ikan-ikan di lautan. Jangan menunggu ikan yang besar datang menghampirimu. Tapi carilah ikan sebanyak-banyak nya ! – Kang Abik

pedln_mei_kangabik_ibu2_edit

Ibu-Ibu Nottingam Bersama Kang Abik (9 Mei, 2015)

Ada momen yang sangat berharga dua hari yang lalu. Kelompok pengajian kami di Nottingham, kedatangan tamu istimewa, yaitu Ustadz Habiburrhaman Elshirazy, atau yang dikenal dengan kang Abik. Ada yang tidak kenal? itu lho, penulis novel legendaris Ayat-Ayat Cinta. Buat saya, ini adalah pertemuan langsung ketiga saya dengan beliau. Pertama, bertemu di masjid Annur, Universiti Teknologi Petronas, Perak Malaysia, waktu masih S2 dulu. Kedua, beberapa minggu yang lalu di kota Birmingham. Dan ketiga ini, beliau datang menyapa warga Indonesia di Nottingham untuk casting film ayat-ayat cinta 2.

Alhamdulilah,  Nottingham dipilih sebagai salah satu tujuan lawatan beliau di UK, selain beberapa kota lain seperti Birmingham, Manchester, Durham, Edinburgh, Bristol, dan London. Lawatan beliau kali ini disponsori oleh yayasan Dompet Dhuafa dari harian Republika yang berencana membuka cabang di Inggris. Sekaligus survey lapangan, berkaitan dengan penulisan Novel terbaru beliau Ayat-Ayat Cinta 2 (A2C2), yang merupakan kelanjutan novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta. Menurut Kang Abik, saat ini Novel A2C2 sudah ditulis sekitar 40% dan sudah dipublikasikan secara berseri di harian Republika. A2C2 ini mengambil latar cerita di UK, khususnya di Edinburgh. Dalam novel ini, Fahri, sang tokoh utama, diceritakan menjadi dosen di Universitas Edinburgh, Skotlandia. Penasaran dengan A2C2? Jangan khawatir, cerita berseri ini bisa dibaca disini.

pedln_mei_2015_kangabik_bapak2_edit

Bapak-Bapak Bersama Kang Abik (Beeston, Nottingham, 2015)

Hebatnya, Kang Abik ini bisa melukiskan tentang keindahan kota Edinburgh di A2C2 sebelum beliau datang langsung di kota Edinburgh. Hebatnya lagi, ternyata apa yang Kang Abik lukiskan di novel itu tidak meleset dengan kondisi sebenarnya setelah beliau datang melihat dengan mata kepala sendiri di Edinburgh. lura biasa, seperti imajinasi yang menjadi kenyataan. Mungkin itulah sebabnya, katanya imajinasi itu lebih berharga dari sekedar ilmu pasti.

Untuk pengajian di Nottingham, Kang Abik menyampaikan satu ayat dari Alquran, QS Azzukhruf: 67, yang menurut kang abik, ayat inilah yang menginspirasi keluarnya ide menulis Novel legendaris Ayat-Ayat Cinta itu. Ayat itu berbunyi:

الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ – Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain kecuali mereka yang bertakwa.

Kata Alkhila’  di ayat ini maksudnya adalah orang-orang yang sangat saling mencintai, bisa jadi antar sahabat, antar orang tua dan anak, atau antar suami dan istri. Rasanya tidak mudah dibayangkan, bagaimana seorang yang sangat saling mencintai di dunia, seorang ayah dan anaknya misalnya, di akhirat nanti banyak yang saling bermusuhan. Orang tua bermusuhan dengan anaknya, suami bermusuhan dengan istrinya. Kecuali orang-orang yang bertakwa.

Karenanya kang Abik mengajak agar setiap relasi saling mencintai itu berlandaskan takwa, takut, pada Allah SWT. Hendaknya, relasi itu untuk saling mengingatkan ketaatan kepada Allah SWT. Jangan sampai kasih sayang dan cinta kita kepada anak-anak kita, kepada pasangan kita melenakan dari perintah Allah SWT. Misalnya, karena rasa kasihan anak kita yang kelelahan, sehingga kita membiarkanya tidak sholat, dan sebagainya. Kang Abik juga menggambarkan bagaimana indahnya relasi saling mencintai itu jika semata-mata karena Allah SWT. Semoga kita saling mencintai semata-mata karena Allah SWT. Semoga kecintaan kita kepada sesama manusia tidak melebihi kecintaan kita kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan ini, Kang Abik juga sharing bagaimana mendapatkan inspirasi ide-ide tulisan Novelnya. Beliau mengibaratkan, inspirasi-inspirasi itu seperti ikan-ikan di lautan. Kita jangan hanya sekedar menunggu datangnya, ikan besar yang datang mendekati kita. Tetapi kita harus yang aktif mengambil ikan-ikan di lautan ini. Dan jarang sekali inspirasi yang melahirkan karya besar itu datang tiba-tiba. Kebanyakan berawal dari inspirasi-inspirasi kecil.

Sebuah Catatan Pinggir

Buat saya pribadi, Kang Abik adalah salah seorang inspirator yang sangat mengesankan. Seperti orang-orang hebat sungguhan, bukan abal-abal, yang saya kenal pada umumnya, beliau adalah seorang sangat tawadu’ luar biasa. Saya orangnya agak pemalu dan malu-maluin, dibuatnya tertegun berkali-kali. Masak iya beliau yang menyapa saya duluan. Padahal siapa Kang Abik dan siapa saya. “Sini mas duduk di samping saya “ kata Kang Abik, padahal disampingnya sudah ada orang ;p.  ” saya sepertinya, pernah baca tulisan antum, di majalah yang ada santri-santrinya begitu” kata beliau membuka percakapan. Terus lagi, waktu orang-orang pada berebut foto selfie berdua dengan Kang Abik. Beliau yang mengajak saya foto berdua dengan beliau, “sini cak shon foto berdua”. Dan waktu istri saya minta foto sekeluarga, beliau juga minta dijepretkan dengan iphone beliau. Sungguh ketawadluan yang begitu mengesankan dan mungkin sulit saya lupakan sepanjang hidup saya.

foto_berdua_dengan_kang_abik_edit

The best selling books Author and The Future Ammiin (ih, aku kok ketok tuwek banget yo haha ;p)

Buat saya, beliau juga inspirasi untuk menjaga jimat orang Islam, yaitu budaya mikir dan budaya nulis. Apalagi, menggunakan budaya literature untuk berdakwah. Sungguh, sesuatu yang luar biasa menurut saya, Menurut saya, memberi nasehat tanpa terkesan menggurui sering kali lebih efektif daripada menasehati secara langsung salah satunya adalah dengan tulisan novel karya-karya beliau. Karya sastra adalah makanan-makanan jiwa, yang bisa membuat hati menjadi lebih sehat dan lebih peka.

Meskipun sebenarnya, saya ndak pernah tutuk, ndak pernah khatam baca Novel Kang Abik. Maklum buat saya novel Kang Abik terlalu garis lurus, sementara saya aliran agak bengkong sedikit. Ibarat setan dibacakan ayat-ayat Alquran. Ampun, panas-panas ! Sebaliknya, saya ndak bisa berhenti kalau membaca novelnya Kang Ahmad Tohari, ronggeng dukuh paruh, bekisar merah, yang katanya sih Novel kiri. Apalagi itu kanan kiri? Belum lagi pesan moralnya yang terkadang agak eksplisit, yah padahal saya sindrom diceramahi. Kalau dicermahin, langsung ngantuk, dan tertidur. Hehehe…. Ngapunten loh Kang Abik.

kang_abik_dan_keluarga_saya

Semoga ketularan Jadi Keluarga Sukses Dunia dan Akhirat, Ammiin

Terima kasih Kang Abik atas tularan ilmu dan inspirasinya. Insya Allah ilmu panjenengan bermanfaat dan barokah. Semoga selalu dalam perlindungan Allah SWT. Saya masih ingat Ammiin, Ammin, Ammiin panjenengan ketika seorang teman saya mendokan saya. Semoga Gusti Allah ngijabahi. Semoga bisa ketemu lagi di lain kesempatan, Kang Abik !


Berislam Secara ‘Kaffah’, Memahami Islam Secara Paripurna

Catatan Pinggir Pengajian PeDLN, Nottingham,24/01/2015

muslimat_pedln

Jamaah Muslimat PeDLN

Pengajian perdana di Tahun 2015 ini bertempat di ruang kapel, amenities building, Jubilee  Campus, Universitas Nottingham. Tempat ini akan menjadi tempat default untuk pelaksanaan pengajian bulanan rutin berikutnya. Menggantikan tempat sebelumnya di Prayer Room, Sutton Bonington Campus.

Pemateri pengajian kali ini adalah Mas Fifik (Mahasiswa PhD Geospatial engineering). Yang  mengajak kita semua merenungi kondisi umat Islam saat ini. Carut marutnya suasana politik di negara-negara timur tengah, gerakan Islam radikal seperti ISIS dan Boko Haram, serta kondisi sebagian sangat kecil yang mengatasnamakan Islam di dunia barat yang semakin memperkeruhIslamophobia seperti aksi teror di Sydney Australia dan Charlie Hebdo di Paris, Perancis belakangan ini.

Hal ini menyisakan tanda tanya pada diri kita sebagai seoang Muslim, Apa Sebenarnya yang tejadi? Ini karena orang di luar Islam atau karena kita orang Islam sendiri atau kedua-duanya?

Kita bisa saja berperasangka ini semua konspirasi orang-orang yang tidak senang Islam menjadi agama besar. Di tengah-tengah budaya barat yang meninggalkan agama mereka, Agama Islam tumbuh pesat di dunia barat sebagai agama yang perkembanganya paling pesat di dunia.

Tetapi, bukankah pelakunya umat Islam sendiri? Bukankah umat islam sendiri yang memperburuk citra Islam sendiri? Kita bisa saja masih ‘excuse’ argh itu kan orang Islam jadi-jadian. Bagaimanapun juga, tidak bijak rasanya mengait-ngaitkan terorisme dengan agama tertentu. Jelas, jika kita melihat fakta sejarah radikalisme dan terorisme bisa darimana saja.

Oleh karenanya, Mas Fifik mengajak kita untuk melihat pada diri kita seniri. Sebagai seorang muslim, sudahkah kita berislam secara kaffah, secara sempurna? Sudahkan kita memahami Islam kita secara paripurna? Bisa jadi kita sangat ahli dalam bidang ilmu keduniawian kita, tetapi sebaliknya sangat awam terhadap Islam. Karenanya kita harus terus mau belajar agar bisa berislam secara penuh, sebagaimana perintah Allah SWT:

“Wahai orang-orang beriman! Masuklah kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu
ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyatabagimu”. [QS. AlBaqarah: 208].

bapak2_pedln

Jamaah Muslimiin PeDLN

Ataukah kita hanya berislam sebatas kewajiban menjalankan ritual keberagamaan saja? Sebagai bahan renungan, penelitian Rehman Scheherazade, How Islamic are Islamic Countries? yang diterbitkan padaGlobal Economy Journal pada tahun 2010, menempatkan negara-negara Islam pada posisi bawah. Dari 208 negara yang diteliti, posisi tebaik diraih oleh Malaysia pada posisi 38, sementara Arab Saudi dan Indonesia pada posisi 131 dan 140. Tiga negara paling Islami menurut penelitian tersebut adalah: New Zealand, Luxembourg, dan Irlandia. Penelitian ini mengukur kesesuaian praktik di negara yang diteliti dengan prinsip-pinsip Islam dalam bidangeconomics, legal and governance, human and political rights, and international relations.

Tentu saja pada penelitian ini masih ada ruang kritik, tapi kalau kita refleksikan dengan kondisi negara kita, sebagai negara Islam terbesar di dunia, kita bisa melihat sendiri bagaimana korupsi, ketidakadilan dalam ekonomi, ketidakjujuran, fakir miskin yang masih terlantarkan nasibnya oleh negara, rasanya Penelitian tesebut sangat masuk akal. Apalagi kalau kita pernah hidup di negara-negara yang masuk peringkat 10 besar pada penelitian tersebut (Inggris salah satunya), kita bisa merasakan sendiri bagaimana pendidikan dan kesehatan dasar gratis buat semua orang, bahkan pengangguran pun digaji negara. Serta bagaimana kesantunan dan kejujuran mereka. Rasanya, hasil penelitian itu sangat masuk akal. Kecuali kalau yang dijadikan ukuran adalah berapa banyak orang yang sholat, puasa, dan haji, sepertinya Indonesia sangat berpeluang menempati posisi nomer wahid.

Karenanya, Mas Fifik mengajak kita semua untuk lebih instropeksi dan menempa diri kita sendiri. Mengimbangi keimanan dengan ilmu yang cukup, dengan terus menerus mau belajar. Kegagalan memahami jihad yang benar  misalnya, bisa berakibat fatal. Seperti kasus Charlie Hebdo, alih-alih mau membela Islam, yang ada justru mencoreng Islam. Tidak hanya menempa akal kita, sebagai pribadi muslim yang ideal kita juga perlu menempa jasad (dengan olah raga misalnya) dan hati kita. Mengutip Aa Gym, agar berhasil semuanya itu harus 3M: 1.Mulaidaridirisendiri, 2.Mulaidari yang terkecil, 3.Mulaidarisekarang.

farewell_masfifik

Pak Peni, Mas Fifik, Mbak Noorida

Tidak ketinggalan, seperti biasa pada pengajian kali ini juga ada pengajian khusus muslimah dengan Ustadzah Shanti Fitriani, dan TPA untuk anak-anak bersama ustadzah Ade.

brithday_raras

HBD Raras!

Pengajian kali ini juga menjadi pengajian terakhir Buat Mas Fifik Sekeluarga yang akan segera kembali Indonesia ‘for good’. Dan salah satu jamaah, Raras (Mahasiswa PhD IT), sedang berulang tahun. Semoga Barokah buat semuanya ! Barokah buat kita semuanya. Allahumma Ammiin. Terima kasih untuk kehadiran semuanya yang membawa kehangatan kebersamaan buat semua.