Tag Archives: pengajian nottingham

Mengeja Ayat-Ayat Cinta di Nottingham

Inspirasi itu seperti ikan-ikan di lautan. Jangan menunggu ikan yang besar datang menghampirimu. Tapi carilah ikan sebanyak-banyak nya ! – Kang Abik

pedln_mei_kangabik_ibu2_edit

Ibu-Ibu Nottingam Bersama Kang Abik (9 Mei, 2015)

Ada momen yang sangat berharga dua hari yang lalu. Kelompok pengajian kami di Nottingham, kedatangan tamu istimewa, yaitu Ustadz Habiburrhaman Elshirazy, atau yang dikenal dengan kang Abik. Ada yang tidak kenal? itu lho, penulis novel legendaris Ayat-Ayat Cinta. Buat saya, ini adalah pertemuan langsung ketiga saya dengan beliau. Pertama, bertemu di masjid Annur, Universiti Teknologi Petronas, Perak Malaysia, waktu masih S2 dulu. Kedua, beberapa minggu yang lalu di kota Birmingham. Dan ketiga ini, beliau datang menyapa warga Indonesia di Nottingham untuk casting film ayat-ayat cinta 2.

Alhamdulilah,  Nottingham dipilih sebagai salah satu tujuan lawatan beliau di UK, selain beberapa kota lain seperti Birmingham, Manchester, Durham, Edinburgh, Bristol, dan London. Lawatan beliau kali ini disponsori oleh yayasan Dompet Dhuafa dari harian Republika yang berencana membuka cabang di Inggris. Sekaligus survey lapangan, berkaitan dengan penulisan Novel terbaru beliau Ayat-Ayat Cinta 2 (A2C2), yang merupakan kelanjutan novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta. Menurut Kang Abik, saat ini Novel A2C2 sudah ditulis sekitar 40% dan sudah dipublikasikan secara berseri di harian Republika. A2C2 ini mengambil latar cerita di UK, khususnya di Edinburgh. Dalam novel ini, Fahri, sang tokoh utama, diceritakan menjadi dosen di Universitas Edinburgh, Skotlandia. Penasaran dengan A2C2? Jangan khawatir, cerita berseri ini bisa dibaca disini.

pedln_mei_2015_kangabik_bapak2_edit

Bapak-Bapak Bersama Kang Abik (Beeston, Nottingham, 2015)

Hebatnya, Kang Abik ini bisa melukiskan tentang keindahan kota Edinburgh di A2C2 sebelum beliau datang langsung di kota Edinburgh. Hebatnya lagi, ternyata apa yang Kang Abik lukiskan di novel itu tidak meleset dengan kondisi sebenarnya setelah beliau datang melihat dengan mata kepala sendiri di Edinburgh. lura biasa, seperti imajinasi yang menjadi kenyataan. Mungkin itulah sebabnya, katanya imajinasi itu lebih berharga dari sekedar ilmu pasti.

Untuk pengajian di Nottingham, Kang Abik menyampaikan satu ayat dari Alquran, QS Azzukhruf: 67, yang menurut kang abik, ayat inilah yang menginspirasi keluarnya ide menulis Novel legendaris Ayat-Ayat Cinta itu. Ayat itu berbunyi:

الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ – Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain kecuali mereka yang bertakwa.

Kata Alkhila’  di ayat ini maksudnya adalah orang-orang yang sangat saling mencintai, bisa jadi antar sahabat, antar orang tua dan anak, atau antar suami dan istri. Rasanya tidak mudah dibayangkan, bagaimana seorang yang sangat saling mencintai di dunia, seorang ayah dan anaknya misalnya, di akhirat nanti banyak yang saling bermusuhan. Orang tua bermusuhan dengan anaknya, suami bermusuhan dengan istrinya. Kecuali orang-orang yang bertakwa.

Karenanya kang Abik mengajak agar setiap relasi saling mencintai itu berlandaskan takwa, takut, pada Allah SWT. Hendaknya, relasi itu untuk saling mengingatkan ketaatan kepada Allah SWT. Jangan sampai kasih sayang dan cinta kita kepada anak-anak kita, kepada pasangan kita melenakan dari perintah Allah SWT. Misalnya, karena rasa kasihan anak kita yang kelelahan, sehingga kita membiarkanya tidak sholat, dan sebagainya. Kang Abik juga menggambarkan bagaimana indahnya relasi saling mencintai itu jika semata-mata karena Allah SWT. Semoga kita saling mencintai semata-mata karena Allah SWT. Semoga kecintaan kita kepada sesama manusia tidak melebihi kecintaan kita kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan ini, Kang Abik juga sharing bagaimana mendapatkan inspirasi ide-ide tulisan Novelnya. Beliau mengibaratkan, inspirasi-inspirasi itu seperti ikan-ikan di lautan. Kita jangan hanya sekedar menunggu datangnya, ikan besar yang datang mendekati kita. Tetapi kita harus yang aktif mengambil ikan-ikan di lautan ini. Dan jarang sekali inspirasi yang melahirkan karya besar itu datang tiba-tiba. Kebanyakan berawal dari inspirasi-inspirasi kecil.

Sebuah Catatan Pinggir

Buat saya pribadi, Kang Abik adalah salah seorang inspirator yang sangat mengesankan. Seperti orang-orang hebat sungguhan, bukan abal-abal, yang saya kenal pada umumnya, beliau adalah seorang sangat tawadu’ luar biasa. Saya orangnya agak pemalu dan malu-maluin, dibuatnya tertegun berkali-kali. Masak iya beliau yang menyapa saya duluan. Padahal siapa Kang Abik dan siapa saya. “Sini mas duduk di samping saya “ kata Kang Abik, padahal disampingnya sudah ada orang ;p.  ” saya sepertinya, pernah baca tulisan antum, di majalah yang ada santri-santrinya begitu” kata beliau membuka percakapan. Terus lagi, waktu orang-orang pada berebut foto selfie berdua dengan Kang Abik. Beliau yang mengajak saya foto berdua dengan beliau, “sini cak shon foto berdua”. Dan waktu istri saya minta foto sekeluarga, beliau juga minta dijepretkan dengan iphone beliau. Sungguh ketawadluan yang begitu mengesankan dan mungkin sulit saya lupakan sepanjang hidup saya.

foto_berdua_dengan_kang_abik_edit

The best selling books Author and The Future Ammiin (ih, aku kok ketok tuwek banget yo haha ;p)

Buat saya, beliau juga inspirasi untuk menjaga jimat orang Islam, yaitu budaya mikir dan budaya nulis. Apalagi, menggunakan budaya literature untuk berdakwah. Sungguh, sesuatu yang luar biasa menurut saya, Menurut saya, memberi nasehat tanpa terkesan menggurui sering kali lebih efektif daripada menasehati secara langsung salah satunya adalah dengan tulisan novel karya-karya beliau. Karya sastra adalah makanan-makanan jiwa, yang bisa membuat hati menjadi lebih sehat dan lebih peka.

Meskipun sebenarnya, saya ndak pernah tutuk, ndak pernah khatam baca Novel Kang Abik. Maklum buat saya novel Kang Abik terlalu garis lurus, sementara saya aliran agak bengkong sedikit. Ibarat setan dibacakan ayat-ayat Alquran. Ampun, panas-panas ! Sebaliknya, saya ndak bisa berhenti kalau membaca novelnya Kang Ahmad Tohari, ronggeng dukuh paruh, bekisar merah, yang katanya sih Novel kiri. Apalagi itu kanan kiri? Belum lagi pesan moralnya yang terkadang agak eksplisit, yah padahal saya sindrom diceramahi. Kalau dicermahin, langsung ngantuk, dan tertidur. Hehehe…. Ngapunten loh Kang Abik.

kang_abik_dan_keluarga_saya

Semoga ketularan Jadi Keluarga Sukses Dunia dan Akhirat, Ammiin

Terima kasih Kang Abik atas tularan ilmu dan inspirasinya. Insya Allah ilmu panjenengan bermanfaat dan barokah. Semoga selalu dalam perlindungan Allah SWT. Saya masih ingat Ammiin, Ammin, Ammiin panjenengan ketika seorang teman saya mendokan saya. Semoga Gusti Allah ngijabahi. Semoga bisa ketemu lagi di lain kesempatan, Kang Abik !


mengeja sisi lain ayat -ayat kehidupan mahasiswa PhD: Pengajian

ngaji_01
*) Di dalam Masjid Umar, Hyson Green

Sekarang waktunya saya lupakan sejenak kehidupan akademik PhD saya. Hidup rasanya terlalu sempit jika hanya berkutat dengan makalah jurnal, penelitian, algoritma, struktur data, coding, laboratorium, seminar, tutorial, dan sanak keluarganya. Akhir pekan ini, tak seperti akhir pekan biasanya yang biasa saya habiskan di Lab, saya mangkir sejenak dari kehidupan kampus. Untuk mengeja ayat-ayat kehidupan sisi lain dari persinggahan hidup sementara saya di Nottingham.

Pengajian Bulanan PeDLN

ngaji_04
*)Perjalanan Menuju Lokasi Pengajian, via Jubilee Campus

Hari Sabtu saya menghadiri pengajian bulanan komunitas Muslim yang tinggal di Derby, Loughborough, dan Nottingham , yang kami singkat jadi PeDLN. Tidak seperti bulan-bulan biasanya yang diadakan di Mushola kampus Sutton Bonington, bulan ini pengajian diadakan di rumah keluarga Bapak Handaru, di kawasan Hyson Green. Beliau adalah salah satu orang Indonesia yang sudah bekerja dan menetap cukup lama di Inggris.

ngaji_02
*) Suasana Pengajian

Selain bisa bersosialisasi dengan sesama warga Indonesia dan menikmati makanan khas Indonesia, Pengajian kali ini cukup Istimewa. Karena, 7 orang diantara kami baru saja menunaikan ibadah haji berangkat dari Inggris yang ternyata sekali daftar bisa langsung berangkat tidak perlu menunggu bertahun-tahun seperti di Indonesia. Mereka adalah: Mbak Shanti dan Pak Irwan, Mbak Mar dan Mas Hasto, Pak Masdar dan Istri, dan Mbak Arif. Sungguh, betapa bahagianya mereka, selain pulang membawa gelar PhD nantinya, mereka juga pulang membawa gelar Haji dan Hajah. Semoga saja, tahun depan Gusti Allah menakdirkan saya dan istri bisa menyusul. Allahumma Ammiin.

Selain dapet cipratan ilmu dan pengalaman spiritual selama haji, kami dapet oleh-oleh berupa kopiah. Saya senangnya bukan main. Sebagai mantan santri hidup saya tidak bisa lepas dari yang namanya kopiah dan tasbih. Sayangnya, kopiah dan tasbih saya yang saya bawa dari Indonesia entah kemana tidak tau rimbanya sejak beberapa hari tinggal di Nottingham. Alhamdulilah, hari ini akhirnya saya mendapatkan yang baru asli dari Mekah pula.

Dalam ceramahnya, Bapak Dr. Hadi Susanto, kyai NU yang jadi dosen di Universitas Nottingham itu, membawa kita menyusuri lorong-lorong keteladanan salah satu manusia terbaik yang pernah ada di muka bumi yaitu, Nabi Ibrahim A.S. Saking mulianya, kita selalu menyebut namanya di setiap sholat-sholat kita.

Setelah pengajian dan ber ramah-tamah santai dengan jamaah, saya bersama teman-teman yang tiggal di Dunkirk, berbelanja di Hyson Green yang merupakan pusat Muslim di kota Nottingham ini. Bersyukur sekali, kami bisa mendapatkan daging halal cukup banyak dan mudah di wilayah ini. Kami juga sempat sholat Ashar dan Maghrib jamaah di masjid Umar yang berada di kawasan Hyson Green juga.

ngaji_03
*) Usai Belanja di Depan Syarif and Son, Hyson Green (Fiqi, P. Peni, P. Iswanto, P. Sukirno, Arif, Cak Shon, Abdurrahman)

Ada cerita menarik dalam perjalanan kami pulang. Dari belakang, tiba-tiba ada orang bule, british, naik sepeda berteriak-teriak kemudian turun menghadiri kami:

“Assalamu alaikum ya Habibi… Where are you from?  I am English. are you from Philiphine”

Kami serempak menjawab: “From Indonesia”. Sambil menntun sepedanya, si Bule itu mengikuti perjalanan kami. Dia tanpa diminta tiba-tiba dengan logat british Dia melafalkan surat Alfatehah, walaupun dengan terbata-bata. Seolah-olah dia ingin menunjukkan kalau dia mengenal Islam dan bisa berbahasa Arab. Sayangnya, sepertinya dia kelihatan habis mabuk, sehingga kesan nya seperti orang gila. Mungkin karena kami semua memakai kopiah, Dia sangat yakin kalau kami adalah Muslim. Rupanya dia pernah tinggal di Mesir cukup lama, dan memuji Mesir sebagai negara terbaik di dunia. Setelah mengucapkan salam ya habibi…. si Bule itu ngacir meninggalkan kami dengan mengayuh sepedanya kembali.

ngaji_05
*)Mengabadikan Musim Gugur

Perjalanan hari ini adalah salah satu perjalanan kaki terpanjang selama saya di Nottingham. Sudah lama saya tidak berjalan kaki sejauh itu. Kami berangkat dan pulang ke rumah kembali hanya dengan berjalan kaki yang memakan waktu total lebih dari satu setengah jam. Bahkan dengan membawa belanjaan yang cukup berat. Untungnya, banyaknya teman dan suasana musim gugur yang romantis mampu mengikis rasa lelah kami. Hingga pukul 08.00 malam kami sampai

Buat saya pribadi, silaturrahim dalam pengajian bulanan  ini ibarat oase di tengah-tengah kegersangan kehidupan sosial di kota Nottingham, Inggris ini.