Advertisements

Tag Archives: orang indonesia di Nottingham

Mengenal Lebih Dekat Universitas Nottingham

… kuliah di luar negeri itu tidak sekedar belajar materi kuliah, tapi juga belajar hidup dari kehidupan orang lokal yang priceless – a random thought

trent_building

Trent Building, University Park Campus, Universitas Nottingam

Nottingham? mendengar nama kota ini alam pikiran sampean pasti langsung terbawa pada sosok tokoh legendaris, Robin Hood. Hingga saat ini pun, Robin Hood masih menjadi icon kota Nottingham.

Di Indonesia, mungkin nama Nottingham memang tak seterkenal nama Manchester, Liverpool, atau pun London. Maklum, meski pernah berjaya di era 60-70 an, tim Nottingham forest saat ini memang nyaris tak terdengar namanya. Meskipun tidak terkenal tim sepak bolanya, di kota inilah terdapat kampus paling ijo royo-royo sejagat raya yang cantik memesona, bernama The University of Nottingham. Selain The University of Nottingham, di kota Nottingham juga ada kampus Nottingham Trent University.

Universitas Nottingham (UoN) terletak tidak jauh dari Nottingham city centre, kurang lebih hanya 10 menit perjalanan dengan Bus atau Tram. Kalau melihat pemeringkatan kampus, UoN konsisten masuk 75 besar kampus terbaik di dunia, dan 15 besar kampus terbaik di Inggris.

jubilee_campus_2

Jubilee Campus, Universitas Nottingham

UoN juga mengklaim dirinya sebagai the real Britain global university dengan mahasiswa asing berasal lebih dari 150 negara, dan memiliki dua kampus cabang di Malaysia, dan Cina. UoN juga pernah dinobatkan sebagai kampus yang lulusanya paling dicari di Inggris.

Beberapa jurusan di UoN merupakan salah satu jurusan terbaik di Inggris, seperti jurusan hukum, farmasi, dan ekonomi. Beberapa alumni yang terkenal diantaranya adalah Dato Seri Najib Razak, perdana menteri Malaysia; dan Dr Stewart Adams OBE, penemu obat Ibuprofen, obat sejuta umat itu. Dari kampus ini juga pernah lahir nobel laurete, seperti:  Sir Clive Granger pada bidang ilmu ekonomi (2003), dan Sir Peter Mansfield penemu teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI).

jubilee_campus

Jubilee Campus, Universitas Nottingham

Di Inggris, UoN memiliki 4 kampus, yaitu: University Park (UP) campus dimana sebagian besar jurusan berada di kampus utama ini; Jubilee Campus untuk jurusan bisnis school, school of education, school of computer science, dan beberapa institut dan pusat penelitian; Queen Medical Centre (QMC) untuk jurusan kedokteran dan ilmu kesehatan lainya; Suton Bonington Campus (SB) untuk jurusan pertanian, food science, bio-science, dll; serta King Meadow Campus.

Semua kampus ini terhubung oleh layanan bus gratis, hopper bus, yang datang 10-15 menit sekali. Kecuali SB, kampus-kampus ini cukup berdekatan sebenarnya, bisa ditempuh dalam 10-15 menit perjalanan dengan naik bus. Sementara untuk mencapai kampus SB dari UP diperlukan waktu sekitar 45 menit naik bus.

Menurut saya, kelebihan Universitas Nottingham (UoN) dibanding kampus lainya di Inggris adalah sebagai berikut:

  1. Kampusnya yang tenang, bagus, cantik, ijo royo-royo (pernah masuk peringkat 1 menurut green metric UI) dan tidak di tengah-tengah kota, menjadikan UoN tempat yang sangat sempurna untuk belajar. Saya sudah pernah keliling kampus-kampus lain di UK, tapi rasanya belum ada yang menandingi kampus UoN.
  2. Fasilitas penunjang yang lengkap: sport centre, graduate centre yang menyediakan teh dan kopi gratis, perpustakaan yang buka hingga larut malam bahkan 24 jam 7 hari seminggu ketika menjelang ujian yang menyediakan koleksi buku yang lengkap dan silent zone membuat kita betah berlama-lama di kampus.
  3. Sangat muslim friendly, di setiap kampus disediakan tempat sholat khusus untuk muslim (sister dan brother terpisah di gedung yang berbeda), bukan multi-purpose hall, dilengkapi dengan toilet dan tempat wudlu khusus. Ada juga Islamic Society, yang merupakan salah satu student union teraktif di Inggris yang menyediakan buka puasa gratis selama sebulan penuh saat Ramadlan.
  4. Nottingham merupakan salah satu kota di Inggris dengan jumlah penduduk muslimnya yang besar, sehingga sangat mudah menemukan masjid, toko daging halal, restoran dan masakan atau bahan makanan asia lainya.
  5. Biaya hidup di Nottingham yang sangat murah dibanding kota lain, saya masih bisa mendapat rumah dua tingkat dengan dua kamar, seharga £350 sebulan. Sangat cocok buat para jomblo yang mau menghemat uang beasiswa untuk persiapan nikah dan cukup ramah kantong jika membawa keluarga.
  6. Letak kota Nottingham yang strategis ditengah-tengah Inggris, sehingga kalau mau traveling kemana-kemana lumayan dekat.
  7. Tidak hanya materi kuliah jurusan, kita juga bisa mengikuti training atau course gratis seperti in-sessional english courses, personal development courses, culture and well-being courses, Researcher development coursed, dan sebagainya yang sangat membantu.
  8. Komunitas orang Indonesia yang lumayan banyak dan guyub membuat kita merasa menemukan keluarga baru disini.
  9. Terdapat tempat chill out dan jalan-jalan yang dekat seperti : city centre, nottingham castle, wollaton park, George green wind mill, dll.
  10. Sekolah anak-anak gratis dari umur 3 tahun, full day, dapat makan siang gratis pula, kesehatan ditanggung NHS.
  11. Lumayan banyak terdapat children centre, local library, play ground, tempat anak-anak hang out pas musim liburan.

Mau tau jauh bagaimana serunya kuliah di Universitas Nottingham? Lihat video-video di atas ya ! dan boleh juga lihat channel youtube saya disini ! Kami tunggu di Nottingham! Dan sukses selalu buat sampean !

Frequently Asked Questions (FAQ) Seputar Universitas Nottingham

  1. Jurusan apa saja yang ada di UoN? Informasi semua program studi/courses yang ada di UoN bisa dilihat disini.
  2. Bagaimana cara mendaftar di UoN? Prosedur pendaftaran untuk undergraduate (S1) bisa dilihat disini, sedangkan untuk post-graduate (S2 dan S3) bisa dilihat disini. Pendaftaran bisa dilakukan secara online. Pendaftaran juga bisa dilakukan melalui agent seperti ibec, lebih lengkapnya, baca tips untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) disini.
  3. Berapa biaya SPP/Tuition Fee Di Nottingham? Tuition Fee untuk mahasiswa internasional, rata-rata antara £15.000 – £20.000 per tahun. Detail SPP untuk masing-masing program studi/course bisa dilihat disini.
  4. Berapa perkiraan biaya hidup di Nottingham? Biaya hidup Di Nottingham minimal untuk satu orang adalah £900 per bulan. Ini dengan asumsi kalau sampean tinggal di Hall/Asrama dalam kampus dan beli makanan di luar. Tapi biaya hidup ini bisa jauh lebih murah jika cerdas memilih tempat akomodasi, moda transportasi, dan mau masak sendiri. Baca tips nya disini dan disini.
  5. Bagaimana cara mendapatkan akomodasi selama kuliah Di Nottingham? Ada beberapa alternatif akomodasi di UoN: 1. Akomodasi di Hall/Asrama milik kampus, ini harganya paling mahal, informasinya bisa dilihat disini. 2. Hall milik swasta, ini harganya bersaing dengan hall milik kampus, seperti Nottingham 1, Unite Students, dan sebagainya bisa dilihat disini . 3. Private house student accomodation, ini sama kayak ngekos/sewa kamar, biasanya bayarnya per kamar sudah termasuk biaya semua bill, dan sharing satu rumah beberapa orang, ini lebih murah daripada tinggal di hall. Bisa dicari di: Unipol, Gum Tree, Rightmove, 4. Sewa rumah, ini cocok untuk yang bawa family, atau untuk beberapa orang yang ingin sharing rumah tinggal bersama, ini pilihan yang paling murah; bisa dicari di: Rightmove, Zoopla, Gumtree, atau informasi langsung dari teman yang sudah tinggal di Nottingham.
  6. Dimana rekomendasi tempat akomodasi yang disarankan? Untuk yang kampusnya di Univerity Park, lokasi yang terdekat adalah: Dunkirk, Lenton, Beeston, Derby Road; Untuk yang di Jubilee Campus, lokasi yang terdekat adalah: Radford, Wollaton, Hyson Green. Teman-teman yang di kampus Suton Bonington, biasanya juga memilih tinggal di dekat University Park, tiap hari pp naik hopper bus gratis. Ini karena lokasi kampus suton yang terpencil jauh dari city centre.

Advertisements

Satu Pagi di Hari Raya

Masihkah ada yang merasa rendah diri, merasa kurang sempurna keislamanya hanya karena pakaian yang dikenakanya tidak sama persis dengan pakaian yang dipakai oleh orang-orang dari kota kelahiran Sang Pembawa Risalah? – a random thought

suasana_lebaran_idulfitri_nott

Ilustrasi: Setelah Khutbah Hari Raya, Sport Centere, Jubilee Campus, Nottingham

Rabu, 06/07/2016

Hari masih pagi perawan menebar hawa musim panas yang segar, saat kulihat jam dinding di rumahku menunjuk pukul 07.00. Beberapa jenak sebelum aku, anak lanang ku dan emaknya keluar rumah, berjalan setengah berlari-lari kecil menuju kampus Jubilee, Universitas Nottingham. Jalan menuju kampus pagi itu tak seperti biasanya yang lengang nan sepi, karena masa perkuliahan semester musim semi sudah berakhir lebih sebulan yang lalu.

Di jalan menuju gerbang utama kampus, para securiy kampus berpakaian hitam berompi hijau muda terlihat begitu sangat sibuk mengatur mobil-mobil yang mengantri memasuki area parkir darurat, di samping gedung asrama mahasiswa yang sudah lama tidak difungsikan itu. Orang-orang, perempuan, lelaki, dewasa, remaja, dan bocah-bocah berduyun-duyun berjalan menuju satu titik yang sama: gedung pusat olahraga.

Senyum manis dua orang remaja menyapa kami di meja reception gedung itu, mempersilahkan kami memasuki dua pintu masuk yang berbeda, satu pintu untuk perempuan satu pintu lagi untuk lelaki. Dua lapangan basket dalam gedung itu, pagi itu disulap menjadi tempat sembahyang. Shaf-shaf dari tikar kertas berderet deret menghadap salah satu sudut pojok ruangan gedung. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamd”. Suara takbir menggema, menggetarkan dinding-dinding ruangan, menggetarkan hati-hati orang yang memekikkanya.

Jenak demi jenak waktu terus berdetak. Orang-orang mulai berjejalan, duduk bersimpuh memenuhi setiap sudut ruangan. Wajah-wajah cerah, senyum-senyum penuh ketulusan, memenuhi setiap ruang dalam gedung itu. Hatiku selalu terharu menyaksikan orang-orang yang berbeda berkumpul, saling menebar kedamaian di tempat yang sama. Ada yang berkulit putih bersih, kuning pucat, kuning kemerah-merahan, kuning langsap, coklat, hitam, hitam sangat legam, atau berwarna seperti sawo bosok yang perpaduan putih coklat dan hitam seperti kulit ku.

Ada yang berpakaian necis, seperti orang-orang kantoran lengkap dengan dasi dan jas yang sangat rapi. Ada yang yang memakai sarung dan kain samping. Ada yang memakai baju terusan seperti daster serba putih atau berwarna-warni. Ada yang memakai baju panjang dan bercelana longgar ala negara Asia selatan. Dan berbagai jenis rupa pakaian yang aku tak bisa menyebutnya satu persatu. Penutup kepala mereka pun bermacam-macam, ada yang memakai kain putih polos diikat di kepala, atau kain putih bermotif garis-garis merah membentuk kotak-kotak dengan ikat kepala berwarna hitam di atasnya. Ada juga yang berpeci hitam, atau peci ala Paus berwarna putih dan warna-warni lainya.

Pagi itu, di ruangan itu, setiap orang seolah ingin menunjukkan identitas bangsanya masing-masing. Yang dari Asia timur, Asia tenggara, Asia tengah, Timur tengah, Turki, Eropa, maupun Afrika seolah ingin menunjukkan pakaian kebanggaan nasionalnya masing-masing. Meski berpakaian yang berbeda, tetapi mereka semua sama, sama-sama orang Muslim. Tetapi mereka sama, dari wajah mereka terpancar wajah-wajah penuh kedamaian.

Hati kecil ku bertanya: Masih adakah yang merasa lebih muslim dari muslimnya? Masihkah ada mengeklaim bajunya lebih muslim dari baju lainya? Masihkah ada yang merasa rendah diri, merasa kurang sempurna keislamanya hanya karena pakaian yang dikenakanya tidak sama persis dengan pakaian yang dipakai oleh orang-orang dari kota kelahiran Sang Pembawa Risalah? Bukankah, Tuhan hanya melihat yang tersembunyi di balik hati kita? Bukankah, Tuhan tak sebodoh kita yang mudah tertipu oleh yang tertangkap panca indera kita?

Pukul 07.30, saat ruangan benar-benar sudah penuh, sholat hari raya segera akan dimulai. Beberapa orang tak bosan-bosan mengingatkan orang-orang yang hadir yang belum membayar zakat fitrah untuk segera membayarnya sebelum sholat dimulai sambil mengedarkan ember kecil ke setiap sudut ruangan. Beberapa orang terlihat bergegas memasukkan recehan beberapa poundsterling (4 poundsterling per orang) ke dalam ember kecil itu. Sholat pun dimulai, suara Sang Imam menggema menggetarkan seluruh sudut ruangan, para makmum dengan khusyuk mendengarkan suara bacaan sang Imam. Hanya saja, suara tangis bocah-bocah kecil dari jamaah perempuan sedikit mengganggu.

Sejenak, setelah sholat dua rakaat usai. Brother Sudjahat, seperti tahun-tahun sebelumnya, pegawai city council itu memberikan ceramahnya penuh semangat dan berapi-api, walaupun speakaer yang tiba-tiba sering mati itu terasa sedikit mengganggu. Dalam ceramahnya, Brother Sudjahat mengutuk tindakan para pelaku bom bunuh diri yang sudah nekat hingga di kota Madinah ini. Alih-alih membela Islam, tindakan itu justru sangat memperburuk citra Islam. Islam bisa tersebar sampai ke Indonesia, Malaysia dan seluruh penjuru dunia lainya bukan dengan kekerasan, tetapi dengan cara-cara yang penuh kedamaian.

Saat ceramah berlangsung, di antara para jamaah tidak sedikit yang mengeluarkan smartphone nya. Cekrek, sesaat kemudian pun sejumlah foto selfie bertebaran lewat facebook, twitter, instagram, dll. ke seluruh penjuru dunia dari ruangan itu. Beberapa bocah lelaki berwajah manis penuh senyum berkeliling dari shaf ke shaf, membagikan coklat dan permen gratis kepada setiap para jamaah.

Pukul 08.00 pagi khutbah hari raya pun usai, orang-orang beranjak berdiri dari duduk simpuhnya. Saling bersalaman, saling berpelukan, saling beradu pipi, saling menebar senyum kebahagiaan, saling mengucapkan selamat hari raya, saling mendoakan, dan saling bermaaf-maafan. Riuh rendah suara penuh syukur kebahagiaan memenuhi setiap sudut ruangan. Walaupun pada akhirnya, yang sebangsa cenderung berkumpul dengan saudara sebangsanya tak pernah lupa untuk berfoto bersama. Di luar ruangan, banyak coklat, permen, kopi, mainan anak-anak yang dibagi-bagikan secara gratis. Alangkah bahagianya, bocah-bocah di pagi yang penuh barokah pagi itu. Sebelum akhirnya, gedung olah raga itu pun kembali lengang seperti sedia kala.

Ada yang kembali beraktivitas seperti hari-hari biasanya, ada yang sengaja tidak beraktivitas, bocah-bocah sengaja minta ijin libur dari sekolahnya, untuk sekedar merayakan hari kemenangan dan hari kebahagiaan pagi itu ala kadarnya. Oh alangkah indahnya kedamaian dan kebersamaan di pagi hari raya itu.

Hai engkau disana yang mengaku seiman maupun tak seiman dengan ku, masih perlukah engkau tumpahkan darah-darah sesama mu di bumi Tuhan mu ini?

Nottingham, Idul Fitri 1437 H/2016 M.


mengeja sisi lain ayat -ayat kehidupan mahasiswa PhD: Pengajian

ngaji_01
*) Di dalam Masjid Umar, Hyson Green

Sekarang waktunya saya lupakan sejenak kehidupan akademik PhD saya. Hidup rasanya terlalu sempit jika hanya berkutat dengan makalah jurnal, penelitian, algoritma, struktur data, coding, laboratorium, seminar, tutorial, dan sanak keluarganya. Akhir pekan ini, tak seperti akhir pekan biasanya yang biasa saya habiskan di Lab, saya mangkir sejenak dari kehidupan kampus. Untuk mengeja ayat-ayat kehidupan sisi lain dari persinggahan hidup sementara saya di Nottingham.

Pengajian Bulanan PeDLN

ngaji_04
*)Perjalanan Menuju Lokasi Pengajian, via Jubilee Campus

Hari Sabtu saya menghadiri pengajian bulanan komunitas Muslim yang tinggal di Derby, Loughborough, dan Nottingham , yang kami singkat jadi PeDLN. Tidak seperti bulan-bulan biasanya yang diadakan di Mushola kampus Sutton Bonington, bulan ini pengajian diadakan di rumah keluarga Bapak Handaru, di kawasan Hyson Green. Beliau adalah salah satu orang Indonesia yang sudah bekerja dan menetap cukup lama di Inggris.

ngaji_02
*) Suasana Pengajian

Selain bisa bersosialisasi dengan sesama warga Indonesia dan menikmati makanan khas Indonesia, Pengajian kali ini cukup Istimewa. Karena, 7 orang diantara kami baru saja menunaikan ibadah haji berangkat dari Inggris yang ternyata sekali daftar bisa langsung berangkat tidak perlu menunggu bertahun-tahun seperti di Indonesia. Mereka adalah: Mbak Shanti dan Pak Irwan, Mbak Mar dan Mas Hasto, Pak Masdar dan Istri, dan Mbak Arif. Sungguh, betapa bahagianya mereka, selain pulang membawa gelar PhD nantinya, mereka juga pulang membawa gelar Haji dan Hajah. Semoga saja, tahun depan Gusti Allah menakdirkan saya dan istri bisa menyusul. Allahumma Ammiin.

Selain dapet cipratan ilmu dan pengalaman spiritual selama haji, kami dapet oleh-oleh berupa kopiah. Saya senangnya bukan main. Sebagai mantan santri hidup saya tidak bisa lepas dari yang namanya kopiah dan tasbih. Sayangnya, kopiah dan tasbih saya yang saya bawa dari Indonesia entah kemana tidak tau rimbanya sejak beberapa hari tinggal di Nottingham. Alhamdulilah, hari ini akhirnya saya mendapatkan yang baru asli dari Mekah pula.

Dalam ceramahnya, Bapak Dr. Hadi Susanto, kyai NU yang jadi dosen di Universitas Nottingham itu, membawa kita menyusuri lorong-lorong keteladanan salah satu manusia terbaik yang pernah ada di muka bumi yaitu, Nabi Ibrahim A.S. Saking mulianya, kita selalu menyebut namanya di setiap sholat-sholat kita.

Setelah pengajian dan ber ramah-tamah santai dengan jamaah, saya bersama teman-teman yang tiggal di Dunkirk, berbelanja di Hyson Green yang merupakan pusat Muslim di kota Nottingham ini. Bersyukur sekali, kami bisa mendapatkan daging halal cukup banyak dan mudah di wilayah ini. Kami juga sempat sholat Ashar dan Maghrib jamaah di masjid Umar yang berada di kawasan Hyson Green juga.

ngaji_03
*) Usai Belanja di Depan Syarif and Son, Hyson Green (Fiqi, P. Peni, P. Iswanto, P. Sukirno, Arif, Cak Shon, Abdurrahman)

Ada cerita menarik dalam perjalanan kami pulang. Dari belakang, tiba-tiba ada orang bule, british, naik sepeda berteriak-teriak kemudian turun menghadiri kami:

“Assalamu alaikum ya Habibi… Where are you from?  I am English. are you from Philiphine”

Kami serempak menjawab: “From Indonesia”. Sambil menntun sepedanya, si Bule itu mengikuti perjalanan kami. Dia tanpa diminta tiba-tiba dengan logat british Dia melafalkan surat Alfatehah, walaupun dengan terbata-bata. Seolah-olah dia ingin menunjukkan kalau dia mengenal Islam dan bisa berbahasa Arab. Sayangnya, sepertinya dia kelihatan habis mabuk, sehingga kesan nya seperti orang gila. Mungkin karena kami semua memakai kopiah, Dia sangat yakin kalau kami adalah Muslim. Rupanya dia pernah tinggal di Mesir cukup lama, dan memuji Mesir sebagai negara terbaik di dunia. Setelah mengucapkan salam ya habibi…. si Bule itu ngacir meninggalkan kami dengan mengayuh sepedanya kembali.

ngaji_05
*)Mengabadikan Musim Gugur

Perjalanan hari ini adalah salah satu perjalanan kaki terpanjang selama saya di Nottingham. Sudah lama saya tidak berjalan kaki sejauh itu. Kami berangkat dan pulang ke rumah kembali hanya dengan berjalan kaki yang memakan waktu total lebih dari satu setengah jam. Bahkan dengan membawa belanjaan yang cukup berat. Untungnya, banyaknya teman dan suasana musim gugur yang romantis mampu mengikis rasa lelah kami. Hingga pukul 08.00 malam kami sampai

Buat saya pribadi, silaturrahim dalam pengajian bulanan  ini ibarat oase di tengah-tengah kegersangan kehidupan sosial di kota Nottingham, Inggris ini.