Tag Archives: mahasiswa S3

Janji Suci Untuk Profesor Ku

lilin_kecil

…. akan tiba suatu saat dalam perjalanan panjang dalam kehidupan PhD, dimana makan terasa tidak enak, tidur pun enak nyenyak, yang ada hanya kekhawatiran dan ketakutan akan sebuah teka-teki : pantaskah saya lulus PhD?

…. akan tiba suatu saat dalam perjalanan panjang dalam kehidupan PhD, dimana kau merasa tidak ada progress dalam riset, merasa berdosa, dan takut bertemu dengan Profesor. Ingin menghilang, tapi tak kuasa.

Dan Ini adalah sebuah lagu kebangsaan seorang mahasiswa PhD yang lagi stress, pusing tujuh keliling, malam-malam di Lab. sendirian, tak seorang pun menemani. Hanya pikiran-pikiranya sendiri yang berkecamuk di kepalanya sendiri. Segala keraguan menggoda di dalam dada. Hanya seberkas cahaya keyakinan yang berkedip-kedip, yang coba dijaga dan dikuatkan, bahwa keajaiban akan datangnya sebuah keberhasilan itu akan datang.

Dengarkanlah Profesor pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewaku
Dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin, lulus PhD
Tuk yang pertama dan terakhir

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah mahasiswa yang terbaik untukmu

Dengarkanlah Profesor impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin, lulus PhD
Tuk yang pertama dan terakhir

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah mahasiswa yang terbaik untuk mu

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah mahasiswa yang terbaik untukmu

Akulah mahasiswa yang terbaik untukmu…

Nottingham, 18 September 2013. at ASAP Center, Sekolah Ilmu Komputer, Universitas Nottingham #setahunDiNottingham

*) picture from: http://airmien.blogspot.co.uk/2009_11_01_archive.html

**) Lirik lagu dari “Janji Suci” Yovie and Nuno


Oh Dear my diary T_T

… kehilangan catatan-catatan  penting itu rasanya  seperti  kehilangan separuh nafas hidup,  menyesal nian tiada arti hati ini. tapi apalah arti menyesal, jika semuanya telah terjadi. Terkadang kita baru belajar sesuatu, setelah mengalami sebuah penyesalan. Terima kasih diary.com , kau ajari aku tentang “back up” and “recovery”.

diary

di awal tahun 2013, saya punya satu janji sederhana pada diri sendiri, yaitu menulis buku harian. haha… hari sudah seperti kayak gini masih mengenal buku harian? Jujur, saya belum pernah nulis yang namanya buku harian layaknya remaja-remaja putri tempo dulu. Hanya saja kesadaran dokumentasi diri yang baik, dan keinginan untuk belajar menulis membuat saya berfikir ulang tentang sebuah buku harian. Akhirnya, belanja hari pertama adalah sebuh buku diary sangat sederhana seharga 1 pound.
diarysayang
Ternyata, setelah sebuah buku harian ada di tangan, saya seperti biasa berubah pikiran. Daripada nulis di kertas, kenapa ndak nulis blog saja ya. Kan ntar tulisanya dapat dengan mudah digandakan, di copy paste :D. Akhirnya, hasil penelusuran dari tante Google merekomendasikan Diary.com. Tampilanya sederhana, tapi elegant. Sejak 1 Januari 2013, saya selalu menulis apa yang saya alami, apa yang saya rasakan, pelajaran berharga apa saja yang saya dapatkan. Satu hari, satu catatan yang harus berbahasa inggris, satu foto yang saya potret hari itu juga. Layaknya buku harian, isinya sangat-sangat privasi. Saya tulis hal-hal yang hanya boleh saya sendiri dan Tuhan yang boleh tahu. Dan diary.com menjamin kerahasian itu. Saya akan banyak belajar dari catatan itu suatu saat nanti. yang akan mengingatkan saya bahwa saya pernah menangis, saya pernah bersedih, saya pernah dapat masalah besar, saya pun pernah tertawa haha hihi. Mengingatkan saya  bahwa  saya pernah merasakan saat-saat penuh semangat, dan juga saat-saat  saya hampir diujung keputus asaan.

Betapa sedihnya hari ini, ketika saya akan menuliskan pelajaran berharga hari ini. Ternyata Oh ternyata Diary.com, gulung tikar. Dan tak satupun catatan dan foto2 itu yang terselamatkan. Duh Gusti….. akankah waktu yang kuluangkan untuk menulis catatan itu menuap sia-sia. Menyesal oh menyesal …… Catatan boleh hilang, tetapi semua  kenangan itu akan abadi dalam hati.

Oh betapa bodohnya saya, kenapa tidak menggunakan wordpress saja. Toh disini bisa di setting privasinya, dan menyediakan fasilitas backup dan recovery juga?