Tag Archives: Lebaran di Luar Negeri

Dari Nottingham: Sejumput Senyum Kemenangan di hari Lebaran 2014

lebaran_di_nottingham_1
*) Selepas Sholat Eid, di Indoor Sport Centre, Jubilee Campus, University of Nottingam

Allahu Akbar,  Allahu Akbar,  Allahu Akbar, Walillahilhamdu (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan Hanya bagi Allah segala pujian).

Lafadz takbir itu aku ucapkan dengan suara lirih beberapa kali. Tepat selepas sholat maghrib, di penghujung senja penutup hari terakhir di bulan Ramadlan 1435 H/2014 M itu. Sejenak kemudian, aku pun beranjak dari duduk ‘tawaruk`, ku tatap nanar langit senja dari balik jendela kaca lantai dua rumah ku. Selalu ada indah kedamaian, setiap aku melihat semburat warna merah di batas cakrawala senja yang redup perlahan-lahan, berganti dengan kegelapan. Ada sedikit penyesalan terlintas di hati, meratapi Bulan Ramadlan yang telah pergi begitu saja. Ada sedikit kegembiraan di hati, karena besok adalah hari lebaran Idul Fitri dan aku tak perlu lagi menahan lapar dahaga 20 jam setiap hari.

Tak seperti biasanya, menjelang malam itu, Ilyas-anak lelaki ku, begitu girang bukan kepalang. Berkali-kali, melompat-lompat di atas kasur, sambil mulutnya tak henti-hentinya bernyanyi riang. Seolah dia tahu hari itu adalah hari kemenangan yang patut dirayakan. Padahal, di negara ini sama sekali tidak ada euforia lebaran. Tak ada suara takbir, tak ada kue lebaran, tak ada baju lebaran, pun kami tak pernah membicarakan lebaran. Di usianya di tahun ketiga, rasanya, dia masih terlalu kecil untuk tahu apa itu hari lebaran. Entahlah, seolah hati nya yang masih bersih mampu menangkap cahaya kemenangan itu.

Semakin bertambah usia, kadar kebahagian menyambut hari raya itu semakin berkurang. Mungkin karena semakin pula bertampah dosa yang menutupi mata hati. Sehingga tak mampu melihat kilauan cahaya kemenangan itu. Teringat dahulu waktu kecil, hari raya idul fitri adalah hari paling membahagiakan dari dalam setahun. Seolah hari itu adalah puncak dari segala puncak kebahagiaan. Hari dimana bagi kami anak-anak dusun yang orang tuanya hanya mampu membelikan baju setahun sekali, akan memakai pakaian yang baru, menikmati kue hari raya, menyantap masakan terlezat sepanjang tahun, serta mendapatkan uang saku yang berlimpah dari sanak saudara. Kami pun tak mampu membendung luapan kebahagian di malam hari raya, sehingga kami pun merayakan dengan menyalakan Obor dari sebatang bambu kecil diisi minyak tanah, disumbat dengan serabut kulit buah kelapa, bertakbir mengelilingi kampung. Sungguh, kenangan masa kecil di kampung halaman yang terlalu indah untuk terlupakan.

Setelah, bermaaf-maafan lewat telepon dengan orang tua, kami mengakhiri malam itu dengan mendengarkan alunan suara takbir dari youtube. Mengiringi mata kami, yang tak mudah terpejam begitu saja.

**

lebaran_di_nottingham_2
*) Selepas Sholat Eid, di Jubilee Campus, University of Nottingam

Senin, 28 Juli 2014

Usai sholat Subuh, di hari lebaran ini, aku masih harus menjalankan tugas harian ku. Mengelap meja-meja kerja di sebuah gedung perkantoran bertingkat di salah sudut kota ini. Beruntung, supervisor kerja ku seorang Muslim, aku pun bisa selesai sebelum pukul 07.00 pagi. Setiba di rumah, aku langsung mandi sunah hari raya dan segera keluar rumah bersama anak istri menuju tempat pelaksanaan sholat Ied. Tepat pukul 07.15 pagi, kami berangkat berjalan kaki bersama keluarga Pak Peni (Mbak Yuli, Yumna, dan Izza), tetangga keluarga orang indonesia terdekat dari rumah kami, menyusuri jalanan yang biasa aku lalui setiap hari. Ya, seperti tahun sebelumnya, sholat ied tahun ini dilaksanakan di Sport Center Indoor, Kampus Jubilee, Universitas Nottingham.

Hampir 30 menit perjalanan, kami sampai di lokasi. Terlihat, para security terlihat begitu sibuk dan sigap mengatur mobil-mobil jama’ah sholat ied yang mencari lokasi parkir. Senang rasanya, berjumpa dengan saudara-saudara sesama muslim dari berbagai belahan dunia. Mereka sebagian besar berasal dari negara-negara timur tengah, india, pakistan, dan sekitarnya. Gedung indoor sport center itu pun rasanya terlalu sesak dipenuhi jamaah dan sejenak bergema dengan alunan suara takbir.

lebaran_di_nottingham_4
*) Di Depan Wollaton Park Castle, Nottingham

Usai khutbah dan sholat eid, para jamaah berhamburan keluar. Terlihat, saling bersalaman, berpelukan, bercipika-cipiki, dan saling bermaaf-maafan. “Eidl Mubarok” ! begitu, saudara muslim dari timur tengah menyapa kami. Terlihat sebagian jamaah, menggunakan pakaian muslim tradisional mereka masing-masing. Seperti kita memiliki, sarung baju koko dan peci. Mereka punya pakaian khusus yang dipakai pada hari raya. Dan, yang tidak boleh tertinggal oleh kami adalah acara foto-foto. Bahkan, seorang kawan sempat-sempatnya membawa spanduk kelompok pengajian bulanan kami untuk sesi pemotretan spesial edisi lebaran.

Usai sholat eid dan sesi pemotretan di sekitar kampus jubilee. Kami, sebagian keluarga  Muslim Indonesia di Nottingham mengadakan piknik di Wollaton Park. Sekedar bersilaturahim, berkumpul santai, dan makan-makan sebagai ucapan syukur di hari lebaran. Merekalah, pengganti keluarga kami di tanah perantauan ini. Haripun berganti begitu cepat, dan esok kita beraktivitas normal kembali.  Terimakasih ya Allah atas kenikmatan ini.

lebaran_di_nottingham_3
*) Eid Gathering, Wollaton Park

Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali ke fitrah, dan termasuk orang-orang yang beruntung. Semoga Allah menerima Ibadah kita semua selama bulan Ramadlan. Dan semoga hikmah ramadlan senantiasa membekas di hati kita, hingga Ramadlan datang kembali. Semoga keberkahan hidup selalu menyelimuti kita. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Kawan ! Mohon sampean berkenan tulus saling memaafkan kesalahan kita.

__
**) All pictures were taken and shared by Mas Wisnu


My First Idul Fitri 1434 H in Nottingham

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamdu….

It was Thursday (08/08/2013). It was a so special day, the day when we, all moslems around the world, celebrated what we call it Idul Fitri. The day after a full of blessing month, Ramadlan. The day, when we should be very happy. Because, God had forgiven all of our sins. This year is my first time to celebrate the Idul Fitri Eve in overseas, in the country where moeslims are minority, without family by my side. It must be so sad without them, but I have always reason to be happy and not to cry.

I felt so lucky, although we are minority,  in this country (the United Kingdom) we can practice our religious believe and celebrate our religious eve freely without any fear.  Even, they support us with excellent facilities confirming that the freedom of believing is guaranteed in this country. And it is my story of my first Idul Fitri Eve in Nottingham.

At 07.00 am,  I walked to Jubilee campus, the University of Nottingham,  for Idul Fitri prayer  along with my country mates i.e. Pak Sukirno, Pak Abdurrahman, and Arif. The idul fitri prayer was held in Sport Centre Building, in Jubilee campus. We have been provided with big enough prayer rooms by the university, but since not only students took part on the prayer, a much more spacious place was needed.  The sport centre building was the choice.

if_00

*) We were walking to Sport Centre, In Jubilee Campus, The University of Nottingham

idulfitri_nott

*) We were taking our picture in front of Jubilee Campus Entrance Gate.

There were hundreds moeslims from different nationalities living nearby The University of Nottingham flocking to the Sport Centre. It is always a great pleasure and ultimate happiness to get together with our brothers and sisters in Islam. We have different skin colour, different culture, and speak different language. But, we share the same believing that is Islam.

After the Idul fitri prayer, the Khotib (the one who diliver speech) in his speech questioning us what our contribution as Moeslim to this country (the UK), who have provide excellent support to the growth of Islam in this country? He reminded us that as a Moslim we must  take a part and contribute to develop better world, better civilization in this global community.

After the speech we said hello and “Happy Eidl Fitri Mubarrak” to each other. We Shook hand with the others while requesting for forgiveness to each other. Indeed, what a beautiful moment isn’t it?

*) With Malaysian student (Hozni) and Mas Udin

*) Muslim Brothers and Sisters from all around the world

if_01

*) Taking picture with the Khotib

if_02

*) With Indonesian Mates

if_03

*) With my Chinese Mate who asked me to take picture with me 😀

if_04

*) With my Javanese (Jombang) Mate 😀

From the sport centre, We (I, Arif, Pak Sukirno, and Pak Rahman)  Went to LiDL ( a super market) for shopping some cakes, then we caught Indigo Bus to Beeston from Jubilee Campus. We had Indonesian gathering at Mbak Dewi house to celebrate Idul Fitri. Non-Muslims Indonesians happily also joined us in this gathering.

*) Indonesian mates

Thankfully, we had a bunch of Indonesian foods there. We had rendang, opor ayam, gudeg, and the other Indonesian cuisines that really made me feel at home. I always feel gratitude to have many very nice Indonesian mates here. With them, I feel that I have new families here in Nottingham. With them, I never feel lonely. With whom, I share my problems with.

*) Pak Hadi Susanto, the a lecturer at Mathematical Sciences Department, The University of Nottingham from Lumajang, East Java, Indonesia.

From mbak Dewi house, we walked to go home. We visited Pak Sukirno/Rahman house and we had casual but interesting discussion about leadership and character based education.  We had that discussion until 09.00 PM. After that, we moved to Arif house to watch movie 5 CM together before finally we went to our own home for a tight sleep and we had a normal day by over night.

Happy Idul Fitri, Every one !