Lelaki Pengosek WC

… tetapi begitulah, dimana-mana nasib orang rendahan. Kehadiranya sebenarnya tak diharapkan, mereka hanya dibutuhkan, untuk kemudian dilupakan selama-lamanya- a random thought.

 

peralatan_perang

Ilustrasi: Peralatan Perang

Dia sudah harus terbangun, saat orang-orang masih terlena dalam nikmatnya tidur. Masih terbuai dalam dekapan kehangatan selimut, atau pelukan pasangan hidup. Bahkan, saat suhu kota sedang membeku, beberapa derajat di bawah angka 0 derajat celcius.

Sepagi itu, dia harus memulai harinya. Bergelut dengan cairan-cairan kimia, kain-kain dan kertas-kertas lap, yang berwarna-warni. Merah, hijau, biru dan kuning. Baki air berwarna merah dan tak lupa sebuah mop pengepel lantai.

Dengan sebuah kereta dorong, lelaki berkulit agak hitam, bersepatu hitam, bercelana hitam, dan berkaos kerah hitam bertuliskan CBRE itu berkeliling dari ruang WC satu ke ruang WC yang lain. Di setiap sudut, dari lantai 1, lantai 2, lantai 3 dan kembali lagi ke lantai 1 dari bangunan bertingkat tiga yang dari lagit terlihat seperti kotak persegi itu.

Di setiap ruangan paling private itu, sang lelaki mendatangi tempat pembuangan kotoran manusia itu satu persatu. Membersihkan sisa-sisa zat buangan dari tubuh manusia yang paling menjijikkan itu dengan cermat dan teliti. Tak jarang, kloset itu pun tersumbat, dan kotoran manusia itu meluber kemana-kemana. Tetapi dengan sabar, dia harus mengatasinya sendiri, mengosek setiap inci dinding kloset itu dengan sikat khusus, dan melumuri nya dengan cairan kimia berwarna biru. Lalu menyemprotnya, dengan cairan kimia warna merah, dan mengelapinya dengan kain lap warna merah setiap closet berwarna putih tulang itu layaknya barang antik yang harus dirawat dengan baik. Hingga setiap closet itu menjadi bersih, mengkilat, dan wangi.

Beberapa jenak kemudian, lelaki itu berpindah ke setiap pembuangan pipis khusus laki-laki, urinoir, itu. Di semprot-semprotnya dengan cairan kimia warna hijau. Dijumputnya, setiap ekor rontokan jembut kemaluan pria itu dengan kain lap berwarna merah. Sisa-sisa kencing kekuningan yang pesing itu dilapnya perlahan penuh penghayatan dengan kain lap berwarna merah. Hingga setiap ceruk pembuangan kencing itu menjadi bersih, mengkilat, dan wangi.

Kemudian lelaki itu beranjak mengelap setiap cermin yang terpasang di ruangan itu, memastikan cermin itu terlihat bening tak setitik noda pun menempel. Begitupun dengan wastafel, tak boleh sedikitpun ada sisa-sisa sabun yang menempel, semuanya harus terlihat bersih, mengkilat, dan wangi. Termasuk dinding-dinding keramik ruangan itu. Terakhir lantai ruangan itu harus dilumuri dengan cairan kimia anti bakteri berwarna kuning, sebelum dipelnya lantai itu dengan kain mop, sehingga semuanya menjadi bersih, mengkilat, dan wangi. Jika sedikit saja tidak bersih, kurang mengkilat, dan kurang wangi, esok hari sudah bisa dipastikan mendapat teguran dari atasan, karena selalu saja ada penghuni kantor itu yang komplain.

Padahal, sang lelaki itu harus berkejaran dengan waktu, karena dia hanya diberi waktu yang sangat terbatas. Dia bekerja seolah dikejar-kejar oleh setan penunggu toilet itu. Tak sadar, keringatnya pun meleleh di pagi sedingin itu.

***

toilet_boys

Ilustasi:  The toilet boys and girl

Akhirnya, hari ini ku putuskan untuk mengakhiri profesi ku menjadi bagian dari lelaki pengosek WC itu. Tanpa seorang pun mengucapkan satu kata terima kasih kepada ku. Profesi dengan bayaran buruh paling rendah di negara ini itu, memang sepi dari apresiasi. Tetapi ramai dengan komplain dan keluhan. Rupanya, para penghuni kantor itu, selalu menuntut kesempurnaan di ruang sangat pribadinya itu. Tetapi, tak pernah memikirkan orang-orang di balik kesempurnaan itu. Tetapi begitulah, dimana-mana nasib orang rendahan. Kehadiranya sebenarnya tak diharapkan, mereka hanya dibutuhkan, untuk kemudian dilupakan selama-lamanya.

Akhirnya, hari ini ku terima rayuan ndoro dosen ku, menjadi peneliti pembantu, sambil menyelesiakan studiku yang tinggal sedikit lagi, insya Allah. Tawaran yang sebenarnya sudah diberikan kepada ku enam bulan yang lalu. Tapi, dasar diriku saja yang bodoh, malah memilih melanjutkan profesi sebagi lelaki pengosek WC. Padahal, kerjanya hanya di depan komputer di tempat yang sangat terhormat, pun bayaran per jamnya pun dua kali lipat dari pengosek WC.

Terima kasih wahai orang-orang di kantor ku. Senyum, keramahan, dan kebaikan beberapa orang di kantor itu akan selalu menjadi kenangan-kenangan dalam hidup ku. Setidaknya, kapalan di kedua telapak tangan ku ini, akan jadi kenangan untuk beberapa tahun ke depan. Kadang kita perlu menjadi orang rendahan, agar suatu saat jika takdir membawa kita menjadi orang yang di ‘atas’, tidak menjadi jumawah. Kadang, kita perlu menjadi orang yang diabaikan, hanya sekedar untuk memahami arti kata menghargai.

Merekayasa Biaya Hidup di Nottingham

” .. hah, biaya hidup untuk satu orang bisa dipakek untuk biaya hidup satu keluarga di luar negeri, kok bisa ya?” – seorang kawan

diNottingham

Ilustrasi: Sign Board di Stasiun Kereta Api Nottingham

Kawan ! Salah satu pertimbangan memilih kampus di luar negeri, selain reputasi perguruan tinggi, adalah biaya hidup di kota kampus tersebut. Kalau bisa sih, mendapatkan kampus bagus di kota yang biaya hidup nya murah. Dan jangan sampai, mendapatkan kampus yang kurang bagus di kota yang biaya hidupnya mahal. Kenapa kok mencari yang biaya hidupnya murah, toh kan sudah dicover uang beasiswa? Kita tahu perbedaan kurs yang sangat besar antara mata uang di tempat belajar dan mata uang kita tercinta, rupiah. Artinya, jumlah uang sedikit yang bisa anda simpan ketika di luar negeri adalah jumlah uang besar ketika sampean kembali di tanah air.

Universitas Nottingham adalah salah satu  pilihan yang ideal menutut saya. Salah satu 75 kampus terbaik di dunia, 15 besar kampus terbaik di Inggris, tetapi jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Inggris, termasuk kota yang biaya hidupnya murah. Apalagi  lokasinya berada di tengah-tengah Inggris, membuat biaya tranport dari kota ini ke kota-kota lain menjadi relatif lebih murah.

Berapa biaya hidup di Nottingham, Inggris?

Jika sampean mendapatkan letter of acceptante, atau letter offer resmi dari Universitas Nottingham, maka disitu biasanya tertulis biaya hidup minimal £800-900 per orang. Tapi semahal itu kah? Jawabanya bisa iya bisa tidak. Biaya hidup segitu diasumsikan jika sampean selama studi tinggal di asrama/student accomodation yang berada di dalam/sekitar kampus, dan makan 3 kali sehari di kantin kampus. Uang segitu ya ngepres sekali. Apalagi kalau sampean termasuk makhluk sosialita, wah iya pasti kurang. Tapi, buat anak sederhana yang tidak suka macam-macam seperti saya, uang segitu bisa lebih dari cukup. Itulah sebabnya, meskipun dengan beasiswa hanya £800 per bulan, hampir semua penerima beasiswa Dikti di Nottingham bisa memboyong keluarganya. Bahkan, ada seorang kawan yang membawa istri dan keempat anaknya, tanpa harus kerja part-time.

Bagaimana cara merekayasa biaya hidup di Nottingham?

Sebelumnya, saya pernah berbagi tips untuk hidup hemat di Nottingham, silahkan baca disini. Selanjutnya, saya ingin berbagi pengalaman lebih detail tentang biaya hidup sebenarnya di kota Nottingham. Untuk lebih spesifik, saya bagi tipsnya menjadi dua: untuk jomblo (atau jomblo lokal i.e. ninggalin istri/suami dan anak-anak) dan untuk yang membawa keluarga.

Biaya Hidup Untuk Jomblo di Kota Nottingam

Jika tidak mau repot alias manja alias maunya fokus 100% mikirin belajar  saja tanpa mau terganggu mengurusi tetek bengek urusan di luar study. Maka pilihan yang tepat adalah tinggal di asrama atau student accomodation yang berada di dalam kampus. Di Inggris, asrama ini biasa disebut dengan Hall. Lokasinya berada di dalam kampus, sehingga anda cukup jalan kaki dari  asrama ke tempat kuliah. Sampean bisa hidup sendiri di kamar dengan kamar mandi di dalam atau dengan kamar mandi dan dapur/pantry bersama. Untuk kenyamanan ini anda harus mengeluarkan duit setidaknya £450 – £650 per bulan, tergantung fasilitas yang disediakan.  Ada juga student accomodation di sekitar kampus yang dikelola swasta e.g. Nottingham 1, St. Peter Court, dll. yang harganya juga kurang lebih sama dengan Hall di dalam kampus.

akomodasi_kampus

Ilustrasi : Di Halaman Salah Satu Hall (i.e. Derby Hall)  di dalam kampus Univ. Nottingham

 

Untuk makan, sekali lagi jika sampean tidak mau ribet dengan aktivitas masak-memasak, di kampus ada kantin juga kok. Yah, tapi harganya cukup lumayan. Setidaknya anda harus mengeluarkan duit £5 sekali makan. Jika sehari makan tiga kali, sehari harus keluar duit £15, sebulan £450. So, untuk tempat tinggal dan makan saja sudah £900 per bulan. Sementara beasiswa dari pemerintah Indonesia seperti LPDP dan Dikti yang terbaru, hanya memberi living cost allowance £900.  Belum lagi kalau sampean suka bersosialisasi dengan orang bule yang suka dugem. Belum lagi kalau sampean suka shopping dan jalan-jalan. Bisa sampean perkirakan sendiri biaya hidup anda selama sebulan.

Pengen tahu lebih detail tentang Hall di dalam kampus Universitas Nottingham? Ikuti reportase konco saya berikut ini:

Tips merekayasa Biaya Hidup Untuk Jomblo di Kota Nottingam

Nah, selanjutnya buat sampean yang tidak manja, hehe. Atau lebih tepatnya tidak kaya-kaya banget. Mending ikuti saran saya berikut ini:

Untuk tempat tinggal, sangat lebih murah kalau sampean tinggal di shared  private house. Alias ngekos di rumah warga sekitar kampus. Sampean bisa personally nyewa kamar dengan konsekuensi anda harus menerima apa adanya siapa pun yang akan menjadi housemate sampean atau rame-rame dengan teman yang sudah kenal sebelumnya untuk ngontrak bareng satu rumah. Harga sewa normal sekitar 200-350 per bulan (tergantung sudah include/exclude bill listrik, gas, internet, air). Bisa dicari/dibooking di Gumtree atau Unipol , rightmove, zoopla. Masukkan kata : “room to let + wilayah anda” sebagai kata kunci. Untuk teman-teman yang kampusnya di University Park/QMC Medical School/ Sutton Bonington Campus biasanya tinggal di wilayah Dunkirk, Lenton, Beeston.  Sedangkan yang kampusnya di Jubilee campus, biasanya tinggal di wilayah Radford, dan Wollaton.

Kebetulan waktu saya masih ngejomblo kemaren, saya dapet kos-kosan yang murah banget, hanya £150 per bulan. Beberapa teman Indonesia yang lain juga dapat sekitar £180 per bulan sudah include semua bill. Untuk harga tidak normal ini  biasanya dari mulut kemulut. Tidak melalui agent dan tidak diiklankan di situs seperti Gumtree atau Unipol. Silahkan hubungi personally teman-teman Indonesia yang sudah berada duluan di Nottingham. Jika beruntung dan sudah rejeki, sampean akan mendapatkanya.

Untuk makan, ya silahkan masak sendiri. Lagian, masakan yang dijual di kantin selain mahal juga tidak sesuai selera lidah kita orang Indonesia. Kalau sampean, masak sendiri, sampean akan bisa menghemat secara signifikan. Pengalaman saya, untuk kebutuhan belanja bahan makanan, seminggu tidak pernah lebih dari £15. Bahan makanan murah sekali di Nottingham. Harga beras satu kg hanya £0.4 (Di Asda, Aldi, Tesco, Sainsbury) , telur 30 biji hanya £2  (Di Sharif & Son, hyson Green), daging ayam 1 kg hanya sekitar £2 (di Hyson Green). 1 liter susu segar hanya £1 (Di Asda, Aldi, Tesco), camilan 10 bungkus hanya £0.6 (Di Asda). Buah dan sayur juga relatif terjangkau.

Ohya untuk biaya kesehatan, kecuali perawatan gigi,  gratis ditanggung oleh NHS. Begitu mendaftar jadi mahasiswa, sampean akan diminta untuk registrasi kartu NHS . Atau jika tidak, sampean bisa datang kapan saja di medical centre terdekat dengan tempat tinggal, cukup dengan menunjukkan paspor asli. Untuk mendapatkan perawatan gigi, mata, obat bahkan kacamata gratis termasuk biaya transportasi gratis. Di Inggris, sampean bisa mendaftar untuk mendapatkan HC2 certificate. Caranya gampang sekali, kunjungi laman ini  dan halaman ini.  Klik link request formulir HC1 disini. Formulir akan dikirim via pos gratis ke alamat sampean. Silahkan diisi form tersebut, dan kirim balik ke alamat yang dinstruksikan. Hanya dalam hitungan hari, sampean akan mendapatkan HC2 certificate dan berhak atas perawatan gigi, mata, obat, bahkan kaca mata gratis.

Biaya Hidup Untuk Yang Bawa Keluarga di Kota Nottingam

Untuk yang bawa keluarga, biaya terbesar adalah pada sewa rumah. Sampean harus menyewa satu rumah atau apartemen sendiri. Tetapi kalau sampean orapopo sharing rumah dengan keluarga yang lain, tentu bisa menghemat cukup signifikan. Ada beberapa keluarga Indonesia yang tinggal satu rumah, dan kelihatanya fine-fine saja itu. Tapi kan biasanya, setiap rumah tangga butuh privasi sendiri-sendiri?  Hehe… Semua terserah pilihan sampean wes!

Untuk biaya sewa rumah/apartemen tentu juga tergantung berapa jumlah anak sampean yang akan dibawa. Jika masih belum punya anak, atau anak masih satu, mungkin apartemen dengan satu kamar bisa menjadi pilihan tepat. Tapi, kalau anak sampean 2 atau lebih, mau tidak mau harus mengontrak rumah dengan setidaknya dua kamar. Harga sewa rumah dengan 2 kamar atau lebih di sekitar kampus Nottingham ( di Lenton, Wollaton, Dunkirk, Beeston) berkisar antara £500-700 perbulan, belum termasuk bill. Bill sebulan sekitar £100- £150. Sedang untuk rumah tipe apartemen dengan 1 kamar bisa antara £400-£500 per bulan. Informasi rumah ini bisa dicari/dibooking di Gumtree atau Unipol , rightmove, zoopla. Masukkan kata : “house to let + wilayah anda” sebagai kata kunci.

Untuk biaya makan, pastinya masak sendiri. Keperluan belanja paling berkisar £30-£50 per minggu, tergantung gaya hidup masing-masing. Yang jelas, pendidikan dan kesehatan gratis buat anak-anak.

Tips merekayasa Biaya Hidup Untuk Yang Bawa Keluarga di Kota Nottingam

Selalu ada celah di setiap kesempitan. Nah, untuk solusi tempat tinggal yang mahal solusinya adalah tinggal di daerah yang agak jauh sedikit dari kampus. Daerah paling murah di Nottingham adalah di wilayah Hyson Green. Disini harga sewa rumah dengan 2 atau 3 kamar normalnya, sekitar £400-£500 per bulan. Karena agak jauh, untuk ke kampus, sampean bisa naik sepeda atau langganan naik bus £199 unlimited untuk selama 1 tahun. Walaupun katanya relatif tidak aman (untuk ukuran di Inggris), Hyson Green banyak muslim pendatangnya dari India, Pakistan, Bangladesh. Sehingga, mudah sekali mencari toko gading halal, dan banyak masjid. Teman-teman Indonesia dengan beasiswa dikti yang bawa keluarga juga teman-teman dari Malaysia hampir semuanya tinggal di Hyson Green ini. Jadinya, tambah seru karena banyak tetangga dari negara sendiri.

Untuk sewa rumah bisa melalui agent atau landlord langsung.  Kalau bisa pilih yang tanpa agent, karena kalau pakai agent kena biaya administrasi aplikasi sekitar £150-£200, kalau batal jadi, uang aplikasi hilang. Belum lagi, biaya sewa yang lebih mahal, uang deposit yang lebih besar, dan biasanya waktu keluar deposit kita kena potong dengan berbagai alasan yang kesanya dibuat-buat.

Ada juga harga rumah yang di bawah standard, seperti rumah yang saya tempati, hanya £325 per bulan. Ini juga susah dicari, karena hanya dari mulut ke mulut. Ceritanya ada seorang Landlord yang sangat baik hati di Nottingham ini yang memiliki ratusan rumah di wilayah Nottingham. Tidak hanya murah, pelayananya juga sangat memuaskan. Sayangnya, hampir semua rumah dia itu sudah dikuasai jaringan teman-teman Malaysia. Begitu satu orang lulus, langsung diganti dengan orang Malaysia lainya. Saya termasuk, satu diantara 2 orang Indonesia yang beruntung mendapatkan rumah murah tersebut. Selain murah, kebetulan rumah saya juga sangat dekat dengan kampus, dan sangat dekat dengan sekolah anak saya (sekolahnya di belakang rumah saya).

Itulah sebabnya, kenapa teman-teman Indonesia penerima beasiswa Dikti yang hanya mendapat living allowance £800 per bulan, masih bisa membawa keluarga di Nottingham ini.

Selain harga, ada beberapa hal  yang perlu diperhatikan ketika memilih rumah:

Pertama, kondisi rumah. Rumah yang disewakan biasanya ada 3 type: fully furnished, partiallly furnished, dan unfurnished. Kalau furnished itu semuanya sudah lengkap: ada dipan, lemari, meja, hover, kursi, sofa, mesin cuci, kompor, microwave, dan kulkas. Kalau unfurnished, rumahnya kosongan. So, kalau untuk sewa, saya kira lebih praktis kalau fully furnished. Meskipun, harga sewa unfurnished lebih murah dan bisa beli sendiri perabot second, tapi kayaknya ndak sebanding dengan nyariknya, dan kalau sudah selesai susah jual kembali dan ndak mungkin dibawa balik ke Indonesia.

Kedua, perlu juga diperhatikan kondisi jendela apakah single glazed atau doubled glazed.  Rumah yang doubled glazed  itu adalah rumah yang kaca jendelanya double, ada kedap udara diantra keduanya. Rumah yang double glazed ini lebih hangat dan konsekuensinya lebih hemat energi, terutama ketika musim dingin.  Hemat energi artinya tagihan bill gas dan listrik lebih hemat. Dan yang jelas anda tidak kedinginan di musim dingin yang suhunya biasa di bawah 0 derajat celsius.

Ohya, satu lagi, salah satu komponen biaya hidup di Inggris adalah biaya bill air, listrik, gas, dan internet.  Untuk air, di Nottingham suppliernya biasanya adalah Sevent Trent WaterSampean bisa meminta meter reading untuk air. Tapi saya sangat tidak menyarankan, karena bill nya jauh lebih mahal. Tunggu saja bill perkiraan dari supplier. Sebagai gambaran, kalau pakai perkiraan hanya sekitar £60- £200 (tergantung tipe rumah), kalau pakai meter reading setahun bisa sampai £300-£600 bahkan bisa lebih. Pernah ada seorang kawan sebulan kena bill air £400.

Sementara untuk listrik dan gas, anda bisa berpindah-pindah supllier. Cari supplier yang memberi tarif paling rumah untuk rumah sampean. Caranya, bandingkan harga di USwitch. Sampean bisa gonta-ganti supplier kapan saja. Untuk gas dan listrik ini bisa pasca bayar dan pra bayar. Kalau pra bayar ribetnya harus top up kayak ngisi pulsa, tapi sampean bisa mengontrol penggunaan energi. Kalau pasca bayar, pastikan sampean mengirimkan meter reading online setiap bulan, atau setiap 3 bulan sekali. Jika tidak, sampean akan dikenakan bill berdasarkan prediksi, yang most likely lebih tinggi daripaa penggunaan aktual sampean. Pilih tarif yang economy 7 meter, dimana penggunaan listrik pada malam hari dikenakan charge jauh lebih murah daripada siang hari.

Untuk internet, banyak pilihan dengan tarif beragam dan kompetitif. Saya menggunakan Virgin, dengan tarif £26 per bulan, termasuk paling mahal di UK. Yang lebih murah bisa menggunakan Talk-Talk,  Sky,  EE. Untuk pengguna virgin jika sampean dapat referensi dari existing pelanggan virginmedia, sampean bisa mendapatkan gratis biaya pemasangan (kurang lebih £50) dan orang yang memberi anda referensi juga akan mendapat potongan bill £50. Selanjutnya, jika sampean sudah menjadi pelanggan virgin media, setiap merefer ke orang lain, dan orang tersebut menjadi pelanggan baru virgin media, maka sampean akan mendapat potongan bill £50 per orang yang berhasil anda rayu untuk bergabung dengan Virgin. Jadi, jika sampean ingin pakai internet gratis sepanjang tahun, jangan lupa setiap dua bulan sekali menggait pelanggan baru Virgin Media, what a big deal, right? 

Bagaimana dengan Kerja Part-Time di Nottingham?

Alhamdulilah, di Nottingham cukup mudah untuk mendapatkan kerja Part-time. Saya selain menjadi asisten dosen dan menjaga ujian setiap pagi saya bekerja sebagai Cleaner. Kita punya organisasi namanya ICMI, alias Ikatan Cleaning Mahasiswa Indonesia. Sejarahnya, sejak puluhan tahun yang lalu, pekerajaan cleaning service di Nottingham ini dikuasai oleh mahasiswa atau pasangan mahasiswa dari Malaysia dan itu terjadi turun temurun hingga sekarang. Belakangan, ada beberapa mahasiswa/pasangan mahasiswa Indonesia yang masuk dalam jaringan itu. Saya salah satu yang masuk dalam jaringan itu.  Gajinya lumayan, satu jam dibayar £6.5 , sehari bekerja 3 jam. Lumayanlah, bisa dibuat jalan-jalan barenga dengan keluarga. Apalagi kalau yang bekerja adalah pasangan kita (suami/istri yang menemani belajar istri/suami) bisa bekerja pagi dan sore selama 6 jam sehari.

Tapi bagaimanapun, studi harus tetap menjadi nomer utama. Mungkin karena saya masih muda, saya tidak merasa capek akibat bekerja ini. Lahwong, kerjaanya cuman mengelap meja. Pengalaman berharga juga buat saya tentang bagaimana menghargai sekecil apapun peran pekerjaan kita. Saya pribadi merasa tidak mengganggu study saya. Untuk bisa kerja part-time ini, lagi-lagi ya hanya dari mulut kemulut informasinya, turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya.

Ternyata, banyak hal di dunia ini yang tidak tertulis diluar normal, tetapi nyata benar-benar ada, tapi hanya diketahui person to person, mouth to mouth. Karenanya, jangan mudah terkecoh dengan kesan seolah-olah, dan kayaknya. Selalu ada cerita di balik panggung dari yang terlihat pada panggung kehidupan ini.

hidup_di_nottingham

Di Stasiun Kereta Api Nottingham

 

Buat teman-teman yang sedang mempersiapkan sekolah ke luar negeri, khususnya ke Nottingham, semoga dimudahkan segala urusanya ! Doakan saya cepet lulus, dan sampean bisa menempati rumah saya dengan harga yang spesial itu, huhuhu. Juga bisa menggantikan saya menjadi anggota ICMI, hehehehe. Good Luck !

Mengelap Meja, Kepingan Poundsterling, dan Pengambilan Keputusan dalam Hidup

… hanya saja, saya sangat benci ketika uang terlalu mendikte setiap pengambilan keputusan-keputusan dalam hidup saya. Karenanya, saya sangat bersyukur dan menikmati pekerjaan “otot” ini – a random thought.

Belum juga, ‘Sang Fajar’  pertanda  waktu subuh dan bergantinya hari muncul di ufuk langit. Udara musim dingin di kota Nottingham masih terasa menusuk-nusuk tulang dan selalu menjadi alasan untuk berlama-lama bersembunyi di balik duve, selimut tebal yang menghangatkan itu. Setiap hembusan nafas pun berubah seperti kepulan asap rokok di pagi buta itu. Tetapi, saya harus memulai aktivitas saya hari ini dengan glove warna kuning di kedua tangan, selembar kain lap warna biru, sebuah ember biru beriisi campuran air dan bahan kimia, dan ‘mantra’ bismilah. Saya harus mendatangi setiap meja kerja di salah satu ruangan kantor dalam salah satu bangunan perkantoran megah di kota ini untuk membersihkan setiap titik noda, dan merapikanya. Di meja-meja berjumlah ratusan itu, sejenak saya tertegun, ketika melihat setiap tulisan nama berikut nama jabatan di bawahya:  ‘Business Analyst’. Rupanya, di ruang kantor ini, mereka semua berprofesi sebagai business analyst, profesi pekerjaan yang pernah saya impikan, dan walaupun sebentar, saya pernah merasakan profesi itu. Pun, di tempat saya mengajar, mahasiswa dididik salah satunya untuk menjadi profesional di bidang itu. Setelah semua meja kerja bersih, giliran kaca jendela yang harus dibersihkan, berikut karpet lantai yang harus dibersihkan dengan vacuum cleaner. Tak terasa, dua jam lebih pun berlalu, dan saya harus menyudahi aktivitas pembuka hari ini.

Yah, inilah cerita nasib mahasiswa dengan beasiswa dengan jumlah pas-pasan dan kiriman nya pasti telatan, yang mencoba bertahan hidup bersama keluarga tercinta, di salah satu negara dengan biaya hidup termahal di dunia.Bagimana tidak, beasiswa itu sebenarnya hanya dialokasikan untuk biaya hidup seorang bujangan, tetapi saya nekat memboyong keluarga saya disini. Jika sebelumnya, hanya perlu menyewa sebuah kamar, dengan keluarga, saya harus menyewa sebuah rumah sendiri. Sebenarnya, kalau bisa berhemat beasiswa itu cukup saja sih untuk membiayai satu keluarga, asalkan beasiswa itu kirimanya tidak telat seperti yang selalu terjadi, hehe. Tetapi, hanya saja, saya tidak suka, uang terlalu mendikte saya dalam setiap pengambilan keputusan saya sehari-hari. Ingin, jalan-jalan sambil belajar melihat museum di luar kota terpaksa harus dibatalkan karena tidak ada uang. Ini tentunya, sangat menyebalkan. Makanya, sejak akhir bulan kemaren, saya ikutan teman-teman yang sebagian besar dari Malaysia kerja part-time sebagai cleaner. Lumayan, setiap jam kami dibayar £6, dan saya bisa bekerja minimal 2 jam setiap hari nya.

Kebijakan yang Kurang Bijak

Bagaimana pun, saya harus tetap bersyukur, saya mendapatkan kesempatan ini. Bisa belajar di luar negeri, tentu saja bukan kesempatan yang dimiliki setiap orang yang menginginkanya. Tetapi, saya sering kali ‘gemas’ dengan pembuat kebijakan pemerintah yang sering kali kurang bijak dan tidak adil. Seharusnya, mereka tahu bahwasanya, mahasiswa S3 itu sebagian besar sudah berkeluarga. Kenapa beasiswa itu tidak meng-cover juga untuk keluarga penerima beasiswa? Untuk menyelesaikan S3 setidaknya dibutuhkan waktu 3 tahun, haruskah penerima beasiswa ini rela berpisah dengan anak dan istri tercinta mereka? Jika anda sudah berkeluarga, anda pasti bisa merasakan bagaimana beratnya berpisah dengan keluarga, apalagi dalam waktu bertahun-tahun. Sungguh, bukanlah kehidupan yang mudah. Lebih menyedihkan lagi, seorang kawan mengaku pada saat wawancara diancam akan dicoret dari penerima beasiswa, jika dia berencana membawa keluarganya. Penerima beasiswa dihadapkan pada dua pilihan sulit: hidup jauh terpisah dengan keluarga, atau nekat menjalani hidup pas-pasan dan penuh keprihatinan bersama keluarga.

Mungkin pemerintah beralasan keterbatasan dana, tetapi faktanya mereka juga mengaku banyaknya dana anggaran yang tidak terserap. Pemerintah bisa saja berkelit, itu sudah aturan dari menteri keuangan. Tapi nyatanya itu tidak berlaku di departemen lain, yang sama-sama menggunakan uang rakyat, dana APBN. Saya, nelongso rasanya, ngelihat beasiswa teman satu kampus di Nottingham, yang sama-sama dibiayai negara , sama-sama menggunakan dana APBN tapi dengan jumlah yang jauh lebih besar. Belum lagi, dia mendapatkan tunjangan-tunjangan lain yang tidak dicover dalam beasiswa saya. Jelas, sebuah kebijakan yang tidak adil bukan?

gl_me
Beasiswa saya

Padahal, tentu saja investasi buat saya sebagi dosen tentunya akan berdampak jauh lebih besar dari teman saya yang bukan dosen. Saya yang akan menularkan ilmu saya suatu saat nanti untuk ribuan mahasiswa-mahasiswa saya. Ilmu saya untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan lebih lanjut, Ilmu saya untuk pengabdian masyarakat  yang menjadi tugas saya sebagai dosen. Sementara, dia tanpa bermaksud mengecilkan, paling-paling untuk dia sendiri dan lingkungan kantor dia sendiri. Bahkan, dia blak-blakan mengaku kalau dia sekolah tidak lain hanya untuk mendapatkan promosi jabatan lebih tinggi dengan lebih cepat di kantornya.

gl_youBeasiswa Teman Saya

Saya tidak sedang iri, apalagi mengeluh, tapi terus terang saya sangat geli sekaligus sangat gemas dengan para pembuat kebijakan di negeri ini yang seringkali kurang bijak, kurang adil dan kurang ‘manusiawi’.

Aku #Ra Po Po

Buat saya pribadi, sebenarnya semuanya tidak masalah, aku ra popo  (bahasa Jawa). Pantang buat saya pribadi untuk mengeluh. Buat saya, keyakinan bahwa yang terjadi atas diri saya adalah yang terbaik adalah sebuah prinsip. Saya yakin, dimana pun selalu ada tangan-tangan Tuhan, yang sering kali logika manusia tak mampu menjangkau nya. Senang-susah,ringan-berat, bahagia-menderita semua tergantung bagaimana kita masing-masing memaknainya. Hanya saja, jika ini menyangkut kepentingan public, kepentingan orang banyak, kita semestinya bebesar hati harus memperbaikinya.