kereta api bima

Cerita Senja Dari Jendela Kereta Api Bima

…. atau akankah kau biarkan kehidupan kembali memberi kejutan-kejutan diluar kendali mu? – a random thought

Kereta Api

Kereta ku berangkat tepat pukul 5 sore dari Stasiun Gubeng Surabaya. Aku duduk sendirian di gerbong eksekutif 2 nomor 9A, kursi paling dekat dengan jendela. Kursi di sebelah ku kosong. Sementara di depan dan belakang ku penuh. Sepertinya, sebagian besar penumpang kali ini adalah keluarga-keluarga yang sedang menikmati liburan menjelang pergantian tahun.

Senang sekali melihat wajah-wajah bahagia mereka. Seolah dari penampilan, dan air muka mereka, terpancar bahwa mereka adalah keluarga yang makmur, sejahtera, penu kehangatan dan bahagia. Anak-anak yang terlihat sehat, cerdas dan lucu-lucu seolah menyempurnakan kebahagiaan keluarga-keluarga itu.

Tetapi, fokus pandangan mataku tersedot pada pemandangan yang terlihat dari balik jendela kereta. Ini adalah momentum terindah dari perjalanan dengan kereta api. Duduk, diam, dan mata menyapu setiap inci pemandangan dari balik jendela kereta yang melaju kencang. Mengamati siang hari yang perlahan-lahan berubah menjadi gelap.

Indah betul menjadi penonton dari drama kehidupan, tanpa harus terlibat cerita pelik di dalamnya. Sayangnya, kehidupan tak pernah mengijinkan kita hanya menjadi penonton. Suka tidak suka, setiap kita adalah pelakon drama kehidupan yang penuh intrik ini.

Hal lain yang aku suka dalam perjalanan jauh di dalam kereta adalah diam dan merenung. Betapa perjalanan ini memberi waktu kita untuk menghindar sejenak dari kesibukan-kesibukan yang seolah saling berkejar-kejaran. Memberikan waktu sejenak untuk kembali berfikir: buat apa kita hidup? Tahu-tahu kita menua dan tak berdaya, terperangkap kesibukan yang kian menjerat dan lupa apa yang sejatinya kita cari dari kehidupan yang sejatinya hanya sejenak ini.

Tak terasa, tahun akan segera berganti dengan yang baru. Waktu terus melesat tak pernah kita sanggup menghentikanya barang sejenak. Akan ada apa di tahun depan? Apa rencana-rencana mu, kawan? Apa gerangan mimpi-mimpi yang akan kau wujudkan, wahai kekasih? Atau akankah kau biarkan kehidupan kembali memberi kejutan-kejutan diluar kendali mu?

Apa pun itu, kita tidak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi esok hari. Hidup akan selalu meninggalkan tanda tanya. Itulah indahnya hidup. Selamat merayakan natal buat teman-teman yang merayakan. Selamat berlibur teman-teman, bagi yang berkesempatan. Semoga kehidupan kita semakin lebih baik, lebih bermakna, lebih bermanfaat pada hari-hari esok yang akan datang. Jangan lupa berbahagia! Tak perlu metenteng, terlalu serius menjalani hidup. Bukankah ini hanya permainan dan senda gurau belaka?

Kereta Bima, Surabaya – Jakarta 28/12/2017

Advertisements