Tag Archives: jurusan sistem informasi terbaik di indonesia

Yang Harus Kamu Tahu Tentang Jurusan Sistem Informasi ITS

…. andai saja waktu saya kuliah dulu ada Jurusan Sistem Informasi, saya pasti akan menjadi Jurusan Sistem Informasi sebagai pilihan pertama. Karena Jurusan ini, mempelajari apa yang benar-benar dibutuhkan di perusahaan saat ini – Erma Suryani, PhD (Alumni S1 Teknik Elektro ITS, S2 Teknik Industri ITS, S3 Manajemen Industri, NTUST Taiwan)

JSI_ITS_edit

Plasa di Jurusan Sistem Informasi ITS ( http://pasca.its.ac.id)

Buat adek-adek yang akan melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi, memilih Jurusan di Perguruan Tinggi bukanlah hal yang mudah. Di bangku sekolah kalian hanya tahu ada jurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Sementara itu di Perguruan Tinggi ada ratusan pilihan jurusan, dan terus akan bermunculan jurusan-jurusan baru seiring perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Secara umum, untuk tips memilih Jurusan di Perguruan Tinggi, bisa dibaca di postingan saya sebelumnya disini.

… jurusan Sistem Informasi itu jurusan yang serakah, mata kuliah yang bagus-bagus di Teknik Industri diambili semua, demikian juga mata kuliah di Jurusan Teknik Informatika yang bagus-bagus juga diambili semuanya – Mudjahidin, S.T, M.T (Alumni Teknik Industri, ITS)

Nah salah satu tips memilih jurusan kuliah di Perguruan Tinggi adalah pastikan kalian tahu betul apa Jurusan itu. Jangan hanya dari nama Jurusanya saja, tapi ketahui dengan detail apa saja yang akan dipelajari di Jurusan tersebut. Seringkali, yang dipelajari di satu jurusan tertentu ternyata tidak sesuai dengan yang kalian bayangkan dari nama jurusan tersebut.

nlb8phaw0n

Leonika Sari, Mahasiswa Sistem Informasi ITS (Angk. 2011) , di MIT, US (source: okezone)

Kali ini, saya akan mengajak kalian mengenal salah satu jurusan yang relatif masih baru, yaitu Jurusan Sistem Informasi. Khususnya, Jurusan Sistem Informasi (JSI) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Perlu diketahui bahwa JSI ITS ini adalah jurusan sistem informasi pertama di perguruan tinggi negeri di Indonesia, yang berdiri sejak tahun 2001. Atas saran dari Presiden RI saat itu, KH Abdurrahman ‘Gus Dur’ Wahid, pada saat memberikan ceramah saat Dies Natalis ITS, agar ITS mendirikan fakultas teknologi informasi.

Sebagai pioneer Jurusan Sistem Informasi di Indonesia, kurikulum JSI ITS dijadikan rujukan dan kiblat jurusan sistem informasi di perguruan tinggi lain, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia, yang saat ini sedang ramai membuka jurusan ini. Dan, sejak berdiri, JSI ITS selalu mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional. (Bisa dilihat di; BAN-PT ).

Nah, agar kalian lebih jauh mengenal apa itu Jurusan Sistem Informasi, khususnya JSI ITS, berikut FAQ yang mungkin banyak ditanyakan oleh para calon mahasiswa.

Apa Prospek Kerja dari Jurusan Sistem Informasi?

Pada dasarnya, lulusan sarjana sistem informasi bisa bekerja di perusahaan pada hampir semua sektor. Hal ini karena Teknologi Informasi menjadi bagian tak bisa terpisahkan dari perusahaan modern. Hal ini menjadi keuntungan sendiri bagi lulusan sarjana sistem informasi, karena mereka dibutuhkan oleh hampir semua perusahaan lintas sektor usaha.

Lebih spesifik, prospek dari Jurusan sistem informasi, khususnya JSI ITS adalah sebagai pengembang sistem informasi, konsultan dan integrator sistem, spesialis basis data, dan menjadi akademisi di bidang sistem informasi.

prospek_JSI

Prospek Jurusan Sistem Informasi ITS

Mata Kuliah Apa Saja yang Dipelajari di Jurusan Sistem Informasi ITS?

Pada dasarnya di JSI ITS,  ada empat kelompok mata kuliah yaitu: Mata Kuliah Umum, meliputi: Agama, Keterampilan Interpersonal, Technopreneurship; Mata Kuliah Pendukung, meliputi: Dasar-dasar komputasi, Dasar-dasar organisasi, manajemen, dan bisnis; Mata kuliah utama wajib, meliputi: Pengembangan Sistem Informasi, Manajemen Data & Informasi, Pemodelan Proses Bisnis & Integrasi Sistem Informasi, Tata-Kelola & Manajemen Sistem Informasi; Dan Mata Kuliah Wajib Pilihan: Sesuai dengan bidang minat Laboratorium.

Lebih Detailnya, mata kuliah per semester di JSI ITS adalah sebagai berikut:

Mata Kuliah di JSI_ITS

Mata Kuliah di Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi (FTIF), ITS, Kurikulum 2014-2019

Sebagaimana terlihat pada tabel di atas, mata kuliah di jurusan sistem informasi adalah gabungan antara sains dan ilmu sosial. Lebih spesifiknya, gabungan antara teknologi informasi, ilmu komputer dan ilmu manajemen industri dan bisnis. Sehingga tidak sepenuhnya salah jika jurusan sistem informasi disebut jurusan gabungan antara Jurusan Teknik Industri dan Teknik Informatika.

Apa perbedaan Jurusan Sistem Informasi dan Teknik Informatika/Ilmu Komputer?

Secara umum, jurusan sistem informasi dan teknik informatika (atau di beberapa universitas, seperti di UI bernama jurusan Ilmu Komputer) berada dalam satu rumpum, yaitu jurusan komputing. Lulusan kedua jurusan ini sama-sama akan menyandang gelar: Sarjana Komputer (S.Kom). Karena masih serumpun, bisa dibilang hampir 50% mata kuliah nya sama. Keduanya menjadikan Pemrograman sebagai kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh mahasiswa. Yang membedakan adalah fokusnya. Kalau jurusan teknik informatika, lebih fokus ke aspek teknis dari teknologi informasi, sedangkan jurusan sistem informasi juga mempelajari aspek manajerial dari teknologi informasi. Karena teknologi informasi saat ini sudah menjadi bagian tak bisa terpisahkan dari bisnis proses sebuah perusahaan, sehingga menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya paham dari segi aspek teknis saja, tetapi juga mampu memahami aspek bisnis dalam perusahaan. Sehingga mampu menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi kebutuhan teknis teknologi informasi.

Secara spesifik, perbedaan kedua jurusan ini bisa dilihat dari mata kuliah yang dipelajari. Sebagai contoh, di Jurusan Teknik Informatika ITS, mata kuliah yang dipelajari adalah sebagai berikut:

Mata Kuliah di JIF_ITS

Mana yang lebih bagus Sistem Informasi apa Teknik Informatika?

Pertanyaan ini seperti pertanyaan pilih Apel apa Jeruk? Sama-sama buahnya, pilihan tergantung pada selera. Buat kalian yang suka aspek teknis dari teknologi informasi, teknik informatika mungkin lebih tepat menjadi pilihan kamu. Tetapi buat kamu yang ingin mempelajari Teknologi Informasi secara lebih well-rounded, tidak saja dari point of view teknologi saja, tapi juga ingin memahami dari aspek bisnis, aspek yang lebih high level dalam sebuah perusahaan, jurusan sistem informasi mungkin lebih tepat dari kalian.

Di perusahaan mana yang lebih dibutuhkan lulusan Sistem Informasi atau Teknik Informatika?

Di dunia nyata di perusahaan tidak ada lagi kotak-kotak bernama jurusan atau fakultas, itu hanya ruang-ruang kamar di Perguruan Tinggi. Di perusahaan kalian akan bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dan kalian akan menyadari betapa sedikit sekali hard skill yang kalian pelajari di bangku kuliah, benar-benar dapat langsung dapat kalian aplikasikan di perusahaan tempat kalian bekerja. Orang-orang dari berbagai latar belakang akan menyelesaikan ‘permasalahan’ bersama perusahaan.

Nah, disinilah menurut saya kelebihan lulusan jurusan sistem informasi, karena tidak hanya mempelajari hal teknis, tapi juga mempelajari aspek bisnis/perusahaan. Logikanya, hal ini akan membuat lulusan JSI memiliki sense bisnis yang lebih tajam. Sehingga lebih pandai ‘membaca’ ‘permasalahan’  yang ada di perusahaan, yang pada akhirnya mampu memberikan solusi, khususnya solusi yang berkaitan dengan IT, yang lebih tepat.

Berdasarkan survey alumni JSI ITS, berikut adalah pengetahuan  yang paling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja:

MK_JSI_diTempatKerja

Alumni JSI ITS juga merekomendasikan, bahwa keterampilan berikut sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaaan mereka di perusahaan tempat mereka bekerja:

keterampilan_jsi_di_tempatkerja

Keterampilan Lulusan Sistem Informasi yang dibutuhkan di Perusahaan

Akan tetapi di Indonesia, perusahaan biasanya masih menyamakan antara lulusan Teknik Informatika/Sistem Informasi/Ilmu Komputer. Sehingga lowongan untuk ketiga jurusan tersebut masih interchangeable. Kedepanya, saya sangat yakin, seiring perusahaan akan sangat tergantung dengan keberadaan IT, spesifikasi keahlian itu akan semakin jelas di kemudian hari.

Prediksi saya, banyak jenis pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya, tetapi akan muncul di kemudian hari seiring dengan semakin massive dan dalam nya adopsi teknologi informasi ke dalam perusahaan. Sebagai contoh: posisi pekerjaan seperti auditor IT, data saintis, adalah pekerjaan yang sebelumnya belum pernah ada. Dan sudah menjadi rahasia umum, bahwa pekerjaan-pekerjaan baru tersebut adalah ‘the sexiest job’ yang gajinya sangat menggiurkan.

lab_jsi_v2

Ilustrasi : Lab. Riset di Jurusan Sistem Informasi, ITS

Laboratorium apa saja yang ada di Jurusan Sistem Informasi ITS?

Sampai dengan 2014, JSI memiliki fasilitas 4 laboratorium, yaitu: laboratorium pemrograman sistem informasi, laboratorium e-business, laboratorium perencanaan dan pengembangan sistem informasi, dan laboratorium sistem pendukung keputusan dan Inteligensia bisnis.

Mulai tahun 2015, sejalan dengan perkembangan bidang keilmuwan sistem informasi yang sangat cepat, terjadi pengembangan menjadi 8 laboratorium/studio, sebagai berikut:

  1. Laboratorium Akuisisi Data dan Diseminasi Informasi.
  2. Laboratorium Manajemen Sistem Informasi.
  3. Laboratorium Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi.
  4. Laboratorium Sistem Enterprise.
  5. Laboratorium Rakayasa Data dan Inteligensia Bisnis.
  6. Studio Aplikasi Terapan.
  7. Studio Pemrograman.
  8. Studio Sistem Operasi dan Jaringan.

Program Studi Apa Saja yang ada di Jurusan Sistem Informasi ITS?

Saat ini jurusan sistem informasi ITS menyelenggarkan dua program studi, yaitu: Program studi S1 Sistem Informasi dan Program Studi S2 Sistem Informasi.

Bagaimana Profil Alumni Jurusan Sistem Informasi ITS

Mungkin kalian bertanya, alumni JSI ITS ketika sudah lulus bekerja di bidang apa saja? Dari survey alumni JSI ITS, yang dilakukan oleh JSI, didapatkan bahwa 86% bekerja di bidang yang berkaitan dengan Teknologi Informasi, 9% bekerja di bidang yang tidak berkaitan dengan Teknologi Informasi, dan 5% melanjutkan studi lanjut (S2/S3).

Sementara itu, jenis karir alumni JSI ITS digambarkan pada diagram di bawah ini:

Karir_Alumni_JSI

Karir Alumni Jurusan Sistem Informasi ITS

Bagaimana, tertarik untuk mengambil kuliah di Jurusan Sistem Informasi? Pastikan kalian memilih Jurusan Sistem Informasi terbaik yang ada di Indonesia. Dan pastikan Jurusan Sistem Informasi ITS, menjadi pilihan pertama kamu ! Semoga sukses untuk meraiah masa depan kalian yang terbaik !

Dimana Alamat Jurusan Sistem Informasi ITS?

Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, ITS,  beralamat di: Jl. Raya ITS, Kampus ITS Sukolilo Surabaya Jawa Timur, Indonesia 60111  (Bersebelahan dengan Graha ITS dan Jurusan Teknik Industri ITS)
No. Telp: +62 31 5999944, Fax: +62 31 5964965

Bagaimana dengan dosen di Jurusan Sistem Informasi ITS?

Saat ini Jurusan Sistem Informasi didukung oleh sebanyak 37 dosen, didominasi oleh dosen-dosen muda yang energik, dan mayoritas adalah lulusan kampus-kampus dunia terbaik di luar negeri. Ini tentunya menciptakan atmosfir belajar di kelas dan pola hubungan dosen-mahasiswa yang lebih egaliter dan menarik.

  1. Wiwik Anggraeni, S.Si, M.Kom
  2. Tony Dwi Susanto, S.T., M.T, Ph.D
  3. Sholiq, S.T, M.Kom.
  4. Rully Agus Hendrawan, S.Kom, M.Eng
  5. Riska Asriana Sutrisnowati, S.Kom, Ph.D.
  6. Retno Aulia Vinarti, S.Kom, M.Kom, Ph.D.
  7. Renny Pradina K, S.T, M.T.
  8. Raras Tyasnurita, S.Kom, M.BA, Ph.D.
  9. Radityo Prasetianto Wibowo, S.Kom, M.Kom
  10. Nur Aini Rachmawati, S.Kom, M.Eng
  11. Nisfu Asrul Sani, S.Kom, M.Sc.
  12. Dr. Mudjahidin, S.T, MT.
  13. Mahendrawati ER., S.T, M.Sc., PhD.
  14. Irmasari Hafizh, S.Kom, M.Sc.
  15. Ir. Khakim Ghozali, M.MT
  16. Prof. Ir. Arif Djunaidy, M.Sc., PhD.
  17. Ir. Ahmad Holil Noor Ali, M.Kom
  18. Hatma Suryotrisongko, S.Kom, M.Sc.
  19. Hanim Maria Astuti, S.Kom, M.Sc.
  20. Feby Artwodini, S.Kom, M.T
  21. Febriliyan Samopa, S.Kom, M.Kom, PhD
  22. Faizal Johan Atletiko, S.Kom, M.T
  23. Faisal Mahananto, S.Kom, M.Eng, Ph.D
  24. Erma Suryani, S.T, M.T, Ph.D
  25. Eko Wahyu Tyas D, S.Kom, M.BA
  26. Edwin Riksamora, S.Kom, M.Kom
  27. Dr. Ir. Aris Tjahyanto, M.Kom
  28. Dr. Apol Pribadi, S.T, M.T
  29. Danu Pranantha, S.T, M.Sc., Ph.D
  30. Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si, M.Kom
  31. Bambang Setiawan, S.Kom, M.Kom
  32. Arif Wibisono, S.Kom, M.Sc.
  33. Annisa Herdiyanti, S.Kom, M.Sc.
  34. Andre Parvian Aristio, S.Kom, M.Sc.
  35. Amna Shifia Nisafani, S.Kom, M.Sc.
  36. Amalia Utamima, S.Kom, M.BA.
  37. Ahmad Mukhlason,S.Kom, M.Sc.

Apakah lulusan SMA yang mau mendaftar Jurusan Sistem Informasi harus sudah jago IT?

Tidak benar. Di Jurusan Sistem Informasi, sama dengan di Jurusan lain di Perguruan Tinggi, kalian akan belajar dari Nol besar. Di Semester 1 misalnya kalian akan belajar kembali Matematika yang merupakan fondasi untuk mata kuliah berikutnya. Kalian juga akan belajar mata kuliah – mata kuliah pengantar di semester 1. Jadi salah besar kalau ada yang beranggapan untuk kuliah jurusan IT kalian harus sudah mahir bermain komputer.

Jangan sampai salah pilih jurusan yo! Pastikan Jurusan Sistem Informasi ITS, jadi pilihan pertama kamu !

Apakah Jurusan Sistem Informasi ITS Sudah Terakreditasi Internasional?

Iyes, selain terakreditasi A oleh BAN-PT,  Program Studi Sarjana Sistem Informasi, Departemen Sistem Informasi ITS pada tahun 2017 juga berhasil mendapatkan akreditasi International dari AUN-QA. AUN-QA adalah lembaga akreditasi internasional di level ASEAN. Dengan akreditasi ini, lulusan jurusan sistem informasi ITS akan dianggap setara dengan lulusan perguruan tinggi top di tingkat ASEAN. Sehingga membuka peluang alumni untuk bekerja overseas, di tingkat ASEAN.

sertifikat_AUN

Sumber Informasi:

  • Panduan Kurikulum Jurusan Sistem Informasi ITS, 2014-2019

Baca Juga:

***
Thanks for Reading 🙂
Matur Nuwun!
Jangan lupa, Untuk Cerita Lebih Seru, Please subscribe, My Youtube Channel ya! Klik: youtube


Tips Memilih Jurusan dan Perguruan Tinggi untuk Calon Mahasiswa

“…. melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang berkualitas adalah investasi terbesar dalam hidup seseorang untuk menentukan arah masa depan yang lebih baik” – A Random Thought.

pembroke_college_cambridge

Ilustrasi: Pembroke College, Universitas Cambridge, UK

Buat adik-adik yang sedang berada di bangku kelas tiga (eit, sekarang kelas 12 ya) SMA, Madrasah Aliyah, atau SMK tentunya banyak yang sedang galau ketika harus dihadapkan pada banyak pilihan kehidupan setelah lulus sekolah nanti dan sampean harus mengambil keputusan mana yang harus dipilih. Yargh, begitulah hidup, hidup adalah tentang keberanian menentukan pilihan. Diantara keputusan itu adalah, memilih kuliah atau kerja? Kalau kuliah, kuliah dimana, mengambil jurusan apa di fakultas apa?

Mengapa Kuliah?

Setiap orang pasti memiliki alasan sendiri mengapa kuliah atau tidak kuliah. Diantara banyak alasan mengapa kuliah itu adalah:

  1. Untuk mendapatkan prospek karir yang cerah. Meskipun gelar sarjana bukan segala-galanya, jaman sekarang kalau hanya mengandalkan ijasah SMA, rasanya susah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lahwong, yang sarjana saja menumpuk? Menteri Susi kan hanya lulusan SMP? lah, itu kan 200.000.000 : 1 . Untuk posisi pekerjaan, ‘non-buruh’ sekarang hampir semua mensyaratkan gelar sarjana.
  2. Untuk mendapatkan keterampilan kerja. Ketika di bangku sekolah sampean hanya belajar pengetahuan umum, di bangku kuliah saatnya anda akan belajar bidang ilmu dan keterampilan yang spesifik sesuai dengan karir yang sampean impikan. Jadi programmer, dokter, bankir, insinyur, ilmuwan, peneliti, apoteker? dibangku kuliah lah sampean akan belajar keterampilan profesi-profesi itu.
  3. Untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih besar. Di dunia kerja, ini benar-benar terjadi. Meskipun, sama-sama baru masuk kerja di perusahaan yang sama, seseorang dengan gelar sarjana sudah barang tentu akan dibayar dengan gaji yang lebih tinggi dari lulusan SMA, serta posisi jabatan yang lebih tinggi tentunya, yang sarjana langsung jadi supervisor/mandor, yang lulusan SMA harus puas sebagi buruh.
  4. Untuk belajar keterampilan hidup. Kuliah, tidak hanya untuk mempelajari bidang ilmu tertentu saja, tetapi juga tempat untuk menempa keterampilan hidup yang penting untuk kehidupan sebagai manusia dewasa nantinya, seperti sifat kemandirian, tanggung jawab, kepercayaan diri, berorganisasi, kepemimpinan, merintas jaringan, kemampuan bersosialisasi, dan sebagainya.
  5. Untuk mempelajari bidang ilmu yang sangat sampean sukai. Nah, ini baru alasan yang tulus, belajar ilmu yang karena memang kita sukai. Tetapi, jarang-jarang yang memiliki niat tulus seperti ini, apalagi di jaman yang segalanya diukur dengan materi seperti saat ini.
  6. Untuk mendewasakan cara berfikir. Dunia akademik di kampus, tidak saja membuat sampean menguasai bidang ilmu sesuai jurusan, tetapi di atas semua itu dunia akademik akan membentuk cara berfikir dan bersikap sampean. Integritas, kejujuran, etika, komitmen, pola fikir rasional, berfikir kritis, berfikir kreatif, mampu mengkomunikasikan argumen secara ilmiah baik dalam lisan maupun tulisan,  adalah hal-hal positif yang akan terbentuk selama berada dalam dunia akademik di kampus. Bisa jadi setelah lulus kuliah, sampean bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan jurusan, tetapi sifat-sifat positif yang terbentuk selama kuliah ini, bisa diaplikasikan dimana saja. Ataupun jika sampean memutuskan untuk menjadi wirausahawan, sifat-sifat positif yang terbentuk ketika kuliah, tentu akan sangat bermanfaat. Tentu saja akan kelihatan bedanya, pola pikir Sarjana dan pola pikir orang yang tidak pernah mengenyam bangku kuliah.

Mengapa Tidak Kuliah?

Alasan paling umum adalah karena tidak ada biaya, karena biaya kuliah sangat mahal. Tetapi, bukankan sekarang pemerintah sudah menggelontorkan ribuan beasiswa bidik misi, yang tidak hanya membiayai  biaya kuliah tetapi juga biaya hidup selama kuliah hingga lulus. Bahkan sampai pendidikan profesi (dokter, apoteker, perawat, dsb.), tidak hanya di PTN tetapi juga di PTS. Ada juga sekolah kedinasan yang juga menawarkan kuliah gratis seperti STAN, STIS, IPDN, AKPOL, AKMIL. So, tidak ada biaya tidak relevan lagi dijadikan alasan untuk tidak kuliah. Kecuali kalau alasanya adalah males mikir. Yah sudahlah, mungkin kuliah bukan jalur sampean untuk meraih sukses gemilang masa depan. Toh, masa depan sampean tidak semata-mata ditentukan karena sampean kuliah atau tidak.

Jika kuliah, mengambil Jurusan Apa?

Nah, ini mungkin yang banyak menimbulkan kebimbangan buat calon mahasiswa, karena ada ratusan program studi atau jurusan yang ditawarkan di perguruan tinggi, sementara di sekolah hanya ada jurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Bahkan, ketika calon mahasiswa sudah menentukan pilihanya pun sebenarnya dia belum tahu apa yang sebenarnya akan dipelajari. Seperti misalnya, seseorang yang tertarik desain grafis, dipikir akan cocok jika masuk jurusan Teknik Informatika, eh tahunya yang dipelajari di jurusan tersebut lebih banyak matematikanya.

Untuk menentukan memilih jurusan apa sebenarnya tergantung tujuan sampean apa untuk kuliah. Kalau tujuan kuliah hanya sekedar mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi, sampean harus memilih jurusan yang menawarkan prospek karir dengan gaji yang besar. Sektor industri minyak dan gas misalnya, sektor ini memang menawarkan gaji di atas rata-rata. Jika ingin bekerja disektor ini, mungkin jurusan Teknik Perminyakan, Teknik Kimia, Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Sipil, Teknik Elekto, dsb.

Saran saya, silahkan lakukan riset terlebih dahulu jurusan-jurusan yang akan sampean pilih. Daftar perguruan tinggi dan jurusan di Perguruan Tinggi Negeri, bisa dilihat di snmptn.ac.id, kemudian silahkan googling ke masing-masing jurusan tersebut. Pastikan sampean tahu pasti mata kuliah apa saja yang akan dipelajari di jurusan tersebut. Jangan terjebak dengan nama jurusanya. Cari tahu juga, prospek kerja dari jurusan tersebut, profil alumni, dan sebagainya.

Sebisa mungkin, pilih jurusan sesuai dengan passion sampean. Passion itu sesuatu yang benar-benar sampean inginkan, sesuatu yang anda selalu merasa bahagia mendedikasikan semua waktu, tenaga, dan pikiran untuk mewujudkanya. Setiap orang tentunya ditakdirkan memilik passion yang berbeda-beda. Jangan pilih jurusan karena sekedar ikut-ikutan teman. Kuliah dijurusan sesuai dengan passion akan selalu membuat sampean happy selama di bangku kuliah, sebaliknya jurusan yang tidak passion hanya akan membuat sampean menderita di kampus, tidak semangat kuliah, ujung-ujung nya Drop Out (DO). Banyak cerita anak sangat pintar waktu SMA yang memilih jurusan kuliah hanya karena jurusan tersebut paling sulit untuk ditembus (passing grade nya) tinggi, tetapi kuliahnya amburadul bahkan DO, karena ternyata jurusan tersebut tidak sesuai dengan passion nya. Jadi, kenali passion sampean dan kenali jurusan dengan detail, pastikan benar-benar sesuai dengan passion kamu. Percayalah, segala sesuatu yang dilakukan atau dipilih karena passion akan membuat sampean tidak mengenal lelah, selalu bersemangat, dan pada akhirnya mendatangkan hasil kesuksesan yang maksimal.

Selain passion yang lebih penting lagi harus dpertimbangkan adalah, sesuaikan dengan bakat, kemampuan, dan kelebihan sampean. Ada sebuah maqolah:

Waj’al hammaka, fima khulid ta lah, wala taj’al hammaka, fimaa tafata hu.

Raihlah segala sesuatu itu berdasarkan bakat mu, jangan meraih sesuatu itu berdasarkan seleramu. (KH. Tamim Romly, Darul Ulum Jombang)

Saya percaya bahwa, setiap orang terlahir dengan bakat dan kemampuan nya masing-masing yang unik. Jangan sampai sampean ngebet pengen jadi Insinyur, karenanya ingin kuliah di jurusan Teknik, tapi sampean tidak bisa matematika dan fisika. Karenanya, penting sekali untuk memahami bakat dan kemampuan diri. Siapa yang paling tahu tentang sampean , ya sampean sendiri to.

Benar apa yang disabdakan kanjeng nabi:

Thubaa liman ‘arapa bi’uyubinafsihi
Beruntunglah orang-orang yang mengerti kelebihan dan kekuranganya.

Fokuslah ke kelebihan sampean dan kurangi kekurangan sampean. Kalau sampean merasa lebih berbakat di bidang sastra, ya jangan dipaksakan masuk jurusan Teknik Informatika.

Pilih Universitas, Institut, atau Politeknik?

Tiga institusi ini sebenarnya hampir sama, filosofi nya saja yang berbeda. Universitas dan Institut ini sama sebenarnya, hanya saja institut lebih fokus pada bidang keilmuan tertentu saja. Kalau universitas dan institut sebenarnya didirikan sebagai jalur akademik, dan pusat penelitian, Politeknik lebih ditujukan untuk jalur profesional. Jalur profesional harapanya, lebih banyak praktik dari pada teori. Tetapi kalau dahulu politeknik hanya membuka program pendidikan Diploma 3 (D3), sekarang sudah dibuka program D4, yang setara dengan S1, dengan gelar Sarjana Terapan. Bahkan sekarang juga sudah banyak politeknik yang mulai membuka program master terapan, dan program doktor terapan.

Semua hanya masalah pilihan. Kalau sampean tidak suka terlalu banyak teori, dan lebih suka hal-hal yang praktical, politeknik mungkin lebih cocok buat sampean. Tetapi jika sampean, suka mendalami teori secara mendalam, memahami filsafat ilmu, lebih tertarik ke pengembangan ide dan pemikiran, Universitas/Institut mungkin lebih cocok buat sampean. Hanya saja di masyarakat, sepertinya gelar sarjana kesanya lebih keren dibanding lulusan politeknik, walaupun sekarang semakin bergeser. Dan masuk program S1 di Universitas/Institut, biasanya lebih susah daripada masuk Politeknik.

Jika sudah mantap dengan jurusan yang akan diambil, terus pilih kampus yang mana?

Salah satu referensi yang bisa dipercaya untuk memilih Perguruan Tinggi dan Jurusan yang terbaik di Indonesia adalah situs BAN-PAT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi). Pastikan Perguruan Tinggi yang anda tuju sudah terakreditasi. Akreditasi terbaik adalah akreditasi A. Contoh:

Perguruan Tinggi di Indonesia (Negeri dan Swasta) yang terakreditasi A 

akreditasi_PT

Perguruan Tinggi Indonesia yang Terakreditasi A (Sumber : http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil_aipt.php)

Ternyata, per 11 Maret 2015, hanya ada 16 Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta yang terakreditasi A. Disini juga kita bisa lihat, ternyata banyak perguruan tinggi swasta yang akreditasinya lebih bagus dibanding perguruan tinggi negeri.

Jurusan ‘Sistem Informasi’ yang terakreditasi A di Indonesia:

akreditasi_SistemInformasi

Jurusan Sistem Informasi dengan Akreditasi A di Indonesia

Ternyata, per 11 Maret 2015 hanya ada 7 Jurusan Sistem Informasi yang terakreditasi A di seluruh Indonesia. Akreditasi ini bisa dijadikan salah satu indikator bahwa jurusan tersebut bagus. Karena hanya sedikit saja program studi yang bisa mendapatkan akreditasi A. Selain nilai akreditasi pamor perguruan tinggi juga sangat berpengaruh ketika sampean melamar pekerjaan atau melanjutkan kuliah ke luar negeri. Untuk ilmu ekonomi misalnya, pamor UI dan UGM sangat dominan, sementara untuk jurusan teknik, pamor ITB dan ITS juga sangat dominan.

Intinya jangan pilih jurusan, terutama di Perguruan Tinggi Swasta, yang belum terakreditasi. Ini sangat beresiko. Sampean bisa mengecek apakah sebuah jurusan di Perguruan tinggi tersebut sudah terkareditasi atau belum, di alamat: http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php Masukkan nama perguruan tinggi dan jurusan yang dimaksud.

Pertimbangan lain, selain akreditasi, faktor lain yang harus sampean perhatikan adalah sekali lagi kemampuan sampean. Jurusan favorit di perguruan tinggi favorit tentu saja tingkat persainganya sangat ketat. Pastikan sampean bisa mengukur kemampuan sampean sendiri. Jangan terlalu memaksakan, jika tidak ingin berakhir dengan kekecewaan.

Kuliah memang bukan segala-galanya sebagai jembatan keberhasilan masa depan sampean. Yang lebih penting dari semuanya adalah keinginan untuk terus mau belajar. Yang namanya belajar tidak harus secara formal di kampus, bisa dimana saja. Percuma juga, kuliah tapi malas belajar atau bahkan tidak niat belajar. Kuliah hanya dijadikan untuk menghabiskan umur, memenuhi kehendak orang tua, gaya-gayaan, dan niat tidak benar lainya.

Demikian, semoga sedikit memberi pencerahan! Semoga sukses !

Related Post: