Jakarta Sabtu Pagi: Monas – Munas – Kota Tua

“… mungkin aku terlalu udik, aku tak tahu bagaimana cara menikmati hidup di Ibu kota – a random thought. Untuk menunggu penerbangan sore hari ke Surabaya, Sabtu pagi aku harus mencari cara untuk membunuh waktu. Dan cara yang aku pilih adalah ‘to feel being grass-root Jakartans’. Dari penginapan murah meriah, kelas melati di bilangan karet, Continue reading Jakarta Sabtu Pagi: Monas – Munas – Kota Tua

Menyapa Jakarta (Kembali)

… suruh siapa datang ke Jakarta? – anonim Satu Maret dua ribu tujuh belas, Pukul lima sore lebih lima belas menit, kami akhirnya tiba di bandara sukarno hata Jakarta. Setelah perjalanan panjang tiga belas setengah jam lamanya dari bandara Heathrow London. Sumuk dan gerah rasanya. Maklum, kami meninggalkan kota Nottingham saat masih diselimuti musim dingin. Continue reading Menyapa Jakarta (Kembali)

Museum dan Media Pewarisan Peradaban?

“… orang yang melupakan sejarah, akan dikutuk oleh sejarah dengan melakukan kesalahan yang sama dengan yang pernah terjadi di masa lampau” Melipir ke Kota Tua Jakarta : Museum BI dan Museum Wayang Keterpaksaan untuk singgah beberapa hari di Jakarta kemaren, saya manfaatkan untuk silaturrahim dengan beberapa saudara dan sahabat-sahabat dekat yang tinggal di wilayah Ibu Continue reading Museum dan Media Pewarisan Peradaban?

Jakarta Oh Jakarta : Mengglobal?

… buat orang tak berduit banyak, hidup di kota ini tidak pernah mudah. Tetapi, dari pada mengutuk lebih baik kita menikmati nya  bukan? Jakarta Oh Jakarta. Karena pakai paspor dinas, setiap pulang/pergi ke luar negeri harus mampir ke Ibu kota hanya untuk mendapatkan tempelan stiker di paspor bernama exit permit yang menurut saya esensinya sangat tidak Continue reading Jakarta Oh Jakarta : Mengglobal?