Tag Archives: hidup

Merindukan Perubahan: untuk diriku yang selalu merasa tidak nyaman berada pada “Zona Nyaman”

Pengen sekali rasanya saya bisa berteriak : “BERUBAH.!!!”
dan sedetik kemudian saya benar-benar bisa berubah seperti yang saya inginkan.
Hem… layaknya Superman, yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi manusia super yang bisa terbang. Atau satria baja hitam, yang sewaktu bisa berubah menjadi manusia baja yang luar biasa.

Hah, sayang nya saya bukanlah Superman, bukan pula Satria baja hitam. Saya hanya manusia biasa, bahkan sangat biasa.

Umumnya, dalam menjalani hidup ini, semua orang memimpikan kenyamanan dan kemapanan. Setiap orang akan berusaha mencari dan terus mencari posisi dimana dia akan merasa nyaman disitu. Setiap orang juga memimpikan kemapanan, keadaan dimana apa yang dia butuhkan tercukupi, keadaan dimana terhindar dari kekhawatiran dan kegelisahan.

Tetapi, lain halnya dengan diri saya. Saya justru mulai merasa resah dan gelisah ketika saya berada di zona nyaman dan kemapanan itu. Bukan nya saya ANTI KEMAPANAN. Tetapi saya benar-benar tidak bisa nyaman justru ketika saya seharusnya merasa nyaman.

Perubahan, dan Perubahan sudah seperti nafas hidup bagi saya. Tanpa perubahan hidup ini terasa bak kehilangan gairah hidup. Saya sangat benci kejumudan, kemonotonan.


Alasanku

[to someone so far a way there…]

Aku telah salah,
Ragukan niatmu
Akulah lelaki Dengan jiwa bocah
Yang coba dewasa
Yang coba berubah
Mohon dampingilah
Jangan tinggalkan..

Tak terbayangkan
Jika kau pergi

Kau alasanku untuk dewasa
Dan aku tak ingin kau terluka
Seganap jiwa akan kujaga Keindahanmu….
Menepi sejenak denganku…
Bahagia s’lamanya denganku…

[grabbed from S07]


When Everything Looks So Blurr

Kawan…..
pernahkah anda merasakan apa yang saya rasakan saat ini:

Waktu untuk beberapa saat terasa terhenti,
Dan kaki terasa tak berpijak lagi di atas bumi ini.
Semua di sekitar terlihat telah kehilangan warna, bak Foto Hitam dan Putih yang telah lama usang dan berdebu.

Ketika senyum sahabat tak lagi menyemangati, bak lukisan tua yang penuh bercak noda.
Ketika tawa teman-teman tak lagi menghibur hati, tak ubahnya lagu lama yang tak sudi lagi telinga ini mendengarnya.
Ketika lagu kesayangan tak mampu lagi menemani, bagai alunan dendang yang melatunkan ayat-ayat tangis dan kesedihan.
Di tengah keramaian aku sungguh merasa bak terdampar di kota yang telah lama mati.

Semua telah terasa hambar, basi, dan TIDAK LUCU.
Cause In everything I feel like I “Used To”
The Only Thing I want to thingking of  is: How to get out from this burden Life and find my New Life.

Tuhan…….
di penghujung tahun ini aku berdoa.
Mudahkanlah segala urusan dunia dan akhirat ku.
Akhirkanlah perjalanan tertatih ku tahun ini dengan Indah.
Goreskanlah tinta emas di penutup buku sejarah hidupku tahun ini.

Dan…
di pengawal tahun depan aku berdoa.
kan kau berikan kehidupan baruku yang lebih indah.
Lembaran-lembaran baru yang akan kutulis dengan goresan sejarah-sejarah baru.
Sejarah yang suatu saat dapat aku banggakan.
Bahkan kebanggaan buat semua orang.
Sejarah yang memberi arti tidak saja buat aku sendiri.
Tetapi juga arti buat banyak orang-orang di sekitar saya.
Sejarah tentang hidup dan kehidupan seorang anak manusia.
Kehidupan yang lebih baik untuk dunia dan akhirat ku, kamu, dan kita semua.
Ammin…..


Short Holidays: Blusukan ke daerah2 Jatim [part 1: Surabaya]

Setelah setahun dak pulang [bahkan lebaran pun dak sowan ke orang tua], akhirnya kemaren saya sempet menikmati liburan di Tanah Air tercinta ‘Indonesia’. 2 minggu tapi terasa sangat singkat banget. seolah ndak mau kalah dengan mbak Megawati Soekarno Putri  yg beberapa waktu lalu melakukan safari politik menyapa wong Cilik ke daerah2 di Jatim, liburan kemaren saya gunakan untuk sekedar menyapa konstituent2 saya di daerah2 di Jawa Timur [ha ha.. Gaya mu :D], blusukan ke daerah2 adalah salah satu kegemaran saya. mencoba melihat  sisi lain dari kehidupan, mencoba memotret realita hidup di negeri bernama indonesia, yang tentunya [mungkin karena keterbatasan bahasa manusia] dak bisa didapatkan dengan sekedar membaca dari tulisan2, atau sekedar mendengar cerita2 orang lain.

Surabaya, Banyuwangi, Madiun, Tulung Agung, Malang, Jombang, Jember adalah kota2 yang sempet aku singgahi liburan kemaren. Ada cerita sendiri2 di setiap kota ini.

[@ Surabaya ]
Surabaya adalah kota pertama yang aku singgahi. Kuala Lumpur – Surabaya hanya perlu waktu 2. jam 35 menit, kayak Surabaya – Jombang he he. Ada pemandangan sangat contrast saat2 take off dari Kuala Lumpur dan saat2 landing di Surabaya. Saat2 take off dari Kuala Lumpur liat pemandangan ke bawah. looks so Nice 🙂 sebuah tata kota yang sangat indah dan teratur sangat rapi. Jalan2, perumahan, daerah industri, daerah pertanian dan perkebunan tertata begitu rapi, sangat indah nan menawan disawang dari awang :D. Begitu hendak landing di Surabaya, coba liat ke bawah… waduw…. 😀 perut langsung Mules, mripatku langsung Pedes :D, semerawut awut2an…… sebuah tata kota yang bener2 ndak rapi blas. Jalan2, perumahan, areal persawahan ruwet wet… ndak sedap blas diliat :D. Whatever this is my Indonesia :D. Seneng banget hati ini sekaligus bangga begitu dah nyampek di kota Surabaya ini.

Sebenarnya sudah ada 4 temen q yang menawarkan diri mo menjemput aq di Juanda, tapi semuanya aku tolak he he…. bukanya kenapa. selain dak mau ngerepotin sebenarnya sengaja saya ingin menikmati perjalanan ini secara lebih vulgar :D, saya memilih naik DAMRI. begitu keluar dari bandara,-setelah terpaksa agak lamaan sedikit di pintu imigrasi lantaran harus bantuin bapak2 TKI ngisi Formulir… para2 TKI itu lowh ndak paham dan ngerti gimana cara ngisi form2 itu. Gimana mereka dak mudah dibujuki coba, la wong ngisi form ajah mereka pada ndak mudeng :D, yah itulah potret TKI kita kacihan banget bukan….. Ada satu hal yang membuatku bertanya2 kenapa ya di pintu Imigrasi itu ada beberapa pintu bertuliskan: “Khusus TKI”  kenapa, mesti dibedakan?  -, kebetulan alhamdulilah langsung dapet Bus DAMRI ke Bungur Rasih. Seep.. Bus nya masih kosong so aku bisa duduk di kursi paling depan. Hmm setalah nunggu sekitar  1 jam-an, Busnya pun akhirnya Overload, dan ada beberapa orang yang terpaksa harus berdiri, dan akhirnya bus pun baru mau jalan. Huuh… sesak :D, pikiranku pun langsung membanding2kan dengan Bus di Malaysia :D. Di Malaysia dak bakalan ya yang namanya overload :D. Kebanyakan Bus2 umum di Malaysia tempat duduknya adalah 2: 1,  2 Kursi sebelah kanan dan 1 kursi sebelah kiri, sehingga tersedia space cukup luas buat penumpang, tiket bus pun harus dibeli di counter penjualan tiketnya sama kalo kita hendak naik kereta bisnis/eks di Indonesia.

Bus perlahan meninggalkan bandara menuju Bungur rasih…
senang banget, dah lama rasanya dak sight seeing di kota pahlawan ini. Ternyata Surabaya dak jauh berbeda… jalan2 nya masih sempit, padet ‘crowded’, dan kiri kanan kanan jalan pun tak ada sentuhan keindahan sedikitpun. Sekali lagi otakku seketika membandingkan dengan jalanan sepanjang Bandara KLIA – Kuala Lumpur. 😀 disono jalanya super duper lebar [4-5 kali lebih luas dari jl A Yani], two way, mulus dan sangat lengang, kiri kanan jalan adalah taman2 yang tertata rapi dan perkebunan kelapa sawit yang juga terawat sangat rapi. Bus bisa melaju dengan secepat2nya. di Surabaya? alamak… macet cet macet, kiri kanan terlihat kumuh 😀
he he…. Jauh banget ya…. KL dan SBY.

[bersambung]