Karena Selalu ada Alasan untuk Bersyukur

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Annahl:18)

syukur_edit

Ilustrasi: Mahasiswa Indonesia di Universitas Nottingham, Indonesian Festival 2013, Nottingham

Kawan, kapan sampean terakhir kali mendengar orang mengeluh? dan kapan sampean terakhir kali mendengar orang bersyukur? Setiap pagi buta saya selalu bertemu dengan dua perempuan di usia senjanya. Kerut-kerut diwajahnya, meyakinkan bila keduanya telah berusia lebih dari enam dasawarsa. Duh kasihan, batin saya, saat melihat keringat bercucuran dari keningnya. Diusia yang seharusnya mereka tinggal menikmati hasil jerih payah di usia muda bersama cucu-cucu tercinta, sepagi itu mereka harus memeras tenaga.

Yang pertama dari perempuan itu nyaris tidak mampu berbahasa Inggris sama sekali, perempuan yang kedua sangat lancar berbahasa Inggris, tetapi tak bisa membaca dan menulis sama sekali. Sungguh, sebuah ironi di negeri yang menjadi simbol kemajuan peradaban manusia saat ini. Lebih ironis lagi, karena perempuan kedua itu seorang muslimah berkerudung. Tetapi, rasa iba saya itu sering kali berubah menjadi kejengkelan. Hanya karena, tak pernah keluar kata-kata dari perempuan kedua itu kecuali keluh dan kesah. Selalu ada yang dia keluh kesahkan, bahkan diulang berulang-ulang.

Dahulu, selepas lulus sarjana. Saya sempat berpindah-pindah kerja. Di perusahaan swasta, BUMN, perusahaan asing, hingga di luar negeri. Saya heran, di setiap tempat tersebut selalu ada yang menjadi masalah, dan hampir setiap hari saya mendengar keluhan-keluhan. Sampai saya berkesimpulan, tidak ada tempat bekerja yang ideal di dunia ini. Dimana pun tempatnya, disitu pasti ada masalah. Dan dimana ada masalah, disanalah banyak orang berkeluh kesah.

Kawan, sering kali kita menyalahkan dan mengeluhkan hal-hal di sekitar kita. Padahal bisa jadi yang salah sebenarnya ada di dalam hati kita. Hati yang jauh dari syukur. Kapan hari, salah satu pembaca blog saya, meninggalkan komentar yang sangat dalam sekali. Saya terkesima, komentar itu saya baca berulang-ulang kali, karena berisi filsafat hidup yang begitu dalam buat saya.

Ternyata memang dengan bersyukur itu kita bisa mengembalikan semangat kita dalam hal apapun dalam kerjaan apapun. Karena syukur itu salah satu fondasi tauhid dan semangat itu hanya milik Allah. yang memberi semangat geh Gusti Allah, yang mencabut geh Gusti Allah juga yang mengembalikan kepada kita juga Gusti Allah.
Ketika kita melihat dan membandingkan yang dibawah kita dalam hal duniawi, pencapaian prestasi, kedudukan, nikmat dan harta, maka syukur itu akan datang dan semangat kembali merekah dan membuncah, insyaAllah. – R.N

Kawan, saat kita hendak mengeluh, cobalah tersenyum sejenak dan sebut-sebut nikmat Gusti Allah yang telah diberikan kepada sampean hari ini. Waamma bini’mati rabbika fahaddist (QS. Adduha:11 ). Karena yang Maha Memberi Hidup, senang jika hambanya menyebut-nyebut nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya. Asalkan tak ada niat untuk bersombong diri, tetapi sekedar tahaddus bini’mah, menceritakan nikmat dan mengekspresikan rasa senang dan syukur atas segera nikmat itu.

Betapa banyak engergi-energi positif yang akan membuncah, ketika disekitar kita dipenuhi oleh hati-hati, wajah-wajah, dan mulut-mulut yang penuh rasa syukur.

Bukan Cerita Putri Salju Van Nottingham

… terkadang kenggumunan dan ketakjuban melahirkan kebahagiaan dan kegembiraan. Sebelum pada akhirnya menjadi hal ihwal biasa saja dan perlahan kebahagiaan dan kegembiraan itu luntur tergerus kebosanan. – A Random Thought.

goodbye

Salju di Wollaton Park

Bagi orang tropis yang tinggal di eropa, salju adalah sesuatu yang istimewa. Wajar, karena salju ini tidak mungkin turun dari langit di belahan dunia beriklim tropis seperti Indonesia. Rasanya, belum ‘feel the europe’ sebenarnya kalau belum pernah ketemu  yang namanya salju. Saya jadi teringat tahun 2013, ketika baru beberapa bulan tinggal di Nottingham. Pas menjelang tengah malam dalam perjalanan pulang dari lab. ke rumah kosan, eh tiba-tiba turun hujan salju. Benda putih bersih selembut kapas itu melayang-layang menghujani diriku. Wuih rasanya, jian, excited  banget. Serasa, melayang-melayang karena sedang merasakan sensasi ‘ dream comes true’. Lelah otak sehabisan ngoding rasanya tiba-tiba hilang seketika. Saya menengadahkan kedua telapak tangan, dan beberapa menit kemudian tangan saya penuh dengan salju. Saya remas-remas, saya bentuk seperti bola, dan saya simpan di meja kamar, hingga akhirnya malah bikin becek kamar. Pagi harinya, ketika bangun tidur dan membuka jendela kamar. Subhanallah, takjubnya, karena semuanya menjadi putih. Seketika, nalar hayal saya seperti  terbawa ke dalam negeri dongeng.

Setahun berikutnya, boleh dikatakan tidak ada salju di Nottingham. Hanya pernah sekali turun sekejap dan itupun tidak sampai menimbulkan gundukan salju. Alhamdulilah, di musim dingin tahun ini, sehari setelah hari Natal, salju pertama turun langsung meninggalkan gundukan salju. Istri dan anak saya pun kegirangan dibuatnya. Setelah semalaman hujan salju, esok harinya suasana menjadi benar-benar berbeda. Nah, karena kebetulan pas hari sabtu dan pas liburan sekolah kami bersama teman-teman Indonesia lainya ngumpul bareng di tempat paling asyik ketika musim dingin. Namanya Wollaton Park. Perlu diketahui, tempat ini katanya pernah dijadikan lokasi shooting film Batman lo. Yah, karena saya sudah jadi bapak-bapak, kali ini ya petualangan bersama bapak-bapak, emak-emak, dan anak-anak.

danau

Danau di Wollaton Park

 

Wollaton Park ini bisa dibilang paru-paru nya kota Nottingham. Sebuah hutan yang sangat luas untuk ukuran sebuah hutan kota. Pepohonan yang rimbun, beberapa satwa liar termasuk berbagai jenis burung dan rusa, danau yang airnya jernih, lapangan golf, dan di tengah-tengahnya ada sebuah hall yang sekarang sudah beralih fungsi menjadi museum. Di setiap musim, tempat ini selalu menarik untuk dikunjungi untuk sekedar melepas penat, dan beban pikiran. Suara alam dari gemericik airnya, deru suara angin, ciricuit kicauan burung, dan kemriyek nya bebek, angsa, dan teman sekawanya adalah terapi alam untuk menjernihkan pikiran, menenangkan hati, dan inpirasi untuk melihat carut marut sengkarut nya dunia.

goodByeTree

Jalan tertutup Salju

 

Di musim dingin begini suasana di Wollaton Park terasa sangat epic. Suasana khas musim dingin pedesaan di benua biru eropa. Jika hujan salju turun, hamparan padang rumput yang ijo royo itu menjadi padang gurun salju. Seperti gundukan bukit-bukit tandus di padang pasir, tetapi pasirnya berubah menjadi salju dan panasnya berubah menjadi dingin mengigit tulang. Tapi, asal menggunakan pakaian winter yang proper, dingin nya menjadi tak terasa.

slidingBye

Anak2 bermain Prosotan Salju

Bukit-bukit di padang salju inilah, menjadi tempat yang sempurna untuk prosotan  salju (i.e. snow sledding). Meluncur dari atas bukit, turun sampai jauh ke bawah di kaki bukit. Tidak hanya anak-anak yang kegirangan bermain prosotan ini, emak bapak nya pun juga ketagihan.

slidingSnow

Serunya Boncengan Bermain Snow Sledding

Dimana pun tempatnya berada, yang namanya orang Jawa sukanya ya ngumpul-ngumpul bareng. Falsafahnya saja, mangan ora mangan sing penting ngumpul. Yang menunjukkan betapa kerukunan dalam keluarga dan antar sesama itu lebih penting dari apa pun.  Tetapi sepertinya falsafah itu  sekarang sedikit bergeser menjadi setiap kumpul-kumpul yo mesti mangan-mangan lan foto-foto. Satu lagi yang tidak pernah ketinggalan, guyonan khas sampai tertawa terbahak-bahak. Hal ihwal ini tentunya aneh, di peradaban orang barat yang sangat mandiri dan individualistis.

wollatonPark

Di Depan Wollaton Hall

 

Ohya, land mark dari wollaton park ini adalah Wollaton Hall. Yah, kurang lebih seperti kastil. Dahulu adalah tempat istirahat ratu katanya. Sekarang berubah menjadi tempat mantenan dan museum. Di samping wollaton hall ini juga ada museum industri di Nottingham. Ada mesin uap, dan sejarah asal-muasalnya teknologi sepeda pancal ada disini. Khususnya di akhir pekan, tempat ini ramai dikunjungi orang yang didominasi pengunjung yang sudah berkeluarga.

byeBye

Tarik Pak …..!!

 

Jika di musim panas, sampean akan mudah menemukan rusa yang berkeliaran bebas di Wollaton Park ini. Tetapi, kalau pas musim dingin begini, entahlah dimanakah gerangan gerombolan rusa-rusa itu. Mungkin sedang merayakan Christmas di kota kali ya, hehe. Sudah ya, segini saja cerita saya. Sayang ndak semua yang saya lihat dan rasakan bisa dituliskan dengan kata-kata. Wes intinya, menyenangkan sekali bermain salju di Wollaton Park ini.

Mau tahu lebih serunya bermain salju di Wollaton Park ini? Jangan khawatir, saya sudah membuat sebuah film dokumenter yang isinya cerita orang-orang Indonesia yang nggumun lan bungah bisa melihat salju untuk permata kalinya. Selamat Menikmati Video di bawah ini.

Semoga bisa menjadi inspirasi dan memotivasi sampean – sampean yang masih menyimpan asa untuk kuliah, berkarir, atau pun sekedar untuk jalan-jalan di luar negeri. Benar, bahwa pengalaman tinggal di luar negeri adalah pengalaman yang priceless . Pengalaman yang akan mengajak anda melihat dunia dari sisi dan cara yang berbeda. Semoga asa itu segera tiba masanya. Semoga !