Tag Archives: bukit pagoda

Ngadem di Bukit Pagoda

… tempat ini membuat aku berimajinasi betapa luar biasnya nikmat spiritual dari melakukan retreat di bukit shangrila, di puncak himalaya, kathmandu nepal – a random thought.

Bukit Pagoda, Pulau Bangka

Buatku, sebenarnya menulis adalah aktivitas ajaib yang prosesnya begitu nikmat, senikmat melepas hajat di kamar mandi di pagi hari. Bukan tidak ada waktu, hanya saja suasana yang tidak pas membuat aktivitas menulis kehilangan keajaiban nya. Sehingga banyak cerita yang membeku di sudut fikiran, sebelum akhirnya mencair dan menghilang tak berjejak begitu saja.

Aku pernah tinggal beberapa hari di kota Edinburgh, Skotlandia. Rasanya, keinginanku menulis meluapkan segala isi fikiran dan perasaan selalu muntup-muntup setiap saat, di kota ini. Tak heran, jika kota ini berjuluk kota literasi dunia, dan serial Harry Potter salah satu karya sastra fenomenal mendunia yang lahir di kota ini.

Aku juga pernah tinggal beberapa hari di desa Ubud, Bali Indonesia. Dan perasaan yang lebih kurang sama ketika di Edinburgh kurasakan di desa ini. Suasana desanya begitu ajaib, yang susah diceritakan, tetapi mistikus nya begitu kuat terasa. Aku jadi ngeh, kenapa para penulis pesohor dunia suka ngumpul-ngumpul di desa ini.

Terakhir, perasaan yang lebih kurang sama dengan yang aku rasakan ketika di Edinburgh dan Ubud adalah ketika menyusuri bukit pagoda di pedalaman Pulau Bangka. Tempat ini suasananya bak oase di tengah padang pasir. Untuk sampai ke atas bukit, aku berjalan kaki ‘naik-naik ke puncak bukit’. Terasa sedikit lelah, tetapi rasa lelah itu segera menghilang tergerus suasana mistikus yang aku rasakan.

Sejuk semilir angin, damai dalam pelukan alam. Sunyi dari segala riuh, kecuali suara tonggaret dan suara ‘teng teng’ yang bersumber dari bel pagoda yang tertiup angin di atas bukit.

bukit_pagoda_2

Tiga Figur Sentral

Sesampai di atas bukit, ngos-ngosan berganti dengan rasa damai yang begitu ajaib. Bukan bangunan dengan tujuh atap bersusun yang menakjubkan, tetapi rasa damai yang mistikuslah yang paling menakjubkan. Memasuki pagoda, aroma dupa tertiup angin tercium begitu wangi menyengat. Lalu, aku naik dari tangga ke tangga, hingga di puncak pagoda.

Di salah satu lantai pagoda, ada tiga patung figur sentral dalam agama Budha, Konghucu, dan Tao (kalau saya tidak salah) yang sedang bermeditasi. Dan memang puncak bukit ini adalah tempat yang sempurna untuk bermeditasi. Setidaknya untuk ‘chill out’ sejenak dari suasana riuh, berisik, macet, dan kesibukan yang seolah tidak ada habisnya. Tempat yang akan membawa kita kembali memikirkan dan merenungkan ‘untuk apa kita hidup, dari mana kita, dan akan kemana kehidupan kita akan menuju?’

Di luar pagoda, suasana bukit tak kalah menakjubkan. Dari atas bukit, kita bisa menyapu pandang pulau bangka dari ketinggian dengan pantai-pantai nya yang indah. Hawa sejuk khas pegunungan begitu menyeruap. Sunyi, hanya suara angin yang terkadang terdengar menderu meningkahi dahan dan ranting pepohonan rimbun.

bukit_pagoda_3

Dari atas bukit

Aku duduk di salah satu batu besar, lalu mlumah di atas batu, diam, memejamkan mata untuk beberapa jenak. Kubiarkan angin mencumbu mesra indah tubuhku. Kudengarkan alam mulai berbisik. Sejenak kedamaian menyeruak memenuhi setiap ruang di sudut-sudut jiwa yang pengap menggantinya dengan kesejukan.

Hampir saja aku tertidur. Subhanallah, aku baru tersadar bahwa udara segar, kesunyian, dan kedamaian telah menjadi kemewahan buat ku, dan mungkin buat orang-orang urban seperti ku.