Kyai Mad dan Tafsir Jalalain

“… beliau-beliau adalah teladan hidup dalam kesederhanaan, keikhlasan, kebersahajaan, kerendahhatian, dan ‘wirai’ dalam menjalani hidup.” – a random thought Jumat, 31 Agustus 2018 Hidup dan Mati, Suka dan Duka, Bahagia dan Sengsara adalah gerak alamiah biasa dari peristiwa kehidupan. Tetapi, akankah setiap peristiwa itu akan pergi begitu saja, atau meninggalkan satu makna? Hari ini, berita Continue reading Kyai Mad dan Tafsir Jalalain

Blokagung : Sebuah Catatan Pinggir dari ‘gothakan’ Pondok?

*) Menara Masjid Pondok (ctsy: elhibbahkpi.blogspot.com) Blokagung,  kaifa haaluk? piye kabar mu? Entahlah, tiba-tiba aku kangen dengan mu. Darussalam, ada kesejukan dan ketuduhan setiap menyebut nama mu. Seteduh, dusun kecil: blokagung, diujung selatan kabupaten Banyuwangi, tempat mu berada. Tempat yang penuh barokah, tujuan ribuan santri dari berbagai pelosok negeri mondok untuk mengaji pada para kyai. Oh, Pondok ku ! Kuhitung, rupanya Continue reading Blokagung : Sebuah Catatan Pinggir dari ‘gothakan’ Pondok?

Prihatin, Tirakat, dan Barokahnya Ilmu

“ …. Awakmu kudu wani rekoso nak kepengen ilmumu barokah” – KH. Dimyati Ro’is Kaliwungu Sudah semacam candu, bagi saya Facebook adalah tempat hiburan yang sangat menyenangkan sekaligus melenakan. Selalu ada kenikmatan batin sendiri ketika secara diam-diam bisa  memantau kabar teman-teman lewat status dan foto-foto yang dengan kemurahan hati mereka bagi lewat media jejaring sosial Continue reading Prihatin, Tirakat, dan Barokahnya Ilmu

Warisan Budaya Leluhur, Jati Diri, dan Masa Depan Bangsa Kita

… Bangsa yang akan menjadi bangsa besar adalah bangsa yang mampu berdiri tegak di atas punggung warisan budaya leluhurnya. Alkisah ada seorang pakar pendidikan di Indonesia diundang sebagai pembicara tamu dalam sebuah Seminar Kependidikan Internasional di Universitas Manchester Inggris. Dalam presentasinya beliau memaparkan tentang spiritualisasi dalam Pendidikan. Dengan bangganya beliau memaparkan paradigma-paradigma paling mutakhir  dalam Continue reading Warisan Budaya Leluhur, Jati Diri, dan Masa Depan Bangsa Kita

Balada anak kost [Bagian 1]: awal-awal yang menyesakkan dada

…………..nasib anak kost, ya nasib-nasib” . Masih ingat penggalan lirik lagu yang pernah jadi hits di era khir 90an ini Kan? Waktu lagu ini lagi hit, saya cuman bisa membayangkan: “sebegitu.. Mengenaskankah jadi anak kost itu: tiap hari makan mie, badan bau terasi karena ndak pernah mandi”. Sampai suatu saat saya benar-benar merasakan jadi anak Continue reading Balada anak kost [Bagian 1]: awal-awal yang menyesakkan dada