bahagia adalah

Bahagia Dari Dalam, Bahagia Dari Luar.

“…apakah kalian waras? Dimana kalian kehilangan diri dan dimana kalian berusaha mencarinya? Kalian kehilangan dunia batin dan mencarinya di luar!” – Rabiah Aladawiyah

tentang_hidup

A Random Illustration (Hutan Pinus, Songgon, Banyuwangi)

Adakah sesuatu yang lebih dicari oleh manusia di dunia ini lebih mati-matian ketimbang uang? Oops, salah, adakah sesuatu yang lebih dicari oleh manusia di dunia ini lebih mati-matian ketimbang bahagia?

Uang dan bahagia, seolah menjadi kesepakatan berjamaah umat manusia bagai dua sisi koin yang tidak bisa dipisahkan. Hela nafas sistem kehidupan dunia pun bertumpu pada sistem ‘pat gulipat’ melipat gandakan uang. Gerak langkah gairah kehidupan pun bermuara pada uang. Ruang hidup dimana uang banyak beredar, disanalah banyak dikerumuni orang. Mereka berebutan, kadang sikut-sikutan, bahkan bunuh-bunuhan. Beradu strategi, bahkan beradu muslihat, berpacu untuk menjadi juaranya. Siapakah juaranya? Mereka yang berhasil meraup jumlah uang terbanyak tentunya.

Tetapi, bukankah hati kecil kita hanya butuh bahagia saja? Ada yang berbahagia dari luar, hanya sedikit saja yang berbahagia dari alam.

Alangkah kasihanya mereka yang hanya mampu menangkap cahaya kebahagiaan dari luar. Selalu mencari-mencari di luar dirinya agar dirinya bahagia. Yang dianggap sumber bahagia: harta, jabatan, wanita, popularitas dikejarnya mati-matian. Gerak langkah hidup berujung pangkal untuknya. Sorot lampu panggung kehidupan dicari-carinya. Puja-puji manusia menjadi motivasi hidupnya.

Alangkah bahagianya mereka yang berbahagia dari dalam. Karena cahaya kebahagiaan bersumber dari dalam dirinya. Bukan sesuatu yang harus dicari dari luar. Alih-alih mencari sorot lampu panggung kehidupan, sebisa mungkin dia malah menghindarinya. Menepi dari riuh kehidupan yang penuh kepalsuan. Berani untuk menjadi ‘apa-apa’ di dunia.

Dialah jiwa-jiwa yang tenang. Jiwa-jiwa yang sangat sadar bahwa setiap gerak nafas, gerak fikir, gerak langkah kehidupan semata-mata terjadi atas izin dan kehendak Nya. Jiwa-jiwa yang selalu rindu jalan pulang, kembali ke ketempat ‘sangkan-paran’ asal-muara nya.

Advertisements

Ada Yang Bilang

2013-08-30_1377841896

Ilustrasi : Salah Satu Sudut Kota Gent, Belgia

Ada yang bilang, bahagia itu adalah jalan-jalan ke tempat-tempat indah di luar negeri. Tetapi, ternyata banyak yang menemukan kebahagian hanya dengan kruntelan di dalam selimut yang sama bersama keluarga.

Ada yang bilang, bahagia itu adalah beramai-ramai bersama teman di dalam sebuah pesta. Tetapi, ternyata banyak yang menemukan kebahagian dalam sunyi kesendirian bersama tumpukan buku di pojok perpustakaan.

Ada yang bilang, bahagia itu adalah menikmati makanan di restoran mewah di sebuah hotel berbintang lima. Tetapi, ternyata banyak yang menemukan kebahagiaan dan kenikmatan tiada tara pada sego jangan yang disantap bersama beralaskan galengan sawah setelah lelah bekerja.

Ada yang bilang, bahagia itu adalah ketika mampu membeli tas merek terkenal berharga puluhan juta. Tetapi, ternyata banyak yang menemukan kebahagiaan pada kederhanaan kata-kata: ” sayang, apa kabar hari ini? baik-baik  saja to? I love you”

Tuhan memang maha tahu cara menghibur hati hambanya masing-masing. Hidup hanyalah anyaman susah dan senang, kesedihan dan kebahagiaan, air mata dan gelak tawa.

Terpujilah mereka yang berendah hati ketika bahagia menyapa, karena sadar di saat yang sama ada kawan yang sedang diuji kesedihan, ada teman yang sedang dirundung kemalangan.

Terpujilah mereka yang setrong, tegar hatinya, ketika diuji kesedihan dan kedukaan, karena yakin tak ada kesedihan dan kedukaan yang abadi. Di waktu yang paling tepat, kebahagian akan menggulung setiap duka dan lara.

another big smile on Sunday evening


*)Big Smiles : Pak Sukirno, Pak Masdar, Pak Abdurrahman, Pak Sidik, Arif, Mas Iswanto, Cak Shon, Mas Udin, Pak Peni

Happiness is when you can smile and lough out, forgetting for a while each single of your life problems. Happiness frequently comes along with a simple reason. Just like what happens today, the happiness comes from a small living room, where we spend times to get together with our beloved friends.

This Sunday evening, Pak Masdar and his family exclusively invited us for what they called “Fish Party” in commemorating International Fish Day. Did you know International Fish Day? no need to much worries, since it could be hoax, indeed. But, the true fact is Pak Masdar served us with a bunch of  mouth-watering sea food. Probably, it is the most incredible dinner meal service that I have ever had  in the UK.

There are three main courses served perfectly, i.e. Cod Fish Soup, grilled king prawns with “sambal terasi”, and Salmon-head curry. Each of them are cooked in Lampung cuisine style. Lampung, is the city where Pak Masdar and his family live in Indonesia. Regarding the food, I can not say nothing but perfect.


*) Grilled King Prawan with Sambal Terasi and Kerupuk

After having a big dinner meal, we have very casual chat. Indeed, I always enjoy this moment. A moment, when I can lough out forgetting my PhD research problems. A moment, when I can learn and grasp many lessons of life in very casual way. A moment, where I have a great chance to broaden my view and perspective on what life is. Friends from differing backgrounds really enrich this view that make me more comprehend Life . Apparently, I really realize that Life is not as narrow as algorithm and data structures.


*) Cod Fish Soup

Thank Pak Masdar and Family for this incredible invitation. Thank friends for making this memorable moment. Indeed, it is really something that I  will always cherish in my life. At least, I have a place where I can escape from loneliness and emptiness in Nottingham. A place where I can recharge my energy, when I felt weak. A place where I can find my direction back, when I felt lost. And the place is YOU.