Advertisements

Tag Archives: anak lanang

Anak Lanang Memahami Tuhan

… jika kehidupan itu sendiri adalah misteri, maka misteri terbesar dalam kehidupan adalah keberadaan Tuhan – a random thought

anak_lanang

Ilustrasi: Anak Lanang di Halaman Sekolah

Kalau bicara kualitas sistem pendidikan dasar secara umum, bolehlah dibilang sistem pendidikan di Inggris menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Tetapi, bagaimana halnya dengan pendidikan agama? khususon, pendidikan Islam.

Maklum, lazimnya negara-negara maju lainya, agama di Inggris menjadi urusan sangat pribadi yang harus sangat-sangat dihormati. Sekolah pun tidak mengajarkan pendidikan agama, melainkan sekedar menanamkan British values. Nilai-nilai mulia yang harus dijungjung tinggi dan dihayati dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mutual respect for and tolerance of those with different faiths and beliefs and for those without faith.

Inilah yang menjadi kekhawatiran saya, dibalik kebanggaan saya atas bagusnya sistem pendidikan di negeri ini. Pernah berfikir mengajarkan agama pada anak lanang, tetapi ndak kebayang bagaimana caranya mengajarkan pemahaman agama yang kompatibel dengan alam pikiran bocah umur 3-5 tahun itu? Akhirnya, saya hanya sekedar mengajarkan mengaji, membaca huruf-huruf Arab, abatasa; membiasakan membaca doa-doa, dan kadang-kadang mengajaknya sholat jamaah, baik di rumah maupun di masjid. Itu saja, tidak lebih dari itu.

Tapi, sungguh diluar dugaan, meski guru-gurunya tidak ada yang muslim. Si anak lanang begitu luar biasa pengenalan identitas dirinya sebagai seorang muslim. Meskipun saya sama sekali tidak pernah mengajarkan identitas dirinya sebagai seorang muslim. Pernah pada suatu kesempatan si anak lanang bilang seperti ini:  I don’t eat pork becauase I am Muslim; I don’t celebrate chrismast because I am Muslim. Saya pikir itu sesuatu yang luar biasa.

Mungkin inilah maksud British value: mutual respect for and tolerance of those with different faiths and beliefs and for those without faith. Sehingga si anak lanang pun tidak kehilangan identitas dirinya. Di sekolah pun ada Eid Party, setiap idul fitri dan idul adha, yang dirayakan semua siswa di sekolah, sama meriahnya dengan perayaan Diwali, natal, dan paskah. Alangkah damainya memang jika kita bisa saling menghormati dan toleran dengan orang lain yang berbeda iman dan kepercayaan, termasuk dengan yang tidak beriman sekalipun.

Kemaren ada satu hal lagi dari anak lanang yang membuat saya cukup tercengang. Kebetulan si Anak lanang sedang menjelaskan secara detail  tentang tata surya, nama-nama planet, beserta cirinya masing-masing. Darinya pula, saya baru tahu kalau pluto itu tidak termasuk dalam 9 planet yang dulu saya kenal pas jaman SD. It is one of dwarf planets katanya. Nah, ada satu kalimat yang membuat otak saya langsung on, yaitu ketika si anak lanang bilang: God spins the earth…

Terus saya pun mencoba meyakinkan dengan bertanya: Whats, a God, what is God? Anak lanang pun menjawab: Hemm… , God is the one who can create any thing, God can create me, ayah, bunda, my sister, toys, car, airplane, planets, sun, star, …… Saya pun terharu mendengar jawaban itu. Rupanya, dalam alam pikiran bocah umur lima tahun pun sudah ada kesadaran bahwa ada dzat yang maha kuasa atas segala-galanya. Padahal saya tak pernah mengajarkanya.

Malah kita yang dewasa, kadang tidak sadar, berkali-kali telah menyekutukanya. Lebih takut tidak punya duit, dari pada takut sama Tuhan. Ibadah pun dikapitalisasi, sholat yang rajin biar hidupnya penuh berkah. Sedekah, biar rejekinya kian bertambah-tambah. Gambaran keberkahan hidup pun tak jauh-jauh dari melimpahnya kekayaan dunia. Bahkan syurga pun dibayangkan sebagai puncak kekayaan dan kenikmatan yang materialistis, bidadari yang cantik, istana dari emas. Tetapi jauh dari kesadaran sejati akan kehadiran Tuhan yang begitu dekat. Keindahan cinta sang pemberi kehidupan pun kalah menarik dari bayangan keberlimpahan yang serba materi.

Semoga Tuhan senantiasa menjadi punggawa di alam pikiran mu, cah bagus !

Advertisements

Weird Dream Anak Lanang

… setiap momentum hidup adalah peristiwa yang tidak akan pernah ada duanya – a random thought

anak_lanang_weird_dream_2

Ilustrasi: Under Cherry Blossom, University Park, Nottingham

ooo, so people in Indonesia called it Ikan, haha” kata anak lanang setengah tertawa setelah mengetahui bahasa indonesia dari fish. Anak lanang yang kosa kata bahasa Indonesia nya tidak banyak itu, sering bertanya how to called it in Indonesia. Seperti pagi itu, ketika anak lanang minta disuapi makan nasi, lauknya sambel goreng tahu dan ikan laut, di sofa dekat pintu masuk rumah.

Kata orang Jawa, makan sambil ngomong itu tidak elok, alias tidak baik. Bisa keseleg. Tapi tidak halnya dengan anak lanang. Bocah ini mulutnya ndak bisa diam, selalu ceriwis, ngoceh sana sini.

Tetapi diam-diam aku menikmati momentum seperti ini. Belajar menjadi pendengar yang baik buat anak lanang. Yang dari hari-kehari semakin pintar mengungkapkan alam pikiranya dalam dunia kata-kata. Aku begitu mengagumi logat Britishnya yang terdengar sangat alamiah, karena lidah ku yang sudah kebacut designated for bahasa Jawa ini tentu tidak bisa menirukanya dengan sempurna.

Setelah mengunyah sesuap nasi dan hening sejenak, tiba-tiba dengan air muka cukup serius, anak lanang mengajukan sebuah pertanyaan kepada ku: ” Ayah, have you ever got a weird dream?”  “What, a weird dream? ” tanya ku mengkonfirmasi. “W E  I R D DREAM” kata anak lanang pelan. “What about you?” aku balik bertanya.

Anak lanang pun dengan serius bercerita panjang lebar tentang sebuah mimpi yang dialaminya panjang lebar. Aku hanya diam menyimak, mencoba menjadi pendengar terbaik untuknya. Sesekali mengagumi kosakata yang dia gunakan, dan cara dia mengungkap ceritanya yang begitu ekpresif dan apik. Tentang dia yang terdampar di negeri antah berantah, sendirian, dan bla-bla. “… finally, I back home at the house number 46 and I found one ayah with two Bundas sholat in the living room“, begitu anak lanang mengakhiri cerita weird dream nya.

Aku pun hanya bengong sendiri apa maksud kalimat yang terakhir itu. Masak saya punya dua istri? hahaha, ada-ada saja anak lanang satu ini. Tetapi, apapun ceritanya, setiap momentum menjadi pendengar yang baik buat anak lanang adalah momentum yang selalu saya syukuri. Sebelum suatu saat nanti, dia lebih memilih orang lain sebagai pendengar terbaik dalam kehidupanya.