anak lanang ku

Tularkan Sedikit Semangat mu Nang !

Selamat belajar nak penuh semangat. Rajinlah selalu tentu kau dapat. Hormati gurumu sayangi teman. Itulah tandanya kau murid budiman – Lirik lagu Pergi Belajar

ayah_dan_anak_lelakinya

ILustarasi : Father and His Son (Edinburgh, Skotlandia)

Di setiap pagi yang selalu kurindukan, aku melihat binar cahaya mata yang terang benderang. Di setiap pagi yang selalu ku nantikan, ku saksikan kecerian dan kebahagian yang melimpah ruah. Di setiap pagi yang ku tunggu, ku lihat derai semangat yang menggebu-gebu. Pagi yang selalu menjadi pagi terindah mu. Pagi, menjelang berangkat ke sekolah mu.

Argh, nang, anak lanang ku ! Aku tak pernah tahu pasti apa yang terjadi di sekolah mu. Tetapi semangat dan keceriaan mu itu telah melukiskan bahwa sekolah mu adalah adalah taman syurga terindah yang selalu kau rindukan. Syurga yang tak pernah sejenak pun rela kau lewatkan.

Argh, andai saja kau tularkan semangat mu itu. Kau pinjamkan keceriaan mu itu. Aku tak perlu menekuk muka, hatiku pun tak perlu menahan lara pada setiap langkah-langkah kaki ku ke kampus. Kampus yang kadang membuatku merasa setengah gila.

Tetapi, setidaknya ada semangat mu yang selalu mengingatkan ku. Semangatlah belajar selalu ! Jadikanlah sekolah menjadi syurga mu selamanya. Meski di sekolah tanpa jendela. Oh dear, just shed your own light !

Advertisements

Ilyas : Catatan Empat Tahun Usia mu

” Ilyas, am I your best friend? ” – Ayah
” YES, you are my best best friend ever, ayah !” – Ilyas

ilyas_4_yo_of

Ilyas is running. At a Random Place, Derbishire, UK

Empat tahun sudah Ilyas usiamu saat ayah menulis catatan ini. Empat tahun engkau mengisi hari-hari ayah dan bunda mu. Hari-hari yang tak pernah sehari pun, ayah lewati dengan penyesalan. Kehadiran mu, bagaikan taman indah yang tumbuh subur di hati ayah. Memang, kadang ayah jengkel dengan kenakalan tingkah laku mu. Tetapi itu, tak lebih dari sebuah tarbiyah yang mengajarkan ayah arti kesabaran.

Minggu yang lalu, kamu mendapatkan buku catatan akhir sekolah dari Nursery School (i.e. Nottingham Nursery Scool mu) mu. Sekolah yang kau sebut dengan, The brown school. Kamu selalu menangis tidak terima, jika ayah bercanda menyebutnya, the bad school. Catatan akhir itu adalah sebuah pertanda bahwa kamu akan meninggalkan sekolah ini untuk selamanya, dan setelah liburan musim panas ini kamu akan memasuki gerbang sekolah baru, primary school. Di sekolah nursery ini kamu selalu tampak bahagia. Tampak jelas, dari foto-foto yang didokumentasikan secara khusus untuk kamu di catatan akhir itu, kamu begitu menikmati setiap detik waktu mu di sekolah. Pantas saja, kau setiap selalu bersemangat pergi ke sekolah. Bahkan jikalau sekolah masih buka di hari libur, kamu pun penuh antusias untuk bergegas akan pergi ke sekolah.

ilyas_running

Ilyas is running even faster, Derbishire, UK, 2015

Di sekolah kamu punya teman dekat, best friend, Rafifa namanya. Tapi kamu memanggilnya, khafifah. Bocah cantik berparas ayu bak cinderela itu kebetulan anak dari teman dekat ayah di kota Nottingham ini. Dan bundanya juga berteman sangat baik dengan bunda kamu. Setiap pulang sekolah kamu selalu bercerita tentang khafifah. Bahkan dalam tidur pun, kau sepertinya sering bermimpi bermain bersamanya. Setiap acara kumpul-kumpul, kamu selalu dekat denganya. Meskipun kalian sama-sama berdarah Jawa dan berbahasa Ibu Bahasa Indonesia, obrolan kalian tak ubahnya obrolan dua orang anak British.

Semenjak sekolah, perkembangan bahasa mu sunggu luar biasa. Kamu sudah bisa bicara dalam bahasa Inggris sangat alamiah, dengan logat seperti layaknya anak-anak orang British kebanyakan. Meskipun lidah mu tetaplah lidah Jawa. Kosakatamu juga sudah sangat kaya. Bahkan ayah pun, sering mendapat kosakata baru dari kamu. Di rumah, kamu lebih sering berbahasa Inggris dengan ayah dan bunda. Kamu pandai menggambar, terutama menggambar kereta api. Kau pun sudah pandai menulis huruf dan angka, dan cukup pandai berhitung. Logika berfikir mu pun sudah sangat hebat untuk anak seusia mu. Kau hampir bisa menjawab dengan sangat baik, setiap pertanyaan logika yang ayah tanyakan setiap membacakan buku dongeng untuk mu.

ilyas_n_khafifa

Ilyas and His Best Friend, Khafifa, a random place at Lincoln, UK, 2015

Kamu punya segudang mainan di rumah. Hampir semua permainan anak-anak sudah kamu miliki. Tetepi, layaknya anak-anak seusia mu, kamu mudah sekali bosan dan selalu menginginkan mainan baru. Tetapi, ada mainan kesayangan kamu dari dulu hingga sekarang. Sebuah kereta api dari bahan metal berwarna hijau. Kamu tidak bisa tidur tanpa mainan kereta itu di genggaman mu. Ketika terbangun pun, mainan itu yang pertama kali kamu cari. Kamu pun akan menangis tanpa henti, jika green train itu, terselip entah dimana. Sampai sekarang pun, ayah masih heran dengan kegandrungan mu dengan kereta api yang terlalu berlebihan.

Ilyas, ayah merasa menjadi orang yang paling berbahagia di dunia, saat diusia mu itu, kamu telah menjadi sahabat diskusi ayah yang hebat. Saat kau mulai pandai berlogika dan berkelit dengan pertanyaan ‘Why’ ayah. Dan kaupun, mulai terlatih membalas dengan lebih banyak bertanya ‘why’ daripada ‘what’ kepada ayah. Meskipun, pertanyaan dan jawaban mu terkadang teramat lucu dan menggelikan.

nott_nur_school_bye

Ilyas: Kesedihan Meninggalkan Gerbang Sekolah

Ilyas anak ku. Semoga kamu sehat selalu! Rajin belajar dan berlatih selalu ! Berlarilah yang kencang, mengejar takdir hidup mu. Semagat selalu menjalani setiap detik perjalanan hidup mu! Be a good boy forever ! Selamat berliburan musim panas. Gerbang sekolah yang baru, sedang menunggu mu ! Sukses buat mu selalu ! Semoga Allah senantiasa memberkati setiap jengkal langkah kecil mu ! Hati ku akan selalu ada untuk mu, meskipun kelak jika kau beranjak dewasa, kamu akan meninggalkan aku dan lebih menikmati dunia bersama teman-teman mu. Tetaplah, menjadi sahabat diskusi ayah yang terbaik! Jangan pernah berhenti berfikir ! Tapi, jangan lupakan senantiasa berdzikir ! Jangan mudah lelah dan menyerah, sebelum kau ambilkan gemintang yang berkelap-kelip itu, di kala hari perlahan beranjak dalam kegelapan, untuk orang-orang yang takut akan kegelapan. Dan untuk menjawab sejumlah tanya yang kau simpan, seperti, syair lagu yang sering kau nyanyikan : “Twinkle-Twinkle Little stars, how I wonder, what you are ?

Keluarga Baru di Negeri Perantauan

… Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. –Imam Syafii
edit_hbd

Selamat Ulang Tahun Ilyas With Dad and Mom

Kawan, salah satu hal yang memberatkan kita ketika kita memutuskan merantau untuk belajar ke luar negeri adalah meninggalkan keluarga, kerabat,dan sahabat-sahabat dekat kita di tanah air. Berat memang jauh dari orang-orang yang biasanya dekat dan mendukung kita. Secanggih apapun teknologi telematika saat ini, tidak dan tidak akan pernah mampu menggantikan kehadiran orang-orang tersebut. Gaya hidup orang di luar negeri yang cenderung lebih individualis, sering kali membuat kita tak mampu membendung rasa home sick selama kita belajar berada di negeri perantauan.

Tetapi, benar sekali syair nasihat Imam Syafii diatas, bahwa kita akan mendapat pengganti kerabat dan kawan. Begitu benar apa yang kami rasakan ketika di negeri rantau ini. Di Nottingham ini, meski awalnya kami belum kenal siapa-siapa, tapi alhamdulilah, tak perlu waktu lama, kami menemukan para pengganti kerabat dan sahabat itu. Kami benar-benar merasakan kehadiran keluarga baru itu disini.

edit_hbd2

HBD Ilyas Dengan Tante Wahyu,Tante Yuli, Pak De Peni, Mbak Yumna dan Mbak Izza. Terima Kasih Surprise nya 🙂

Saking besarnya rasa kekeluargaan itu, bulan ini saja ulang tahun anak lanang ku, sampai ‘dirayakan’ 3 kali. Pertama, dengan Ayah dan Bunda nya sendiri. Satu hari berikutnya, datang kejutan dari Tante Wahyu, Tante Yuli, Pak De Peni,Mbak Yumna,dan Mbak Izza. Bawa kejutan kue ulang tahun dan hadiah. Bertumpah ruahlah kebahagiaan anak lanang ku itu.

edit_hbd_ilyas3

HBD Ilyas. Kejutaan dari Tante Retty, Raras, Puput, Shanti dan Om Suhendri, Ridwan, Ifan

Beberapa hari kemudian, datang lagi kejutan dari Tante-tante dan Om-Om yang lain. Kali ini giliran kejutan dari Tante Retty, Raras, Puput, Shanti dan Om Suhendri, Ridwan, Ifan. Kasih kejutan dengan kue ulang tahun, coklat, dan hadiah. Berlipat-lipat lagi tumpah ruah kebahagiaan anak lanang ku itu. Beruntung sekali memiliki orang-orang yang baru kita kenal, tetapi sudah terasa seperti saudara sendiri. Merekalah tempat kita berbagi rasa, pendukung tulus kita di tanah perantauan.

edit_bd4

Hadiah Dari Tante2 nya Ilyas di Nottingham

Saya percaya bahwa orang-orang Indonesia yang di luar negeri adalah orang-orang Indonesia yang terbaik dari segi intelektual maupun kepribadian. Asal kita tidak menutup diri dari pergaulan, insha Allah sampean tidak akan merasa kesepian. Kebersamaan dan keakraban itu insha Allah tak akan tergantikan. Buat teman-teman yang masih merasa berat meninggalkan kerabat dan sahabat, percayalah kalian akan mendapatkan penggantinya disini.

edit_hbd5

Terima kasih untuk semua Doa-Doa untuk Ilyas

Spesial untuk kali ini, sincerely saya sekeluarga mengucapkan matur nuwun sanget pada Tante Wahyu,Tante Yuli, Pak De Peni, Mbak Yumna dan Mbak Izza, Tante Retty, Raras, Puput, Shanti dan Om Suhendri, Ridwan, Ifan atas kejutan dan doa-doanya. Jazakallah Khoiral Jaza’. Thanks juga buat Tante Ocha, buat kado nya. Gusti Allah sing mbales, semoga rasa kekeluargaan ini tetap ada sampai nanti kita kmbali lagi ke tanah air.

Semoga Barokah Umur Mu, Anak Lanang Ku !

….. Ayah ! I am a good boy, not a naughty boy ! –Ilyas

ilyas_birth_day

Ilyas is blowing his 4th birth day wishes

Anak lanang ku, belakangan ini kamu selalu protes keras:

Ayah ! I am a good boy, not a naughty boy !

setiap kali ayah dan bunda mengatai mu ‘a noughty boy’ jika kamu ngambek tidak mau mandi atau tidak mau sarapan pagi. Dan kamu tidak akan menurut sebelum ayah dan bundamu meng-endorse-mu, yes, Ilyas, you are a good boy !. Seperti yang kau inginkan. Semoga kamu seantiasa menjadi anak yang baik, anak yang soleh, dan good boy.

Anak lanang ku, hari ini adalah hari ulang tahun ke-empat mu. Ayah tidak pernah lupa hari ulang tahun mu. Hari dimana 4 tahun yang lalu, kamu lahir procot dari rahim bunda mu, saat ayah masih di dalam perjalanan kereta api Jakarta-Solo. Rupanya, kamu tidak sabar menunggu kedatangan ayah, yang sedang belajar bahasa Inggris di komplek kampus Salemba, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia untuk persiapan berangkat ke Inggris. Mungkin karena waktu kamu lahir ayah masih di dalam kereta itulah, kamu begitu sangat gandrung dengan mainan kereta api. Kamu tidak pernah melewatkan sehari pun tanpa melihat video kereta api, dan kamu tidak bisa tidur tanpa mengeloni mainan kereta api mu.

Maaf kan ayah ya nak! Di bulan-bulan terakhir menjelang kelahiran mu, ayah justru meninggalkan mu dan bunda mu. Suatu hari nanti kamu akan tahu, arti sebuah pengorbanan dan kesabaran itu. Percayalah, setiap hari ayah memasuki kampus Salemba, dan melihat bangunan tua megah berasitektur kuno bertuliskan Fakultas Kedokteran itu ayah diam-diam membisikan do’a, semoga suatu saat nanti kamu bisa belajar di kampus ini dan namamu terpahat sebagai salah satu dokter lulusan terbaik di dinding tembok kampus ini. Allahumma ammiin

Di hari ulang tahun mu yang ke-empat ini, Ayah membelikan mu, kue kecil harga roll back, seharga 1.5 poundsterling dari supermarket terdekat. Sebuah lilin, beberapa balon warna warni yang salah pilih bertuliskan angka 21, dan beberapa kaca mata kertas. Maaf, bukan ayah tak mampu atau pelit untuk membelikan mu kue ulang tahun yang lebih besar. Tetapi ayah ingin mengajari mu arti kesederhanaan dan kebersahajaan hidup. Mengapa? Karena memilih hidup sederhana itu tidak sederhana, sayang ! Yang terpenting, tak sedikitpun mengurangi kebahagian dan kesyukuran kita pada Gusti Allah ta’ala.

Awek (baca:kakek dan nenek) kamu saja tidak pernah mengingat hari kelahiran ayah. Sebagai orang Jawa, Awek hanya ingat neton (nama hari kalender dan nama hari pasaran, misal: Jumat Kliwon) ayah. Dari lahir, ayah tidak pernah mengenal kue ulang tahun dan tradisi meniup lilin. Jangankan dirayakan, di hari neton ayah, Awek malah sering berpuasa dan menyuruh ayah berpuasa juga.

Anak lanangku, ulang tahun mu kali ini adalah kali kedua di negerinya Ratu Elisabeth ini. Terima kasih kamu dan bunda mu. telah menemani Ayah belajar di kota Nottingham ini. Kehadiran mu dan bunda mu disini sungguh sangat berarti. Kamu juga sudah hampir setahun sekolah di Nursery School. Ayah bangga sekali, kamu selalu terlihat aktif, ceria, bersemangat,cerdas, dan bahasa Inggris mu dengan aksen British yang sangat kental itu membuat ayah menjadi iri. Semoga kamu terus tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang hebat dan mulia. Semoga dalam hidup mu nanti, kamu tidak pernah merasa cukup dengan kehidupan sendiri, tanpa memikirkan kehidupan orang lain. Ulurkan tangan pada mereka yang membutuhkan bantuan, suarakan mereka yang tidak mampu bersuara, berdayakan mereka yang tidak berdaya.

Pilihlan menjadi sederhana dan bersaja selalu. Ingat dan waspadalah selalu. Bahwa hidup di dunia ini bukanlah tujuan. Ini hanyalah lintasan perjalan sebentar saja. Ladang kita untuk menabur benih kebaikan dan kebajikan, yang akan kita panen di kehidupan abadi di akhirat nanti.

Anak lanang ku, semoga di ulang tahun mu yang kelima nanti kita sudah kembali dengan kemenangan di tanah air. Doakan belajar ayah selesai secepatnya. Tetapi berjanjilah, suatu saat nanti kamu akan mengajak ayah melihat kota kenangan perjuangan kita bersama ini kembali. Tuntutlah ilmu sejauh mungkin dimana engkau akan mencari.

Selamat Ulang Tahun anak lanang ku, Semoga Barokah Umur mu! Allahumma Ammmiin.

Dongeng Sebelum Lelap Ku, Sebelum Lelap Mu

….. kuingin satu, satu ceria. Pengantarku tidur biarku terlelap. Mimpikan hal yang indah. Lelah hati tertutupi. Dongeng sebelum tidur. Ceritakan yang indah biarku terlelap. Dongeng sebelum tidur. Mimpikan diriku mimpikan yang indah – Wayang

Dongeng_Sebelum_Tidur

Ilyas, Anak Lanang ku, Sedang Mendongeng

Salah satu anugerah Gusti Allah yang paling saya syukuri dalam hidup saya saat ini adalah takdir menjadi seorang ayah dan memiliki sedikit waktu untuk menghayati peran tersebut. Saya tahu, banyak saudara saya disana yang ditakdirkan menjadi suami, tetepi Allah belum menakdirkan menjadi seorang Ayah. Saya sadar, banyak saudara saya disana yang ditakdirkan menjadi seorang ayah, tetapi tidak banyak yang memiliki sedikit waktu untuk menghayati peran menjadi seorang ayah. Maklum, umumnya orang-orang pada usia saat ini, sedang semangat-semangatnya meniti karir, dan menumpuk-numpuk kekayaan sebanyak-banyak nya. Sebelum akhirnya tergapai sebuah ‘kemapanan’ semu pada usia 40 tahun. Angka usia, dimana katanya hidup yang sebenarnya dimulai. Argh, entahlah persetan dengan ‘kemapanan’ itu. Bukankah setiap orang berhak mendefinisikan dengan definisi  yang berbeda pada ‘kemapanan’ itu?

Saya merasa bukanlah seorang Ayah yang baik, tetapi saya sungguh beruntung memiliki seorang ‘ Anak Lanang’ yang baik. Hari-hari bukan di akhir pekan, nyaris saya dan anak lanang ku hanya bisa meluangkan waktu bersama saat kami melepas lelah di tempat tidur, ketika malam telah teramat larut, dan ruh kami berada di alam yang berbeda. Saya harus sudah terbangun ketika dia masih terlelap dalam tidur, bertemu sebentar beberapa menit sebelum saya pergi ke kampus dan anak lanang ku pergi ke sekolah. Dan kami bertemu kembali ketika hari sudah gelap.

Tetapi, ada saat yang paling sangat saya nikmati, yaitu saat diantara saya tiba di rumah dari kampus dan saat kami terlelap dalam tidur. Saya biasanya sampai di rumah hampir jam 10 malam. Lelah pikiran seharian berkutat dengan riset di kampus, pegal kaki mengayuh sepeda,  dan dingin nya udara malam rasanya hilang ketika saya membuka pintu rumah, dan terdengar suara penuh gairah:

” Ayah … !!  Ayah … !! Ayah … !!!” Dak dak dak dak Dak …

Suara langkah kaki anak lanang ku berlari menuruni anak tangga dari lantai dua menuju ruang tamu menyambut ku dengan kegembiraan yang berlimpah ruah. Seperti peretemuan sepasang kekasih setelah sekian lama berpisah. Saya memeluk nya erat, dan menghujani kedua pipi dan keningnya dengan ciuman-ciuman. Anak lanang saya minta digendong lalu diayun-ayunkan dalam posisi tengkurap, sambil mengepak-ngepak kan kedua tanganya layaknya seekor burung yang sedang terbang di langit.

Ayah.. ! I want to fly high like a bird .

Kemudian anak lanangku dengan sabar menungguiku duduk di sofa menikmati makan malam lezat yang telah disiapkan istriku tersayang sambil mendengarkan anak lanangku ‘ngoceh’ random stories. Hingga saya selesai makan, sikat gigi, wudlu, dan sholat. Dan tibalah saat yang dia tunggu-tunggu: STORY TIME. Dalam posisi ‘mapan’ tidur, di antara dekapan ayah dan bundanya, anak lanangku bersiap mendengarkankan saya membacakan dongeng baru dari tumpukan buku-buku cerita yang dia pinjam bersama bundanya dari perpustakaan komunitas terdekat.

Dongeng_Sebelum_Tidur_2

Buku Dongeng Untuk Anak Lanang ku

Saya berusaha membacanya, kata demi kata, dengan aksen British yang saya coba paksa-paksa kan, tetapi tidak pernah bisa, karena logat bahasa Jawa yang sudah begitu kuat membentuk lidah dan pita suara ini. Ilyas, anak lanangku terlihat begitu menghayati setiap halaman dari buku cerita penuh gambar yang sedang saya baca. Seolah, alam pikiranya dalam sekejap sudah terlarut dalam dunia imajinasi cerita yang  saya bacakan. Saya selalu menyelipkan pertanyaan-pertanyaan spontanitas untuk memastikan bahwa dia paham dengan alur cerita pada dongeng sekaligus mengetes daya ingat nya. Luar biasa, dia hampir selalu mampu menjawab pertanyaan saya dengan sempurna.

Selanjutnya setelah saya selesai membaca dongeng, giliran anak lanangku yang mendongeng a random story yang ada di pikiranya. Dongeng yang selalu dimulai dengan kata: One Day …. dan diakhiri dengan kata …. The End. Dan saya tidak pernah paham alur cerita dongeng diantara dua kata itu.

One Day. Butterflies. &&&&  Birds. $$$$ !!!. ***&&&&&. Fly High. ***&&&!! Splash. Splash. Splash. Splash. !$$%% Up. **&&&& . The End”.

Selesai sudah ritual menjelang tidur itu, yang diakhiri dengan tawa kita bersama. Sebelum akhirnya berganti dengan kesunyian, ketika kami terhanyut dalam lelap ketika malam sudah semakin larut. Aku selalu berdoa untuk kebaikan kita semua dalam lelap ku dan lelap mu.

Maafkan ayah mu nak ! tak banyak waktu yang bisa kuhabiskan berdua dengan mu ! Tetapi aku ingin kau tahu suatu saat nanti. Betapa bahagianya diri ku menghabiskan setiap detik waktu bersama mu. Aku ingin kau tahu, betapa aku sangat bersyukur kepada Gusti Allah, atas kehadiran mu mengisi hari-hari ku. Dalam setiap dongeng sebelum lelap ku dan lelap mu.  Kuselipkan rapalan doa-doa kebaikan untuk mu. Dalam setiap dongeng sebelum lelap ku dan lelap mu. Ingin aku katakan:  I love You, Anak Lanang ku !