… semanggi suroboyo, lontong balap wonokromo, di makan enak sekali, sayur semanggi krupuk puli. bung… mari…. -lirik lagu

semanggi_surabaya
Ibu-ibu Jualan Semanggi Suroboyo di Taman Bunggul

Di Kota Surabaya, ada makanan legendaris namanya: semanggi suroboyo. Bagaimana tidak legendaris, makanan yang satu ini bersama lontong balap diabadikan dalam sebuah lagu daerah (yang juga legendaris) Surabaya dengan judul yang sama: Semanggi Suroboyo. Lagu ini dipopulerkan oleh Mus Mulyadi yang terkenal sebagai Raja Keroncong di jamanya.

Seperti apakah ajaibnya makanan satu ini? aku yang hidup di Surabaya sejak 2002 pun belum pernah sekalipun mengincipinya. Sampai akhirnya pada tahun 2017 kemaren, untuk kali pertamanya aku mencicipi makanan ini. Waktu itu, pas sedang mlaku-mlaku di kawasan Taman Bunggul Surabaya. Ketika sedang asyik mengedarkan pandangan di segala penjuru, Voila, mak jenunuk, seorang embah-embah di bawah pohon menarik perhatianku. Satu gelangsing kerupuk puli berwarna kuning kecoklatan itu membangunkan nafsu makanku.

Beberapa jenak kemudian, barulah aku sadar bahwa si Mbah ini berjualan makanan Semanggi Suroboyo yang legendaris itu. Sebenarnya makanan ini varian nasi pecel yang sangat jamak ditemui di seluruh penjuru Jawa Timur. Yang istimewa adalah sayurnya, yaitu sayur semanggi. Semanggi adalah sayuran sejenis gulma yang sepertinya sudah semakin sulit untuk dicari. Kemudian sambel pecelnya yang sepertinya dicampur dengan telo yang mengahasilkan aroma dan cita rasa yang khas. Dan yang terakhir keistimewaan dari makanan ini adalah kerupuk pulinya.

Bagiamana rasanya? menurut saya sih biasa-biasa saja malah cenderung tidak enak. Tetapi ini mungkin karena dua hal. Pertama, semanggi yang saya beli ini murahan. Murah kok njaluk wenak? maklum hanya beli dari si mbah, most likely janda, yang berikhtiar untuk bisa bertahan menyelenggarakan hidup di kota metropolis ini. Yang rela berpindah-pindah tempat dan seringkali harus uber-uberan sama satpol PP. Ada banyak lapak jualan di Taman Bungkul ini sebenarnya. Tapi ya tentunya tidak gratis. Buat Si Mbah, biaya sewa tentunya tidak nyucuk dengan keuntungan ala kadarnya dari jualan Semanggi Suroboyo ini. Kedua, barangkali memang seleraku yang beda. Jadi seenak apapun katanya, kalau ya memang tidak berselera ya tetap saja tidak enak.

Lain kali mungkin perlu makan Semanggi Suroboyo di tempat yang lebih mriyayini. Bukan di bawah pohon ala kadarnya begitu. Walaupun meski harganya pat gulipat jauh lebih mahal. Eh, atau coba di pasar dadakan tiap hari jumat di sekitar masjid kampus. Pak Dekan aku lihat sering mborong Semanggi Suroboyo disitu, lengkap dengan kerupuk pulinya yang buanyak.

***
Thanks for Reading 🙂
Matur Nuwun!
Jangan lupa, Untuk Cerita Lebih Seru, Please subscribe, My Youtube Channel ya! Klik: youtube

Advertisements

… ribet dan sibuk begitu rasanya tabiat manusia modern dalam menyelenggarakan kehidupanya. Untuk apa? untuk tujuan bahagia juga? – a random thought

nasi_lemak_1
Nasi Lemak

Di Jakarta, ada sebuah tempat makan favorit aku yang nomor satu. Warteg? Haha, jawab jujur ndak ya? Lupakan warteg untuk sejenak dulu lah. Tempat makan itu tepatnya adalah Bangi Kopitiam, di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.  Jika ada ruang dan waktu bertemu mewujud dalam sebuah momentum yang tepat, aku akan memilih nongkrong di tempat ini.

Awalnya, tahu tempat ini dari seorang teman lama. Jalan cerita hidup kami pernah bersinggungan di ruang dan waktu yang sama, satu sampai dua tahun saja. Waktu kami sama-sama sekolah program master by research, di Universiti Teknologi Petronas, Malaysia. Sebuah kampus yang fully funded by Petronas, dan berlokasi di desa Tronoh, sebuah desa di atas bukit bekas lokasi penambangan timah yang tenang, di wilayah kerajaan Perak Darul Ridzuan. Sungguh, tempat yang penuh kenangan.

Dipertemukan kembali dengan teman lama setelah lama tak bersua adalah salah satu momentum paling membahagiakan dalam hidup. Menertawakan bersama cerita hidup yang sudah lewat. Cerita yang dulu kadang rasanya berat dan penuh dibayang-bayangi kekhawatiran oleh segala bentuk ketidakpastian  dalam hidup yang kini rasanya hanya menjelma bak lelucon hidup belaka.

Jadilah Bangi kopitiam ini serasa menjadi tempat paling tepat dalam momentum pertemuan kami kembali saat itu. Ada banyak menu makanan di tempat ini, yang tentu saja bukan hanya makanan Malaysia saja. Tetapi tentu nasi lemak menjadi menu pilihan. Ini adalah menu sarapan paling murah dan legendaris waktu di Malaysia.

Nasi lemak adalah makanan yang sederhana saja (walaupun disini harganya tidak sederhana ya :p ). Sekepal nasi gurih, ikan bilis (sebutan ikan teri di Malaysia), kacang goreng, separuh telur rebus yang dilengkapi dengan seiris mentimun dan seonggok sambal hijau. Lalu dimakan dengan tangan telanjang tanpa sendok, sebagaimana lazim orang-orang disana makan. Aromanya khas. Apalagi sambal hijaunya yang memiliki cita rasa klasik. Lalu ditutup dengan menyeruput secangkir kopitiam yang masih panas.

nasi_lemak_2_update
Desain Interior

Desain interior restoran yang klasik, membuat kami betah ngobrol berlama-lama di tempat ini. Kami berasa terbawa dalam lorong waktu yang membawa kami dalam kenangan beberapa tahun silam.

Rasanya, kesederhanaan nasi lemak ini merupakan anti-tesa kota Jakarta. Kota yang selalu sibuk, dipenuhi oleh orang-orang yang terburu-buru dikejar oleh entah apa. Waktu kah? Targetkah? Atau angka-angka lainya. Yang jelas semakin banyak orang yang menambatkan harga dirinya pada sejumlah angka-angka. Setidaknya angka-angka pada rekening tabungan mereka.

Di jaman yang kabarnya semakin sophisticated ini, semuanya harus bisa diukur dengan angka-angka. Bahkan hubungan transendental yang seharusnya sangat privat antara seorang hamba dengan Tuhanya pun harus terukur dengan angka-angka: seberapa lebar hijabnya, seberapa panjang jenggotnya, berapa juz hafalanya, dan sebagai-sebagainya.

Melihat riuhnya cara orang Jakarta menyelenggarakan hidup, diam-diam hatiku bertanya-tanya: bahagiakah mereka? jika sudah bahagia apalagi yang mereka kejar? atau jangan-jangan malah sebaliknya? Apakah bahagia sudah menjelma menjadi angka-angka yang terus harus dikejar. Bertambah dan terus bertambah, yang memang kita tidak akan pernah menemukan angka berapa yang terbesar.

Sepiring nasi lemak ini mengingatkan ku bahwa sebenarnya kunci kebahagian sesungguhnya adalah hidup sederhana saja. Gaya hidup para Nabi yang teorinya adalah panutan hampir seluruh milyaran manusia di dunia. Nyatanya ini bukan sekedar dogma. Sebuah riset akademik di bidang psikologi yang dipublikasikan Desember 2018 di bbc, menyimpulkan bahwa semakin keras kita berjuang untuk mencapai kebahagiaan, justru semakin kecil peluang kita untuk mencapai kebahagiaan itu. Jadi, the quickest way to happiness may be do nothing.

Jadi, mau hidup bahagia atau sekedar mengumpulkan angka-angka? Jika ingin pilihan yang pertama: hidup sederhana saja. Seperti falsafah hidup orang Jawa: hidup sing prasojo. Mangan ora mangan sing penting ngumpul. Barangkali itulah mengapa orang Jawa dahulu adalah salah satu bangsa yang paling bahagia di dunia, meskipun kalah dalam angka-angka.

***
Thanks for Reading 🙂
Matur Nuwun!
Jangan lupa, Untuk Cerita Lebih Seru, Please subscribe, My Youtube Channel ya! Klik: youtube

… ada banyak pilihan program studi rumpun teknologi informasi dan komunikasi di Perguruan Tinggi, mana pilihan yang paling pas buat sampean? check it out! – a random tips

jurusan_it
Bidang Keahlian yang Paling Dicari 2019

Salah satu bidang keahlian yang diprediksi paling dicari di masa yang akan datang adalah Information Technology (IT)Iyes, suka tidak suka revolusi industri 4.0 sudah di depan mata, dan tulang punggung revolusi industri 4.0 adalah IT. Karenanya, program studi rumpun IT di Perguruan Tinggi menjadi program studi favorit pilihan lulusan SMA/SMK/MA.

Akan tetapi, ada banyak pilihan program studi rumpun IT di Perguruan Tinggi diantaranya adalah: (Teknik) Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Teknik Komputer, dan Ilmu Komputer. Nah, dari program studi-program studi di atas manakah yang paling pas buat sampean? Apa perbedaanya? Apa saja yang dipelajari? Yuk, kita simak  perbedaanya. Perbedaan ini kita lihat dari kurikulum program studi di ITS Tahun 2018.

Program Studi Sarjana (S1) [Teknik] Informatika

Teknik Informatika berdiri sudah sejak tahun 1985. Terakreditasi A oleh BAN-PT dan sudah mendapatkan akreditasi internasional: AUN-QA. Departemen Teknik Informatika ITS sudah memiliki semua jenjang pendidikan: Sarjana, Master, dan Doktor. Gelar lulusan S1 Informatika adalah: Sarjana Komputer (S. Kom).

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

ti_cpl_informatika_its_1

ti_cpl_informatika_its_2

Struktur Mata Kuliah

ti_cpl_informatika_its_3

ti_cpl_informatika_its_4

ti_cpl_informatika_its_5

ti_cpl_informatika_its_6

ti_cpl_informatika_its_7

Program Studi Sarjana (S1) Sistem Informasi

Berdiri pada tahun 2001, dan merupakan program studi sistem informasi pertama di PTN di Indonesia. Telah terakreditasi A oleh BAN-PT dan telah mendapatkan akreditasi internasional AUN-QA. Departemen Sistem Informasi menyelenggarakan program pendidikan untuk jenjang Sarjana dan Magister. Gelar lulusan S1 Sistem Informasi adalah: Sarjana Komputer (S. Kom).

Capaian Pembelajaran Lulusan

ti_cpl_si_its_1

Struktur Mata Kuliah

ti_cpl_si_its_2

ti_cpl_si_its_3

ti_cpl_si_its_4

ti_cpl_si_its_5

ti_cpl_si_its_6

Program Studi Sarjana (S1) Teknologi Informasi

Departemen Teknologi Informasi merupakan salah satu departemen terbaru di ITS. Departemen baru ini dibawah Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi bersama-sama Departemen Informatika dan Sistem Informasi. Berdiri tahun 2017 dan karena masih baru tahun pertama, program studi Teknologi Informasi belum mengajukan proses akreditasi BAN-PT. Walaupun demikian, staf pengajar berasal dari departemen informatika dan Sistem Informasi. Gelar lulusan S1 Teknologi Informasi adalah: Sarjana Komputer (S. Kom).

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

ti_cpl_ti_1

Struktur Mata Kuliah

ti_cpl_ti_2

Program Studi Sarjana (S1) Teknik Komputer

Departemen Teknik Komputer (sebelumnya bernama Teknik Multimedia dan Jaringan) berada di bawah Fakultas Teknologi Elektro (FTE). Departemen Teknik Komputer menyelenggarakan program pendidikan S1 (Sarjana) Teknik Komputer dan sudah terakreditasi A oleh BAN-PT. Gelar lulusan S1 Teknik Komputer adalah: Sarjana Teknik(S. T.).

Capaian Pembelajaran Lulusan

ti_cpl_tk_1

ti_cpl_tk_2

Struktur Mata Kuliah

ti_cpl_tk_3

ti_cpl_tk_4

Program Studi Sarjana (S1) Matematika: Ilmu Komputer

Program studi Sarjana Matematika ITS di bawah Departemen Matematika, Fakultas Matematika, Komputasi, dan Sains Data (FMKSD). Pada program studi ini ada bidang minat Ilmu Komputer, yang kalau dilihat kurikulumnya sangat mirip dengan Informatika. Terakreditasi A oleh BAN-PT dan lulusan program studi ini akan mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si).

Capain Pembelajaran Lulusan

ti_cpl_mat_1

Struktur Mata Kuliah

ti_cpl_mat_2

ti_cpl_mat_3

***
Thanks for Reading 🙂
Matur Nuwun!
Jangan lupa, Untuk Cerita Lebih Seru, Please subscribe, My Youtube Channel ya! Klik: youtube

” … setiap perjalanan ke tempat baru memberikan perspektif baru dalam memandang hidup. Semakin banyak perjalanan, semakin banyak perspektif. Semakin banyak perspektif, semakin bijak? ” – a random thought

pacitan_01
Pintu Gerbang Masuk Kota Pacitan

Buatku, tidak ada aktivitas santai di dunia ini yang lebih menyenangkan dari pada mengunjungi tempat baru. Tempat yang sebelumnya hanya mampir sejenak berlalu di perlintasan alam fikiran, kemudian kita benar-benar menginjakkan kaki di tempat itu.

Sekedar memberi jeda dari ritual kesibukan hidup yang terus berulang, kami mengadakan perjalanan Madiun-Pacitan lewat Ponorogo. Dalam bayanganku, kami akan menelusuri desa-desa, dengan hamparan padi yang menghijau dan pemandangan pegunungan di kejauhan. Lalu kami mampir di warung pinggir sawah, minum kopi, menikmati jajanan pasar desa sambil ngobrol dengan warga lokal desa dengan bahasa Jawa logat khas kabupaten diujung barat daya Jawa Timur ini.

pacitan_02
Suasana Pinggiran Kota Pacitan

Tetapi, seorang teman kuliah di Surabaya, yang kecil hingga lulus SMA di kota ini, dan sekarang menetap di kota pinggiran Jakarta, menertawakanku. “haha, you will never find it in Pacitan Bro!” katanya lewat layananan pesan singkat Whatsapp.

Tidak apa-apa, perjalanan Madiun-Pacitan lewat Ponorogo cukup menenangkan Jiwa. Jalanan yang tidak macet, udara yang tidak penuh polutan, dan pemandangan gunung-gunung di kejauhan cukup menghibur fikiran. Perjalanan Ponorogo-Pacitan lebih menantang dari perjalanan Madiun-Ponorogo, kami menyusuri jalanan yang membelah pegunungan. Tidak hanya tidak macet, jalanan rasanya terasa sepi.

Jalanan naik, turun, berkelok-kelok, bagai jejak ular raksasa. Kiri kanan adalah hutan dengan dominasi pohon jati. Kadang-kadang saja terlihat tanaman jagung dan singkong. Tak banyak rumah penduduk di sepanjang perjalanan. Yang lumayan banyak adalah pemandangan spanduk dan baliho besar-besar para politisi di senayan dan lengkap dengan bendera partai. Lebaran rupanya dipilih para politisi yang di fotonya terlihat sangat bahagia itu, menjadi momen yang pas untuk menyapa konstituenya, meski hanya lewat media spanduk dan baliho. Spanduk dan Baliho milik para calon gubernur dan wakilnya pun tak kalah ramai, berebut simpati rakyat kecil di tataran akar rumput. Cerdas, merakyat, dan religius begitu seolah-olah kesan yang ingin disampaikan dari spanduk dan baliho besar-besar itu.

Foto-foto politisi yang para priyayi itu terlihat begitu kontras dengan wajah desa perbatasan Ponorogo-Pacitan yang muram. Kabarnya, di wilayah inilah kantong-kantong kemiskinan wilayah Jawa Timur berada. Sampai-sampai ada sebuah kampung yang dijuluki kampung idiot. Kemiskinan telah membawa penduduk kampung bernasib kekurangan gizi dan pada giliranya kekurangan kecerdasan.

pacitan_03
Sungai di Desa Tambakrejo, Pacitan

Yang paling menarik perhatianku adalah kali-kali di sepanjang perjalanan. Airnya jernih dan bergemelintir, dengan lembah sungai yang lebar yang dipenuhi batu-batu kali yang bersih. Suasananya hening, suara gemelintir air satu-satunya irama, lengkap dengan pemandangan hijau bebukitan sejauh mata mengedarkan pandangan. Sungguh inikah imajinasi syurga manusia-manusia di tengah peradaban  padang pasir yang tandus bukan? Tak heran, orang-orang jawa pada awalnya tak tertarik dengan iming-iming metafora syurga di kitab suci. Karena metafora syurga itu sudah ada di tanah Jawa. Ingin sekali rasanya turun dan menjeburkan diri ke sungai itu.

Memasuki kota, kami mampir di sebuah warung pinggir jalan. Selain selai pisang basah yang dibungkus plastik membulat kecil-kecil menyerupai anggur itu, sepertinya tidak ada makanan khas kota ini memang. Lalapan ayam kampung goreng pun jadi pilihan. Secangkir kopi sasetan (Rp. 1000)    yang masih panas menjadi pelepas lelah perjalanan, dan menjadi pembuka obrolan yang hangat. Sebelum, beberapa jenak kemudian, kami beranjak melanjutkan perjalanan.

Rasanya, hanya 5% saja dari wilayah kota Pacitan ini yang tanahnya datar, yaitu hanya di sekitar alun-alun saja. Selebihnya adalah bukit tandus dengan jalan bergelombang naik turun, berkelok-kelok dengan sudut kemiringan dari yang biasa-biasa saja sampai yang ektrim. Terbayang alangkah melelahkanya perjalanan dengan berjalan kaki dan sepeda ontel di kota. Yang belum mahir nyetir, jangan sekali-sekali deh coba-coba di kota ini.

Sepanjang perjalanan aura bahwa Pacitan adalah rumahnya SBY begitu terasa. Partai Pak Beye sepanduk dan benderanya bertebaran hampir di seluruh sudut-sudut kota. Tak ketinggalan wajah-wajah keluarga Pak Beye yang rupawan dan mriyayini itu pun terpampang bahagia di spanduk dan baliho besar-besar di pinggir jalan-jalan kota. Kontras dengan wajah lesu warganya yang tinggal di rumah-rumah teramat bersahaja di pinggiran kota. Terbayang betapa susahnya menyelenggarakan hidup yang mapan di kota yang didominasi bukit-bukit yang tandus bukan?

pacitan_04
Pantai Klayar

Pariwisata menjadi andalan baru sebagai penggerek ekonomi kota ini. Walaupun tentu kenyataan tak semudah kata-kata. Gua dan Pantai menjadi andalan Pariwisata kota ini. Salah satu pantai yang sempat kami kunjungi adalah Pantai Klayar, pantai andalan kota ini. Lazimnya, pantai berseiring dengan dataran rendah. Di Pacitan, pantai berseiring dengan bukit. Sungguh, pantai ini terlihat memesona dari atas bukit menuju pantai ini.

Suasana senja sore itu menambah indahnya pemandangan alam Pantai klayar. Orang-orang tumpah ruah, kegirangan. Berpose entah dengan gaya apa saja, yang terabadikan oleh jepretan kamera smartphone. Dan berikutnya, memamerkan kegembiraan itu ke jagat maya. Agar semua tahu bahwa kehidupan mereka amatlah bahagia. Bahwa kehidupan adalah sesuatu yang patut untuk dirayakan.

Anak-anak bermain kegirangan di pinggir pantai yang sedang surut airnya. Entah siapa yang mengajari pada mulanya, rasanya seluruh anak-anak di seluruh penjuru dunia memilih aktivitas yang sama di pasir pantai: membangun kastil pasir. Dengan susah payah mereka membangunya, tetapi justru tertawa bahagia saat ombak besar menggulungnya tak bersisa.

pacitan_05
Suasana Surup di Pantai Klayar

Begitupun hidup kita bukan? begitu susah payah kita belajar, bekerja, banting tulang, siang dan malam, berusaha dan berdoa untuk membangun ‘kastil’ kehidupan kita. Kastil pertanda kesuksesan kita dalam menyelenggarakan kehidupan dunia yang sementara ini. Tetapi, akankah kita akan tertawa bahagia saat ombak kehidupan, lewat pintu kematian atau musibah  bencana, tiba-tiba menyapu bersih kastil kehidupan kita yang juga rapuh ini?

Sayang, waktu senja pun segera usai. Waktu surup tiba saatnya menjemput malam yang akan segera datang. Orang-orang pun berangsur-angsur menjauh dari bibir pantai, menempuh jalan pulang. Meneruskan cerita kehidupan berikutnya. Entah bahagia, susah, atau biasa-biasa saja.

***
Thanks for Reading 🙂
Matur Nuwun!
Please subscribe, My Youtube Channel ya! Klik: youtube

…. sudah tahu belum ada banyak perubahan pada SNMPTN dan SBMPTN 2019? Check it out ! – a random thought

kampus_teknik_informatika_ITS
Ilustrasi: Kampus Teknik Informatika ITS Surabaya

Perguruan Tinggi Negeri saat ini masih menjadi pilihan utama adik-adik lulusan SLTA. Nah, buat adik-adik yang sedang mempersiapkan diri untuk mendaftar di PTN, simak nih ada beberapa perubahan sistem penerimaan SNMPTN dan SBMPTN 2019.

No Aspek 2018 2019
1 Penyelenggara Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (Panpus SNPMB PTN) Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) [website:https://ltmpt.ac.id]
2 Manajemen Database Belum Terintegrasi Terintegrasi, sehingga siswa yang sudah lulus SNMPTN tidak bisa mendaftar SBMPTN
3 Kuota Daya Tampung SNMPTN: Min. 30%, SBMPTN: Min. 30%, Mandiri: Max. 30% SNMPTN: Min. 20%, SBMPTN: Min. 40%, Mandiri: Max. 30%
4 Siswa yang bisa mendaftar dari ketentuan akreditasi sekolah Akreditasi A : 50 % terbaik di sekolahnya; Akreditasi B : 30 % terbaik di sekolahnya; Akreditasi C : 10% terbaik di sekolahnya; Akreditasi lainnya: 5% terbaik di sekolahnya Akreditasi A : 40 % terbaik di sekolahnya; Akreditasi B : 25 % terbaik di sekolahnya; Akreditasi C atau lainya : 5% terbaik di sekolahnya.
5 Pilihan Program Studi Calon Mahasiswa bisa memilih tiga Program Studi Calon Mahasiswa hanya bisa memilih dua Program Studi dari satu atau dua PTN
6 Sistem Tes SBMPTN Metode: UTBC dan UTBK

Materi: TKPA, TKD Saintek, TKD Soshum

Jenis: Saintek, Soshum, Campuran

Pelaksanaan: Hanya Satu Kali

Metode: UTBK saja

Materi: Tes Potensi Skolatstik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA)

Jenis: Saintek, Soshum

Pelaksanaan: 12 Kali, Setiap tes ada dua sesi (pagi dan siang), Hari Sabtu dan Minggu

7 Kesempatan Tes Satu Kali saja

Calon mahasiswa tidak tahu nilainya berapa

Mendaftar PTN terlebih dahulu, baru test SBMPTN

Maksimal bisa mengikuti dua kali (diambil nilai yang tertinggi)

Calon Mahasiswa tahu nilainya berapa.

Tes SBMPTN dulu, setelah dapat nilai SBMPTN, baru mendaftar di PTN

7 Pilihan Kelompok Tes Peserta bisa memilih salah satu kelompok Saintek, Soshum, atau Campuran saja Peserta dapat ikut ujian Kelompok Saintek Saja Dua Kali atau Kelompok Soshum Saja Dua kali atau Kelompok Saintek satu kali dan Kelompok Soshum satu kali
8 Uji Keterampilan Peserta yang memilih program studi Seni atau Olahraga wajib mengikuti Ujian Keterampilan Peserta cukup mengupload Portofolio saja sebagai pengganti Ujian Keterampilan.

Biaya SNMPTN adalah Gratis, sedangkan untuk SBMPTN dikenakan biaya Rp. 200.000 per tes. Kecuali yang dinyatakan diterima Bidikmisi tidak dikenakan biaya.

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2019, adalah sebagai berikut:

jadwal_snmptn_sbmptn
Jadwal SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2019

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN 2019

Kegiatan Waktu
Peluncuran 4 Januari 2019
Pengisian dan Verifikasi PDSS 04-25 Januari 2019
Pengumuman 23 Maret 2019 (Pukul 15.00)
Daftar Ulang Lihat di website PTN masing-masing

Jadwal Pelaksanaan SBMPTN 2019

Singkatnya, peserta harus mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) terlebih dahulu, untuk mendapatkan nilai ujian. Selanjutnya nilai UTBK tersebut digunakan untuk mendaftar SBMPTN.

Apa Saja Materi Ujian UTBK

Materi ujian UTBK terdiri dari :

Pertama, Tes Potensi Skolastik (TPS) terdiri dari:

  1. Kemampuan Penalaran Umum
  2. Kemampuan Kuantitatif (Termasuk: Pengetahuan dan
    Penguasaaan Matematika Dasar)
  3. Pengetahuan dan Pemahaman Umum
  4. Kemampuan Memahami bacaan dan Menulis

Catatan: sebagian soal TPS disajikan dalam Bahasa Inggris.

Kedua, Tes Kompetensi Akademik (TKA), tergantung kelompok sebagai berikut:

Kelompok Sains dan Teknologi (Saintek):

  1. Matematika Saintek
  2. Fisika
  3. Kimia
  4. Biologi

Kelompok Sosisal dan Humaniora (Soshum):

  1. Matematika Soshum
  2. Geografi
  3. Sejarah
  4. Sosiologi
  5. Ekonomi

Jadwal UTBK

Kegiatan Waktu
Pendaftaran 1 Maret – 1 April 2019
Pelaksanaan 13 April – 26 Mei 2019
Pengumuman Nilai Hasil UTBK Sekitar 10 hari setelah UTBK
jadwal_utbk_2019
Kerangka Waktu Pelaksanaan UTBK 2019

Lebih detail jadwal pelaksanaan UTBK adalah sebagai berikut:

jadwal_utbk_update

Detail Jadwal Pelaksanaan UTBK

jadwal_utbk_2019_2

jadwal_utbk_2019_3

Bagaimana Cara Mendaftar UTBK 2019

cara_mendaftar_utbk2019

Peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal 2 (dua) kali, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. UTBK kelompok Saintek satu kali dan kelompok Soshum satu kali; atau kelompok Saintek dua kali; atau Kelompok Soshum dua kali.
  2. Peserta yang ingin mengikuti tes satu kali dapat mendaftar pada gelombang pertama atau gelombang kedua.
    • Pendaftaran UTBK: Gelombang Pertama tanggal 01-24 Maret 2019 dan Gelombang Kedua tanggal 25 Maret-01 April 2019.
    • Waktu pelaksanaan Tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama tanggal 13 April – 4 Mei 2019 dan waktu pelaksanaan Tes untuk peserta pendaftar gelombang kedua tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019.
  3. Peserta yang ingin mengikuti tes dua kali harus mendaftar di gelombang pertama dan gelombang kedua (waktu pendaftaran dan pelaksanan tes seperti tertera di butir 2).

Catatan: Peserta yang mendaftar hanya di gelombang kedua hanya mengikuti 1 (satu) kali tes pada tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019

Tempat Pelaksanaan UTBK

UTBK dilaksanakan di 43 kota pada 73 Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia, sebagai berikut:

tempat_utbk_2019

Jadwal pendaftaran SBMPTN 2019 adalah sebagai berikut:

Kegiatan Waktu
Pendaftaran Seleksi 10 – 24 Juni 2019
Pengumuman Hasil SBMPTN 9 Juli 2019 (Jam 15.00)

Informasi lebih lanjut simak sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2019 [download disini]

Update informasi sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2019 : [Download Disini], update 30 Januari 2019: Download Disini

Atau Hubungi:
LTMPT
Gedung BPPT Lantai 23
Jalan M.H. Thamrin No.8, Jakarta 10340 http://www.ltmpt.ac.id e-mail: sekretariat@ltmpt.ac.id Telp.: (021) 3104041; Faks.: (021) 3104042
Call-Center: 0804 1 450 450 HelpDesk: http://halo.ltmpt.ac.id

***
Thanks for Reading 🙂
Matur Nuwun!
Jangan lupa, Untuk Cerita Lebih Seru, Please subscribe, My Youtube Channel ya! Klik: youtube