Advertisements

udan deres

wes telong ndino iki neng UTP udan terus.
jian udiane dueress poll…
banyune koyok disokne wae rasane…
tak pikir sasi April ki yo wes mulai musim ketigo…
tapi kok malah udane tambah dadi…
yo mogo2 wae…. ora nggarahi banjir koyok nang Jakarta.
udan seng nggowo berkah ….
lan rahmat…
dudu balak lan Bilahi…..
iki aku lagi kademen dek ofis cuman wong loro karo Pak Jati….

Advertisements

Tradisi Mauludan

Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan dimanfaatkan oleh Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten.

Dua kalimat syahadat itu dilambangkan dengan dua buah gamelan ciptaan Sunan Kalijaga bernama Gamelan Kiai Nogowilogo dan Kiai Gunturmadu, yang ditabuh di halaman Masjid Demak pada waktu perayaan Maulid Nabi. Sebelum menabuh dua gamelan tersebut, orang-orang yang baru masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dulu memasuki pintu gerbang “pengampunan” yang disebut gapura (dari bahasa Arab ghafura, artinya Dia mengampuni).

Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi disebut Gerebeg Mulud. Kata “gerebeg” artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya. Di samping Gerebeg Mulud, ada juga perayaan Gerebeg Poso (menyambut Idul Fitri) dan Gerebeg Besar (menyambut Idul Adha).

Kini peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal (Mulud), sudah dihapal luar kepala oleh anak-anak NU. Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini amat variatif, dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan berikutnya, bulan Rabius Tsany (Bakdo Mulud). Ada yang hanya mengirimkan masakan-masakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan kiri, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di mushala dan masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara besar-besaran, dihadiri puluhan ribu umat Islam.

Ada yang hanya membaca Barzanji atau Diba’ (kitab sejenis Barzanji). Bisa juga ditambah dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti penampilan kesenian hadhrah, pengumuman hasil berbagai lomba, dan lain-lain, dan puncaknya ialah mau’izhah hasanah dari para muballigh kondang.

Para ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atau perbuatan yang di zaman Nabi tidak ada, namun termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak memang amalan seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan umat Islam, antara lain: berzanjen, diba’an, yasinan, tahlilan (bacaan Tahlilnya, misalnya, tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering membacanya), mau’izhah hasanah pada acara temanten dan Muludan.

Dalam Madarirushu’ud Syarhul Barzanji dikisahkan, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa’at kepadanya di Hari Kiamat.” Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan: “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!”

(cited from: A Khoirul Anam –dari berbagai sumber).


Tradisi Haul: apaan tuch??

Di kalangan Nahdhiyin khususnya Pesantren-pesantren NU ada tradisi HAUL AKBAR.
Seperti misalnya di pesantren Manbaul Ulum Sumber Beras Muncar Banyuwangi setiap bulan Rajab ada acara HAUL AKBAR KH ISKANDAR SQ (Sang pendiri pesantren). Sebenarnya boleh ndak sih??? [berikut sedikit ulasanya: ]

Peringatan haul (kata “haul” dari bahasa Arab, berarti setahun) adalah peringatan kematian seseorang yang diadakan setahun sekali dengan tujuan utama untuk mendoakan ahli kubur agar semua amal ibadah yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Biasanya, haul diadakan untuk para keluarga yang telah meninggal dunia atau para tokoh untuk sekedar mengingat dan meneladani jasa-jasa dan amal baik mereka.

Haul yang penting diadakan setiap setahun sekali dan tidak harus tepat pada tanggal tertentu alias tidak sakral sebagaimana kita memperingati hari ulang tahun. Hari dan tanggal pelaksanaan ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu yang berhubungan acara-acara lain yang diselenggarakan bersamaan dengan peringatan haul itu.

Para keluarga mengadakan acara haul pada hari dan tanggal yang telah disepakati bersama keluarga, pada saat mereka mempunyai waktu senggang dan bisa berkumpul bersama. Di pesantren-pesantren, haul untuk para pendiri dan tokoh-tokoh yang berjasa terhadap perkembangan pesantren dan syi’ar Islam diadakan bersamaan dengan acara tahunan pesantren, semisal khataman kitab akhir tahun, pertemuan wali santri, atau dzikir akbar tahunan.

Tradisi haul diadakan berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Diriwayatkan: Rasulullah berziarah ke makam Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dalam perang Uhud dan makam keluarga Baqi’. Beliau mengucap salam dan mendoakan mereka atas amal-amal yang telah mereka kerjakan. (HR. Muslim)

Hadits lain diriwayatkan oleh Al-Wakidi bahwa Rasulullah SAW mengunjungi makam para pahlawan perang Uhud setiap tahun. Jika telah sampai di Syi’ib (tempat makam mereka), Rasulullah agak keras berucap: Assalâmu’alaikum bimâ shabartum fani’ma uqbâ ad-dâr. (Semoga kalian selalu mendapat kesejahteraan ats kesabaran yang telah kalian lakukan. Sungguh akhirat adalah tempat yang paling nikmat). Abu Bakar, Umar dan Utsman juga malakukan hal yang serupa. (Dalam Najh al-Balâghah, hlm. 394-396)

Para ulama menyatakan, peringatan haul tidak dilarang oleh agama, bahkan dianjurkan. Ibnu Hajar dalam Fatâwa al-Kubrâ Juz II hlm. 18 menjelaskan, para sahabat dan ulama tidak ada yang melarang peringatan haul sepanjang tidak ada yang meratapi mayyit atau ahli kubur sambil menangis. Peringatan haul sedianya diisi dengan menuturkan biorafi orang-orang yang alim dan saleh guna mendorong orang lain untuk meniru perbuatan mereka

Peringatan haul yang diadakan secara bersama-sama menjadi penting bagi umat Islam untuk bersilaturrahim satu sama-lain; berdoa sembari memantapkan diri untuk menyontoh segala teladan dari para pendahulu; juga menjadi forum penting untuk menyampaikan nasihat-nasihat keagamaan. (cited from A. Khoirul Anam [www.nu.or.id])

*Kutipan hadits dan qoul ulama dalam tulisan ini diambil dari buku “Tradisi Orang-Orang NU” yang ditulis oleh H. Munawwir Abdul Fattah yang telah ditashhih oleh KH. A. Muhith Abdul Fattah, KH Maghfoer Utsman, dan KH. Masdar Farid Mas’udi, Diterbitkan oleh Pustaka Pesantren, Yogyakarta: 2006.


WISUDA 94 ITS: Selamat Buat temen-temen seperjuanganku….

aku benar-benar bisa ikut merasakan kebahagiaan temen2 yang wisuda tgl 24 Maret 2007 kemaren di Graha Sepuluh Nopember ITS. Sorry bgz dak bisa dateng….
^ _ ^
semoga sukses menempuh jalan dan kehidupan masing-masing. I wish all the best with u friend.
Kenangan masa2 perjuangan bersama di bangku kuliah akan menjadi ingatan sepanjang masa.
Keep In Touch. Ntar yang merasa Sukses jangan sombong ya.. he he… begitu juga yg merasa kurang sukses jangan minder, yuk.. kita saling membantu.
We are Brothers We are Family….
^ _ ^

 

dari paling kiri :
1. Tri Anggareni [Eni], Mantan aktivis dan satu2nya akhwat paling militan di SI 02.
2.Dedy Purwana Adi [Pepeng], tak ada lo dak rame. yuk kapan2 ke Bali lagi pakek mobil u peng…he he.
3.Nike Dwi Winarti [Nike], Mantan kekasih ‘BOS’. Kerenz IP nya plg Gede ya…
4.Cahyo Respito [cahyo], pujangganya SI 02. Kapan yok Liburan lagi ke Jambu Wer ma Gunung kawi lagi??
5.Yusri Syahrul Mujib [Yusri], selain temen kuliah pernah jadi temen kerja jadi programer, temen satu kost. “Piye Yus Emak Kost Kita dah dapet Hidayah Belom” he he..
6.Dinar Sekti Mayangsuri [Dinar], imut bgz….dan lucu. Ntar aku mampir ke rumah u di DARJO ya??
7.Dion Kristadi [Dion], keren bgz lulus S.Kom (ITS) dan S.E (UNAIR) dalam waktu bersamaan….
8.Arif Wibisono [Poleng], ini dia sang kaisar mantan Ka. OSIS SMA 5 SURABAYA. Mantan KAHIMA KMSI ITS…
9.Radityo P [papa], ini dia papa kita calon Professor nya DSS (Decision Support System] Mhs kesayanganya Pak Rully. Papa wisuda kok ninggalin mama seh.. ha ha
10.Abdul Gofur [Gofung], tak sekedar jadi Mahasiswa tp juga seorang Enterpreneur yang berbakat dan Ber Ide Briliant. Gimana Perkembangan ‘Resto Nasi Goreng Arang’ nya.. ntar kalo aku mampir ke Surabaya ksh gratisan ya….

Kalian adalah orang2 Hebat yang pernah aku kenal…
Aku Bangga Kenal dan Ber Teman Dengan Mu Friend’