Butuh energi besar??: untuk berkarya dan terus berkarya

TERKADANG: dalam menjalani hidup ini aq merasa dipenuhi dengan passion, keinginan, dan cita-cita dan teramat gigih untuk mewujudkanya………

tetapi seiring berjalanya waktu…, aq pun sering merasa seakan kehabisan energi untuk sekedar berkarya… kegigihan itupun menghilang begitu saja…..

kadang diri ini pun jatuh dan terperosok dalam jurang kehancuran dan kegagalan dan seakan terasa sangat berat….. sekali untuk sekedar bangkit kembali.

Aq bertanya pada diriq sendiri:

Apa ya yang menyebabkan seseorang selalu memiliki energi besar terus dan terus memberikan karya-karya terbaiknya untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya??

Apa yang menyebabkan seseorang itu selalu tetap fight dalam kondisi seberat apapun…..


PIP PKS Malaysia : Apresiasi Seni dan Budaya

Ahad kemaren ana bareng ikhwah simpatisan Partai Keadilan Sejahtera,
menghadiri acara Apresiasi Seni dan Budaya yang diadakan oleh Pusat Informasi dan Pelayanan
Partai Keadilasn Sejahtera di Malaysia. dalam rangka Milad ke 8 PIP PKS Malaysia
Bertempat di Gedung Aula “Indonesain School Of Kualalumpur” [sekolah yg kelahiranya dibidani dan dikelola oleh KBRI]
walaupun ana pada pemilu 2004 kemaren ndak nyoblos PKS , karena ana memang GOLPUT he he… tapi….. Ana Iseng aja ikutan.
tit…………………………………………….
………………………………………………
belum ada lanjutanya……..
capek bgz… mo bobok dulu…
aq lanjutin esok hari aja….
pegel poll punggung ini terasa…
saatnya berpelukan dengan bantal gulingq tersayang..
^ _ ^


satu kata itu adalah IKHLAS

Pernah suatu hari saya memperhatikan  seorang Juru Parkir di salah satu jurusan di kampus ITS Surabaya.
Terlihat begitu sumringah di wajahnya…
Dia begitu ramah dan senantiasa menebarkan senyum kepada setiap mahasiswa yang berlalu lalang keluar masuk tempat parkir itu…
Kulihat dia begitu menikmati pekerjaan itu…
Belakangan ku dengar dia telah berpuluh-puluh tahun mengabdikan diri sebagai Juru Parkir di kampus itu.
Dia juga sangat bertanggung jawab dengan profesinya itu. [Pernah suatu saat saya bertemu dia di terminal Bratang Surabaya, hendak naik lyn S menuju Kampus ITS. Seperti biasa lyn tak mau jalan kalo Lyn belum penuh.padahal sudah 30 menit kita menunggu. Karena hari yg semakin siang dan penumpang msh 5 orang… atas nama tanggung jawab atas profesinya dia menawarkan diri kepada sopir membayar 6 kali lipat tarifa ngkot sbg pengganti 5 penumpang yg masih kosong. Sambil menyodorkan uang 20.000 dia berkata kp sopir:”wes ora opo2 aku bayari wong 5, ketimbang aku telat nyampek kampus”].

Pernah suatu saat saya memperhatikan seorang teman sekantor di sebuah perusahaan elektronik swasta asing terkenal di Jakarta.
Tak pernah seharipun kulihat dia tak mengeluh….
“Membandingkan gaji diperusahaan laen… lah”
“Gaji yang tak setara dengan kerja dia lah…”
“Fasilitas yg kurang lah..”
“Dan keinginanya untuk segera resign kalo ada twaran yg lebih bagus”.
Dia terlihat begitu terpaksa dengan pekerjaanya…
Setiap hari dia datang terlambat dan tidak pernah ikut senam pagi…
Bahkan sering kulihat dia hanya killing time dengan chatting, nge game, nonton film di kantor.
Dia lebih senang ngerjakan Kerjaanya di Over Time Hours….[selepas 16.00, sabtu, minggu, karena OT nya emang lebih mahal].
padahal slip gaji dia bulan mendekati angka 6.000.000 [sebuah angka yg cukup besar untuk ukuran seorang fresh graduate S1].

Memang bukan sekedar nilai materi yang membuat kita senantiasa menikmati aktifitas kita…
hanya satu kata. kata itu adalah ‘IKHLAS’


Salah Kamar : ‘Mualu nya……’

Ndak tau kenapa tumben ofis malam itu sepi bgz…
Tinggal aq sendirian..
Karena sepi dan besok mo ke KL jam 04.30 pagi
jam 11 malem q dah balek….
Malem itu aq pulang dari ofis (postgraduate office studies) sendirian.
Jalan kaki.. Hiks..
Menembus remang-remang lampu2 di sepanjang jalanan
kampuzz…
Menuju Hostel…[asrama gt deh]
Kampuz bener2 sepi… [he emang perasaan kampuz ini dak pernah rame… ]
Hanya Pakcik dan Mak Cik Security aja yang keliatan msh berkeliaran.
Sepanjang perjalanan… pikiranku terhanyut dalam lamunan….
terkadang melamun itu bisa membuat kita tertawa sendiri loh…

15 menit kemudian nyampek deh di Hostelq tercinta…
sebelum meluncur ke kamar q yg di lantai 3, aq berniat mo nyamperi temenku ‘Dedy’
di kamarnya yg ada di lantai 2…
Langsung aja dengan langkah pasti dan irama lebih cepat aq langsung meluncut ke kamar teman deketq di UTP itu.
‘tok tok …. Assalamualaikum ….’
kok ndak ada jawaban, lgsung aja seprti biasanya aq lgsung nylonong masuk kamarnya yg ndak dikunci.
Begitu masuk aq heran…. kamarnya kok gelap dah tidur kali pikirku.
Tapi aq lgsg aja nyamperin dikasurnya dia.
“Ded dah tidur ta..??? ”
Tiba2 se sosok tubuh item berambut keriwul terbangkit dari kasur itu [orang sudan].
alamak……Sambil ngomel dengan kata2 yg aq ndak mudeng.
aq masih kebingungan…. “kok kamar dedy ganti penghuni ya??, emang sejak kapan dedy pindah kamar?? kok ndak bilang2″.
Kepalang tanggung… biar ndak malu aku pura2 tanya ” Where is Mr Dedy Room Guys??”.
Orang sudan itu ngomel2 apa gitu ndak mudeng juga. Ya akhirnya aq hang out aja degh…
sampai diluar aq mash belum sadar kalo aq salah kamar. and malah bingung jangan2… salah hostel…
Akhirnya aq kembali turun ke bawah…
Alamak… ternyata aq tadi di lantai 3. padahal kamar dedy di lantai 2.
‘Culun bgz seh aq.. Hua ha…….’
Sampek kamarq aku ketawa ketiwi sendiri menyadari keculunan q….


Konser Apik tembang religi persembahan mahasiswa Indonesia di UTP: Heart 4 Islam

Penampilan temen2 Mahasiswa Indonesia Mensyairkan tembang2 religi Di penghujung acara Forum Heart 4 Islam dalam ceramah interaktif bertajuk ‘ISLAMOFOBIA’ di Cancelor Hall UTP tadi bener-bener apik. walaupun latihanya cuman 2 hari aq lihat tadi mendapat sambutan meriah banget dari para hadirin dan hadirat yang sebagian besar adalah mahasiswa Malaysia.
Dibuka oleh Mas Arif (dari UI, mhs Msc EE UTP) yang membawakan lagu ‘TOMBO ATI’ nya opick.. cuman dak pakek lirik bahasa jawa. he he dikira mereka dak bakalan ngerti kalee…
disambung lagunya Bimbo ‘Ada anak bertanya pada Anknya’ yang dibawakan dengan penuh ekspresif oleh Dedy(dari UGM, mhs ME UTP). Dan Sebagai lagu penutup adalah lagunya sang legendaris CHRISYE ‘Berkata’ yang dibawakan dengan syahdu oleh Lintang (Mhs Undergraduate CE UTP) untuk mengenang Mas Chrisye yg kemaren barusan dipanggil menghadap kehadirat Allah Swt. “Selamat Jalan Mas Chrisye….”.
Persembahan tembang religi ini diiringi dengan keyboard, yang dimainkan dengan menakjubkan oleh Mas Dhany Comel ‘cemit’ (dari ITS, mhs MSc ICT/BIS UTP).
Wuezz pokoknya keren abizz….
^ _ ^