Uncategorized

Cah kangkung dan Syahrini di kota York, Inggris

… berada di kota ini seperti memasuki lorong waktu di akhir abad 19. Ketika Bangsa Romawi, yang diabadikan kedigjayaanya dalam Alquran itu, berada di puncak kejayaanya. Tetapi sejenak, terasa seperti berada di sebuah warung remang-remang di sudut kota Surabaya, ketika saya menyantap lezatnya ‘Cah Kangkung’ pedas made in York ini.

20140827_185353

Suasana Kota York

 

Cinta… tak pernah sesakit ini, Cinta tak pernah seperih ini. Yang aku minta tulus hatimu …

Suara merdu penyanyi Indonesia yang sering jadi bahan gunjingan media itu, seolah menyambut kedatangan kami di restoran Krakatoa. Yah, sesuai namanya ini adalah sebuah restoran dengan branding masakan indonesia di kota York, Inggris. Setelah membolak-balik daftar menu selama beberapa menit, seorang pria bule dengan ramah mendatangi kami, meanyakan menu apa yang kami pilih.

“Apha khabar? ” sapa pria bule itu dengan bahasa Indonesia logat British. Ternyata pria bule itu meskipun tidak mahir, bisa berbahasa indonesia. Cukup bingung memilih puluhan menu-menu yang semua nama-namanya sangat familiar buat kami di Indonesia. Ada menu pembuka yang didominasi gorengan khas indonesia, seperti bakwan dan pisang goreng. Ada nasi goreng, babi rica-rica, oseng-oseng udang, oseng-oseng cumi-cumi, ca kangkung, dan sebagainya. Dan tentu saja ada makanan penutup kue-kue asli Indonesia.

Yang bikin bingung pertama adalah halal-dan tidaknya. Jelas, masakan Indonesia bukan berarti masakan halal. Berbeda dengan masakan Pakistan yang sudah bisa dipastikan ke ‘halal’ anya di Inggris ini. Apalagi, sudah jelas ada menu babi rica-rica. Wah jangan-jangan semua masakan kecampur dengan babi. Siapa yang bisa menjamin menu babi dimasak  dan disajikan dengan peralatan terpisah? Siapa yang bisa menjamin kalau ayamnya disembelih dengan ‘Bismillah’?

Jika di Indonesia, mungkin saya bisa idealis sebagai muslim yang zuhud, muslim yang sangat berhati-hati. Tetapi, di negeri non-muslim seperti Inggris ini, saya seringkali menjadi muslim sembrono. Yang penting, baca ‘bismillah’ saja deh makanya, dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya.

Sedangkan yang bikin bingung kedua adalah, seperti yang mungkin sampean bisa tebak, masalah harganya. Wah satu piring masing-masing menuh harganya diatas £12 (setara Rp. 240.000), hanya semangkuk nasi putih yang harganya terjangkau, hanya £2 (setara Rp. 40.000). Sebenarnya, kami bisa me ‘reimburse’ semua biaya makan ini ke kampus. Tapi, entahlah, saya termasuk orang yang ndak terbiasa menggunakan ‘aji mumpung’  atau jiwa ‘kere’ sudah mendarah daging dalam diri saya. Sehingga masih saja, sensitif harga.

Akhirnya, kami memilih Jus jeruk, Teh poci, Nasi goreng seafood, Nasi putih, Oseng-oseng cumi-cumi, dan cah kangkung. Total harganya £36 (setara, Rp. 720. 000) saja.

Setelah mendapatkan minuman yang kami pesan, kami harus menunggu cukup lama untuk menu utama yang kami pesan tersaji di meja kami, dan suara syahrini masih saja menemani. Serasa berada di tengah-tengah konser tunggal Syahrini. Ohya, kawan makan saya ini adalah seorang dosen muda di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia yang sedang tugas belajar untuk mengambil PhD di salah satu Universitas di kota Brusel, Belgia. Kami secara kebetulan bertemu untuk kali kedua. Setahun sebelumnya, kami bertemu di kota Ghent, Belgia dalam sebuah International Conference. Tahun ini, kami bertemu kembali di kota York, Inggris, untuk sebuah International Conference yang lain.

‘Sruup..’ Jus jeruk itu terasa sangat menyegarkan membasahi tenggorakan saya. Mungkin karena saya cukup haus, setelah jalan-jalan sore menghabiskan senja yang panjang di akhir musim panas, menyusuri sudut-sudut kota York yang menyimpan seribu satu keindahan sejarah ini. Sambil menunggu, kami mengamati orang-orang di sekitar kami yang ternyata semuanya orang bule. Terselip sedikit rasa bangga dalam hati, ternyata banyak juga orang bule yang menyukai cita ras masakan Indonesia.

20140827_203744

Cah Kangkung ‘made in’ York

Setelah sekitar 10 menit menunggu, akhirnya menu yang kami pesan datang juga. Seorang perempuan muda berwajah mirip anak-anak remaja Indonesia, terlihat begitu cekatan dan ‘trengginas’ menyajikan satu persatu menu-menu yang kami pesan di atas meja kami. Semula saya kira dia orang Indonesia yang merantau bekerja di Inggris ini, tetapi ternyata dia perempuan Thailand. Pantesan, dia tidak menyapa kami dengan bahasa Indonesia sama sekali.

“Mak Nyus …” mungkin adalah kata yang tepat untuk masakan ini, tapi saya tidak mendeskripsikan nikmatnya masakan Indonesia ini. Yang jelas, rasanya Indonesia banget. Bumbu-bumbunya terasa kuat dan ‘menendang’ lidah. Pedas tapi lezat sekali. Mungkin ini masakan paling lezat yang pernah kami cicipi selama berada di Inggris ini. Apalagi, cah kangkung nya, Wah mantap sekali. Aroma terasi dan saos tiram nya begitu terasa, berpadu dengan kangkung yang masih segar. “Kriukk”. Tak heran, jika dalam sekejap cah kangkung itu pun habis tak tersisa hingga tetesan kuahnya yang terakhir.

20140827_192139

Suasana Senja kota York

“Bagaimanha, enaq?” Sapa pria bule yang saya duga pemilik restoran itu melihat kami kepedasan yang hampir menyelesaikan semua makanan.

Keseluruhan, masakan dan pelayanan di Restoran Krakatoa ini sangat memuaskan. Wajib anda coba jika sampean kebetulan sedang jalan-jalan di kota York ini. Apalagi buat yang sudah lama kangen dengan cita rasa asli masakan Indonesia, restoran ini bisa jadi pilihan utama. Sayangnya, kenapa ya pemilik dan pekerjanya bukan asli orang Indonesia? dan saya sangat yakin semua bahan dan bumbu masakan di restoran ini bukan dari Indonesia, tapi dari Thailand. Kecuali Indomie, rasanya susah sekali menemukan produk Indonesia di daratan Eropa. Padahal, bahan utama indomie adalah gandum, yang diimpor dari luar Indonesia juga. Yang artinya, buruhnya saja yang asli dari Indonesia dan tidak ada kaitanya dengan kabar baik perekonomian Indonesia di dunia.

Advertisements

Titip Rindu untuk Kampung Halaman ku, Penyemangat ku di Perantauan

Hamparan padi, Lambaian Pohon Kelapa, Gunung Raung, Banyuwangi

Hamparan padi, Lambaian Pohon Kelapa, Gunung Raung, Banyuwangi

Hidup, nun jauh di negeri perantauan , terkadang membuat ku rindu kampung halaman.
Apalagi, saat lelah di tengah letih perjuangan.

Indahnya arsitektur romawi gedung-gedung bersejarah di daratan eropa, tak mampu menghapus
kerinduan ku akan kepolosan wajah ayu kampung halaman ku.

Megahnya gedung-gedung modern pencakar langit, di kota pusat peradaban dunia ini,
Tak mampu mengobati kangen hatiku pada kebersahajaan dan keaslian pemandangan gunung dang sawah
di kampung halamanku.

Betapa pun cantik dan tampanya, manusia-manusia bergaya hidup tinggi di kota ini,
tak mampu meluruhkan rindu melihat keluguan dan kepolosan wajah-wajah para petani di kampung halaman ku.

Kampung halaman ku,
Kaulah penyuluh ku, di kala semangat ku mulai redup di perantauan.
Kampung halaman ku,
Doakanlah ku cepat kembali, setelah kutuntaskan semua pedih perjuangan ini.
Kepada mu, aku akan mengabdi, suatu saat di hari tua nanti.

Titip rindu ku, untuk hamparan padi, nyiur pohon kelapa, sawah, gunung, dan
gemercik air sungai di kampung halaman ku.

Nottingham, 15/08/2014

I Tell you Story : My Bus is Sabotaged by a Nude Crazy Man

May, it only happen in Indonesia. A very bad story describing Hows bad public transport In Indonesia. A Scary Incident in a damned bus, a very bad public transport. Can you Imagine, how it can happen. A nude, a fully nude, crazy man sabotaged the bus driver that is  full with passenger?What will next happen, if the nude-crazy-man drive the bus, and we are the passengers. Fortunately, problem is solved!

On Sunday morning, In the end of October (31 Oct 10), I with my brother, Dik Hajir, make a trip from Jombang to Mojokerto. Then we manage to continue our trip from Mojokerto to Pasuruan. While waiting the bus proceed from Mojokerto to Pasuruan, that scary incident happened.

Talking about Public Transport in Indonesia, if you know the thing, perhaps you will never say or hear “Have a Pleasant Trip! ” , ” Have a nice Trip” . May this story telling you hows bad public transport in This country. “Bus Kuning” – a yellow bus, is the only “best of the worst” public transport serving trip Mojokerto-Pasuruan. It is small, hot, very dirty and very not comfortable bus. Obviously, there is no Air Conditioner, No proper Ventilation, and Full with passenger. It is also slow motion bus.

Just like other public transport in Indonesia, the bus is not only full with passenger, but in each single time it will full with beggar, illegal on- the-street singer,  and illegal seller  that makes the bus very crowded and very uncomfortable. And Finally, that the worst incident happened.

You know, When the bus manage to proceed, Incidentally, a man, that is mad, crazy, that is 100% fully nude ( you can see clearly his dick) enter the bus making a crowded. Even, finally the man sabotaged the bus driver. He tried to drive the bus. This incident make all passengers, especially women passengers scary and shout. Knowing they are in danger, including me in hurry all passenger try to get out from the bus.

Finally, fortunately problem is solved. The man can be trapped by some hunk mans!

Students : Sorry, Congratz and Good Luck !

Sorry for yet to be a good supervisor, Congratulation For your Graduation, and Good Luck for your Future !

[picture : my student at Final Year Project Defense]

This semester is my first chance dealing with Final Year Students. Actually I am not eligible for being a Supervisor, since then I was just co-supervisor. I was co-supervisor for those student having interest doing Final Year Project at Decision Support System and Business Intelligence System Lab. Officially,  I co-supervised 6 FYP students: Riska, Fajar, Anggoro, and Fajar under supervision Mrs Wiwik Anggraeni; Diah, Yosi, and Winda under supervision Dr. Mahendrawathi; and lastly, Roji undersupervision Mr Rully Hendrawan.

For those student, I deeply regret I was yet to be Good Co-Supervisor. That’s why I am so sorry for that matter. However, I glad that finally you can finish your studies very well, and tomorrow is your Graduation Day! Congratulation ! and Good Luck for your Future ! I am very sure you will get your very best at your future. Everyone of you is outstanding one!  The times of discussion with you are something that are fruitful for me. Keep In Touch !

In this post, I want to memorize at glance impression of you, such that One day, It will be something very nice to remember:

[1] Riska Asrina (number 2 from left), her project is in Knowledge Management, developed Automated Question Answering System and Ontology Driven Knowledge Base at Moodle e-Learning Management System. Simply, I can say that She is so Smart and Hardworking Student. She have been my Teaching Assistant for Business Intelligence course. She also can work independently and curious to learn something new. She is applying for being lecturer at my Dept. I think She is a high potential asset for this department. No wonder, She graduated with cum laude grade.

[2]Winda Zulfina (number 3 from left)

She was good student and hardworking student as well. graduated with cum laud predicate meaning she got greater than 3.5 CGPA. She was accepted in Samsung Electronic as Research and Development Center engineer ( my ex Office 🙂 ). She was doing final project on Fuzzy Logic algorithm for Water Pipe maintenance.

[3] Yossy Apriana (number 4 from left)

She was good and fast learning student. Doing final year project in modeling and simulating in hospital inventory .

Good Luck For you all Guys !