Murah Rejeki

… Wahai jiwa yang tenang! (27), Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya (28). Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambak-Ku (29), dan masuklah ke dalam surga-Ku (30). (Al-Fajr 27-30)

gadis_pantai_lombok

Anak-anak Penjual Souvenir di Pantai Tanjung Ann, Lombok

Mungkin di antara doa-doa yang paling sering kita panjatkan di hadapan Tuhan adalah agar kita dimurahkan rejeki oleh Nya. Rejeki yang melimpah dan barokah. Kita sering berfikir bahwa rejeki itu adalah sama dengan banyaknya harta benda yang kita miliki.

Maklum, di jaman moderen ini, hanya yang bersifat materi saja yang disanjung puji. Tak heran, jika ukuran umum kesuksesan hidup pun bertumpu pada banyaknya harta benda, jabatan dan kedudukan, serta popularitas. Dan kita pun berlomba-lomba mengejarnya, bersemangat saling unggul mengungguli untuk mendapatkan yang terbanyak.

Tetapi pernahkah kita berfikir  bahwa rejeki bukanlah sekedar materi belaka. Alangkah tidak adilnya Tuhan, jika rejeki itu hanya berupa harta benda belaka. Ada seseorang yang hanya duduk-duduk manis beberapa jam, bisa mendapatkan uang puluhan juta rupiah. Sebaliknya, ada yang bekerja sangat keras sekali, hanya mendapatkan uang yang hanya cukup untuk makan sehari saja.

Kawan, ingatlah bahwa rejeki bukan sekedar harta benda. Anak-anak yang soleh, pasangan yang baik, saudara, dan teman-teman yang baik, serta ilmu yang bermanfaat juga rejeki yang tidak ternilai harganya. Dan diantara rejeki yang paling sempurna adalah berupa kenikmatan hati yang mutmainnah, hati yang tenang.

Banyak di antara kita yang harta bendanya melimpah, tetapi belum di karunia anak-anak. Banyak yang dikaruniai gemilang harta tetapi pasanganya suka selingkuh. Banyak yang memiliki segala-galanya dalam hidup kecuali ketenangan hati, jiwanya selalu resah tiada tahu apa penyebabnya.

Sebaliknya, disana banyak orang-orang yang sederhana dari kaca mata materi keduniaan, tetapi sangat murah rejeki dalam hal kebahagiaan dan ketenangan hidup. Sayangnya di jaman sekarang, banyak sekali mereka yang ingin menukar rejeki immaterial itu dengan rejeki materi belaka.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s