Teman Saat Lelah Berjuang

… dan teman yang sejati adalah teman yang ada ketika lelah berjuang – a random thought

sahabat_lama_di_solo

Teman Seperjuangan Di Kota Robinhood

Tuhan menakdirkan orang-orang untuk hadir di sekitar kita. Sebagian, datang dan pergi begitu saja. Sebagian datang, pergi, dan meninggalkan kesan yang teramat dalam. Diantara orang-orang yang meninggalkan kesan mendalam itu adalah teman yang hadir saat kita sedang berlelah-lelah dalam sebuah perjuangan. Dari merekalah, sering muncul yang namanya teman sejati.

Saat pulang ke tanah air kemaren, setelah penerbangan lokal Jakarta-Solo. Di kota Solo, alhamdulilah, rasanya suenang sekali dipertemukan kembali beberapa teman seperjuangan di kota robinhood Nottingham. Mereka adalah Mbak Wahyu dan Mbak Mar. Dua doktor dalam bidang farmasi yang saat ini mengabdikan diri sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Solo.

sahabat_di_solo

Reuni Mantan Warga Nottingham di Solo

Bahagia tak terkira rasaya, bertemu kembali dengan teman-teman ketika kita pernah ditakdirkan dalam senasib dan seperjuangan. Kami mengingat kembali beberapa episode kehidupan kami sebelumnya. Saat-saat menyedihkan. Saat-saat pernah merasakan setengah gila. Saat-saat merasakan berada diambang keputusasaan. Saat-saat pernah berada pada satu titik waktu yang pernah kita percaya sebagawai waktu yang tepat menyerah. Saat kita pernah berderai air mata saat lelah dan jengah di tengah perjuangan. Saat merasa berjalan dalam jalan panjang tak berujung.

Beruntungnya, kami ditakdirkan tetap bertahan, dan ternyata setiap jalan pasti ada ujungnya. Rasanya, semua kisah sedih di episode hidup kami sebelumnya itu kini hanya menjadi lelucon, yang bisa kita tertawakan bersama-sama. Sungguh, tak ada yang lebih lucu dari menertawakan diri sendiri. Atau sepenggalan kisah hidup yang akan menjadi kenangan abadi sepanjang usia kita.

Pertemuan itu, mengingatkan kami, bahwa tak ada ikhtiar yang sia-sia. Hasil tidak akan pernah ingkar dengan ikhtiar. Bahwa satu-satunya jalan untuk gagal dalam perjuangan adalah berhenti berjuang. Bahwa kenikmatan setelah berlelah-lelah merantau dalam perih pedih perjuangan itu sungguh luar biasa rasa syukurnya.

 

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s