Bilakah Tuhan Sedang Jatuh Cinta?

… tidak kah kau renungkan, bahwa segala cobaan dan masalah yang terjadi dalam hidup hingga memaksa kita meneteskan air mata adalah sebuah pertanda bahwa Tuhan sedang jatuh cinta – Film Ketika Tuhan Jatuh Cinta, 2014

blog_badboy_edit

Melepas kepenatan hidup, Manchester, UK

Kebahagiaan dan kesedihan dalam hidup itu sepertinya beda tipis sekali. Seperti ketika kita sedang tertawa lebar atau terharu bahagia tak terasa air mata kita pun basah membasahi sudut pelupuk mata. Begitulah watak kehidupan, tak ada kebahagiaan yang terus menerus tanpa jeda. Begitupun kesedihan.

Bukankah makanan terenak dan termahal seduniapun, jika perut sudah kenyang, rasanya kenikmatanyapun sirna begitu saja. Sebaliknya, sepiring nasi hangat dan sambel pun terasa sangat nikmat sekali, ketika dimakan saat perut lapar selepas lelah bekerja.

Kebahagiaan dan kesedihan, kemudahan dan kesulitan, keluasan dan kesempitan, tawa dan airmata, selama hayat masih dikandung badan, akan selamanya berdialektika mewarnai cerita kehidupan kita.

Hanya saja,  kebanyakan dari kita berfikir bahwa ketika hidup sedang dikelilingi kemudahan, dan kemurahan hidup itu artinya Tuhan sedang sayang kepada kita. Harta benda melimpah, bahkan bisa umroh dan haji berkali-kali, ketenaran, prestasi dan sebagainya adalah bukti Tuhan sedang bermurah hati kepada kita.

Sebaliknya, jika kita terus dirundung kesedihan, ketidakberuntungan, cobaan hidup datang bertubi-tubi, kebanyakan kita berfikir bahwa Tuhan sedang tidak sayang dalam hidup kita. Bahkan, banyak yang tak tahan hingga meninggalkan Tuhan.

Tetapi, benarkah demikian? Kemaren tidak sengaja nemu kata-kata bagus di film Ketika Tuhan Jatuh Cinta, seperti ini:

… tidak kah kau renungkan, bahwa segala cobaan dan masalah yang terjadi dalam hidup hingga memaksa kita meneteskan air mata adalah sebuah pertanda bahwa Tuhan sedang jatuh cinta.

Iyes, aku fikir ini benar sekali. Setidaknya menurut pengalaman hidupku. Justru ketika aku dalam kesusahan, rasanya hati ini lebih mudah mendekat kepada Tuhan. Perasaan butuh pada kekuatan yang diatas normal, membuatku merasa ingin selalu berdekatan dengan Nya. Ibadah sunah pun, rasanya menjadi sangat nikmat. Bukankah ini pertanda Tuhan sedang jatuh cinta?

Sebaliknya, jika kemudahan dan keberlimpahan hidup sedang membuai kita, seringnya mudah sekali membuat kita lupa dan terlena. Jangankan ibadah sunah, ibadah wajib pun sering kita lupakan. Karena kita merasa memiliki segalanya, dan tak butuh tempat bersandar dan memohonkan segala doa. Akibatnya, ibadah pun terasa sangat hambar.

Karenanya, sepatutnya kita bersyukur jika hidup kita penuh dengan ketidaksempurnaan. Kesulitan yang selalu membutuhkan perjuangan. Karenanya, kita bisa merasakan nikmatnya jatuh cinta dengan Sang Pencipta. Bukankah itulah kebahagiaan hidup yang sejati?

Tak perlu larut dalam kesedihan dan kedukaan yang mendalam ketika cobaan hidup datang silih berganti. Bukankah para nabi, orang-orang besar yang namanya harum menyejarah, tak seorang pun dari mereka yang hidupnya lempeng-lempeng dan enak-enakan saja. Hidup mereka penuh penderitaan dan perjuangan, lalu mati bahkan sebelum sempat menikmati hasil perjuanganya. Sebaliknya, bukankah kebanyakan orang-orang yang dikutuk dalam kitab suci adalah orang-orang yang diberi keberlimpahan kenikmatan duniawi, harta, tahta, dan wanita?

Kawan, pada hakikatnya senang susah adalah sama. Keduanya, sama-sama ujian. Seperti mengendarai mobil, dalam menjalani hidup kita harus senantiasa eleng tur waspodo, ada saatnya kita harus mengegas, ada saatnya harus mengerem, agar kita senantiasa berada di jalur yang benar dan selamat sampai tujuan.

Saat kesulitan datang, kita harus mengegas ikhtiar, sebaliknya kita kemudahan dan keberlimpahan menyapa, kita harus mengerem agar tidak terjebak dalam euforia yang melenakan. Semoga kita senantia diberi kekuatan dalam menghadapi kesulitan, dan berendah hati selalu ketika diberi kemudahan dan keberlimpahan kenikmatan hidup. Senang susah hakikatnya sama saja, hanyalah ujian kesetiaan cinta kita kepada Tuhan. Bukankah begitu?

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s