Lelembut Jiwa

… sekedar puisi-puisian di musim gugur – a random feeling

lilin

Ilustrasi: Lilin Di Dalam Sebuah Gereja, Trieste Italia

Seandainya ada bahasa tutur yang bisa mewakili,
Akan kurapal seribu bait mantra,
Akan kubaca ribuan baris-baris doa,
Akan kunyanyikan seratus tembang,
Hanya untuk mengungkapkan semua tentang perasaan ini.

Seandainya ada bahasa tulis yang bisa mewakili,
Akan kutulis seribu rajah,
Akan kupahat ribuan prasasti,
Akan kuciptakan seratus kode rahasiasandi,
Hanya untuk menyampaikan semua tentang perasaan ini.

Seandainya ada bahasa isyarat yang bisa mewakili,
Akan kukirim seribu pertanda,
Hanya untuk menitipkan semua tentang perasaan ini.

Tetapi, tak satupun dapat kutemui.
Karena ini hanyalah lelembut jiwa.

Biarlah kusimpan sendiri,
Seperti malam-malam bernyanyi sunyi,
Menemani lelap tidur mu,
Wahai engkau kekasih jiwa.

Sebelum semuanya meluruh,
Seperti daun-daun yang berguguran,
Berserakan,
Di jalan-jalan yang pernah kita lalui bersama.

Nottingham, 21/10/2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s