Begitulah Hidup

… dan gampang sabar, gampang syukur, dan gampang ikhlas selalu menjadi teman perjalanan hidup paling menentramkan jiwa – A Random Thought

filosofi_hidup

Ilustrasi : A Random People in Endhoven Centrum, Netherland

Banyak sudah ku dengar orang-orang berfilosofi tentang hidup dan kehidupan. Ada yang bilang hidup seperti itu roda berputar atau seperti menunggangi sebuah roller coaster, kadang dibawah, kadang diatas, yang sewaktu-waktu bisa berganti secara tiba-tiba, bahkan mengejutkan.

Ada juga yang bilang menjalani hidup itu seperti menaiki anak-anak tangga atau mendaki sebuah gunung yang tinggi. Dimana setiap capain dalam hidup itu harus diperjuangkan, tidak akan datang dengan sendirinya tanpa ikhtiar. Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti, begitu kurang lebih.

Ada juga yang bilang bahwa kita ini tak lebih dari seorang pelakon dalam teater kehidupan yang sudah ditulis lengkap skenarionya oleh sang sutradara kehidupan. Urip mung sadermo ngelakoni. Hidup itu ya sekedar dijalani saja apa adanya.

Seorang teman pernah menasehati bahwa hidup itu seperti mengayuh sepeda. Harus terus dikayuh agar tidak jatuh. Hanya berhenti berusahalah satu-satunya jalan untuk tidak sukses.

Semua filosofi itu adakalanya benar, tetapi terkadang juga salah. Seperti berakit-berakit kehulu berenang ketepian, yang tak selalu berarti bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Nyatanya, banyak yang ditakdirkan dalam hidupnya selalu dalam pesakitan. Begitu juga sebaliknya, ada yang sepanjang hidupnya dilimpahi keberuntungan demi keberuntungan.

Argh, apa pun filosofi kehidupan yang kamu yakini kebenaranya. Hidup akan terus begitu adanya. Mengalir terus seperti air dari hulu di pegunungan yang tinggi ke tempat yang rendah, hingga bermuara di samudera. Dimana air dari gunung sumbing dan air dari gunung semeru tidak ada lagi ada bedanya.

Dimana pun hidup kita meruang dan mewaktu, selalu saja ada godaan, ujian yang selalu datang. Apapun bentuk dan rupanya, permasalahan hidup akan selalu datang dan berganti. Tak peduli, kita sudah berada di strata sosial, pendidikan, dan ekonomi yang mana pun. Menghidupi hidup tidak pernah mudah. Tetapi, apapun masalahnya, gampang sabar, gampang syukur, dan gampang ikhlas selalu menjadi teman perjalanan hidup paling menentramkan jiwa. Hingga senja waktu kita kembali itu tiba.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s