Yang Membacakan ku Tanda-tanda Zaman

… dialah yang membacakan ku setiap tanda-tanda zaman. Mengajari ku mengeja setiap pertanda, lalu memaknainya – A Random Thought

cak nun 2

Ilustrasi: Cak Nun (gambar:tahuislam.com)

Ada banyak cara yang bisa dipilih oleh orang-orang untuk memulai setiap hari barunya, di pagi bahkan subuh yang masih perawan. Ada yang dengan bersyukur atas segala kemurahan hidup atau berdoa penuh harap dengan segenap kerendahan hati mengiba turunya kejaiban-keajaiban langit atas permasalahan hidup yang rasanya melampaui batas kemampuan manusia biasa.

Ada juga yang memulai harinya dengan menyeruput secangkir kopi panas, menghirup aroma wangi khasnya sambil membaca buku dengan duduk santai santai sendirian di sudut ruangan. Tetapi, ada juga yang memulai harinya dengan umpatan dan celaan atas segala kerumitan permasalahan yang terus membelit hidup atau sekedar kesibukan hidup yang terus menerus mengejar dan menderanya, seolah tak pernah memberikan jeda sejenak sekedar untuk bernafas lega.

Apapun yang kau pilih untuk memulai mengarungi hari-hari barumu, semoga ketenangan jiwa dan kejernihan fikir selalu menjadi nahkodanya.

Aku bukanlah penikmat kopi, meskipun aku punya banyak kesempatan untuk menikmatinya. Tetapi, aku punya secangkir kopi panas lain. Yang selalu aku seruput dan kuhirup aroma wanginya untuk mengawali hari baruku. Secangkir kopi itu adalah tulisan ‘daur’ dari alam pikiran cak nun yang selalu hadir setiap hari tanpa pernah jeda. Bagai menyeruput kopi panas, tulisan itu aku baca perlahan, kata demi kata, kalimat demi kalimat yang sering ku ulang-ulang karena sering gagal memahaminya. Tetapi, sungguh tulisan cak nun sungguh nikmat, senikmat kopi luwak termahal didunia bagi para penikmatnya.

Dialah yang membacakan ku setiap tanda-tanda zaman. Mengajari ku mengeja setiap pertanda, lalu memaknainya. Bukan sekedar menguntal mentah-mentah apa yang kita lihat, dengar dan rasakan. Zamanya semakin kompleks, yang benar dan salah sulit dibedakan. Yang baik dan pura-pura baik, yang jahat dan yang pura-pura jahat, sungguh kita mudah kena tipu daya olehnya. Katanya abad jaman informasi, tetapi dunia yang kita kenal dan pahami justru semakin terdistorsi.

Jika setiap pagi aku harus menulis sepuluh hal yang paling aku syukuri dalam hidup, secangkir kopi panas yang mewujud dalam tulisan ‘daur’ cak nun itulah salah satu diantaranya. Semoga panjang dan barokah umur, Cak!

Catatan Pinggir: Tulisan Daur Cak Nun, disini

 

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s