Komidi Putar dan Nuansa Pantai di Alun-Alun Kota Nottingham

Yah, kadang memang hidup layak untuk dirayakan bukan? – a random thought

summer_fair_nott_1

Nuansa Pinggir Pantai di Pusat Kota Nottingham

Setelah separuh pertama musim panas menjelma bak musim hujan di negeri tropis, separuh kedua musim panas tahun ini di kota ku benar-benar terasa sumuk (baca:gerah)-nya. Suhu hingga 34 derajat celcius di kota ini sudah cukup sebagai pengobat kangen nuansa panasnya kota Surabaya. Alamak, badan jadi berkeringat, gerah dan lengket.

Bau gosong dari aspal yang terpanggang sinar matahari di tengah hari, suara klakson antara dua mobil yang nyaris tabrakan di pertigaan jalan, dan adegan keributan kecil antara pejalan kaki yang tersenggol bacok sedikit oleh pengendara sepeda ontel di trotoar, serta adegan perempuan mengacungkan jari tengah ‘fuck you‘ benar-benar membuat nuansa kota Surabaya serasa mewujud, sejanak meruang dan mewaktu di kota ini.

Rupanya suhu panas yang tiba-tiba naik begitu ekstrim membuat emosi warga kota ini mudah tersulut juga. Padahal, adegan orang ribut di jalan dan suara klakson adalah hal sangat langka di kota ini. Alam dan kepribadian memang selalu saling berkaitan.

Yang paling menyebalkan adalah ketika pasukan lalat-lalat yang sigap datang menyergap setiap membuka jendela. Mahkluk Gusti Allah yang satu ini hanya muncul ketika musim panas, dan lenyap begitu saja ketika musim panas berakhir. Hobinya terbang memutar-mutar, membuat berisik, lalu kawin dengan pasanganya di dekat kepala. Hehe, tidak apalah, tidak hanya manusia, lalat-lalat pun berhak merayakan kehidupanya.

summer_fair_nott_3

The Sweet Shack, Gubuk Penjual Jajanan Pasar dan Arum Manis: He mas ngapain lihat-lihat?

Di akhir pekan, orang-orang memenuhi alun-alun di pusat kota. Setiap tahun, setiap musim panas tiba, nuansa pantai dihadirkan di tengah-tengah kota. Lengkap dengan pantai dan pasirnya serta kursi-kursi pantai tempat leyeh-leyeh sambil berjemur memanggang tubuh tepat di bawah sinar matahari yang garang. Bocah-bocah kegirangan bermain dengan air, pasir, skop, dan ember yang tanpa dikomando mereka membuat gundukan pasir yang hampir sama: kastil pasir.

summer_fair_nott_2

Komidi Putar di Kota Nottingham

Masih di tempat yang sama, berdiri berjajar beberapa lapak berbentuk rumah-rumahan atau lebih tepatnya gubug kayu beratap ijuk. Konon itulah wujud rumah orang Celtic ribuan tahun sebelum masehi, penduduk asli, nenek moyang orang-orang Inggris saat ini. Di lapak-lapak itu dijual berbagai jenis mainan bocah-bocah; jajanan pasar tradisional khas orang inggris berwujud ‘sweet‘,’cookieswaakhowatuha (baca: dan teman-temanya); makanan berat berwujud burger, fish and chips; dan tentu saja ‘the beach bar‘ yang menjual minuman berat termasuk bir, anggur, dan minuman berakohol lainya.

Yang menarik, di lapak-lapak itu ada juga yang menjual arum manis atau roti kapas yang biasa kita jumpai di pasar malam di Indonesia, lowh. Yang aku suka tempat itu menjadi tempat dimana yang masih bayi, bocah, remaja, bapak, ibu, kakek, dan nenek berkumpul di tempat yang sama. Karena gratis, yang kaya, yang miskin bisa bermain bersama di pinggir pantai buatan itu. Kecuali kalau mau beli makanan dan naik komidi putar, yah tetap harus bayar!

Mungkin itu sekedar rekayasa sosial dari pemerintah kota agar kohesi sosial sesama warga tetap terjaga, di tengah-tengah gaya hidup ultra-individulis orang-orang kota. Meskipun, sepertinya jarang kulihat terjadi tegur sapa antar orang yang tidak dikenal sebelumnya.

Juga masih di tempat yang sama, terdapat pula beberapa stand permainan ‘fun fair’ semacam komidi putar, yang rasanya tidak jauh beda dengan pasar malam di kampung yang digelar di lapangan desa setiap habis panen raya tiba, puluhan tahun yang lalu saat diriku masih bocah. Argh, rasanya manusia dimana-mana sama saja, pemburu kenikmatan yang selalu menyenangi yang namanya festival. Yah, kadang memang hidup layak untuk dirayakan bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s