Ruang Pesakitan Ini

… dengan sisa-sisa nafas semangatku yang kembang kempis, kepercayaan diriku yang kian menipis, dan langkah yang berat tersendat-sendat, kuatkan aku untuk bisa bertahan, hingga tercapai semua tujuan. – A Random Thought

20160621_171921

Ruang Pesakitan :p

Ini sudah pukul 10 pagi, tetapi coba lihatlah ruangan ini. Sunyi, sepi, dan berantakan sekali. Ada rak-rak buku di setiap sisi ruangan ini yang berdebu, karena nyaris tidak pernah dibersihkan.

Di atas nya ada beberapa tumpukan buku dan kertas yang juga sudah berdebu, beberapa diantarnya bahkan sudah ada jaring laba-labanya. Ada sembilan komputer terbagi tiga-tiga dalam tiga deret.

Setahun terakhir ini, lebih-lebih bulan-bulan terakhir ini, 9 komputer ini nyaris tak pernah disentuh para tuan-tuanya. Yang menghilang satu persatu, tanpa pamitan. Kecuali komputer yang paling pojokan ini.

Seorang mahasiswa PhD yang nyaris putus asa, nyaris stres, tapi selalu berusaha untuk bertahan, yang bertahun-tahun menghabiskan sebaian besar waktu dalam hidupnya di depan komputer ini. Terjebak dalam siklus lingkaran aktivitas: reading, thinking, coding, analysing, writing. Senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, bahkan minggu, siang dan malam. Mahasiswa yang beberapa bulan lagi sudah ‘expired‘ masa studinya. Mahasiswa yang sudah habis jatah uang bulanan dari sponsor beasiswanya.

Itulah komputer ku, dan mahasiswa itu adalah aku. Betapa berantakanya meja ku, tapi lebih berantakan lagi isi otak ku. Ada tumpukan buku-buku perpustakaan, yang rasanya nyaris sudah tidak pernah aku baca. Ada tumpukan-tumpukan kertas, dengan coretan merah-merah, itu adalah draft disertasi dan paper jurnalku, yang entah sudah draft versi yang berapa puluh kali atau bahkan sudah ratusan kali, dan belum kelar-kelar juga. Ada bantal peninggalan teman sebelah, yang kubuat tidur-tiduran ala ayam, jika mumet di kepalaku sudah tak tertahan. Ada earphone untuk mendengarkan suara gamelan dari komputerku, buat ku suara gamelan itu adalah obat setres paling mujarab nomor wahid di dunia.

Hampir empat tahun yang lalu, saat hari-hari pertama kedatangan ku disini, di ruangan ini penuh dengan kebahagiaan yang melimpah. Wajah-wajah berseri dengan senyum-senyum yang ramah, terpancar dari setiap mahasiswa PhD baru penghuni ruangan ini. Kami begitu antusias dan penuh semangat bercerita dengan riset yang akan kami lakukan selama 3 tahun kedepan. Kami pun sering berdiskusi, saling membantu, makan siang bersama, ke bar bersama, bahkan kadang-kadang jalan-jalan di akhir pekan bersama-sama.

Tetapi, seiring dengan merambatnya sang waktu. Ruangan ini yang dulu penuh kebahagiaan dan kehangatan, sepertinya berangsur-angsur berubah menjadi penuh dengan pesakitan. Wajah-wajah berseri dengan senyum ramah itu seolah lenyap begitu saja. Berganti dengan wajah-wajah setres, dan tidak bersahabat. Tak ada lagi waktu berbasa-basi, semua larut dalam pikiran dan komputernya sendiri-sendiri.

Setahun berlalu, dua tahun berlalu, tiga tahun berlalu. Oh rupanya, banyak yang tak bisa bertahan. Satu demi satu, memutuskan give up, dan keluar dari ruang pesakitan ini, keluar dari Universitas ini. Ada yang karena tak lulus ujian tahun pertama, ada yang tak lulus tahun kedua, ada yang konflik dengan dosen pembimbingnya, ada juga yang menghilang begitu saja, tak tahu kabarnya. Yang jelas, belum pernah ada sekalipun woro-woro di milist yang mengumumkan kelululusan PhD dari penghuni ruangan ini.

Bulan-bulan ini, di ruangan ini, nyaris setiap hari aku sendirian dalam kesepian, kesedihan, kesakitan, kemumetan, keruwetan, kecemasan, keraguan, kebimbangan, dan ketakutan. Kawan, teman-teman ku seangkatan di ruangan ini, bagaimanakah kabar kalian? Semoga kebaikan selalu bersama kalian.

Ya Tuhan, walaupun hanya dengan sisa-sisa nafas semangatku yang kembang kempis, kepercayaan diriku yang kian menipis, dan langkah yang berat tersendat-sendat, kuatkan aku untuk bisa bertahan, hingga tercapai semua tujuan.

Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s