Naga Lelana: Dari Nottingham, Orang Inggris Melestarikan Budaya Jawa

….. pandangan hidup Jawa yang diungkapkan dalam musik gamelan merupakan keselarasan dalam berbicara dan bertindak sehingga tidak memunculkan ekspresi yang meledak-ledak serta mewujudkan toleransi antar sesama – Filosofi Gamelan 

indofest2016_gamelan_nagalelana

Gamelan, Naga Lelana, Nottingham

Namanya, Naga Lelana. Dari namanya, jelas sampean yang asli orang Jawa pasti tahu kalau ini nama Jawa. Hayo, sampean ngerti ora opo artine? Ini adalah sebuah grup musik gamelan di kota Nottingham, Inggris. Tak satupun, anggotanya yang asli orang Indonesia, apalagi orang Jawa.

Nang, Ning, Nung, Neng, Nong,  Dung !

Sayup-sayup suara gamelan itu terdengar menenangkan, mendamaikan jiwa ku yang sedikit gelisah siang itu. Sejenak, dua jenak, tiga jenak, alam fikiran ku terbawa terbang jauh ke kampung halaman. Saat temanten kakung, berpakaian temanten adat Jawa lengkap, beserta iring-iringan para keluarga pengantar, dipertemukan dengan temanten putri. Diiringi tembang kebo giro, yang diputar dari kaset tape recorder.

Aduhai, bahagia sekali, puncak-puncak gunung kebahagiaan itu terlukis begitu jelas pada senyum kedua mempelai, dan ribuan senyum-senyum lain yang tersungging pada keluarga dan tetamu yang hadir pada pesta pernikahan adat Jawa itu.

Rupanya, jasad ku masih di bumi Nottingham, sedang menyaksikan pertunjukan gamelan, yang pemainya ganteng-ganteng, cantik-cantik, rambutnya pirang. Sudah dua kali ini, aku menikmati pagelaran gamelan yang ditampilkan oleh Naga Lelana. Rasanya, aku belum pernah menikmati suara gamelan se khusuk dan senikmat ini. Rasa kangen ku pada tanah Jawi seolah diaduk-aduk oleh tetabuhan pada seperangkat gamelan yang penuh harmoni itu.

Seorang perempuan bertubuh subur, berambut pirang menyelipkan sekuncup bunga kamboja putih, di telinga kananya. Matanya begitu khusuk menabuh bonang di hadapanya, sesekali melirik pada partikur tembang-tembang Jawa tak jauh dari sederat bonang itu.

Hati ku disergap oleh seribu tanya. Bagaimana mungkin mereka lebih tahu dari pada diriku tentang budaya bangsa ku senderi. Bagaimana mungkin, budaya yang dulu ku sepelekan itu, disini begitu dimuliakan oleh mereka? Haruskah suatu saat nanti, aku belajar pada mereka, sekedar untuk tahu tentang bangsa kami sendiri? Inikah yang namanya bangsa yang sedang kehilangan jati diri? Malang nian nasib bangsa ku ini. Ilang sirno kertaning Jawi.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s