Bacaan Wajib untuk Mahasiswa Santri NU

…. untuk memahami agama itu tidak semudah membaca Alquran dan Kitab Hadist Terjemahan. Untuk menjadi orang alim itu tak semudah mengganti pakaian dengan jilbab gondrong, celana cingkrang, dan memanjangankan jenggot atau membayar tiket pesawat untuk umroh – a random thought

mahasiswa_ku

Ilustrasi: Mahasiswa

Buat adik-adik yang sebentar lagi lulus SMA/sederajat, bisa melanjutkan di Perguruan Tinggi, apalagi Perguruan Tinggi favorit tentunya adalah impian yang diidam-idamkan. Sayang, tidak banyak yang beruntung bisa melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi.

Bersyukurlah buat kalian yang ditakdirkan bisa memasuki dunia kampus. Dunia yang akan mengantarkan kalian menuju kesuksesan karir setelah lulus kuliah. Dunia kampus memang terlihat menyenangkan. Tetapi, banyak hal yang tidak atau kurang diketahui oleh calon mahasiswa.

Salah satu hal yang kurang banyak diketahui oleh banyak calon mahasiswa adalah bahwa dunia kampus adalah pasar bebas orang jualan berbagai  ideologi. Di usia segitu memang saatnya sampean mencari jati diri, saatnya sampean mendewasa. Karenanya, di saat itu ibarat kata, sampean adalah domba-domba lugu yang sedang diintai para singa penjual ideologi.

Salah satunya yang marak adalah ideologi Islam transnasional. Ideologi Islam yang diimport dari luar negeri, khususnya negara-negara timur tengah, yang sampean tahu sendiri bagaimana keadaanya saat ini. Berbeda dengan pemahaman Islam masyarakat Indonesia pada umumnya, yang moderat, seperti NU, dan Muhammadiyah, ideologi islam import ini cenderung radikal, fundamental.

Cirinya apa? suka memonopoli kebenaran, suka menyalahkan, membidahkan, mengkafirkan, menyesatkan pemahaman Islam lainya. Seolah, hanya Islam versi pemahaman mereka saja yang benar, yang lainya salah. Terhadap sesama orang Islam yang beda pemahaman saja mereka tidak toleran, apalagi kepada yang non-Islam.

Ciri yang kedua yang menonjol adalah mereka memahami Islam sangat tekstual. Biasanya, mereka langsung merujuk pada Alquran dan kitab hadist terjemahan. Sekali lagi terjemahan. Dan berdasarkan pemahaman tekstual itulah, mereka memahami pemahaman Islam yang lain. Contoh: Tahlilan itu tidak ada dalilnya di Alquran dan Hadist yang menyuruh Tahlilan. Itu bidah, itu sesat, itu masuk neraka. Weladalah, padahal di pesantren NU yang asli/Syalaf, bukan pesantren NU yang modern/kholaf, sedikitnya dibutuhkan waktu 8 tahun, sekedar untuk memahami ilmu untuk memahami alquran dan hadist, nah ini cuman bekal Alquran dan Kitab hadist terjemahan.

Saya punya banyak teman, satu pesantren, kebetulan pesantren NU yang modern/kholaf, yang dulu sama-sama Istigotsahan, tahlilan, eh baru beberapa bulan jadi mahasiswa, masya Allah rek, di milis, namanya dah berubah jadi mujahid, mujahidah, akhi, ukhti, sudah gitu dengan lantang  membid’ah-bid’ahkan amalan di pesantren dulu. Sangat intens, mengkritik, menyerang, pemahaman Islam di pesantren yang telah membesarkanya dulu.

Dalam hati, saya cuman mbatin:

oalah kang-kang, mbak-mbak, sampean iki lo baru beberapa bulan ngaji karo ustad dan ustadzah mu di masjid kampus wae, kok wani-wani nyalahke kyai bu nyai mu yang menkaji agama setiap hari berpuluh-puluh tahun. Lah emang, kyai/bu nyai mu ki ngawur?

Hal sama, juga terjadi pada banyak cah-cah ndeso kae, yang dulu waktu masih di desa, NU Tulen, ya tahlilan, yasinan, manaqiban, berjanji, dzibaan, sholawatan, begitu kuliah di kota, jilbabnya berubah jadi gondrong, sing lanang celonone dadi cingkrang, jenggote duowo. Terus Bapak/Ibue diceramahi, yen amalan-amalan tahlilan, yasinan, manaqiban, berjanji, dzibaan, sholawatan ki bidah, sok dicemplongke neroko. Kudunge ibune disuruh ganti dengan jilbab gondrong, atau jilbab syar’i.

Biuh-biuh, dipikir kyai-kyai pesantren, kyai-kyai kampung itu sesat kabeh, ngawur kabeh piye? Tidak berlebihan rasanya jika Ketua PBNU, KH Aqil Siroj, pernah bilang bahwa saat ini Indonesia sedang darurat paham Wahabi. Apa itu wahabi? yaitu, paham Islam yang suka menyalahkan, membidahkan, mengkafirkan, menyesatkan pemahaman Islam lainya.

Karena itu, buat sampean-sampean, adik-adik, yang akan memasuki dunia kampus waspadalah. Dan bekalilah dengan ilmu agama yang cukup. Beberapa penjual Ideologi Islam radikal yang terang-terangan jualan di kampus diantarnya adalah:

  1. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ini partai politik internasional, yang bercita-cita mendirikan kembali khilafah islamiyah, jelas sangat anti pancasila, sangat anti demokrasi.
  2. Syalafi-Wahabi. Pemahaman Islam ala Arab Saudi. Ini yang memahami Islam sangat tekstual, sangat rigid pemahaman islamnya, sangat anti banget sama NU.
  3. Tarbiyah. Ini sebenarnya kepanjangan tangan di Indonesia dari gerakan Ikhwanul Muslimin. Kegiatan underbow PKS. Biasanya nyaru di lembaga dakwah kampus. Walaupun dibanding dua diatas paling santun, tapi tetap saja suka membid’ah-bidahkan, walaupun tidak terang-terangan.

Sebenarnya, fine-fine saja sih, berbeda pemahaman, cuman yang bikin menyebalkan itu, mereka suka memonopoli kebenaran. Yang pada akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan, ketidakdamaian.

Untuk sampean-sampean yang basic nya NU, terutama sampean-sampean yang dari desa-desa, dari dusun, dari kampung, seperti saya, biar sampean setrong, tidak merasa inferior dengan pemahaman Islam NU yang moderat, Islam yang sejuk, Islam Nusantara, berikut buku-buku yang wajib sampean baca, untuk memperteguh pemahaman NU sampean, Saya temukan dari: sini.

  1. Aswaja An-Nahdliyah (PDF)
  2. Nurcholis Madjid – Bilik-bilik Pesantren
  3. Sahal Mahfudh – Nuansa Fiqh Sosial  [PDF]
  4. Abdurrahman Wahid – Ilusi Negara Islam
  5. Abdurrahman Wahid – Islamku, Islam Anda, Islam Kita
  6. Ahmad Baso – NU Studies
  7. Gus Dur, NU dan Masyarakat Sipil
  8. Memahami Gus Dur
  9. Metamorfosis NU Dan Politisasi Islam di Indonesia
  10. Musykilat Dalam NU
  11. Kritik Turas – Seputar Kritik Metodologi
  12. NU dan Islam di Indonesia
  13. NU dan Pancasila
  14. NU dan Perkembangan Islam di Indonesia
  15. NU: Tradisi, Relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru
  16. NU: Traditional Islam and Modernity in Indonesia
  17. Sejarah Perjalanan IPPNU
  18. Tabayun Lek Dur
  19. Sang Penakluk 
  20. Ahlussunnah Membantah Ibn Taimiyah (PDF)
  21. Ahlussunnah Wal Jama’ah dan Ijtihad (CHM)
  22. Ajaran-ajaran Sesat Diluar Aswaja (PDF)
  23. Al-Firqah An-Najiyah – Golongan Yang Selamat (PDF)
  24. Islamku, Islam Islam Anda, Islam Kita – KH. Abdurrahman Wahid (PDF)
  25. Kesahihan Dalil Tarawih 20 Rakaat (PDF)
  26. Khulashoh al-Madad al-Nabawiy (PDF)
  27. Kumpulan Humor Gus Dur di Internet (PDF)
  28. Maulid ar-Rasul Sebuah Ungkapan Cinta (PDF)
  29. Membongkar Kedok Kaum Salafiyyun (PDF)
  30. Membongkar Pemikiran dan Kepalsuan Ajaran Salafy (PDF)
  31. Membongkar Salafy Wahabi (CHM)
  32. Meniti Kesempurnaan Iman (PDF)
  33. Mutiara Hikmah Buya Yahya (CHM)
  34. Nukilan Palsu dari Ianath Thalibin (PDF)
  35. Pluralisme Gus Dur (PDF)
  36. Risalah Amaliyah Nahdliyah (PDF), atau CHM
  37. Risalah Fiqih Wanita (CHM)
  38. Risalatul Mahidl (Problematika Darah Wanita) (PDF)
  39. Riwayat Perjuangan Jam’iyah Nahdlatul Ulama (CHM)
  40. Sifat 20 Allah SWT (CHM)
  41. Syi’ah Imamiyah, Ideologi dan Ajarannya – Muh. Idrus Ramli (PDF)
  42. Tanya Jawab Bersama KH. Bisri Musthofa (CHM) , versi 2 
  43. Telaah Kritis Atas Doktrin Salafi Wahabi (PDF)
  44. Terjemah Daf’u Syubah At-Tasybih Ibn Al-Jawzi (CHM) , PDF
  45. Terjemah Jawaahirul Kalamiyah (PDF)
  46. Terjemah Uquudu Lujain Fii Bayaani (PDF)
  47. Web Offline WWW.NU.OR.ID Nahdlatul Ulama (CHM)

KUMPULAN BAHTSUL MASAIL
1.  Majmuatul Ahkam (119 Masalah)
2.  Afkar Tahun 1995-2000
3.  Hasil 36,37,38,39
4. Menjawab Pemasalah
5. 4 Kumpulan bahtusl Masail
6. 16 Kumpulan Bahtsul Masail
7. Al-Khozini
8. Hasil Al-Khozini
9. Hasil PWNU 2004-2007
10.Keputusan FMPP
11.Kumpulan bahtsul Masail Seri 1,2,3 
12. Kumpulan Bahtsul Masa-il Jilid 1 (CHM)
13. Kumpulan Bahtsul Masa-il Jilid 2 (CHM)
14. Kumpulan Bahtsul Masa-il Jilid 3 (CHM) 
14. Masa-il Diniyyah Jilid 1-4 (CHM), atau PDF

Percayalah kyai-kyai sampean  baik yang di pesantren maupun di kampung, itu tidak ngawur, mereka punya pegangan, dan percayalah ilmu mereka tidak kalah dengan ustad, ustadzah, murobbi, murobbiyah sampean di masjid kampus.

 

Advertisements

13 comments

  1. Baca tulisannya sampean ini saya dredeg-dredeg gimana. Iya emang mas, sampe kadang ada yang cadaran kalo yang cewe. Padahal dulu gak gitu. Sebenernya yang saya bingungkan adalah gimana kok bisa sampai masuk nya cepet banget gitu ya?

    seandainya hafal alfiyah secepat itu :’)

  2. NU dan Muhammadiyah asline iso dadi conto kalau mereka berdamai senajan bedo pendapat. Nek aliran liyane sing anyar anyar kui loh, jian heran, gara gara bedo pendapat sampe saling menggeting satu sama lain. Kebacut. Hahaha.

  3. Tulisan sampeyan apik, cak! Kebetulan aku dulu juga sempat ngalami mentoring + kadang2 datang ke ceramah. Jadi tau situasinyalah… Aktivis yang ngisi mentoring/ceramah,kelak kemudian hari banyak yang gabung ke PK/PKS. Keahlian menyusup ke dalam kegiatan kampus ini memang nggapleki. Bener juga, adik-adik mahasiswa itu harus jeli memahami mana-mana yang menyejukkan, mana-mana yang suka ngajak perang 😀

  4. Wah mantep sekali, kalau saya netral saja. Meski sebetulnya saya lebih menikmati di NU ditambah lagi semakin mendistribusikan Maktabah Syumila NU langsung dari developernya.

  5. anda terlalu berlebihan. klo anda menyangka org arab itu wahabi, kenapa kudu baca terjemahan? nihhh saya ikut kajian mereka tapi mereka baca kitab gundul lho. mereka juga tdk mengambil mentah isi alqur’an dan hadits, namun membandingkan pendapat imam2 terdahulu dari empat mazhab. emang menurutmu yg bener cuma imam syafi’i gt? mnrtmu imam hambali, malik dan hanafi itu sesat? kita kudu ambil ilmu mereka semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s