Aku Pernah Berfikir

Senja_di_Nott

Senja, Univ. Park, Univ. Nottingham

Aku pernah berfikir bahwa,
Kemulyaan hidup itu ketika kamu keluar dari sebuah sedan mewah
buatan Jerman, dengan pakaian parlente, jam tangan mahal, sepatumengkilat, lalu kamu berjalan dengan sangat gagah, setiap orang yang melihat mu memberi hormat terpesona kilauan cahaya kewibawaan mu.

Tetapi, fikiran ku berubah,
Setelah kulihat seorang profesor yang sangat disegani karena
ilmunya itu, menyapaku dengan ramah dari belakang ku, sedang
menuntun sepeda ontelnya dengan senyumnya yang tulus.
Lalu membukan pintu masuk gedung itu dan mempersilahkan ku masuk
terlebih dahulu.

Aku berfikir bahwa,
yang religius itu yang sudah haji dan umroh berkali-kali,
pakaianya kearab-araban. Ibadah nya terlihat tekun.
Tetapi, fikiran ku berubah,
saat ku tahu, ternyata banyak diantara mereka lebih takut
kehilangan harta bendanya, lebih takut di depan orang yang
berkuasa, melebihi takutnya kepada Tuhan.

Aku pernah berfikir bahwa,
Kesuksesan itu adalah ketika kita dapat menggapai capain-capain
yang terukur.
Tetapi, fikiran ku berubah,
Saat akhirnya aku ada orang-orang yang bisa ikhlas menikmati
setiap jengkal berproses, berjerih payah menyempurnakan ikhtiar,
walaupun sering kali capaian yang terukur itu tak bisa digapainya.

Aku pernah berfikir bahwa,
Kehebatan itu adalah ketika kita berada dipuncak popularitas.
Tetapi, fikiran ku berubah,
Saat aku melihat, ternyata popularitas itu sering kali tidak
berbanding lurus dengan kualitas.
Banyak yang jauh lebih berkualitas, tetapi sengaja menepi di
jalan sunyi.

Aku pernah berfikir bahwa,
Keberanian itu adalah berani menjadi pemimpin, menjabat jabatan
ini dan itu.
Tetapi fikiran ku berubah,
Saat aku sadar bahwa keberanian sebenarnya adalah berani untuk
tidak menjadi apa-apa, walaupun saat kesempatan itu ada.

Aku pernah berfikir bahwa,
Kemewahan itu mahal harganya,
Tetapi fikiran ku berubah,
Saat ku sadar bahwa ternyata kesederhanaan dan kebersahajaan lah
kemewahan itu sesungguhnya.

Nottingham, 26/03/2016

Advertisements

6 comments

  1. Kehebatan adalah berada di puncak popularitas namun tetap mem-bumi terhadap orang2 di sekitarnya; keberanian adalah berani menjadi pemimpin yg ngayomi – ngemong terhadap yg dipimpinnya ; kemewahan adalah saat kita mati, orang2 ‘kecil’ banyak yg mengenang kebaikan n mendoakan kita

  2. Uwapik tulisanmu sing iki kang. Setuju aku. Thats why semua kepuasan hidup terletak di dalam hati. Bukan materi. Aku ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุง ู„ู…ูŠู† wis ndue duek saiki. Pingin opo ae iso. Tapi apakah aku merasakan lebih bahagia dibanding ketika gak ndue duik jaman biyen? Belum tentu. Kadang aku bingung carane ngentekne duik. Bahkan saiki nek aku metu arep dolan, aku buwingung kudu nganggo klambi sing ndi, clono sing ndi, dll. Gak koyok biyen hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s