Salju Di Awal Musim Semi

…. Ke manakah pergi. Mencari matahari. Ketika salju turun. Pohon kehilangan daun – Wing Kardjo

memberi_makan_ikan_e

Ilustrasi: Anak-Anak

Seharusnya, musim dingin sudah berakhir. Burung-burung sudah berkonser setiap pagi. Bunga-bunga tulip di taman pun sudah bermekaran, hampir sempurna. Tetapi, dingin masih saja menembus sumsum tulang.

Pagi ini, matahari bersinar terang dari ujung cakrawala. Sinarnya, menggiring anak-anak pergi ke sekolah. Tetapi, beberapa gumpalan awan kelabu memayungi di atas kepala.

Dua bocah kecil, umur 5 tahunan. Bekejar-kejaran, di halaman sekolah yang luas itu. Tertawa lepas tanpa beban. Berputar-putar mengelilingi empat tiang berbentuk pensil warna yang membentuk segi empat. Merah, kuning, hijau, dan biru warnanya.

Di bawah sapuan sinar mentari pagi yang melimpah itu, butiran-butiran lembut berwarna putih itu menghujani mereka. Sempurnalah sudah, tawa keriangan mereka. ” Snow Snow Snow” ! teriak mereka kegirangan, sambil menepuk-nepuk butiran putih itu dengan kedua telapak mungil mereka.

Anak-anak memang selalu jujur dengan dunia mereka sendiri, Mereka belum mengenal kosmetik dan topeng-topeng kehidupan, milik orang dewasa. Kebahagian pun masih begitu sederhana untuk dedefinisikan pada dunia mereka. Sebelum semakin rumit, seiring mereka mendewasa.

Dua bocah itu, Ilyas, anak ku, dan Muhamad, anak teman ku. Ilyas lahir di tanah Jawa yang gemah ripah loh jinawi, Muhamad lahir di semenanjung saudi Arabia, yang panas dan gersang, jazirah sang Nabi. Ketika keduanya lahir, Siapa sangka, siapa kira, mereka bisa bersahabat, bermain bersama pagi ini disini. Kalau bukan misteri takdir yang mempertemukan keduanya.

Di lampu merah penyeberangan jalan dekat masjid itu, kami hampir selalu bertemu,
Di pagi hari, di waktu yang hampir tepat sama. Ilyas di boncengan sepeda ku, Muhamad berjalan beriringan dengan ayah nya, yang juga mahasiswa PhD tahun terakhir, sama seperti ku.

Lalu, kami bekejar-kejaran. “ let’s have a race, go Ayah go Ayah !‘ Kugenjot kayuhan sepeda ku di jalan yang sangat menanjak itu, sementara Muhamad berlarian dengan ayahnya. Sampai di depan gerbang sekolah, hingga masuk ke dalam Holly Class, Kelas kalian berdua. Tempat kau habiskan waktu mu, dari pagi hingga menjelang senja.

Nottingham, 04/03/2016

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s