Menghayati dan Menjadi Penikmat Kehidupan

Apalah artinya hidup, jika tak lebih dari sekedar aktivitas mengembang dan mengempiskan nafas kehidupan – a random thought.

calton_hill_06

Ilustrasi: Kota Edinburgh, Scotland, UK

Apalah artinya secangkir kopi pahit panas di pagi hari, jika sampean bukanlah penikmat kopi. Tetapi, lain halnya bagi para penikmat kopi. Kopi pahit itu, penuh filosofi kehidupan. Kopi pahit itu, aromanya adalah pemantik semangat hidup tiada duanya.

Apalah artinya rangkaian kata-kata dalam bait puisi, cerpen, atau novel, jika sampean bukanlah penikmat sastra. Tetapi, lain cerita bagi para penikmat sastra. Kata-kata itu adalah syurga imajinasi yang keindahanya sungguh tiada terkira. Kata-kata itu adalah pelipur hati yang sedang terluka, gundah gulana dirundung nestapa, penyemangat jiwa-jiwa yang lelah diambang keputusasaan, sahabat hati-hati yang sedang berselimut sepi, pembangkit energi semangat dan inspirasi hidup.

Apalah artinya goresan-goresan warna pada kanvas itu, jika sampean bukanlah penikmat seni. Tetapi, lain jadinya jika lukisan itu di hadapan penikmat seni. Ratusan juta rupiah pun, rela dipertaruhkan demi memilikinya.

Apalah artinya sebuah peci dari anyaman rotan yang telah usang itu, yang bisa kau beli murah di pasar legi, jika sampean tak mengerti kenangan-kenangan yang disimpan olehnya. Tetapi, lain artinya bagi sang pemilik kenangan. Berapa pun harga kau tawarkan, dia tak kan rela melepas peci penyimpan kenangan itu.

Dan,
Apalah artinya hidup, jika sampean tak mampu menghayati dan menjadi penikmat kehidupan?

Pernikahan tak lebih dari sekedar pergantian status yang dikukuhkan pada buku nikah, kawin, beranak pinak, lalu berjuang mencari nafkah sepanjang hayat untuk menghidupi mereka.

Bekerja, tak ubahnya rutinitas pergi-pulang ke kantor. Bergelut dengan kemacetan, menyelesaikan tugas yang terus menumpuk seolah tak ada habisnya. Berlomba dengan berbagai cara untuk  menjadi yang paling menonjol. Dan menerima gajian di setiap akhir bulannya, serta kenaikan pangkat dan jabatan, kadang-kadang saja.

Belajar, tak ubahnya rutinitas pergi-pulang ke sekolah. Berusaha sekuat tenaga mengerjakan tugas-tugas dan ujian yang akan terbayar dengan nilai-nilai angka atau huruf. Dan berakhir dengan selembar ijazah di penghujungnya atu gelar beberapa huruf di belakang nama yang selalu sampean bangga-banggakan.

Beragama, tak ubahnya ritual dan pemkaian simbol yang kering makna, sekedar penghapus rasa takut kalau-kalau neraka itu benar-benar ada. Jungkat jungkit rukuk dan sujud menyembah Tuhan, tetapi hati tak pernah merasakan kehadiran cinta sang pemberi kehidupan. Karena urusan-urusan dunia terlalu membelenggunya.

Kawan, sudahkan sampean mampu menghayati dan menjadi penikmat kehidupan dari setiap jengkal langkah hidupmu? Jika, demikian adanya, tolong ajari aku! Apalah artinya hidup, jika tak lebih dari sekedar aktivitas mengembang dan mengempiskan nafas kehidupan.

Advertisements

2 comments

  1. Waduh, kl yg ini kudu mikir utk meresahkan yg si mas tulis, tp betul jg adanya, jaman skrg banyak org tenggelam dlm kesibukan kerja-mengejar materi-mengejar gaya hidup tp hatinya kosong-krn tdk ada kehangatan keluarga yg siap utk memeluk di kala galau-menghibur di kala sedih-menyemangati di kala sedang logo, lupa pula bahwa msh ada Yang Kuasa yg mampu ngapain aja terhdp hidup kita shg kadang di tempat ibadah pun msh sibuk chatting-sms an. Pdhal hanya meluangkan waktu 1-2 jam utk ibadah, kok ya msh ga rela ninggalin bisnis-sos media nya. Pdhal lg kl Yg Kuasa sdh memutuskan utk menyudahi sejarah hidup kita, apalah arti semua kerja keras n gaya hidup yg kita miliki.
    Kok jd panjang sekali ya comment nya…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s