Tips Menulis Personal Statement Untuk Aplikasi Universitas di Luar Negeri

2013-09-08_1378667293

Ilustrasi: Universitas Nottingham, UK

Buat teman-teman yang berencana kuliah di luar negeri, pastinya ingin diterima di salah satu kampus terbaik di dunia kan ya. Di Oxford, Cambridge, MIT, Harvard, atau Nottingham  :p? Nah, pastinya kampus-kampus terbaik tersebut, juga sangat selektif dalam memilih calon mahasiswanya.

Selain prestasi akademik yang bagus yang dibuktikan dengan nilai IPK atau raport di jenjang pendidikan sebelumnya, salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan diterima tidaknya adalah Personal Statement. Persyaratan membuat personal statement ini sepertinya tidak lazim di Indonesia, tetapi menjadi persyaratan standard aplikasi di Universitas di luar negeri, di Eropa khususnya, lebih khusus lagi di Inggris.

Intinya, personal statement ini adalah sebuah esai yang harus sampean tulis untuk menjelaskan kenapa sampean  ingin mendaftar di universitas dan jurusan yang dituju, dan seberapa pantas sampean layak diterima di universitas dan jurusan tersebut.

Hal paling mudah dilakukan adalah dengan bertanya kepada mbah Google. Mencari contoh personal statement yang bagus yang bertebaran di jagad internet. Di modifikasi sedikit ala kadarnya, selesai.

Untuk aplikasi di universitas luar negeri yang biasa-biasa saja, barang kali cara di atas akan berhasil. Tetapi, janganlah berharap banyak untuk berhasil diterima di Universitas selevel Oxford dan Cambridge.

Dimana letak masalahnya? Dengan cara ala kadarnya di atas hanya akan menghasilkan personal statement dengan kalimat-kalimat klise, yang sudah sangat umum digunakan oleh jutaan calon mahasiswa lainya. Sementara, Universitas pastinya mencari mahasiswa yang stand out, yang menonjol, yang khususon, yang unik dibanding calon mahasiswa lainya.

Pernyataan seperti: saya punya motivasi yang tinggi, mimpi, passion di bidang tertentu adalah contoh kalimat-kalimat klise tersebut. Nah, lalu bagaimana seharusnya?

Sesuai dengan namanya, personal, personal statement ini seharusnya juga sangat pribadi sekali. Ditulis dengan hati sampean masing-masing. Hanya tulisan yang ditulis dengan sepenuh hati, yang bisa menyentuh hati orang lain.

Ceritakanlah, hal-hal, pengalaman-pengalaman yang pastinya hanya terjadi dalam hidup sampean sendiri . Misal, ceritakan bagaimana perjuangan mendapatkan score IELTS yang bagus: harus berpuasa, nabung uang berbulan-bulan demi bisa ikut test ielts, berkali-kali gagal mendapatkan nilai yang memenuhi persyaratan, tapi tak pernah pupus semangat. Atau berkali-kali ditolak aplikasi di Universitas luar negeri, tetapi tetap yakin pasti diterima di universitas yang tepat dan terbaik. Dan hal-hal pengalaman pribadi lainya.

Jadi intinya, boleh-boleh saja mengambil contoh dari internet. Tapi, please take your time, take it seriously, untuk menjadikanya very-very personal. Jangan dirubah hanya ala kadarnya saja. Lebih detail mengenai tips membuat personal statement ini, bisa dilihat disini. Demikian, semoga bermanfaat, dan sukses aplikasi di Universitas luar negeri impian sampean ya.

Baca Juga :

  1. Tips Mempersiapkan Beasiswa Ke Luar Negeri

 

Advertisements

4 comments

  1. Suwun mas atas tulisan2nya, berguna sekali. Kalau berkenan apa saya bisa minta contoh personal statement dan juga format reference letter milik mas? Soalnya saya sedang mencari referensi untuk membuat kedua dokumen itu mas.
    Kalau berkenan tolong kirim ke email saya mas winaldo_satryadi@rocketmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s