Kembang Kempis

Ya rabba bil musthofa, balligh maqasidana, waghfirlana ma madzo ya wasingal karomi/Duh Gusti, dengan adanya yang terpilih (kanjeng nabi Muhammad), sampaikanlah kami pada apa yang kami cita-citakan, dan ampunilah dosa yang telah kami perbuat, duhai Engkau Tuhan yang maha luas karunianya – Syair Burdah

naik_sepeda_edited

Ilustasi: Mengayuh Sepeda, Leuven Belgium

Kata seorang sahabat saya, menjalani perjuangan panjang dalam hidup itu seperti mengayuh sepeda dalam rentang jarak yang jauh sekali. Harus terus dikayuh, biar tidak terjatuh. Sesulit apa pun, perjuangan harus terus dijalani, tidak boleh berhenti, agar semangatnya tidak mati.

Tapi sayang, seperti udara yang bersembunyi di dalam ban sepeda itu, semangat berjuang pun sering mengembang dan mengempis. Kayuhan sepeda terasa lebih ringan, kala udara itu mengembang, sebaliknya akan terasa semakin berat kala mengempis. Begitu pun ceritanya, berjuang dengan kembang kempis semangat yang mengiringinya.

Tapi sayang, membuat semangat yang kempes itu mengembang kembali, tak semudah meminjam atau membeli pompa angin untuk memompa ban sepeda kita yang kempes itu. Tapi, mengganti semangat yang bocor, tak semudah mengganti ban bocor dengan membeli ban yang baru.

Manusia memang tak pernah sesederhana ban sepeda. Terlalu rumit untuk diperbandingkan dengan benda-benda mekanis di sekitar kita. Terlalu banyak misteri diri, yang belum dapat kita selami sendiri.

Teramat beruntung, dan bersyukurlah kawan, jika semangat berjuang itu sedang bersemayam di dalam tubuh mu. Jagalah dia, sesulit apapun, pada akhirnya dialah yang akan mengantarkan mu merengkuh dan memeluk asa mu.

Semangat itu, tidak bisa dibeli. Seberapa banyak pun uang di dalam genggaman mu. Buat kamu yang sedang berjuang, teruskanlah dengan sepenuh kembang kempis semangat juang mu! Β Angap saja, kembang kempis itu bagian dari dinamika perjuangan yang akan membuatnya lebih indah untuk diceritakan kembali, sauatu saat nanti.

Ya Rabba bilmusthofa, balligh maqasidana …

Advertisements

6 comments

  1. Ban ‘ssemangat’ memang selalu kembang kempis, & krn itulah kita butuh yg namanya keluarga-sahabat yg bisa nge’rem’ kl semangat lg terlalu ngejoss (kl ngikutin semangat trus, trus lupa kl fisik perlu di’charge’ jg); jg bisa ‘mompa’ kl semangatnya lg gembos…..πŸ˜‰

  2. He, he, he, bener itu, emang ada saat2 yg namanya semangat tuh gembos sak gembos2’e sampek bingung piye mumpone….KL sdh gitu mo bangun pagi aja males n otak ini mogok ga mau mikir yach…He, he, he, gpp dah, berarti kita masih manusia normal…asal ga keterusan kan…πŸ˜€πŸ‘Œ btw, di sono ada yg ngerayain imlek kah?…πŸŽπŸŽ‰πŸŽ‹

    1. ada mbak, tiap tahun rame. Di kampus tiap tahun ada barongsai dan pesta kembang api. Ada permen dan makan-makan gratis, di international office banyak hiasan2 ala Natal versi Imlek. Tahun lalu, saya nonton barongsainya πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s