Kentut

Kentut, buat banyak orang, suara yang keluar dari belahan bokong itu tidak patut. Melanggar tata kesopanan dan kesantunan. Kentut, juga bisa menjadi sumber makian dan cercaaan, serta pemantik rasa kemaluan.

Tetapi,
Tidak halnya di tempat tidur kami. Kentut selalu jadi bahan guyonan dan inspirasi kejenakaan. Setiap menjelang tidur, kami berlomba-lomba, untuk kentut. Si sulung selalu tertawa puas, setiap berhasil mengeluarkan kentut besar yang bau. Kami pun tertawa berjamaah, bhahahaha

Tetapi,
Hari ini, ketika berada di antara orang-orang kantor yang sedang sibuk bekerja, aku tak sengaja kentut: TUTTTTTTTTTTT.
Mendadak mukaku jadi merah padam, ingin rasanya aku punya ajian lembu sekilan. Menghilang seketika. Hatiku menghardik: Cuk! dasar silit ndak pernah disekolahkan!

Tetapi,
Kentut telah mengingatkanku, bahwa disamping kita punya mulut yang bisa mengeluarkan kata-kata manis menghipnotis. Dari silit kita juga keluar kentut. Bahwa disamping muka yang selalu kita tunjuk pamerkan, kita juga punya bokong yang selalu kita sembunyikan.

Argh, Kentut!

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s